Anda di halaman 1dari 13

Suku Minahasa

Arifah Rasyidayanti (04) Arinda Dewi N. (05) Dyah Aisyah H. (11) Eza Wahyuni S. (12) Nurafifah (19)

Asal-Usul

Menurut pendapat Tandean, seorang ahli bahasa dan huruf Tionghoa Kuno, 1997, ia mengungkapkan, tou Minahasa diperkirakan merupakan keturunan Raja Ming yang berasal dari tanah Mongolia, yang datang berimigrasi ke Minahasa. Tapi pendapat tersebut dianggap lemah menurut David DS Lumoindong, karena kalau Minahasa memang berasal dari keturunan Raja Ming, maka ilmu pengetahuan dan kebudayaan Kerajaan Ming yang sudah pada taraf maju seharusnya terlihat pada Peninggalan Arsitektur Minahasa ditahun 1200-1400, tetapi kenyataannya peninggalan atau kebudayaan zaman Ming tidak ada satupun di Minahasa Menurut cerita rakyat Minahasa bahwa orang Minahasa adalah keturunan Toar (Dewa Matahari) dan Lumimuut (Dewi Bumi).

A.L.C Baekman dan M.B Van Der Jack, orang Minahasa berasal dari ras Mongolscheplooi yang sama dengan pertalian Jepang dan Mongol ialah memiki lipit Mongoloid dan kesamaan warna kulit, yaitu kuning langsat. Persamaan dengan Mongol dalam sistem kepercayaan dapat dilihat pada agama asli Minahasa Shamanisme sama seperti Mongol. Para peneliti memperkirakan suku bangsa Minahasa berasal dari Formosa Taiwan, keturunan suku bangsa Austronesia dari Formosa Taiwan, yang melakukan perjalanan panjang melalui Filipina dan terus ke Sulawesi. Banyak terdapat kemiripan bahasa dari bahasa Minahasa dengan bahasa-bahasa di Formosa Taiwan.

Kebudayaan Minahasa
Mapalus adalah bentuk gotong royong tradisional warisan nenek moyang orang minahasa di kota manado yang suatu sistim prosedur,metode atau tehnik kerja sama untuk kepentingan bersama oleh masing-masing anggota secara bergiliran Rumah panggung atau wale merupakan tempat tempat kediaman para anggota rumah tangga orang minahasa di manado. Kegunaan utama rumah panggung berfungsi untuk menghindari musuh dan serangan binatang buas

Pengucapan syukur diadakan untuk menyampaika n doa atau mantra yang memuji kebesaran dan kekuasaan dewataatas berkat yang di berikan sambil menari dan menyanyikan lagu Tari kabasaran disebut juga tari cakalele merupakan salah satu seni tradisional orang minahasa yang banyak dimainkan oleh masyarakat kota manado yang biasa ditampilkan pada acara-acara tertentu.

Tari maengket salah satu seni tarian rakyat orang minahasa di kota manado yang merupakan tari tontonan rakyat yang diiringi gendang dan tambur

Musik kolintang pada awalnya dibuat dari bahan yang disebut wunut dari jenis kayu yang disebut belar kemudian berkembang menggunakan kayu cempaka dan telor.

Musik tiup bambu berasal dari kepulauan sangihe talaud yang diciptakan oleh para petani. Awalnya kesenian ini digunakan sebagai penghibur petani setelah seharian bekerja.namun sekarang sebagaipemeriah acara

Musik bla adalah jenis alat musik dari kerang yang hidup dilaut.musik bla kini menjadi musik tradisional minahasa yang memberikan daya tarik bagi wisatawan

Mata-pencaharian orang Minahasa antara lain:


Sektor Formal, dalam bidang publik/pemerintahan meliputi pegawai negeri sipil/PNS (dosen, guru, birokrat) serta menjadi abdi negara sebagai anggota TNI-POLRI. Dalam bidang swasta meliputi usaha-usaha konstruksi (pemborong), pengadaan barang, perkapalan, perikanan, peternakan dan usaha jasa yang berkaitan dengan perhotelan, restoran, salon, rental, maupun sebagai karyawan swasta/buruh. Sektor Informal, meliputi usaha-usaha sebagai pedagang kaki lima, sopir, perbengkelan, pertukangan (tukang sol sepatu, penambangan emas, peternak dan usaha nelayan, calo (makelar), sopir, kondektur, buru bangunan, serta menjadi pembantu rumah tangga.

Sistem Kepercayaan Suku Minahasa

Sistem Agama dan Religi


Sistem religi di Minahasa telah mengalami Akulturasi. Agama yang mempunyai penganut paling banyak di Minahasa, adalah agama Kristen kira-kira 90% dari seluruh penduduk(Protestan dan Katolik). Penganut agama Islam kurang lebih 7% sedangkan Budha sekitar 3%. Selain dari kepercayaan tersebut, orang Minahasa masih memiliki kepercayaan lama mereka antara lain kepercayaan dewa-dewa yang menghuni alam sekitar.