Anda di halaman 1dari 19

DIABETES MELITUS KELOMPOK 1 :

HUSNUL KHATIMAH PUJI ASTUTI SUCI DELLA SASTRA IIB GIZI

PENGERTIAN DIABETES MELITUS

Berasal dari kata latin, yaitu mellitus yang artinya rasa manis. Umumnya dikenal sebagai kencing manis . Merupakan penyakit yang ditandai dengan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah) yang terusmenerus dan bervariasi terutama setelah makan.

PENYEBAB DIABETES MELITUS


Genetik atau Faktor Keturunan Virus dan Bakteri Bahan Toksin atau Beracun Asupan Makanan atau pola makan yang salah Obesitas

GEJALA UMUM DIABETES MELITUS


Gejala Umum dari Diabetes Melitus (DM)

Banyak kencing (poliuria).


Haus dan banyak minum (polidipsia), Sering lapar (polifagia). Letih, lesu. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

sebabnya

Lemah badan, kesemutan, gatal, pandangan kabur, disfungsi ereksi pada pria, dan pruritus vulva pada wanita

PEMBAGIAN DIABETES MELITUS


1.

Diabetes Melitus Tipe 1 Disebut juga insulin dependent diabetes (IDDM), merupakan diabetes melitus yang tergantung pada insulin. Hal ini disebabkan karena hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau langerhans pankreas sehingga produksi insulin menjadi terganggu dan terjadi kekurangan insulin pada tubuh.

LANJUTAN
DM tipe 1 berkembang sebagai akibat dari faktor

genetik,lingkungan, dan faktor imunologi yang menghancurkan selsel pancreas. Gejala DM tidak akan muncul pada seorang individu hingga 80% sel pankreas dihancurkan. Penyebab kehilangan sel beta pada DM tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi

autoimunitas dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh. (Sri


utami, 2007)

Penderita diabetes tipe 1 gejalanya timbul secara tiba-

tiba

dan berkembang cepat menjadi ketoasidosis


tetapi

diabetikum. Kadar gula dalam darah tinggi sebagian sel tidak dapat

menggunakan gula tanpa

insulin , maka sel-sel ini akan mengambil energi dari sumber lain . Oleh karena itu sel lemak dipecah dan

akan menghasilkan keton . Keton merupakan senyawa


kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam ( ketoasidosis).

Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan Mual, muntah , dan nyeri perut( pada anak) Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas tercium seperti aseton.

2. Diabetes Melitus Tipe 2 Disebut juga non insulin dependent diabetes melitus ( NIDDM) atau diabetes yang tidak bergantung pada insulin. Penyakit ini ditandai dengan kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin. Biasanya penderita DM tipe 2 ini karena faktor kegemukan(obesitas)

3. Diabetes Melitus Gestasional Diabetes mellitus yang muncul pada masa kehamilan, umumnya bersifat sementara, karena diabetes melitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah persalinan.

KRITERIA DIAGNOSIS DM(PERKENI,2006)


1. Gejala klasik DM + gula darah sewaktu 200 mg/dl. Gula darah sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memerhatikan waktu makan terakhir. 2. Kadar gula darah puasa 126 mg/dl. Puasa diartikan

pasien tidak mendapat kalori tambahan sedikitnya 8 jam. 3. Kadar gula darah 2 jam pada TTGO 200 mg/dl. TTGO dilakukan dengan Standard WHO, menggunakan beban

glukosa yang setara dengan 75 g glukosa anhidrus yang


dilarutkan dalam air.

Cara pelaksanaan TTGO (WHO, 1994) Tiga hari sebelum pemeriksaan tetap makan seperti kebiasaan sehari-hari (dengan karbohidrat yang cukup) Berpuasa paling sedikit 8 jam (mulai malam hari) sebelum pemeriksaan, minum air putih tanpa gula tetap diperbolehkan Diperiksa kadar glukosa darah puasa, kemudian diberikan glukosa 75 g (orang dewasa), atau 1,75 g/Kg BB (anakanak), dilarutkan dalam 250 ml air dan diminum dalam waktu 5 menit Berpuasa kembali sampai pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan 2 jam Diperiksa kadar glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa Selama proses pemeriksaan, subyek yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok.

HASIL PEMERIKSAAN
Apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi kriteria normal atau DM, maka dapat digolongkan ke dalam kelompok TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu) dari hasil yang diperoleh. TGT : glukosa darah plasma 2 jam setelah pembebanan antara 140 199 mg/dl GDPT : glukosa darah puasa antara 100 125 mg/dl.

PRINSIP DIET

Tentukan kalori basal dengan menimbang berat badan, yaitu 25-30 kkal/kg BB normal

Tentukan penggolongan pasien: underweight (berat badan kurang), normal, overweight (berat badan

berlebih), atau obesitas (kegemukan)


Persentase = BB (kg) (Tinggi Badan (cm) 100) X 100%

Ket:
Underweight: < 90% 130% Overweight: 110

Jenis kegiatan sehari hari; ringan, sedang, berat, akan menentukan jumlah kalori yang ditambahkan. Juga umur dan jenis kelamin. Status gizi

Penyakit penyerta
Kenali jenis makanan Konsumsi serat larut dan kurangi garam

Gula tidak boleh tinggi


Konsumsi lemak rendah

PERENCANAAN MAKANAN
a. Pengaturan makanan mengikuti rumus 3J, yaitu

Jumlah harus dihabiskan Jadwal harus diikuti Jenis harus dipatuhi

Karbohidrat 45-65 % protein 10-15 % lemak 20-25 %

LANJUTAN
b. Hindari gula

Penderita diabetes melitus masih dapat mengkonsumsi zat hidrat arang yang alami seperti nasi pera, dan jagung.

Jika ingin mengkonsumsi bubur harus dicampur dengan

serat.

Hindari

hidrat arang dan minuman ringan( softdrink)

keluaran dari pabrik, dan hidrat arang olahan. Seperti kuekue,sirup, gula, cake .

c. Kurangi lemak Lemak binatang olahan susu. yang dimaksud adalah lemak

(gajih), mentega , dan produk

OLAHRAGA

Prinsip berolahraga

harus dilakukan berkesinambungan, terus

menerus tanpa henti. Jadi jika memilih jogging selama 30 menit , pengidap diabetes selama 30 menit sebaiknya joging tanpa istirahat.

Olahraga sangat penting bagi pengidap diabetes, karena dapat menurunkan kadar glukosa darah. Jenis olahraga yang dapat dipilih antara lain bersepeda, renang, dan mendayung, joging.

Latihan dilakukan bertahap sesuai kemampuan dengan alokasi


waktu 30-60 menit. Latihan sebaikya tiga kali dalam seminggu.