Anda di halaman 1dari 9

Metode dan Media Promosi Kesehatan A. Metode Promosi Kesehatan Metode diartikan sebagai cara atau pendekatan tertentu.

Diperlukan pemahaman yang cukup tentanjdcg penerapan metode yang sesuai dengan sasaran, tempat, dan waktu yang berbeda. Kecermatan dalam pemilihan metode diperlukan dalam mencapai tujuan pendidikan kesehatan (Maulana, 2009). Jenis Metode 1. Metode Didaktif Dilakukan secara satu arah, tingkat keberhasilan metode ini sulit dievaluasi karena peserta didik yang pasif dan hanya pendidik yang aktif. Misalnya ceramah, seminar. 2. Metode Sokratik Dilakukan secara dua arah dengan menggunakan metode ini, kemungkinan antara pendidik dan peserta didik bersikap aktif dan kreatif. Misalnya, diskusi kelompok, forum, studi kasus, demonstrasi, dll. Aspek Pemilihan Metode 1. Disesuaikan dengan tujuan pendidikan 2. Bergantung pada kemampuan guru atau pendidiknya 3. Bergantung pada besarnya kelompok sasaran atau kelas 4. Mempertimbangkan fasilitas yang ada

5. Disesuaikan dengan waktu penyampaian pesan tersebut

Klasifikasi Metode (Notoatmojo dan WHO dalam Maulana, 2009), metode pendidikan kesehatan diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu metode pendidikan individu, kelompok, dan massa. a. Metode pendidikan individu Metode pendidikan yang bersifat individual digunakan untuk membina perilaku baru, membina seseorang yang mulai tertarik pada suatu perubahan perilaku atau inovasi. Dasar digunakannya pendekatan ini karena setiap individu memiliki masalah atau alasan yang berbeda sehubungan dengan penerimaan atau perilaku baru tersebut. Bimbingan dan Konseling Bimbingan berisi penyampaian informasi mengenai masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi, dan masalah sosial yang disajikan dalam bentuk pelajaran. Informasi dalam bimbingan ini bertujuan untuk memperbaiki dan mengembangkan pemahaman diri dan orang lain, sedangkan perubahan sikap merupakan tujuan tidak langsung. Menurut Nurihsan (dalam Maulana, 2009), konseling merupakan proses belajar yang bertujuan memungkinkan si konseli mengenal dan menerima diri sendiri serta realistis dalam proses penyesuaian dengan lingkungannya Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan teknik standar serta tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. Konseling membantu konseli dalam memecahkan masalah pribadi, mengerti diri,

mengeksploitasi diri, dan dapat memimpin diri sendiri dalam masyarakat serta membantu mengembangkan kesehatan mental, perubahan sikap, dan tingkah laku. Menurut Cavaganh (dalam Maulana, 2009), proses konseling terdiri atas tahap awal, pertengahan, dan akhir. Tahap awal meliputi pengenalan, kunjungan, dan dukungan lingkungan. Tahap pertengahan, berupa kegiatan penjelasan masalah klien dan membantu apa yang akan diberikan berdasarkan penilaian kembali masalah klien. Tahap akhir, ditandai oleh penurunan kecemasan klien. Terdapat perubahan perilaku ke arah positif, sehat dan dinamik, tujuan hidup yang jelas di masa yang akan datang, dan terjadi perubahan sikap. Wawancara Dilakukan untuk menggali informasi klien dan merupakan bagian dari bimbingan dan konseling. Wawancara antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan, apakah ia tertarik atau tidak menerima perubahan untuuk mengetahui apakah perilaku yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat. b. Metode pendidikan kelompok Dalam memilih metode pendidikan kelompok, harus diingat besarnya kelompok sasaran dan tingkat pendidikan formal. Untuk kelompok besar, pesertanya lebih dari 15 orang, metode yang cocok untuk digunakan adalah ceramah dan seminar. Ceramah Pidato yang disampaikan oleh serorang pembicara di depan sekelompok pengunjung atau pendengar. Metode ini digunakan bila berada dalam kondisi, seperti waktu untuk

penyampaian informasi terbatas, orang yang mendengarkan sudah termotivasi, pembicara menggunakan gambar dalam kata, kelompok terlalu besar bila memakai metode lain, dll. Kelebihan metode ini adalah dapat dipakai pada orang dewasa, menghabiskan waktu dengan baik, dapat dipakai pada kelompok yang besar, tidak terlalu menggunakan alat bantu. Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi. Seminar Seminar adalah suatu penyajian (presentasi) dari suatu ahli atau beberapa ahli tentang suatu topik. Metode ini hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan pendidikan menengah keatas. Apabila peserta kegiatan itu kurang dari 15 orang biasanya kita sebutkelompok kecil. Untuk kelompok kecil, metode yang cocok digunakan ialah diskusi kelompok, curah pendapat, Diskusi Kelompok Dalam menggunakan metode diskusi kelompok harus memenuhi ketentuan-ketentuan, seperti peserta diberi kesempatan saling mengemukakan pendapat, problem dibuat menarik, peserta dibantu untuk mengemukakan pendapatnya, problem perlu dikenal lalu diolah, ciptakan suasana informasi, orang yang tidak suka berbicara diberi kesempatan. Keuntungan metode ini adalah memungkinkan saling mengemukakan pendapat, merupakan pendekatan demokratis, memperluas pandangan, memperoleh pandangan dari orang yang tidak suka bicara, dll. Kekurangan metode ini, yaitu peserta memperoleh informasi yang terbatas, diskusinya berlarut-larut, mungkin akan didominasi oleh orang yang suka belajar, dll.

Curah Pendapat

Pemecahan masalah ketika setiap anggota mengusulkan dengan cepat semua kemungkinan pemecahan yang dipikirkan (Maulana, 2009). Pada permulaan pemimpin kelompok memancing dengan satu masalah dan kemudian tiap peserta memberikan jawaban atau tanggapan (curah pendapat). Tanggapan atau jawaban-jawaban tersebut ditampung dan ditulis dalam flipchart atau papan tulis. Sebelum semua peserta mencurahkan pendapatnya, tidak boleh dikomentari siapapun. Setelah semua anggota mengeluarkan pendapatnya, tiap anggota dapat mengomentari, dan akhirnya terjadi diskusi (Ferry Efendi dan Makhfudli). Bola Salju

Dimulai dengan memasang-masangkan sasaran. Satu pasangan terdiri atas dua sasaran. Masingmasing pasangan diberi topik yang sama kemudian mendiskusikan tpoik tsb. Lima menit kemudian, dua pasangan digabungkan dan diminta mendiskusikan hasil yang diperoleh. Setelah itu, dua pasangan tsb bergabung dengan empat sasaran yang lain sehingga membentuk kelompok yang terdiri atas delapan sasaran. Demikian seterusnya hingga seluruh sasaran berkumpul dalam satu kelompok yang besar. (Ferry Efendi dan Makhfudli). Kelompok-kelompok kecil (Buzz Group) Kelompok langsung dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (buzzgroup) yang kemudian diberi suatu permasalahan yang sama atau tidak sama dengan kelompok lain. Masing-masing kelompok mendiskusikanmasalah tersebut. Selanjutnya hasil dari tiap kelompok

didiskusikankembali dan dicari kesimpulannya (Ferry Efendi dan Makhfudli). Bermain Peran (Role Play)

Adalah permainan sebuah situasi dalam hidup manusia dengan atau tanpa melakukan latihan sebelumnya (Maulana, 2009). Teknik-teknik role play meliputi role reversal, soliquy, doubling, multiple role playing, dan role rotation (Ferry Efendi dan Makhfudli). c. Metode pendidikan massa Dilakukan untuk mengonsumsikan pesan-pesan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat. Sasaran pendidikan bersifat umum, dalam arti tidak membedakan umur, golongan, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan, dll. Oleh karena itu, pesan yang disampaikan harus dirancang agar dapat ditangkap oleh massa. Bentuk pendekatan massa diberikan secara tidak langsung, biasanya menggunakan atau melalui media massa. Menurut Smolensky dan Haar (dalam Ferry Efendi dan Makhfudli), efektivitas media massa dipengaruhi oleh tujuh factor, yaitu kredibilitas, konteks, isi, kejelasan, kesinambungan, media, dan kemampuan. Salah satu contoh metode ini adalah ceramah umum. Ceramah umum Dilakukan dengan memberikan pidato di hadapan massa dengan sasaran yang sangat besar, misalnya pejabat berpidato di hadapan rakyat. Pidato atau diskusi kesehatan melalui media elektronik Simulasi Bill Board, dll.

B. Media Promosi Kesehatan

Adalah semua sarana atau saluran komunikasi yang dipakai untuk mengirimkan pesan kesehatan (Ferry,dll). Media adalah alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pengajaran (Maulana, 2009). Media pendidikan kesehatan disebut juga alat peraga karena berfungsi membantu dan memeragakan sesuatu dalam proses pendidikan. Cara penggunaan alat peraga sangat bergantung pada jenis alat peraga. Intensitas Alat Peraga Alat peraga mempunyai intensitas yang berbeda dalam membantu permasalahan seseorang. Elgar Dale menggambarkan intensitas setiap peraga dalam suatu kerucut (Maulana, 2009). Alat peraga yang memiliki tingkat paling tinggi adalah benda asli dan yang memiliki intensitas paling rendah adalah kata-kata. Hal ini menunjukkan bahwa penyampaian materi hanya dengan kata-kata saja kurang efektif. Manfaat alat peraga Yaitu menimbulkan minat sasaran, mencapai sasaran lebih banyak, membantu mengatasi banyak hambatan dalam pemahaman, merangsang sasaran untuk meneruskan pesan pada orang lain, memudahkan penyampaian informasimemudahkan penerimaan informasi oleh sasaran, mendorong keinginan untuk mengetahui pengertian yang lebih baik, membantu menegakkan pengertian yang diperoleh. Menurut penelitian, organ yang paling banyak menyalurkan pengetahuan adalah mata. Oleh karena itu lebih baik menggunakan alat-alat visual karena akan mempermudah cara penyampaian dan penerimaan informasi oleh masyarakat. Macam Alat Bantu

1.1 Secara umum a. Alat bantu lihat digunakan untuk membantu menstimulasi indra penglihatan pada saat proses pendidikan. Terdapat dua bentuk, yaitu alat yang diproyeksikan (misal, slide); alat yang tidak diproyeksikan (missal, poster, buklet, lembar balik). b. Alat bantu dengar digunakan untuk menstimulasi indra pendengaran (missal, radio, tape). c. Alat bantu dengar dan lihat seperti tv, film, video. 1.2 Pembagian alat peraga berdasarkan fungsinya Media Cetak (misal, buklet, leaflet, flyer, flip chart, rubric, poster, foto) Media elektronik (misal, tv, radio, video, slide, film strip) Media papan Media hiburan (missal, dongeng, sosiodrama, kesenian)

1.3 Pembagian alat peraga berdasarkan pembuatan dan penggunaannya Alat peraga yang rumit Alat peraga yang sederhana

Referensi Ferry Efendi & Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Maulana. 2009. Promosi Kesehatan. Jakarta: EGC