Anda di halaman 1dari 8

Obat Anti Protozoa

Nama kelompok : 1. Azmi Yunita 2.Nur Rakhma A

MITRONIDAZOL
1. Mekanisme aksi/efek farmakologi Metronidazol aktif terhadap bakteri anaerob obligat. Metronidazol juga mempunyai efek radiosensitif atau aerob obligat. Seperti kerja antib akterinya, mekanisme kerja tersebut bergantung pada hipoksia relative pada sel target dan mungkin terlibat pada interaksi radikal bebas. 2. Pendosisan Trikomoniasis: Pasangan seksual dan penderita dianjurkan menerima pengobatan yang sama dalam waktu bersamaan. Dewasa : Untuk pengobatan 1 hari : 2 g 1 kali atau 1 gram 2 kali sehari. Untuk pengobatan 7 hari : 250 mg 3 kali sehari selama 7 hari berturut-turut. Amebiasis: Dewasa : 750 mg 3 kali sehari selama 10 hari. Anak-anak : 35 - 50 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi 3, selama 10 hari. Giardiasis: Dewasa : 250 - 500 mg 3 kali sehari selama 5 - 7 hari atau 2 g 1 kali sehari selama 3 hari. Anak-anak: 5 mg/kg BB 3 kali sehari selama 5-7 hari.

3. Efek Samping Nausea, vomitus, abdominal discomfort, rasa logam pada lidah, diare, neuropati perifer, leukopenia dan trombositopenia yang sementara, aplasia sumsum tulang, urine yang berwarna gelap, erythematous rash, pruritus, fotosensitivitas, tromboflebitis, hipertensi, infark miokardium, rheumatoid arthritis. 4. Kontraindikasi Pasien yang hipersensitif terhadap nitroimidazole lainnya. Kehamilan trimester pertama.

metronidazole

atau

derivat

5. Interaksi yang khas Metronidazole menghambat metabolisme warfarin dan dosis antikoagulan kumarin lainnya harus dikurangi. Pemberian alkohol selama terapi dengan metronidazole dapat menimbulkan gejala seperti pada disulfiram yaitu mual, muntah, sakit perut dan sakit kepala. Dengan obat-obat yang menekan aktivitas enzim mikrosomal hati seperti simetidina, akan memperpanjang waktu paruh metronidazole.

DEHIDROEMETIN
1. Mekanisme aksi/efek farmakologi Obat ini bekerja dengan menghambat perpanjangan rantai polipeptida sehingga sintesisi protein sel eukariotik dihambat. Obat ini dapat membunug bentuk trofozoit E.Histolitica yang berada dalam jaringan secara langsung, tetapi tidak untuk kista 2. Pendosisan Dehidroemetin Intramuscular atau Subkutaneus Dewasa : dosis tunggal 1-1,5 mg/kg BB/ hari selama 5 hari Anak : 1-1,5 mg/kg BB/hari dibagi 2 dosis selama 5-10 hari 3. Efek Samping Lemah, pusing, mual, muntah, diare (gastrointestinal) aritmia, nekrosis miokardium, chest pain, kongesti jantung (kardiovaskuler) otot-otot lemah, nyeri tekan, kaku dan tremor (neuromuskuler) dan urtikaria

4. Kontraindikasi Penyakit ginjal, jantung, dan neuromuscular Wanita hamil

FLORNITIN
1. Mekanisme Aksi Obat ini merupakan suatu katalik penghambat enzim ornitin dekarboksilae yang penting untuk biosintesis poliamin dan bekerja tidak hanya mereduksi poliamin dan tripanotion, tetapi juga biosintesis makromolekul. Obat ini digunakan untuk terapi Tripanosoma Afrika Barat yang disebabkan oleh T.Gambiens 2. Pendosisan Dosis dewasa yang diberikan adalah 100 mg/kg BB/IV setiap 6 jam selama 14 hari dan anak-anak 400 mg/kg BB/hari 3. Efek samping Anemia (48%), diare (39%), dan leukopenia (27%) 4. Kontraindikasi Obat ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil

PENTAMIDIN
1. Mekanisme Aksi : Sebagai antiparasitik tidak diketahui penelitian infitro menunjukkan bahwa obat ini mempengaruhi sinteis DNA, RNA, fosfolipid dan protein 2. Efek Samping Nyeri pada tempat suntukan, reaksinya biasanya kulit kemerahan, neutropenia, ujia hati abnormal, penekan folacerum, hiperkalemia dan hipokalsemia 3. Kontraindikasi Penggunaan pentamidin secara hati-hati pada penderita hipotensi, hipertensi, diabetes laten atau klinik, mal nutrisi, anemis, trombositopenia, atau gangguan fungsi ginjal atau hati

OBAT ANTI MALARIA

KLOROKUIN