Kuliah ke Sebelas Fakutras Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara MEDAN

1

Pirurat
Respirasi

Laktat atau etanol dan CO2

CO2 dan H2O
2

Fisiologis

Biokimia

Pemasukkan O2 dan Pengeluaran CO2 dari paru

Konsumsi O2 dan Pembentukan CO2 dalam sel

3

Tahap Respirasi Sel Sitokrom c ATP ADP Sitokrom aa3 + Pi ATP 2H+ + 1/2 O2 H2O 4 .Piruvat Asam amino CO2 NH3 CO2 2H Asam lemak Tahap 1 Asetil-KoA Oksalo asetat Sitrat Cis-akonitat Tahap 2 Malat Isositrat CO2 Fumarat CO2 Ketoglutarat Suksinat GTP 2H Suksinil-KoA NADH 2H NADH dehidrogenase 2H ADP + ATP Pi 2H Ubikuinon Sitokrom b Sitokrom c1 ADP + Pi Tahap 3 Gambar 26.

dari karbohidrat.Siklus Asam Sitrat = Siklus Asam Trikarboksilat = Siklus Krebs Lintas umum terakhir oksidasi gugus asetil. asam lemak. dan asam amino selama katabolisme Oksidari glukosa menjadi CO2 dan H2O membebaskan Energi >>> Glikolisis 5 .

Mekanismenya adalah : Piruvat Asetil – KoA dan CO2 Karbohidrat Asam lemak Asam amino Asetil – KoA Asetil – KoA + NADH + CO2 6 Reakai Piruvat Piruvat + NAD+ + KoA – SH .

seperti • piruvat dehidrogenase ( E1 ) • dihidrolipoil transasetilase ( E2 ) • dihidrolipoil dehidrogenae ( E3 ) Melibatkan 5 ko enzim.Melibatkna 3 enzim yang berbeda. • TPP ( tiamin pirofosfat ) • FAD ( flavin adenin dinukleotida ) • KoA ( Ko enzim A ) • NAD+ ( nikotin adenin dinukleotida ) • Asam lipoat 7 .

Empat Vitamin yang menyusun enzim (Ko enzim) • Tiamin ( pada TPP ) • Riboflavin ( pada FAD ) • Asam pantotenat ( pada KoA ) • Nikotinamid ( NAD+ ) Selain itu diperlukan juga Asam lipoat (vitamin esensial) 8 .

CH3 = -hidroksietiltiamin pirofosfat E2 = dihidrolipoil transasetilase E3 = dihidrolipoil dehidrogenase S KoA + CO2 9 . Tahap-tahap dekarboksilasi piruvat Kunci : E1 = piruvat dehidrogenase TPP = tiamin pirofosfat TPP-CHOH . E3 FADH2 + NAD+ E3 FAD + NADH + H+ Jumlah : CH3 C O COO + KoA-SH + NAD+ CH3 C O + NADH Gambar 27. CH3 C O 2.+ H + E1 TPP E1 TPP CHOH CH3 + CO2 E1 TPP + E2 S HS CH3 E2 3. E1 1 TPP CHOH CH3 + E2 S S + COO . CH3 S HS C O CH3 + KoA-SH E2 HS SH + KoA S C O C O 4.Tahap 1. E2 HS SH + E3 FAD E2 S S + E3 FADH2 5.

Siklus Asam Sitrat merupakan bentuk lingkaran Sis-Akonitat Asam Sitrat CO2 Isositrat Ketoglutarat Piruvat Oksalo asetat Suksinat Malat Fumarat Penghambatan Malonat Gambar 28. Menutupnya lingkaran pada pencetusan teori awal siklus 10 .

1937 Hans Krebs dikemukakan Lintas Oksidasi Piruvat dalam jaringan hewan 11 .Bagaimana munculnya pemikiran siklus asam sitrat ? Sejarah Siklus Asam Sitrat.

Caranya adalah sebagai berikut: Jaringan hewan yang dipakai adalah cacahan otot dada burung merpati. yang diperlukan pada oksidasi piruvat sebagai asam organik. Penelitian sebelumnya : Szent – Györgyi (Hongaria) Menemukan asam organik dalam jaringan hewan Suksinat Fumarat Malat Oksaloasetat Merangsang konsumsi oksigen oleh otot 12 .

dan asam α-ketoglutarat (C=5). sis akonitat. ttp dalam semua jarigan hewan dan tumbuhan tingkat tinggi. Jadi suksinat dan suksinat dehidrogenase merupakan komponen yang esensial dalam oksidasi piruvat. asam isositrat.Krebs melengkapi hasil penemuan Szent-Györgyi dengan oksidasi piruvat oleh otot dengan hasil asam trikarboksilat (C=6) seperti asam sitrat. penemuan selanjutnya menyatakan bahwa fungsi siklus asam sitrat tidak hanya di otot. 13 . Adanya Malonat kompetitif inhibitor yang spesifik terhadap dehidrogenase suksinat. sehingga malonat dapat dinyatakan sebagai penghambat terhadap penggunaan piruvat secara aerobik dalam otot. Kesimpulan Krebs bahwa siklus asam sitrat ini sebagai lintas utama bagi oksidasi karbohidrat dalam otot.

COO CH2 HO C CH2 COO - Sitrat COO - Ketoglutarat COO CH2 CH2 Suksinat COO CH2 sis-akonitat C CH COO COO CH2 H HO C C COO COO H - COO - Penghambatan Malonat COO COO CH HC COO - Fumarat COO Isositrat HO C CH2 COO - H L-Malat COO COO CH2 Ketoglutarat CH2 CH2 C O COO COO - Oksaloasetat C O Gambar 29. 14 . Asam dikarboksialt dan tri karboksilat yang berperan pada oksidari piruvat .

Diawali dari Asetil-KoA CO2 Atom H (diikat dalam bentuk ko enzim tereduksi NADH dan FADH2) . 15 .

Keempat reaksi pertama pada siklus asam sitrat 16 .H2O COO CH2 - Akonitase Fe2+ C COO - sis-Akonitat terikat oleh enzim CH COO .H2O + H2O COO - COO CH2 CH2 C - Isositrat dehidrogenase Mg2+ O + CH2 H HO C C COO H - Isositrat COO CO2 NAD NADP+ NADH NADPH COO Ketoglutarat Gambar 30.O C CH3 O C S KoA + CH2 COO COO HO - - CH2 C CH2 COO + H2O - COO - Sitrat COO Asetil-KoA Oksaloasetat .

H2 O CH2 COO - - OOC L-Malat dehidrogenase Fumarat L-Malat Oksaloasetat Gambar 31.COO CH2 CH2 C O KoA-SH NAD+ NADH Ketoglutarat COO Kompleks Ketoglutarat dehidrogenase Mg2+ COO CH2 CH2 C O Suksinil-KoA sintetase Mg2+ S CO2 Suksinil-KoA KoA GDP + Pi GTP KoA-SH - COO CH2 CH2 Suksinat COO Suksinat dehidrogenase E E FAD FADH2 COO CH HC COO - H + H 2O - NAD+ NADH + H+ O C CH2 COO - OOC C OH Fumarase - . Reaksi selanjutnya dari siklus asam sitrat 17 .

dikatalisis oleh Sitrat sintase Asetil-S-KoA + Oksaloasetat + H2O Sitrat + KoA – SH + H+ Sitrat sintase Sitrat diubat menjadi isositrat melalui sis-akonitat. S) + H2O – H2O + H2O Isositrat 18 Pusat besi bersulfur .Sitrat dibentuk oleh kondensasi Asetil-KoA dengan Oksaloasetat. Yang berperan adalah enzim akonitase Sitrat – H2O [ Sis – Akonitat ] Akonitase (mengandung Fe2+.

Isositrat mengalami dehidrogenase menghasilkan ketoglutarat dan CO2 oleh isositrat dehidrogenase Isositrat + NAD+ (NADP+) α-ketoglutarat + CO2 + NADH (NADPH) + H+ α- Isositrat dehidrogenase NAD+ (dalam mitokondria) enzim penerima elektron NADP+ (dalam mitokondria dan sitosol) Memerlukan Mg2+ dan Mn2+ tidak aktif tanpa ADP sebagai modulator positifnya 19 .

mengandung 3 enzim. Koenzim A. Mg2+. salah satunya adalah timin pirofosfat yang terikat dengan enzim.α-ketoglutarat dioksidasi menjadi suksinat dan CO2 oleh kerja kompleks α-ketoglutarat dehidrogenase. FAD. dan Asam lipoat. 20 . α-ketoglutarat +NAD+ + KoA suksinil–KoA + CO2 + NADH Reaksi ini sama dengan piruvat dehidrogenase.

Pengubahan suksinil – KoA menjadi suksinat suksinil – KoA senyawa berenergi tinggi Suksinil–KoA Suksinil–S–KoA + H2O sintetase Suksinat + KoA–SH + H+ Reaksi ini menghasilkan suksinil bebas dan menyebabkan pembentukan gugus fosfat terminal Berenergi tinggi (GTP GDP + Pi) Reaksi ini disebut Fosforilasi tingkat substrat (karena reaksi dihasilkan dari dehidrogenasi molekul substrat) fosfat berenergi tinggi dari GTP diberikan pada ADP membentuk ATP melalui nukleosida difosfokinase 21 .

22 .Dehidrogenasi suksinat menjadi fumarat oleh flavo–protein suksinat dehidrogenase yang mengandung FAD Suksinat + E–FAD fumarat + E–FADH2 Reaksi di atas dihambat oleh Malonat. penghambatan ini pegang peranan dalam penentuan jalur siklus asam sitrat.

Fumarat terhidrasi membentuk Malat fumarat hidratase Fumarat + H2O L –Malat fumarat hidratase = fumarase Malat mengalami dehidrogenasi membentuk oksaloasetat oksaloasetat dehidrogenase L-malat + NAD+ Oksaloasetat + NADH + H+ Sebenarnya reaksi berjalan ke kiri. tetapi oksaloasetat yang terbentuk dengan cepat ditarik oleh sitrat sintase sehingga reaksi berjalan ke kanan 23 .

GLIKOLISIS Dikontrol pada 2 tingkatan enzim heksokinase (fosforilasi glukosa gukosa-6-fosfat) enzim fosforilase glikogen (pembentukan glukosa-6-fosfat dari glikogen) Laju siklus asam sitrat tergantung pada asetil-KoA Yang dihasilkan dari oksidasi piruvat dan asam lemak 24 .Piruvat menjadi asetatil–KoA merupakan proses yang diatur.

menunjukan bagaimana pembentukan asetil-KoA oleh kompleks dehidrogenase piruvat. Pengaturan piruvat dehidrogenase 25 .Ganbar 32. Piruvat dehidrogenase berfosfat (tidak aktif) Ca2+ Mg2+ NADH Pi ATP piruvat dehidrogenase kinase piruvat dehidrogenase fosfat fosfatase ADP H2O Piruvat dehidrogenase tanpa fosfat (aktif) Gambar 32.

Pengaturan siklus asam sitrat 26 .Siklus asam sitrat juga diatur Piruvat Ca2+ CO2 Konsentrasi oksaloasetat merupakan faktor yang paling kritis di dalam kecepatan pembentukan sitrat ATP NADH Asetil-KoA Asetil-KoA Suksinil-KoA NADH Asil lemak-KoA KoA Sitrat Oksaloasetat Isositrat Malat ADP CO2 Fumarat Ketoglutarat Suksinat Suksinil-KoA CO2 Gambar 33.

27 . tetapi juga sebagai reaksi tahap pertama dalam lintas biosintetik) Senyawa antara : .oksaloasetat Sebagai pemula Asam amino Akibat penarikan senyawa antara . asam lemak. maka laju siklus Asam sitrat menurun.suksinat . dan asam amino.α-ketoglutarat .Senyawa antara siklus asam sitrat sering digunakan pada tujuan metabolik lain dan ini dapat digantikan kembali Siklus asam sitrat adalah lintas amfibolik (bukan katabolisme oksidatif karbohidrat.

yaitu reaksi enzimatik piruvat oleh CO2 membentuk oksaloasetat melalui kerja piruvat karboksilase Piruvat + CO2 + ATP + H2O oksaloasetat + ADP + Pi + H+ 28 .Senyawa antara tersebut dapat dikembalikan Lagi dengan reaksi ANAPLEROTIK.

Siklus Glioksilat Reaksi total siklus glioksilat : 2 asetil-S-KoA + NAD+ + H2O suksinat + 2 KoA-SH + NADH + H+ Asetil-KoA KoA-SH sitrat sinta se Oksaloasetat H+ + NADH malat dehidrogenase Sitrat akonitase Isositrat isositrat liase NAD+ Malat Suksinat Glioksilat malat sintase H+ + KoA-SH Asetil-KoA + H2O Gambar 34. Siklus Glioksilat 29 .

Lintas sekunder glukosa 30 .LINTAS SEKUNDER GLUKOSA D-Glukosa 1-fosfat UTP Mg2+ PPi CH2OH H OH H OH O H H O OP O O OP O Uridin UDP-glukosa H H2O + 2NAD+ OH UDP-glukosa dehidrogenase 3H+ + 2NADH COO H OH Fenol UDP - O H OH H H O OP O O O- UDP-D-glukuronat P O Uridin H lintas detoksifikasi OH H 2O lintas menuju L-askorbat L-Gulonat Aldonolaktonase H2O UDP HC COO H OH H OH - O O C O O H O H HCOH HOCH HCOH HCOH COO NADPH NADP+ - HOCH D-Glukoronat HOCH HC HOCH L-Gulonolakton H OH Fenol glukosiduronida (bentuk ekskresi genol) CH2OH 2H gulonolakton oksidase glukoronat reduktase COOHOCH HOCH HCOH HOCH CH2OH L-Gulonat O C O HOC HOC HC HOCH CH2OH L-Asam askorbat Gambar 35.

31 . karena secara genetik tidak terdapat enzim gulonolakton oksidase. beberapa jenis burung. monyet.Lintas sekunder glukosa (pada hewan) D–Glukuronat L–asam askorbat Catatan : manusia. kelelawar buah. marmot. dan beberapa jenis ikan tidak dapat mensintesis L-askorbat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful