Anda di halaman 1dari 11

PERENCANAAN STRATEGIS

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas : Mata Kuliah : Pengampu : Sistem Pengendalian Manajemen Dr. Erma Setiawati, MM, Ak

Disusun Oleh : Aisyah Fitri Aisyah Indriyani Aprilia Kurnianingsih B200100034 B200100249 B200100250 B200100327

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012


A. PENDAHULUAN

a. Latar Belakang Dalam suatu organisasi di perjalanan keorganisasiannya agar berjalan dengan lancar maka dibutuhkan suatu proses-proses untuk memutuskan program yang telah dibuat dan akan dilaksanakan oleh sejumlah sumber daya. Maka dari itu perlu dibuat perencanaan-perencanaan agar semua keputusan yang telah dibuat berjalan dengan lancar. Organisasi yang cukup besar biasanya terdiri dari satu kantor pusat dan beberapa unit bisnis yang terdesentralisasi. Dalam organisasi semacam itu, perencanaan-perencanaan terjadi di kantor pusat maupun di unit bisnis. Berbeda dengan organisasi yang kecil, terutama dia yang tidak memiliki unit bisnis. Maka proses tersebut hanya melibatkan eksekutif senior dan staf perencanaan. Dalam organisasi yang sangat kecil sekali proses tersebut mungkin hanya melibatkan kepala eksekutif. Untuk memikirkan masa depan suatu organisasi, manager yang kompeten akan menghabiskan waktu yang cukup lama. Hasilnya mungkin berupa pemahaman informal mengenai arah masa depan yang akan diambil oleh entitas tersebut, atau mungkin juga berupa pernyataanformal yang berisi rencana spesifik mengenai bagaimana untuk sampai kearah sana. Pernyataan formal dari rencana tersebut disebut sebagai rencana strategis. Dan proses pembuatan dan revisinya disaebut perencanaan strategis.

b. Rumusan Masalah 1. Apa hubungan perencanaan strategis dengan formulasi strategi? 2. Bagaimana evolusi dari perencanaan strategis? 3. Apa manfaat dan keterbatasan dari perencanaan strategis? 4. Apa karakteristik rencana strategis formal? 5. Bagaimana struktur dan isi program dalam perencanaan strategis? 6. Apa metode dan pendekatan yang digunakan dalam penyusunan rencana strategis? 7. Bagaimana hubungan internasional yang dilakukan dalam perencanaan strategis? 8. Bagaimana cara menganalisis investasi modal? 9. Bagaimana cara mengatur perencanaan strategis untuk analisis?

10. Bagaimana cara menganalisis rantai nilai dalam perencanaan strategis yang sedang berjalan? 11. Bagaimana cara memperhitungkan biaya berdasarkan aktivitas? 12. Apa saja kegunaan informasi ABC? 13. Apa saja proses-proses atau langkah-langkah dalam perencanaan strategis?

B. PEMBAHASAN a. Hubungan Perencanaan Strategis Dengan Formulasi Strategi Ditarik perbedaan antara dua proses manajemen, yaitu formulasi strategi dan perencanaan strategis. Karena strategi atau strategis digunakan dalam kedua istilah, maka ada kemungkinan timbul kebingungan. Perbedaannya adalah bahwa formulasi strategi merupakan proses untuk memutuskan strategi baru, sementara perencanaan strategis merupakan proses untuk memutuskan bagaimana

mengimplementasikan strategi tersebut. Perencanaan strategis adalah sistematis; ada proses perencanaan strategis tahunan, dengan prosedur dan jadwal yang sudah ditentukan. Sedangkan formulasi strategi adalah tidak sistematis. Strategi diperiksa kembali sebagai respons terhadap kesempatan atau ancaman yang dirasakan. Dengan demikian, idealnya, inisiatif strategis yang mungkin dapat muncul kapanpun dari siapapun di dalam organisasi. Jika dinilai patut dikejar, maka inisiatif tersebut sebaiknya dianalisis segera, tanpa menunggu jadwal yang telah ditentukan. Sekali suatu strategi diterima, perencanaan untuk strategi tersebut menyusul secara sistematis.

b. Evolusi Dari Perencanaan Strategis Di akhir tahun 1950-an beberapa perusahaan memulai sistem perencanaan strategis formal, yang sebelumnya hampir semua organisasi proses perencanaan strategisnya tidak sistematis. Tetapi pada awal tahun tersebut masih belum menemui kesuksesan dalam perencanaan strategis, karena data yang diperlukan jauh lebih terperinci dari yang seharusnya. Yang seharusnya memikirkan secara mendalam mengenai alternatif-alternatif dan memilih yang terbaik diantaranya malah untuk mengektrapolasi angka-angka sirinci anggaran, waktu dan usaha.

Saat ini, banyak organisasi menghargai keunggulan dari pembuatan rencana untuk tiga atau lima tahun kedepan. Pratik menyatakan rencana tersebut dalam dokumen atau model formal adalah luas, tetapi bukan berarti diterima secara universal. Jumlah rincian umumnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan rencana strategis pada tahun 1950-an.

c.

Manfaat Dan Keterbatasan Dari Perencanaan Strategis Proses perencanaan strategis formal dapat memberikan manfaat kepada organisasi : 1. Kerangka kerja untuk pembangunan anggaran Suatu anggaran operasi memerlukan memerlukan komitmen sumber daya untuk tahun mendatang. Maka dari itu penting bahwa manajemen membuat komitmen sumber daya semacam itu dengan ide yang jelas mengenai kemana arah organisasi untuk beberapa tahun kedepan. Suatu rencana strategis menyediakan kerangka kerja yang lebih luas tersebut. Dengan demikian, manfaat penting dari pembuatan suatau rencana strategis adalah bahwa rencana tersebut memfasilitasi formulasi dari anggaran operasi yang efektif. 2. Alat pengembangan manajemen Perencanaan strategi formal adalah alat pendidikan dan pelatihan manajemen yang unggul dalam memperlengkapi para manajer dengan suatu pemikiran mengenai strategi dan implementasinya. 3. Mekanisme untuk memaksa manajemen memikirkan jangka panjang Manajer cenderung khawatir mengenai masalah-masalah taktis dan pengelolaan urusan-urusan bisnis rutin saat ini dibandingkan mengenai penciptaan masa depan. Proses perencaan strategis formal memaksa manajer untuk menyediakan waktu guna memikirkan masalah-masalah jangka panjang yang penting. 4. Alat untuk menjajarkan manajer dengan startegi korporat Debat, diskusi dan negoisasi yang terjadi selama proses perencanaan mengklarifikasi strategi korporat, menyatukan dan menyejajarkan manajer dengan strategi semacam itu, dan mengungkapkan implikasi dari strategi korporat bagi manajer individual.

Manfaat lain dari perencanaan strategis adalah : Menentukan batasan usaha/bisnis. Fokus terhadap semua lapisan manajemen. Memberikan arah perusahaan dalam menentukan kebijakan perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan. Pembentukan budaya perusahaan lewat proses interaksi, tawar menawar, atau komunikasi timbal balik. Menjaga kebijakan yang taat asas dan sesuai. Menjaga fleksibilitas dan stabilitas operasi. Memudahkan dalam menyusun rencana kegiatan dan anggaran tahunan. Namun ada beberapa kekurangan dari perencanaan strategis formal, yaitu: 1. Selalu ada bahaya bahwa perencanaan berakhir menjadi pengisian formulir, latihan birokrasi, tanpa pemikiran strategis. Guna meminimalkan resiko dan birokrasi ini, organisasi secara periodik sebaiknya mempertanyakan, Apakah perusahaan memperoleh ide-ide segar sebagai akibat dari proses perencanaan strategis? 2. Organisasi mungkin menciptakan departemen perencanaan strategis yang besar dan mendelegasikan pembuatan rencana strategis kepada para staf dari departemen tersebut. Dengan demikian mengabaikan input dari manajemen lini maupun manfaat pendidikan dari proses tersebut. Perencanaan strategis adalah fungsi manajemen lini. Para staf di departemen perencanaan strategis sebaiknya dijaga seminimum mungkin untuk peranannya sebaiknya sebagai katalis, pendidik, dan fasilitator dari proses perencanaan.

d. Karakteristik-karakteristik Perencanaan Strategis Formal. Rencana strategis formal yang diinginkan dalam organisasi memiliki karakteristikkaraktenistik berikut ini :

1. Manajemen puncak yakin bahwa perencanaan strategis itu penting. Jika tidak perencanaan strategis mungkin akan menjadi latihan para staf yang hanya memiliki sedikit dampak pada pengambilan keputusan actual. 2. Organisasi tersebut relatif besar dan rumit. 3. Ada ketidakpastian yang cukup besar mengenai masa depan tetapi organisasi memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan dengan situasi yang berubah. Dalam organisasi yang relatif stabil, rencana strategis tidaklah perlu; masa depan biasanya cukup sama dengan masa lalu sehingga rencana strategis hanya akan berupa latihan dalam ekstrapolasi (Jika organisasi yang stabil meramalkan kebutuhan akan perubahan dalam arah, seperti penurunan dalam pasar atau perubahan drastis dalam biaya bahan baku, maka organisasi tersebut membuat rencana kontinjensi yang menunjukkan tindakan yang akan diambil untuk menghadapi kondisi-kondisi baru ini.)

e.

Struktur dan Isi Program Dalam Perencanaan Strategis Hampir di semua organisasi industrial program adalah produk atau keluarga produk, ditambah riset dan perkembangan. Dan dalam organisasi jasa, program cenderung berkaitan dengan jenis jasa yang diberikan oleh entitas tersebut. Rencana strategis biasanya mencakup periode lima tahun kedepan. Lima tahun adalah periode yang cukup panjang untuk mengestimasikan konsekuensi dari keputusan program yang dibuat saat ini. Jangka waktu diatas lima tahun mungkin begitu kabur sehingga usaha-usaha untuk membuat suatu program untuk periode yang lebih lama adalah tidak berguna untuk dilakukan. Banyak organisasi membuat rencana yang sangat kasar yang mencakup periode diatas lima tahun. Dalam beberapa organisasi, recana strategis hanya mencakup tiga tahun kedepan.

f. Metode dan pendekatan yang digunakan dalam penyusunan rencana strategis 1. Pendekatan Klasik Menganalisis lingkungan usaha, baik langsung maupun tidak langsung, sehingga bersifat global. Pendekatan ini relative mudah karena informasi yang disyaratkan bersifat global dan teknik yang digunakan sederhana.

2. Pendekatan Non-Klasik Menitikberatkan pada analisis posisi persaingan, jadi hanyalah lingkungan langsung perusahaan yang relevan. Pendekatan ini mensyaratkan informasi yang cukup tentang pihak dalam lingkungan persaingan tersebut. 3. Pendekatan Administratif Pendekatan terhadap dokumen resmi rencana strategis yang memenuhi syarat yang berisi arah dan strategi perusahaan. Akan tetapi pendekatan ini kurang memperhatikan faktor komitmen dan berbagai tingkat dan bidang manajemen. 4. Pendekatan Keperilakuan Penekanan pendekatan ini adalah manfaat utama dari suatu rencana strategis bukan pada hasil berupa dokumen resmi, melainkan pada komitmen, kesepakatan, tingkah laku yang dihasilkan dari dokumen.

g. Hubungan Organinasional yang Dilakukan Dalam Perencanaan Strategis Proses perencanaan strategis melibatkan manajemen senior dan manajer dari unit bisnis atau pusat tanggung jawab utama lainnya, dibantu oleh staf mereka. Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki komunikasi antara eksekutif korporat dengan eksekutif unit bisnis dengan cara menyediakan rangkaian aktifitas terjadwal, agar dapat mencapai sekelompok tujuan dan rencana yang disetujui bersama.

h. Cara Menganalisis Investasi Modal Teknik-teknik untuk menganalisis usulan investasi modal berusaha untuk menemukan nilai sekarang bersih dari proyek tersebut, yaitu kelebihan nilai sekarang dari estimasi arus kas masuk terhadap jumlah investasi yang diperlukan, atau tingkat pengembalian internal yang implisit dalam hubungan antara arus kas masuk dan keluar. Intinya adalah bahwa teknik-teknik ini digunakan hanya pada sekitar separuh situasi dimana secara konseptual, teknik-teknik ini dapat diterapkan. Pertimbangan-pertimbangan yang berguna dalam mengimplementasikan system evaluasi pengeluaran modal antara lain: 1. Aturan-aturan

Perusahaan umunya mempublikasikan aturan dan prosedur untuk persetujuan usulan pengeluaran model dengan berbagai besaran. 2. Menghindari manipulasi Semua usulan yang muncul untuk disetujui umunya memenuhi criteria formal unrtuk alasan tersebut, tidak semuanya benar-benar menarik. 3. Model Selain model pembuatan anggaran modal yang mendasar, ada teknik-teknik spesialisasi, seperti analisis resiko, analisi sensitifitas, simulasi, perencanaan scenario, teori permainan, model penetapan harga opsi, analisis klaim kontinjen, dan analisis diagram pohon untuk mengambil keputusan.

i. Cara Mengatur Perencanaan Strategis Untuk Analisis Tidak ada jadwal yang tetap untuk menganalisis usulan investasi. Segera setelah orang orang tersedia mereka dapat memulai analisis. Perencana mengumpulkan proyek yang disetujui selama tahun tersebut untuk dimasukkan dalam anggaran modal. Jika suatu usulan tidak memenuhi batas waktu tersebut, maka persetujuan formalnya dapat menunggu sampai tahun berikutnya, kecuali jika ada situasi yang tidak biasanya.

j. Cara Menganalisis Rantai Nilai Dalam Perencanaan Strategis Yang Sedang Berjalan Dari perspektif perencanaan strategis, konsep nilai rantai menyoroti tiga bidang yang potensial berguna : 1. Hubungan dengan pemasok Hubungan dengan pelanggan sebaiknya dikelola sedemikian rupa sehingga baik perusahaan maupun pemasoknya sama-sama memperoleh manfaat. 2. Hubungan dengan pelanggan Hubungan dengan pelanggan juga dapat menjadi sama pentingnya seperti hubungan dengan pemasok. 3. Hubungan proses dengan rantai nilai dari perusahaan

Analisis rantai nilai secara eksplisit mengakui fakta bahwa aktifitas nilai individual dalam suatu perusahaan tidaklah independen tetapi saling bergantung.

k. Cara Memperhitungkan Biaya Berdasarkan Aktivitas Meningkatnya komputerisasi dan otomasi di pabrik-pabrik telah mengarah pada perubahan-perubahan penting dalam sistem untuk mengumpulkan dan menggunakan informasi biaya. Biaya tenaga kerja langsung mungkin digabungkan dengan biaya biaya lain sehingga menjadi biaya konversi yaitu, biaya tenaga kerja dan biaya overhead untuk mengkonversi bahan baku dan komponen menjadi barang jadi. Selain biaya konversi, sistem yang lebih baru ini juga membebankan biaya R&D, biaya umum dan administrative, serta biaya pemasaran ke produk.

l. Kegunaan Informasi ABC ABC, ketika digunakan sebagai bagian dari proses perencanaan strategis, dapat memberikan wawasan yang berarti. ABC dapat menunjukkan bahwa produk rumit dengan banyak komponen terpisah memiliki biaya desain dan produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk yang lebih sederhana, bahwa produk dengan volume rendah memiliki biaya per unit yang lebih rendah dibandingkan dengan produk yang bervolume tinggi, bahwa produk dengan banyak persiapan atau banyak permintaan perubahan teknik memiliki biaya per unit yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk-produk lain, dan bahwa produk dengan siklus hidup yang pendek memiliki biaya per unit yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk-produk lain.

m. Proses-Proses atau Langkah-Langkah Dalam Perencanaan Strategis Proses tersebut melibatkan langkah-langkah berikut ini : 1. Meninjau dan memperbarui rencana strategis dari tahun lalu Langkah pertama dalam proses perencanaan strategis tahunan adalah untuk meninjau dan memperbarui rencana strategis yang disetujui tahun lalu. 2. Memutuskan asumsi dan pedoman Rencana strategis yang telah diperbarui memasukkan asumsi asumsi luas seperti perrtumbuhan dalam Produk Domestik Bruto(PDB), pergerakan musiman, tarif

upah tenaga kerja, harga harga dari bahan baku penting, tingkat bunga, harga jual, kondisi Negara dimana perusahaan beroperasi. Asumsi-asumsi ini diperiksa kembali dan, jika diperlukan, diubah untuk memasukkan informasi paling akhir. 3. Iterasi pertama dari rencana strategis Rencana strategis yang telah selesai berisi laporan laba rugi, persediaan, piutang, dan pos-pos kunci necara lainnya, jumlah karyawan, informasi kuantitatif mengenai penjualan dan produksi, pengeluaran untuk pabrik dan akuisisi modal lainnya, arus kas yang tidak biasa lainnya, dan penjelasan serta justifikasi naratif. 4. Analisis Jumlah dari rencana-rencana indifidual tidak mencapai tujuan korporat. Hanya ada tiga cara untuk menutup kesenjangan perencanaan : a. Temukan kesempatan untuk perbaikan dalam rencana unit bisnis b. Melakukan akuisisi c. Meninjau ulang tujuan korporat 5. Iterasi kedua dari rencana strategis Beberapa perusahaan tidak mengharuskan revisi formal dari unit bisnis. Perusahaan-perusahaan tersebut menegosiasikan perubahan secara informal dan memasukkan hasilnya ke rencana di kantor pusat. 6. Meninjau dan menyetujui Suatu pertemuan dengan pejabat-pejabat senior korporat mendiskusikan rencana yang di revisi secara panjang lebar. CEO memberikan persetujuan akhir. Persetujuan tersebut sebaiknya dilakukan sebelum awal dari proses pembuatan anggaran, karena rencana strategis merupakan input yang penting bagi prose situ.

C. PENUTUPAN a. Kesimpulan Dalam bab ini dijelaskan bahwa perencanaan strategis itu merupakan hal yang sangat penting untuk setiap perusahaan untuk memulai suatu kegiatan perencanaan dan cara atau strategi untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai perusahaan

tersebut. Ada perbedaan makna antara strategi dan strategis, Strategi merupakan suatu cara dimana dilakukan untuk membuat strategi guna mencapai tujuan yang di harapkan, sedangkan strategis merupakan suatu cara untuk mengimplementasi strategi yang telah ditetapkan tersebut. Perencanaan strategis bermanfaat untuk membangun suatu perencanaan, membangun manajemen, dan dapat memancing manajemen untuk berfikir jangka panjang. Namun terdapat keburukan dimana akan timbul suatu perencanaan strategis yang memakan waktu dan biaya yang mahal.

b. Daftar Pustaka Anthony, Robert N. dan Govindaraja, Vijay. 2005. Sistem Pengendalian Manajemen terjemahan. Jakarta: Salemba Empat, Edisi Kesebelas.
blog.unm.ac.id/.../04/KONSEP-PERENCANAAN-STRATEGIS.doc http://magussudrajat.blogspot.com/2010/11/perencanaan-strategis.html