Anda di halaman 1dari 13

BAB II TINJUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Konsep Pengetahuan 1.

Pengertian Pengetahuan merupakan hasil tahu pengindraan manuasia terhadap suatu obyek tertentu. Proses pengindraan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra pengeliatan, pendengaran, penciuman, rasa dan melalui kulit. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior) (Notoatmodjo, 2003). Pengetahuan pada hakekatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu, termasuk di dalamnya adalah ilmu. Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung turut memperkaya hidup kita (Suriasumantri, 2000). Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Dalam pengertian lain pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan indrawi (Wikipedia, 2008). Jadi pengetahuan tentang asuhan kehamilan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang tentang asuhan kehamilan meliputi pengertian tentang asuhan kehamilan, tujuan dan manfaat asuhan kehamilan, tempat memperoleh asuhan kehamilan, dan lain-lain. 2. Cara Memperoleh Pengetahuan Menurut Notoadmojo (2005) ada beberapa cara untuk memperoleh pengetahuan, yaitu: a. Cara Coba-Salah (Trial and Error) Cara coba-coba ini dilakukan dengan menggunakan kemungkinan dalam memecahkan masalah, dan apabila kemungkinan tersebut tidak berhasil, dicoba kemungkinan yang lain. Apabila kemungkinan kedua ini gagal pula, maka dicoba dengan kemungkinan ketiga, dan apabila kemungkinan ketiga gagal dicoba kemungkinan keempat dan seterusnya, sampai masalah tersebut dapat dipecahkan. Itulah sebabnya maka cara ini disebut metode trial (coba) and errol (gagal atau salah) atau metode coba-salah/ coba-coba. b. Cara Kekuasaan atau Otoritas Dalam kehidupan manusia sehari-hari, banyak sekali kebiasaan-kebiasaan dan tradisitradisi yang dilakukan oleh orang, tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukan tersebut baik atau tidak. Kebiasaan-kebiasaan ini biasanya diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya.dengan kata lain, pengetahuan tersebut diperoleh berdasarkan pada otoritas atau kekuasaan, baik tradisi, otoritas pemerintah, otoritas pemimpin agama, maupun ahli-ahli ilmu pengetahuan. Prinsip ini adalah, orang lain menerima pendapat yang dikemukakan oleh orang yang memppunyai otoritas, tanpa terlebih dulu menguji atau membuktikan kebenarannya, baik berdasarkan fakta empiris ataupun berdasarkan penalaran sendiri. Hal ini disebabkan karena orang yang menerima pendapat tersebut menganggap bahwa yang dikemukakannya adalah benar. c. Berdasarkan Pengalaman Pribadi Pengalaman adalah guru yang baik, demikian bunyi pepatah, pepatah ini mengandung

maksud bahwa pengalaman itu merupakan sumber pengetahuan, atau pengalaman itu merupakan suatu cara untuk memperoleh pengetahuan. d. Melalui Jalan Pikiran Sejalan dengan perkembangan umat manusia, cara berpikir manusia pun ikut berkembang. Dari sini manusia telah mampu menggunakan penalarannya dalam memperoleh pengetahuannya. Dengan kata lain, dalam memperoleh kebenaran pengetahuan manusia telah menggunakan jalan pikirannya, baik melalui induksi maupun deduksi. e. Cara Modern dalam Memperoleh Pengetahuan Cara baru dalam memperoleh pengetahuan pada dewasa ini lebih sistematis, logis, dan ilmiah. Cara ini disebut metode penelitian ilmiah, atau lebih popular disebut metodelogi penelitian (research methodology). 3. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah: a. Pengalaman Merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan, baik dari pengalaman diri sendiri maupun orang lain. Hal tersebut dilakukan dengan cara pengulangan kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. Bila berhasil maka orang akan menggunakan cara tersebut dan bila gagal tidak akan mengulangi cara itu. b. Pendidikan Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai baru yang diperkenalkan. c. Kepercayaan Adalah sikap untuk menerima suatu pernyataan atau pendirian tanpa menunjukkan sikap pro atau anti kepercayaan. Sering diperoleh dari orang tua, kakek atau nenek. Seseorang menerima kepercayaan itu berdasarkan keyakinan dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu. Kepercayaan berkembang dalam masyarakat yang mempunyai tujuan dan kepentingan yang sama. Kepercayaan dapat tumbuh bila berulang kali mendapatkan informasi yang sama (Notoatmodjo, 2005). 4. Tingkat Pengetahuan di dalam Domain Kognitif Dalam domain kognitif berkaitan dengan pengetahuan yang bersifat intelektual (cara berpikir, berintraksi, analisa, memecahkan masalah dan lain-lain) yang berjenjang sebagai berikut: (Notoadmojo, 2005) a. Tahu (Knowledge) Menunjukkan keberhasilan mengumpulkan keterangan apa adanya. Termasuk dalam kategori ini adalah kemampuan mengenali atau mengingat kembali hal-hal atau keterangan yang pernah berhasil di himpun atau dikenali (recall of facts). b. Memahami (Comprehension) Pemahaman diartikan dicapainya pengertian (understanding) tentang hal yang sudah kita kenali. Karena sudah memahami hal yang bersangkutan maka juga sudah mampu mengenali hal tadi meskipun diberi bentuk lain. Termasuk dalam jenjang kognitif ini

misalnya kemampuan menterjemahkan, menginterpretasikan, menafsirkan, meramalkan dan mengeksplorasikan. c. Menerapkan (Aplication) Penerapan diartikan sebagai kemampuan menerapkan hal yang sudah dipahami ke dalam situasi dan kondisi yang sesuai. d. Analisa (analysis) Analisis adalah kemampuan untuk menguraikan hal tadi menjadi rincian yang terdiri unsurunsur atau komponen-komponen yang berhubungan antara yang satu dengan lainnya dalam suatu bentuk susunan berarti. e. Sintesis (Syntesis) Sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun kembali bagian-bagian atau unsurunsur tadi menjadi suatu keseluruhan yang mengandung arti tertentu. f. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk membandingkan hal yang bersangkutan dengan hal-hal serupa atau setara lainnya, sehingga diperoleh kesan yang lengkap dan menyeluruh tentang hal yang sedang dinilainya. 5. Pengukuran Pengetahuan Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang akan diukur dari subyek penelitian atau responden ke dalam pengetahuan yang ingin kita ukur atau kita ketahui dapat kita sesuaikan dengan tingkatan-tingkatannya. Adapun pertanyaan yang dapat digunakan untuk pengukuran pengetahuan secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu: a. Pertanyaan subyektif, misalnya jenis pertanyaan essay. b. Pertanyaan obyektif, misalnya pertanyaan pilihan ganda (multiple choise), bentul salah, dan pertanyaan menjodohkan. Pertanyaan essay disebut pertanyaan subyektif karena penilaian untuk pertanyaan ini melibatkan faktor subyektif dari penilai, sehingga nilainya akan berbeda dari seseorang penilai satu dibandingkan dengan yang lain dari satu waktu ke waktu yang lainnya. Pertanyaan pilihan ganda, betul salah, menjodohkan disebut pertanyaan obyektif karena pertanyaan-pertanyaan itu dapat dinilai secara pasti oleh penilai. Dari kedua jenis pertanyaan tersebut, pertanyaan obyektif khususnya pertanyaan pilihan ganda lebih disukai untuk dijadikan sebagai alat ukur dalam pengukuran pengetahuan karena lebih mudah disesuaikan dengan pengetahuan yang akan diukur dan penilaiannya akan lebih cepat (Arikunto, 2001) 2.1.2 Konsep Kehamilan 1. Pengertian Kehamilan (pregnancy) adalah suatu masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin (Wiknjosastro, 2005). Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya. Dalam kehamilan dapat terjadi banyak gestasi (misalnya, dalam kasus bayi kembar, atau triplet) (Wikipedia, 2008). Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan, yang terdiri dari ovulasi (pelepasan ovum), terjadi migrasi spermatozoa dan ovum, terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot, terjadi nidasi (implantasi uterus), pembentukan placenta tumbuh

kembang hasil konsepsi sampai aterm. Kehamilan adalah suatu peristiwa yang dimulai dari konsepsi sampai adanya tanda-tanda persalinan (Manuaba, 2003 ). Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial dalam keluarga. Lamanya hamil normal dalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung sejak hari pertama menstruasi terakhir (Wiknjosastro, 2001).

2. Proses Kehamilan Untuk terjadinya sebuah kehamilan harus memenuhi beberapa proses, yaitu: (Winkjosastro, 2005) a. Sel Telur (ovum) Pertumbuhan embrional oogonium yang kelak menjadi ovum terjadi di genitalridge. Tiap bulannya wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dari indung telur. Ovum dilepas oleh ovarium disapu oleh mikrofilamen-mikrofilamen fimbria infundibulum kearah ostium tuba abdominale, dan disalurkan terus kea rah medial. Ovum sesudah dilepas oleh ovarium mempunyai diameter 100 (0,1mm). Ovum dilingkari oleh zona pellusida. Di luar zona pellusida ini ditemukan sel-sel korona radiate, dan di dalamnya terdapat ruang perrivitellina. Jumlah sel-sel korona radiata di dalam perjalanan ovum di dalam ampula tuba makin berkurang, hingga ovum hanya dilingkari oleh zona pellusida pada waktu berada dekat pada perbatasan ampulla dan ismus tuba, tempat pembuahan umumnya terjadi. b. Sel Mani (Spermatozooa) Sperma terdiri dari tiga bagian yaitu kaput (kepala) yang mengandung bahan nucleus, ekor berguna untuk bergerak, bagian silindrik, menghubungkan kepala dan ekor.Pada saat koitus kira-kira 3- cc semen ditumpahkan ke dalam fornik posterior, dengan jumlah spermatozoa sekitar 200-500 juta. Dengan gerakan ekornya sperma masuk ke dalam kanalis servikalis. Di dalam rongga uterus dan tuba gerakan sperma terutama disebabkan oleh kontraksi otototot pada rongga tersebut. Spermatozoa dapat mencapai ampula, kira-kira satu jam setelah koitus. Ampula tuba merupakan tempat terjadinya fertilisasi. Hanya beratus sperma yang bisa mencapai tempat ini. Sebagian besar mati karena keasaman vagina, sebagian lagi mati/ hilang dalam perjalanan. Sperma dapat bertahan dalam saluran reproduksi wanita sampai empat hari. Di dalam saluran reproduksi wanita spermatozoa mengalami kapasitasi sebelum ia mampu membuahi ovum. Kapasitasi terjadi di dalam rongga uterus dan tuba yaitu berupa pelepasan lapisan pelindung disekitar akrosom. Setelah ini terjadilah reaksi akrosomik yaitu pembentukan lobang-lobang kecil pada akrosom tempat dilepaskannya enzim-enzim yang dapat melisiskan corona radiata dan zona pelusida. Setidak-tidaknya dikenal dua enzim yaitu CPE (Corona Penetrating Enzym) yang mencerna korona radiata dan hialuronidase yang mencerna zona pelusida (Kusmiyati, 2008). c. Pembuahan (Konsepsi / Fertilisasi) Pembuahan (fertilisasi) adalah suatu peristiwa persatuan antara sel mani dengan sel telur. Fertilisasi terjadi di ampula tuba, hanya satu sperma yang telah menglami proses kapasitasi dapat melintasi zona pelusida masuk ke dalam vitellus ovum. Setelah itu zona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui sperma lain. Penyatuan ini dalam prosesnya diikuti oleh penyatuan pronukleus yang disebut zygote yang terdiri atas

penyatuan genetik dari wanita dan pria. Dari penyatuan itu mungkin akan menghasilkan: 1) XX zygote akan menghasilkan bayi perempuan 2) XY zygote akan menghasilkan bayi laki-laki. Dalam beberapa jam setelah pembuahan, mulailah pembelahan zygote yang berjalan lancar dan dalam 3 hari samapi dalam stadium morula. Hasil konsepsi ini dengan ukuran tetap bergerak kearah rongga rahim oleh arus dan getaran silia serta kontraksi tuba. Selama dalam perjalanan ke kavum uteri morula menglami pembelahan pembelahan menjadi blastu. d. Nidasi (Implantasi) Nidasi adalah peristiwa tertanamnya atau bersarangnya sel telur yang telah dibuahi (fertilized egg) ke dalam endometrium. Sel telur yang telah dibuahi (zygote) akan segera membelah menjadi blastomer. Pada hari ketiga 16 blastomer disebut morula. Pada hari ke4 di dalam morula akan terbentuk rongga, bangunan ini disebut blastula. Dua struktur penting di dalam blastula adalah: 1) lapisan luar yang disebut trofoblas, yang akan menjadi plasenta 2) Embblas (inner cell mass) yang kelak menjadi janin. Pada hari ke-4 blastula masuk ke dalam endometrium dan pada hari ke-6 menempel pada endometrium. Pada hari ke-10 seluruh blastula (blastokis) sudah terbenam dalam endometrium dan dengan demikian nidasi sudah selesai. Tempat nidasi biasanya pada dinding belakang di daerah fundus uteri (Kusmiyati, 2008). Pada saat nidasi biasanya pembuluh darah endometrium pecah dan sebagian wanita akan mengalami perdarahan ringan akibat implantasi, biasa di sebut tanda Hartman (Manuaba, 1998). e. Plasentasi Nidasi atau implantasi terjadi pada bagian belakang fundus uteri di dinding depan atau belakang. Pada blastula penyebaran sel trofoblas yang tumbuh kembang tidak rata, sehingga bagian blastula dengan inner cell mass akan tertanam ke dalam endometrium. Sel trofoblas mendestruksi endometrium sampai terjadi pembentukan plasenta yang berasal dari primer vili korialis. Terjadinya implantasi mendorong sel blastula mengadakan deferensiasi. Sel yang dekat dengan ruang eksoderm membentuk entoderm dan yolk sac (kantung yolk) sedangkan sel yang lain membentuk ectoderm dan ruangan amnion. Plat embrio (embyonal plate) terbentuk diantara dua ruangan yaitu ruang amnion dan kantung yolk. Plat embrio terdiri dari unsure ectoderm, entoderm, dan mesoderm. Ruangan amnion dengan cepat mendekati korion sehingga jaringan yang terdapat antara amnioan dan embrio padat dan berkembang menjadi tali pusat. Pada permulaan kantung yolk berfungsi sebagai pembentuk darah bersama dengan hepar, limfe, dan sumsum tulang. Pada minggu kedua sampai ketiga terbentuk bakal jantung dengan pembuluh darahnya yang menuju body stalk (bakal tali pusat). Jantung bayi mulai dapat dideteksi pada minggu keenam sampai delapan dengan mempergunakan ultrasonografi atau Doppler. Pembuluh darah pada body stalk terdiri dari arteri umbiliaklis dan vena umbilikalis. Cabang arteri dan vena umbilikalis masuk ke vili korialis sehingga dapat melakukan pertukaran nutrisi dan sekaligus membuang hasil metabolisme yang tidak diperlukan. Vili korialis menghancurkan desidua sampai pembuluh darah, mulai dengan pembulih darah vena pada hari ke-10 sampai ke-11 setelah konsepsi, sehingga sejak saat itu embrio

mendapat tambahan nutrisi dari darah ibu secara langsung. Selanjutnya vili korialis menghancurkan pembuluh darah arteri sehingga terjadi aliran darah pertama reptroplasenter pada hari ke-14 sampai ke-15 setelah konsepsi. Bagian desidua yang tidak dihancurkan membagi plasenta menjadi sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal. Sedangkan dari sudut fetus, maka plasenta dibagi menjadi sekitar 200 kotiledon fetus. Setiap kotiledon fetus terus bercabang dan bercabang di tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya memberikan nutrisi, pertumbuhan, dan perkembangan janin dalam rahim ibu. Darah ibu dan janin tidak berhubungan langsung dan dipisahkan langsung oleh lapisan trofoblas, dinding pembuluh darah janin. Fungsinya dilakukan berdasarkan system osmosis dan enzimatik serta pinositosis. Situasi plasenta demikian disebutkan sistem plesentahemokorial. 3. Tanda Kehamilan Tanda-tanda kehamilan menurut Kusmiyati (2008) dibagi menjadi dua, yaitu: a. Tanda yang tidak pasti (probable signs)/ tanda mungkin kehamilan 1) Amenorhea 2) Mual dan muntah 3) Quickening 4) Keluhan kencing 5) Konstipasi 6) Perubahan Berat Badan 7) Perubahan tempratur suhu basal 8) Perubahan warna kulit 9) Perubahan payudara 10) Perubahan pada uterus 11) Tanda piskaceks 12) Perubahan-perubahan pada serviks a) Tanda Hegar b) Tanda Goodell s c) Tanda Chadwick b. Tanda pasti kehamilan 1) Denyut Jantung Janin (DJJ) 2) Palpasi 3) Pemeriksaan Diagnostik Kehamilan a) Rontgenografi b) Ultrasonografi (USG) c) Fetal Electrografi (FCG) d) Tes Laboratorium/ Tes Kehamilan. 4. Perubahan Selama Kehamilan Proses kehamilan sampai persalinan merupakan mata rantai satu kesatuan dari konsepsi, nidasi, pengenalan adaptasi, pemliharaan kehamilan, perubahan endokrin sebagai persiapan menyongsong kelahiran bayi, dan persalinan dengan kesiapan pemeliharaan bayi. Pada kehamilan terdapat adaptasi ibu dalam bentuk perubahn fisiologis dan psikologis dalam kehamilan seperti:

a. Perubahan-perubahan fisiologis dalam kehamilan menurut (PUSDIKNAS-WHO-JHPIEGO, 2003), meliputi: 1) Pertumbuhan dan perkembangan janin serta perubahan-perubahan maternal a) Minggu 0 Perkembangan Janin Sperma membuahi ovem, yang kemudian membagi dan masuk ke dalam uterus menempel sekitar hari ke-11. b) Minggu ke-4 / bulan ke-1 Perkembangan Janin Dari dioskus embrionik, bagian tubuh pertama munculyang kemudian akan menjadi tulang belakang, otak dan saraf tulang belakang. Jantung, sirkulasi darah, dan saluran pencernaan terbentuk. Embrio kurang dari 0,64 cm. Perubahan-perubahan Maternal Ibu terlambat menstruasi. Payudara menjadi nyeri dan membesar. Kelelahaan yang kronik (menetap) dan sering kencing mulai terjadi dan beerlangsung selama 3 bulan berikutnya. HCG ada di dalam urine dan serum 9 hari setelag konssepsi. c) Minggu ke-8 / bulan ke-2 Perkembangan Janin Perkembangan cepat. Jantung mulai memompa darah. Anggota badan terbentuk dengan baik. Raut muka dan bagian utama otak dapat dilihat. Telinga terbentuk dari lipatan kulit. Tulang dan otot yang kecil terbentuk di bawah kulit yang tipis. Perubahan-perubahan Maternal Mual muntah (Morning sickness) mungkin terjadi sampai usia kehamilan 12 minggu. Uuterus berubah dari bentuk pear menjadi globular. Tanda-tanda Hegar dan Goodell muncul. Serviks fleksi.Leukorrhoea meningkat. Ibu mungkin terkejut atau senang dengan kehamilannya. Penambahan berat badan belum terlihat nyata. d) Minggu ke-12 / bulan ke-3 Perkembangan Janin Embrio menjadi janin. Denyut jantung dapat terlihat dengan ultrasound. Diperkirakan lebih berbentuk manusia karena tubuh berkembang. Gerakan pertama dimulai selama minggu ke 12. jenis kelamin dapat diketahui. Gi jal memperoduksi urine. Perubahan-perubahan Maternal Tanda Chadwick muncul. Uterus naik di atas simpisis pubis. Kontraksi Braxton Hicks mulai dan mungki terus berlangsung selama kehamilan. potensial untuuk menderita infeksi saluran kencing meningkat dan ada selama kehamilan. kenaikan berat badan sekitar 1-2 kg selama trimester pertama. Plasenta sekarang berfungsi penuh dan memproduksi hormon. e) Minggu ke-16 / bulan ke-4 Perkembangan Janin System Musculokeletal sudah matang; system syaraf mulai melaksanakan control. Pembuluh darah berkembang dengan cepat. Tangan janin dapat menggenggam. Kaki menendang dengan aktif. Semua orgam mulai matang dan tumbuh. Berat janin sekitar 0,2 kg. Denyut janting janin dapat didengar Doppler. Pankreas mempproduksi insuli. Perubahan-perubahan Maternal Fundus berada di tengah antara simpisis dan pusat. Berat ibu bertambah 0,4-0,5 kg per minggu selama sisa kehamilan. Mungkin mempunyai lebih banyak energi. Diameter biparetal dapat diukur dengan ultrasound. Sekresi vagina meningkat (tetapi normal) jika

tidak gatal, iritasi atau berbau busuk. Pakaian-pakaian ibu menjadi ketat. Tekanan pada kandung kemih dan sering kencing berkurang. f) Minggu ke-20 / bulan ke-5 Perkembangan Janin Verniks melindungi tubuh. Lanugo menutupi tubuh dan menjaga minyak pada kulit. Alis, bulu mata dan rambut terbentuk. Janin mengembangkan jadwal yang teratur untuk tidur, menelan dan menendang. Perubahan-perubahan Maternal Fundus mencapai pusat. Payudara memulai sekresi kolostrum. Kantung ketuban menampung 400 ml cairan. Rasa akan pingsan dan pusing mungkin terjadi, terutama jika posisi berubah secara mendadak. Varises pembuluh darah mungkin mulai terjadi. Ibu mulai merasakan gerakkan janin. Aerola bertambah gelap. Hidung tersumbat mingkin terjadi. Kram pada kaki mungkin ada. Konstipasi mungkin dialami. g) Minggu ke-24 / bulan ke-6 Perkembangan Janin Kerangka berkembang dengan cepat karena sel pembentukan tulang meningkatkan aktifitasnya. Perkembangan pernapasan dimulai. Berat janin 0,7-0,8 kg. Perubahan-perubahan Maternal Fundus di atas pusat. Sakit punggung dann kram pada kaki ungkin mulai terjadi. Perubahan kulit bisa berupa striae ravidarum,chloaasma, linea nigra, dan jerawat. Mimisan dapat terjadi. Mungkin mengalami gatal-gatal pada abdomen. h) Minggu ke-28 / bulan ke-7 Perkembangan Janin Janin dapat bernapas, menelan dan mengatur suhu. surfacftant terbentuk di dalam paru paru. Mata mulai membuka dan menutup. Ukuran janin 2/3 ukuran pada saat lahir. Perubahan perubahan Maternal Fundus berada di pertengahan antara pusat dan xiphoid. Hemorrhoids mungkin terjadi. Pernapasan dada menggantikan pernafasan perut. Garis bentuk janin dapat dipalpasi. Mungkin lelah menjalani kehamilan dan ingin sekali menjadi ibu. Rasa panas dalam perut mungkin mulai terasa. i) Minggu ke-32 / bulan ke-8 Perkembangan Janin Simpanan lemak coklat berkembang di bawah kulit untuk persiapan pemisahan bayi setelah lahir. Bayi sudah tumbuh 38-43 cm. mulai menyimpan zat besi, kalsium dan fosfor. Perubahan-perubahan Maternal Fundus mencapai prosesus xiphoid, payudara penuh dan nyeri tekan. Sering kencing mungkin kembali terjadi. Kaki bengkak dan sulit tidur mungkin terjadi. Mungkin juga mengalami dyspnea. j) Minggu ke-36 / bulan ke-9 Perkembangan Janin Seluruh uterus terisi oleh bayi sehingga ia tidak bias bergerak/berputar banyak. Antibody ibu ditransfer ke bayi. Hal ini akan memberikan kekebalan untuk 6 bulan pertama sampai system kekebalan bayi bekerja sendiri. Perubahan-perubahan Maternal Penurunan bayi ke dalam v\pvik/panggul ibu (lightening). Plasenta setebal hampir 4 kali waktu usia kehamilan 18 minggu dan beratnya 0,5-0,6 kg. ibu ingin sekali melahirkanbayi,

mungkin memiliki energi final yangbmeluap. Sakit punggung dan sering kencing meningkat. Braxton Hick meningkat karena serviks dan segmen bawah rahim disiapkan untuk persalinan. 2) Perubahan-perubahan pada Sistem Cardiovaskuler dan Sistem Hematologis Menurut Pusdiknas (2003) perubahan-perubahan pada system cardiovaskuler dan system hematologist meliputi: a) Cardiac Output Cardiac output adalah produk denyut jantung dan volume detak (stroke volume), dan kedua hal ini meningkat selama kehamilan normal. Cardiac output maternal meningkat sekitar 30 sampai 50 % selama kehamilan. Cardiac output mencapai kadar maksimum selama trimester pertama atau kedua kehamilan dan tetap tinggi sampai persalinan. Cardiac posisi output tergantung pada posisi ibu dan menurun pada saat ibu berbaring terlentang. Pada saat posisi terlentang, uterus yang membesar menekan vena cava inferior, mengurangi aliran balik vena ke jantung sehingga menurunkan cardiac output. Pada akhir kehamilan mungkin terjadi hambatan yang besar pada vena cava inferior pada saat ibu berbaring terlentang. Pengaruh ini sangat besar pada saat usia kehamilan (mature) at term. Antara 1 sampai 10 pasien ibu hamil mengalami penurun tekanan darah serta gejala-gejala seperti pusing, pening, mual dan rasa akan pingsan. b) Tekanan Darah Penurunantahanan vaskuler perifer selama kehamilan terutama disebabkan karena relaksasi otot polos sebagai akibat pengaruh hormon progesterone. Penurun dalan peripheral vascular resistance, mengakibatkan penurunan tekanan darah selama usia kehamilan pertama kehamilan. Tekanan sistolik menurun sekitar 5 sampai 10 mmHg dan diastolic 10-15 mmHg. Setelah usia kehamilan 24 minggu kehamilan, tekanan darah sedikit demi sedikit naik dan kembali pada tekanan darah sebelum hamil pada saat at term. c) Perubahan-perubahan lain yang mempengauhi jantung dan sirkulasi. Merasa lelah dan menurunnya semangat/ lesu adalah umum selama kehamilan. Sedikit derajat hiperventilasi adalah normal selama kehamilan tetapi mungkin diangggap dipsnea patologi oleh ibu dan petugas kesehatan yang tidak berpengalaman. Edema pada kaki sangat umum pada akhir kehamilan karena meningginya tekanan osmotic colloid plasma. d) Volume plasma dan massa Red Blood Cell (sel darah merah) Volume plasma maternal mulai meningkat pada saat 10 minggu dan terus meningkat sampai 30-34 minggu saat mencapai titik maksimum. Perubahan rata-rata volume plasma maternal berkisar antara 20-100 %. Masa RBC juga mulai meningkat pada 10 minggu dan meningkat cepat sampai at term. Tampa suplemen zat besi RBC meningkat 18 % selama kehamilan, sedangkan ibu yang meminum suplemen zat besi mengalami peningkatan yang lebih besar pada masa RBC, rata-rata 30 %. Karena volume plasma meningkat rata-rata 50 % sementara RBC meningkat hanya 18-30 %, hematocrit menurun selama kehamilan normal. Hal ini disebabkan setelah 34 minggu masa RBC terus meningkat tetapi volume plasma tidak. Peningkatan normal di dalam volume darah ini memberikan filtrasi renal yang meningkat selama kehamilan dan mengurangi jumlah penipisan volume selama perdarahan pada saat kelahiran. Peningkatan masa RBC ini memberikan penyaluran oksigen yang meningkat untuk memenuhi kebutuhan bayi. e) Pembekuan koagulasi Perubahan pada kadar fibrinogen, faktor-faktor pembekuan darah dan platelets selama

kehamilan berakibat pada peningkatan kapasitas untuk pembekuan, dengan akibat peningkatan resiko terjadinya DIC (Disseminatet Intravenascular Coagulation) seperti yang terjadi pada komplikasi-komplikasi molahidatidosa dan abrupsiv plasenta/ solusio plasenta. f) Metabolisme zat besi Zat besi diserap dari usus duabelas jari dari tablet tambah darah atau makanan-makanan tertentu seperti daging, hati/telur, sayur-sayuran berwarna hijau tua, ganggang laut, ubi rambat, dan buah-buahan. Ibu hamil normal menyerap 20 % zat besi yang masuk. Teh, kopi, dan kacang-kacangan mengurangi penyerapan zat besi, sementara buah-buahan, sayur-sayuran dan vitamin C meningkattkan penyerapan zat besi dari makanan atau suplemen. Zat besi yang diperlukan oleh ibu hamil adalah sekitar 1.000 mg, ini termasuk 500 mg yang digunakan untuk meningkatkan masa RBC 300 mg untuk janin, dan 200 mg untuk mengganti kehilangan zat besi setiap hari. Jadi, ibu hamil normal perlu menyerap rata-rata zat besi 3.5 mg/hari. Kebutuhan zat besi meningkat sangat tajam selama trimester ketiga. Selama 12 minggu terakhir kehamilan janin menerima hampir semua zat besi yang dimakan oleh ibunya. Tujuan suplemen zat besi selama kehamilan adalah agar meningkatkan atau menjaga konsentrasi hemoglobin ibu atau mencegah kekurangan zat besi pada janin. Diperkirakan bahwa ibu yang mengurangi zat besi pada awal kehamilan dan tidak mendapatkan suplemen memerlukan sekitar 2 tahun untuk mengisi kembali simpanan zat besi mereka dari sumber-sumber makana b. Perubahan-perubahan psikologis dalam kehamilan 1) Trimester pertama Segera setelah terjadi konsepsi kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh meningkat dan ini menyebabkan timbulnya mual muntah pada pagi hari, lemah, lelah dan membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilannya. Banyak ibu yang merasakan kekecewaan, penolakan, kecemasan dan kesedihan. Seringkali pada awal kehamilan, ibu berharap untuk tidak hamil. Pada trimester pertama seseorang ibu akan selalu mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. Setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya akan selalu diperhatikan dengan seksama. Karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seseorang ibu untuk mungkin diberitahunya kepada orang lain atau dirahasiakannya. Hasrat untuk melakukann hubungan seks, pada wanita pada trimester pertama ini berbedabeda. Walaupun beberapa wanita mengalami gairah seks yang lebih tinggi, kebanyakan mereka mengalami penurunan libido selama priode ini. Keadaan ini menciptakan kebutuhan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan suami. Banyak wanita merasa butuh untuk dicintai dan merasakan kuat untuk mencintai namun tanpa berhubungan seks. Libido sangat dipengarui oleh kelelahan, rasa mual, pembesaran payudara, keprihatinan. Semua ini merupakan bagian normal dari proses kehamilan pada trimester pertama. Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi ayah adalah timbulnya kebanggaan atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya untuk menjadi seorang ayah dan menjadi pencari nafkah untuk keluarganya. Seorang calon ayah mungkin akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang sedang mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena takut akan mencedrai

bayinya. Ada pula pria yang hasrat seksnya terhadap wanita hamil relatif lebih besar. Di samping respon yang diperhatikannya, seorang ayah perlu dapat memahami keadaan ini dan menerimanya. 2) Trimester kedua Trimester kedua biasanya adalah saat ibu mesara sehat. Tubuh ibu sudah terbiasa dengan keadaan hormone yang lebih tinggi dan merasa tidak nyaman karena hamil sudah berkurang. Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasakan sebagai beban. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Pada trimester ini pula ibu dapat merasakan gerakan bayinya, dan ibu mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai seseorang di luar dirinya sendiri. Banyak ibu yang merasa terlepas dari rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakn pada trimester pertama dan merasakan meningkatnya libido. 3) Trimester ketiga Trimester ketiga seringkali disebut periode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan 2 hal yang mengingatkan ibu akan bayinya. Kadang-kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu-waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadinya persalinan. Ibu seringkali takut kalau-kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan akan menghindari orang atau benda apa saja yang dianggapnya membahayakan bayinya. Seorang ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul pada waktu melahirkan. Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ketiga dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek. Disamping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama hamil. Pada trimester inilah ibu memerlukan keterangan dan dukungan dari suami, keluarga dan bidan. Trimester ketiga adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi yang akan dilahirkan dan bagaimana rupanya. Mungkin nama bayi yang akan dilahirkan sudah dipilih. 5. Tanda Bahaya Kehamilan Tanda bahaya kehamilan merupakan suatu kondisi yang dialami oleh wanita hamil, dimana wanita dengan beberapa masalah tersebut bisa terancam kehamilannya dan persalinan yang berbahaya (Burns, dkk. 2000 ). Selama kehamilan seorang ibu mengalami perubahan fisik yang menyebabkan ketidaknyamanan yang normal, dan merupakan bagian dari perubahan yang terjadi pada tubuh ibu selama kehamilannya. Diperlukan kunjungan ke tenaga kesehatan agar ibu mendapat banyak informasi tentang kondisi normal ibu hamil ataupun ketidaknyamanan yang merupakan tanda bahaya dalam kehamilan. Bahaya kehamilan dapat terdeteksi jika ibu sering memeriksakan kehamilannya. Karena pada setiap kunjungan antenatal akan diperiksa kondisi ibu dan janin untuk mengenali tanda bahaya dalam kehamilan tiap trimesternya. Tanda bahaya dalam kehamilan jika tidak terdeteksi akan menyebabkan kematian pada janin dan ibu. Pada tiap kunjungan antenatal petugas medis harus mengajarkan pada ibu bagaimana cara mengenali tanda bahaya dan memberi motivasi pada ibu untuk periksa jika terdapat tanda-tanda bahaya dalam kehamilannya. Tandatanda bahaya kehamilan menurut Pusdiknakes (2002) adalah sebagai berikut :

a. Perdarahan pervaginam Perdarahan dapat terjadi setiap saat dalam kehamilan yang merupakan tanda dan bahaya meskipun jumlah perdarahan hanya sedikit, pada kehamilan muda dapat terjadi abortus. Ada perdarahan pada kehamilan diatas 28 minggu bersifat berbahaya karena sering berkaitan dengan kejadian plasenta previa, solusio plasenta, dan plasenta letak rendah. b. Sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal selama kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala yang hebat, menetap, dan tidak hilang dengan istirahat. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan merupakan tanda dari pre-eklampsi dan semakin bertambah dengan tuanya kehamilan. c. Perubahan visual secara tiba-tiba Perubahan penglihatan yang berbahaya adalah yang terjadi secara mendadak, tiba-tiba pandangan kabur. d. Nyeri abdomen yang berat Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang timbul mungkin menunjukkan masalah yang mengancam kesehatan jiwa yang berbahaya adalah yang menetap, hebat, dan tidak hilang dengan istirahat. Hal ini bisa berarti appendicitis, kehamilan ektopik, abortus, penyakit radang panggul, penyakit kantong empedu, persalinan preterm, uterus yang irritable,absurpsi plasenta, infeksi saluran kemih, atau infeksi lain. e. Bengkak pada muka dan tangan Bengkak bisa menunjukkan masalah yang serius jika muncul pada muka dan tangan, tidak hilang setelah istirahat, dan disertai dengan keluhan fisik yang lain. Hal ini merupakan pertanda anemia, gagal jantung, ataupun pre eklampsia. f. Bayi kurang bergerak seperti biasa Ibu mulai merasakan gerakan janinnya saat usia kehamilan mencapai bulan kelima atau keenam. Beberapa ibu mulai merasakan gerakan janinnya lebih awal. Jika bayi tidur, maka gerakannya akan melemah, bayi harus bergerak sedikitnya 3 kali dalam 3 jam, gerakan bayi akan lebih terasa jika ibu dalam kondisi berbaring atau beristirahat. g. Demam C dikatakan demam, berarti ada infeksi dalam kehamilannya. Hal ini merupakan penambahan beban bagi ibu yang harus dicari penyebabnya (Depkes RI, 2004).Kenaikan suhu tubuh pada ibu hamil tidak dapat dianggap hal yang biasa. Suhu tubuh ibu hamil lebih dari 37,5 h. Berat badan tidak naik pada trimester II dan III 1 kg, selanjutnya tiap trimester (II dan III) masing-masing bertambah 5 kg. Pada akhir kehamilan, pertambahan berat badan total adalah 9-12 kg. Bila terdapat kenaikan berat badan yang berlebihan, maka perlu dipikirkan adanya faktor risiko.Berat badan ibu selama kehamilan harus bertambah. Pertambahan berat badan ibu hamil rata-rata 0,3-0,5 kg perminggu. Bila dikaitkan dengan umur kehamilan, kenaikan berat badan selama hamil muda i. Keluarnya air ketuban sebelum waktunya Sebelum didiagnosa keluar ketuban perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa cairan yang keluar merupakan cairan ketuban, dan bukan keputihan atau urine. Warna cairan ketuban yang normal adalah jernih keputihan, cairan ketuban tidak berwarna karena adanya vernik

caseosa ( Depkes RI, 2004). j. Mual dan muntah terus menerus dan tidak bisa makan Mual muntah pada ibu hamil merupakan hal yang wajar yang biasa terjadi pada trimester I, mual biasanya terjadi pada pagi hari tetapi dapat pula timbul dimalam hari. Tetapi perlu diperhatikan apabila mengalami muntah yang berlangsung lebih dari 16 minggu dan menggangu aktivitas sehari-hari (Prawirohardjo, 2004). k. Kejang-kejang Pada umumnya kejang-kejang diawali dengan makin memburuknya kondisi ibu hamil, didahului dengan gejala sakit kepala hebat, mual, nyeri ulu hati, hingga muntah. Bila makin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun dan mulai kejang (Depkes RI, 2004 ). Gejalagejala lain saat hamil kadang memerlukan pertolongan tenaga medis segera. Jika ibu menemukan gejalagejala berikut ini, segeralah minta saran tindakan apa yang harus segera dilakukan: a. Adanya tekanan pada pinggul, sakit pada punggung bagian bawah, atau kram sebelum usia 37 minggu kehamilan. b. Buang air kecil terasa sakit atau terbakar. c. Sedikit kencing atau tidak kencing sama sekali. d. Rasa gatal yang menetap diseluruh tubuh, khususnya jika dibarengi kulit tubuh menguning, urine berwarna gelap, dan feces berwarna pucat. e. Kram parah yang menetap pada kaki atau betis, yang tidak mereda ketika ibu hamil menekuk lutut dan menyentuhkan lutut ke hidung. f. Trauma atau cedera pada daerah perut. g. Masalah kesehatan lain yang biasanya membuat ibu menghubungi tenaga medis, meski tidak dalam kondisi hamil.