Anda di halaman 1dari 8

FUNGSI KONSUMSI, TABUNGAN, PENDAPATAN NASIONAL 6.

1 Pendahuluan Dalam ekonomi makro, pengeluaran seseorang yang digunakan untuk konsumsi dipengaruhi oleh tingkat pendapatannya. Konsumsi akan semakain tinggi apabila tingkat pendapatannya semakin besar. Pendapatan nasional dalam ekonomi makro juga digunakan untuk konsumsi dan tabungan. Oleh karena itu, berlaku bahwa pengeluaran dalam suatu perkonomian negara dapat dibagi atas pengeluaran untuk konsumsi dan pengeluaran untuk tabungan. Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan fungsi linier kedalam analisis fungsi pendapatan, konsumsi, tabungan, serta pendapatan nasional. 6.2 Fungsi Konsumsi, Tabungan dan Angka Pengganda Fungsi konsumsi pertama kali diperkenalkan oleh John M. Keynes. Beberapa asumsi tentang konsumsi: 1. Terdapat sejumlah konsumsi mutlak (absolut) tertentu untuk mempertahankan hidup walaupun tidak mempunyai pendapatan uang 2. Konsumsi berhubungan dengan pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income) yaitu: C = f(Yd) 3. Konsumsi berhubungan dengan pendapatan yang siap dibelanjakan dan C = Perubahan konsumsi, maka: 0< <1 4. Proporsi kenaikan pendapatan yang siap dibelanjakan untuk konsumsi adalah konstan. Proporsi ini disebut sebagai kecendrungan konsumsi marginal (marginal propensity to consume, MPC) Berdasarkan keempat asumsi diatas, maka fungsi konsumsi dapat ditulis: C = f(Yd) = Co + c Yd Keterangan: C = konsumsi

Yd = pendapatan disposibel Co = kecendrungan dasar tertentu yang tidak tergantung pada pendapatan c = kecendrungan konsumsi marginal (MPC) = Fungsi tabungan: S = g(Yd) = So + s Yd Keterangan: So : tabungan otonom s : MPS = Jika Yd = C + S S = Yd C S = Yd Co c Yd S = Co + (1 c)Yd Jadi, So + s Yd = Co + (1 c)Yd Dapat disimpulkan bahwa: So = Co s = (1 c) MPS = 1 MPS S=0 Yd = C Yd = Co + c Yd Yd c Yd = Co (1 c)Yd = Co Yd =

c + s = 1 MPC +MPS = 1

Keseimbangan pendapatn terjadi bila:

Angka pengganda (multiplier): suatu bilangan yang menjelaskan tambahan pendapatan nasional sebagan akibat adanya perubahan pada variabel-variabel tertentu dalam perekonomian, dirumuskan: k= Contoh: Diketahui: c = 15 + 0,75 Yd, pendapatan yang dapat dibelanjakan adalah 30 miliar a. Berapa nilai konsumsi dan tabungan?

c = MPC s = MPS

b. Berapa besar keseimbangan pendapatan? c. Gambarkan grafiknya Jawab: a. c = 15 + 0,75 (30) = Rp. 37, 5 milyar s = 15 + 0,25(30) = 7,5 milyar b. Keseimbangan pendapatan bila s = 0 Maka : Yd =

= 60 milyar

C = 15 + 0,75(60) = 60 milyar Jadi titik keseimbangan nasional E (60, 60)

6.3 Pendapatan Nasional Pendapatan negara dalam nasional jangka yaitu: dari waktu produksi, segi adalah tertentu. jumlah nilai keseluruhan (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh suatu Perhitungan dan pendapatan nasional dilakukan dengan tiga macam pendekatan, pengeluaran. Ditinjau pendekatan pengeluaran, pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran yang dilakukan seluruh sektor didalam suatu negara, yaitu: rumah M). tangga (C), badan usaha (I), pengeluaran pemerintah (G) dan perdagangan dengan luar negeri (Xpendapatan

Persamaannya: Y = C + I + G + X M C = Co + bYd (Y T + R) 6.4 Hubungan Antara Pendapatan Nasional Pendapatan Disposibel (Yd) (Y) &

Pendapatan

nasional

pada

dasarnya

merupakan penjumlahan total dari pendapatan semua sektor di dalam suatu negara. Pendapatan disposabel (disposable income) adalah pendapatan nasional yang secara nyata dapat dibelanjakan oleh masyarakat; tidak termasuk di dalamnya pendapatan pemerintah seperti pajak, cukai dan sebagainya. (Yd = Y T) Selain variabel yang mengurangi, adapula yang memperbesar pembayaran kepada pendapatan alihan (transfer yang disposabel, yaitu adalah

payment)

pembayaran-pembayaran khusus dari pemerintah masyarakat sifatnya merupakan

pembayaran

ekstra

atau

tunjangan,

misalnya:

tunjangan pensiun, tunjangan hari raya, gaji bulan ke13, atau sumbangan untuk korban bencana alam. (Yd = Y + R) Berdasarkan terdapat atau tidaknya pajak (T) dan pembayaran aliran (R) didalam perekonomian suatu negara, maka hubungan antara pendapatan nasional dengan pendapatan disposabel adalah: Dalam hal tidak terdapat pajak maupun pembayaran alihan: Yd = Y 0 + 0 Dalam hal hanya terdapat pajak: Yd = Y T + 0 Dalam hal hanya terdapat pembayaran alihan: Yd = Y + R - 0 Dalam hal terdapat pajak maupun pembayaran alihan: Yd = Y T + R

Contoh: Hitunglah pendapatan nasional suatu negara jika diketahui konsumsi otonom masyarakat sebesar 500, MPS = 0,2. Investasi yang dilakukan oleh sektor badan usaha sebesar 300 dan pengeluaran pemerintah sebesar 250. Sedangkan nilai ekspor dan impor masing-masing 225 dan 175.
Penyelesaian: Co = 500 c = MPC = 0,8 C = Co + c Yd = 500 + 0,8Yd = 500 + 0,8Y sebab Yd = Y T + R = Y 0 + 0 = Y

Y=C+I+G+XM Y= 500 + 0,8Y + 300 + 250 + (225 175) Y 0,8 Y= 1100 0,2 Y = 1100 Y = 5500

6.6 Soal Latihan 1. Diketahui MPC = 0,70 Co = 700 Tentukan C dan S pada Y = 6.000

2. Andaikan konsumsi nasional ditunjukan oleh persamaan C = 4,5 + 0,9Y d dan pendapatan yang dibelanjakan (disposable income) adalah 15 juta, maka: a. Bagaimana fungsi tabungannya? b. Berapa nilai konsumsi nasional? c. Berapakah pendapatan pada saat kesetimbangan? d. Gambarkan grafiknya 3. Pola konsumsi masyarakat suatu negara adalah pada pendapatan nasional sebesar Rp. 280 milyar. Konsumsi yang dikeluarkan sebesar Rp. 220 milyar. Apabila pendapatan turun menjadi Rp. 200 miliar, konsumsinya menurun menjadi Rp. 180 milyar. Tentukan: a. Fungsi konsumsi dari tabungan b. Pendapatan pada keadaan kesetimbangan (equilibrium) c. Gambarkan grafiknya

4. Tabungan masyarakat suatu negara ditunjukkan oleh persamaan S = 32 + 0,2 Yd, sedangkan besarnya investasi 100 dan penerimaan pemerintah dari pajak 15. Penerimaan dari ekspor negara tersebut sebesar 110 dan pengeluaran pemerintah sebesar 24. Jika pembayaran alihan sebesar 34, sedangkan impor dicerminkan dengan persamaan M = 6 + 10Y, maka tentukan: a. Pendapatan nasional b. Pendapatan disposable c. Besarnya pajak, konsumsi, tabungan