Anda di halaman 1dari 2

MENDETEKSI KENCING MANIS (DIABETES MELITUS) LEBIH DINI Oleh: dr. Timotius Danny Jacobus, S.

Ked

Kencing manis (diabetes mellitus) adalah penyakit metabolik akibat tingginya kadar gula darah yang disebabkan gangguan hormon insulin. Hormon ini dikeluarkan oleh sel beta () pankreas pada saat makan di mana kadar gula darah sedang tinggi. Kerja hormon ini adalah untuk menurunkan kadar gula yang tinggi di dalam darah dengan memasukkan gula ke dalam sel yang nantinya akan digunakan sebagai sumber energi. Diabetes sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2: 1. Diabetes Melitus tipe 1 adalah jenis kencing manis yang disebabkan akibat ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi insulin karena berkurangnya sel beta pankreas. Jenis diabetes ini merupakan jenis penyakit keturunan. 2. Diabetes Melitus tipe 2 adalah jenis kencing manis yang disebabkan oleh karena Resistensi Insulin. Maksudnya adalah sel-sel pankreas mampu memproduksi insulin, namun sel-sel tubuh tidak meresponnya secara normal. Penyebab munculnya penyakit ini adalah gaya hidup yang salah seperti kegemukan, tidak aktif, malas berolahraga, dan lain sebagainya.

Kita dapat mendeteksi dini penyakit diabetes mellitus, apabila kita menemukan gejalagejala seperti berikut ini: 1. Sering kencing atau disebut Poliuria. Hal ini terjadi karena adanya gangguan dalam produksi insulin. Jika jumlah dan kerja insulin tidak memadai menyebabkan jumlah gula darah yang harus diolah di ginjal meningkat sehingga tidak mampu untuk menyaring gula darah yang berlebih untuk kembali ke darah. Efeknya adalah ginjal akan menarik tambahan air dari darah untuk menghancurkan gula. Hal ini membuat kandung kemih cepat penuh dan membuat penderita kencing manis sering buang air kecil. 2. Sering haus atau disebut Polidipsi. Hal ini terjadi karena adanya kadar gula darah berlebih menarik cairan tubuh sehingga pasien akan selalu merasa kekurangan cairan, dan secara kasat mata yang dapat dilihat adalah selalu mengeluhkan haus. 3. Kelelahan/Kelemahan atau disebut Polifagia. Hal ini terjadi akibat kadar hormon insulin yang kurang dapat memicu produksi dan penyerapan gula darah terhambat sehingga sel-sel makanan dari gula darah yang seharusnya didistribusikan ke semua sel tubuh

untuk membuat energy tidak berjalan secara optimal. Karena tubuh tidak mendapatkan nutrisi sehingga orang dengan kencing manis akan cepat lelah. 4. Berat Badan Turun Drastis. Tanda penurunan berat badan ini terutama akan dirasakan oleh penderita diabetes mellitus tipe 1 karena sel-sel pankreas yang menghasilkan insulin sudah berkurang, sehingga produksi insulin akan menurun, dan akan terjadi penurunan dalam penyerapan gula darah ke sel. Sehingga tubuh mengadakan adaptasi dengan memecah lemak dan protein sehingga berat badan terus menyusut. Pada diabetes mellitus tipe 2 penurunan berat badan terjadi secara bertahap. 5. Kesemutan atau Neuropati. Biasanya pasien mengalami kesemutan di kaki dan tangan akibat tingginya kadar gula dalam darah sehingga merusak sistem saraf. Biasanya keluhan ini memberat terutama saat malam hari. 6. Luka Tidak Sembuh-sembuh. Tingginya kadar gula darah menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri kecil yang akan menyumbat aliran darah ke daerah tepi. Sehingga bila terjadi luka, maka tidak berkurangnya aliran darah akan memperlama proses penyembuhan luka, karena sel-sel darah putih untuk melawan infeksi yang ada di peredaran darah tidak dapat menuju lokasi luka. Jika anda mengetahui gejala-gejala di atas pada orang di sekitar anda atau diri anda sendiri, segeralah melakukan pemeriksaan di layanan kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut, termasuk pengukuran kadar gula darah. Orang dikatakan mengalami diabetes bila memenuhi kriteria diagnosis menurut American Diabetes Association 2011, yaitu: 1. Jika keluhan klasik (poliuria, polidipsi, polifagia) ditemukan, maka perlu pemeriksaan glukosa sewaktu > 200 mg/dL 2. Pemeriksaan glukosa plasma puasa 126 mg/dL dengan keluhan klasik 3. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) 200 mg/dL Apabila dari pemeriksaan yang dilakukan anda memenuhi kriteria diagnosis diabetes mellitus, segeralah melakukan perubahan gaya hidup dan mengkonsumsi obat yang direkomendasikan oleh dokter. Karena dengan diagnosis awal dan penanganan yang tepat dapat mengurangi resiko dari berbagai macam komplikasi diabetes mellitus yang berbahaya, termasuk penyakit jantung dan stroke.