Anda di halaman 1dari 4

TUGAS ISBD 1.

Peradaban : Unsur-unsur atau bagian-bagian dari suatu kebudayaan yang halus, maju dan indah seperti kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis dan organisasi kenegaraan. 2. Kebudayaan : Keseluruhan hasil budi daya dan cipta rasa, karsa dan karya manusia yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya agar menjadi pedoman bagi tingkah lakunya, sesuai dengan unsur-unsur universal di dalamnya. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Achieved Status : kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usaha yang disengaja. Ascribed status : suatu peran atau status yang diperoleh berdasarkan keturunan, tanpa memperhitungkan selera, kemampuan, dan hasil kerja seseorang. Assigned status : kedudukan yang diberikan kepada seseorang. Etnosentrisme : kecenderungan setiap kelompok untuk percaya begitu saja akan keunggulan (superioritas) kebudayaan sendiri. Diferensiasi sosial : pengelompokan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara horizontal, seperti ras, etnis atau suku bangsa, klan, agama, profesi, dan jenis kelamin Gender : pembedaan antara pria dan wanita berdasarkan faktor psikologis, sosial, dan budaya. Integrasi : suatu proses pengembangan masyarakat yang segenap kelompok ras dan etnik mampu berperan serta secara bersama-sama dalam kehidupan budaya dan ekonomi. 10. 11. Kedudukan sosial : tempat seseorang dalam lingkungan pergaulannya, prestisenya serta hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Klan : suatu organisasi sosial yang khusus menghimpun anggotanya berasal dari satu keturunan yang sama sehingga klan akan memiliki struktur social tersendiri yang secara khusus untuk memperkokoh ikatan kekerabatan di antara mereka. 12. 13. Mobilitas sosial : perpindahan orang atau kelompok dari strata sosial yang satu ke strata social yang lain. Pluralis : orang berpandangan bahwa tidak ada satu pun pusat kekuasaan dan suatu keputusan merupakan hasil proses konflik dan kompromi antara berbagai kelompok dan individu yang berbeda.

14.

Primodial : merupakan pengelompokan manusia yang dilandasi dengan kesetiaan terhadap unsur-unsur yang diperoleh dalam sosialisasi sejak lahir, berupa unsur-unsur pokok dalam kehidupan manusia.

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32.

Social climbing : mobilitas sosial yang terjadi secara menaik. Social sinking : mobilitas sosial yang terjadi secara turun. Stratifikasi sosial : perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Agitasi : kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain, untuk turut serta dan sepaham dengannya. Deprivasi : kehilangan,kerugian, atau kekurangmampuan untuk mengikuti sebuah perkembangan. Destruktif : usaha atau segala sesuatu yang berkaitan dengan kerusakan atau pengrusakan suatu struktur. Filogenetik : berkaitan dengan masalah dorongan dari kemauan dan hasrat seseorang Fragmentasi : bagian-bagian (bukan suatu keutuhan). Homogenitas : adanya kesamaan yang dimiliki oleh suatu kelompok. Intimidasi : suatu perbuatan mempengaruhi dengan cara kekerasan, ancaman, dan menyebarkan teror untuk tujuan tertentu. Konsensus : kesepakatan bersama yang dicapai oleh suatu kelompok atau organisasi dalam suatu hal. Konservatif : suatu kelompok yang cenderung mempertahankan tradisi dan enggan untuk menerima perubahan. Modus operandi : alasan melakukan bentuk kejahatan atau dapat dikatakan model kejahatan. Organisatoris : teroganisasi dan diatur secara mantap berdasarkan pola aturan yang berlaku. Prestise : pengakuan sosial terhadap kedudukan tertentu, tingkat tertentu pada posisiposisi yang dihormat. Privelese : kepemilikan hak-hak khusus atau istimewa berkaitan dengan kedudukannya dalam masyarakat. Segmentasi : pengelompokan masyarakat berdasarkan kriteria tertentu. Agresi : perbuatan bermusuhan yang bersifat penyerangan fisik maupun psikis terhadap pihak lain

33. 34. 35. 36. 37. 38.

Empiris : berdasarkan pengalaman terutama yang diperoleh dari penemuan, percobaan, pengamatan yang telah dilakukan. Heterogenitas : adanya keanekaragaman yang dimiliki oleh suatu kelompok. Akulturasi : Proses pengambilan unsur-unsur (sifat) kebudayaan lain oleh sebuah kelompok atau individu. Amalgamasi : Perbauran biologis antara dua atau lebih ras manusia yang berbeda ciri-ciri fisiknya sehingga mereka menjadi satu rumpun. Asimilasi : Peleburan dua kebudayaan atau lebih sehingga menjadi satu kebudayaan. Counterculture : Sebuah kebudayaan khusus (subkultur) yang tidak hanya berbeda dengan kebudayaan masyarakat yang berlaku dan diterima, tetapi juga bertentangan dengan kebudayaan masyarakat tersebut.

39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46.

Difusi : Penyebaran unsur-unsur budaya dari suatu kelompok ke kelompok lainnya atau dari suatu masyarakat ke masyarakat lainnya Discovery : Persepsi manusia terhadap aspek kenyataan yang sudah ada dan telah disepakati bersama. Invention : Suatu penggabungan (kombinasi) baru atau kegunaan baru dari pengetahuan yang sudah ada. Xenosentrisme : Sikap yang lebih menyenangi pandangan atau produk asing. Integrasi budaya : Batas tertentu di mana ciri-ciri, kompleksitas dan institusi suatu kebudayaan menyesuaikan diri secara harmonis dengan suatu kebudayaan lain. Traits : Unit budaya terkecil menurut cara pengamat tertentu. Integrasi bangsa : Penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam suatu wilayah dan pembentukan suatu indentitas nasional. Pluralisme budaya : Toleransi terhadap adanya perbedaan budaya dalam suatu masyarakat, memperkenankan kelompok-kelompok yang berbeda untuk tetap memelihara keunikan budaya masing-masing.

47.

Gerakan Separatisme : Gerakan pemutusan hubungan terhadap golongan mayoritas yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang menderita sebagai akibat dari adanya diskriminasi pada masa lalu sehingga mereka menghendaki terciptanya kehidupan sosial dan ekonomi yang terpisah.

48.
49.

Nonkomplementer : terpisah-pisah Ajudikasi : Suatu bentuk penyelesaian konflik melalui pengadilan.

50.

Arbitrase : Suatu cara untuk mencapai kompromi dengan jalan bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak. Barginning : Bentuk pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih. Joint Venture : Kerjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu dengan sistem bagi hasil. Adopsi Sosial : Proses penerimaan dan pemakaian teknologi baru. Kata itu juga berarti proses mengangkat anak menjadi anak asuh dengan pengesahan menurut hukum.

51.

52.

53.

54.

Anomi : Suatu keadaan dalammasyarakat yangditandai oleh pandangan sinis (negatif) terhadap sistem norma, hilangnya kewibawaan hukum, dan disorganisasi hubungan antar manusia atau gejala ketidakseimbangan psikologis yang dapat malahirkan perilaku menyimpang dalam berbagai manifestasi; kekosongan norma dan nilai yang konsisten dalam masyarakat.

55.

Paguyuban : adalah sistem hubungan masyarakat yang bukan berdasarkan motif ekonomi. Patembayan : adalah sistem hubungan masyarakat yang justru berdasarkan motif ekonomi. Dehumanisasi : Menurunnya nilai-nilai kemanusiaan, yang biasanya timbul akibat dampak negative pembangunan. Demografi : Ilmu tentang susunan, jumlah, dan perkembangan penduduk: ilmu yang memberikan uraian atau gambaran statistik mengenai suku bangsa yang dilihat dari sudut social politik, ilmu kependudukan.

56.

57.

58.

59.

Diluisi : Proses pnyebaran unsur-unsur kebudayaan dari seorang individu atau masyarakat ke individu lain atau masyarakat lain. Delinquency : Semua perilaku remaja yang belum deawasa dan menyimpang dari norma-norma sosial.

60.