Anda di halaman 1dari 3

Teknik layout adalah teknik penempatan gambar dan tulisan agar mudah dibaca dan menarik untuk dilihat.

Hari ini layout atau setting menjadi suatu yang penting karena didalamnya terdapat kekuatan yang tidak disadari dan membius pembaca kedalam suatu tulisan dan disamping itu gambar mempunyai suatu cerita tambahan dan materi tambahan dari suatu tulisan yang ada didalamnya. Media propaganda atau sebuah tulisan yang memberikan kepentingan umum akan semakin memperkuat karakter tulisan apabila dia diposisikan dengan benar serta mendapat sentuhan gambar yang memang sesuai dan menambah bobot dari suatu tulisan. Teknik setting suatu media khususnya media cetak menduduki arti penting ketika terjadi banyaknya persaingan antarasatu perusahaan lain dengan perusahaan media lainnya, setting atau layout ini yang nantinya akan mencirikan suatu media kepada kunsumen. Jadi ketikan melihat dari jauh saja konsumen atau pembaca tahu majalah kesukaannya yang mana. Pada persma teknik layout memang tidaklah menjadi sesuatu yang mendapat variable tertinggi daripada teknik jurnalistik lainnya, tetapi tetap sebagai pemberi ciri yang paten pada suatu produk yang kita hasilkan. Teknik desain atau setting majalah melihat berapa sisi pelaksanaannya diantaranya adalah pemilihan huruf (jenis dan ukuran), tata letak, adanya ilustrasi (grafik,foto,dan visualisasi lainnya. Ini menjadi tugas dari redaktur artistic atau layoutter untuk mengkomunikasikan informasi atau naskah lambang-lambang visual seperti huruf, foto, gambar , warna , garis dan unsur garis dan unsur grafis lainnya dengan maksud agar naskah-naskah dapat diikuti oleh pembaca secara mudah, menyenangkan, dan, mengesankan. Tujuan Lay out sendiri bertujuan untuk "sell the news", grade the news set the tone dan guide the resders (menawarkan/menjual berita, menentukan rangking berita, membimbing para pembaca, akan hal-hal yang harus dibaca lebih dahulu). Untuk memiliki berita, menentukan juga daya tarik setiap halaman, bagaimana isi setiap halaman itu. Misalnya, dari berita yang terpenting, menurun pada berita kurang penting. Dari berita kejadian yang dekat (baik tempat maupun waktu), menurun ke jarak yang lebih jauh. Kemudian lay out juga bertujuan menyesuaikan dengan gerak mata para pembaca. Dari tipografi, di samping perlu pengetahuan tentang warna dan jenis huruf, juga harus berjiwa seni. Sebab ukuran huruf untuk headline, panjang berita, besar dan warna foto atau tulisan sangat berpengaruh terhadap mate pembaca. Posisi suatu berita, isi dan pola yang digunakan semuanya untuk melayani pembaca. Sehingga lay out itu disesuaikan dengan siapa pembacanya. Hal ini perlu ditekankan, karena desain, lay out, dan tipografi merupakan ekspresi cermin kepribadian suatu produk jurnalistik. Jenis Lay Out Beberapa jenis lay out yang dikenal di antaranya adalah sebagai berikut.

Pertama, SYMITRICAL LAYOUT: disebut juga foundry/vertical lay-out, karena seperti jemuran, letak berita-beritanya seimbang. Tentu saja kelihatan stasis dan kolot, karena dari hard ke hard bentangannya tetap saja. Lay out seperti ini digunakan oleh The New York Time. Kedua, INFORMAL BALANCE LAY-OUT: banyak dipakai oleh banyak suratkabar, karena mengarah kepada kesempurnaan suatu keseimbangan. Foto yang hitam akan lebih balk jika diletakkan di kanan atas halaman, dan akan kelihatan berat, kalau diletakkan di bagian bawah halaman. Ketiga, QUADRAT LAY-OUT atau tata-rias segi empat: sangat baik untuk suratkabar yang akan dijual di pinggir jalan secara eceran, karena koran akan berlipat empat, dan pada seperempat bagian yang tampak itu akan diperlihatkan berita-berita penting dan menarik. Keempat, BRACE LAY-OUT: menonjolkan suatu berita besar. Lay out seperti ini sering menggunakan "Banner Headline", judul panjang. Berita penting ditempatkan di sebelah kanan suratkabar, sehingga mengikat pandangan pembaca ke sana. Kemudian judul lain di sebelah kiri, dan sebelah kanan lagi. Kelima, CIRCUS LAY-OUT: tata-rias karnaval, karena ramainya halaman depan. Semua judul berita dipamerkan di halaman pertama, isinya di halaman lain. Contoh seperti ini adalah Pos Kota (Jakarta), atau koran-koran mingguan. Keenam, HORIZONTAL LAY-OUT: tata-rias mendatar. judul berita dibuat mendatar, dengan berita yang tidak terlalu panjang. Ketujuh, FUNCTION LAY-OUT, tata-rias yang setiap hard berubah, bergantung kepada perkembangan dan isi berita hard itu. Bila terjadi hal-hal luar biasa, sering dipakai apa yang disebut "skyline heads". Jadi ada gejala pemindahan nama tempat nama suratkabar itu sendiri. Lay out seperti ini sering juga dipakai oleh koran-koran Mingguan terbitan Jakarta. Hal yang perlu diperhatikan 1. Lay out hendaknya mengikuti kebiasaan arah mata berputar, yakni dari kiri ke kanan. 2. Iklan hendaknya jangan diletakkan di halaman depan. 3. Gambar yang baik, yang ada aksinya. Hindari memuat pasfoto. Karena dengan foto aksi (action) seolah-olah pembaca bertatap muka dengan orang bersangkutan. 4. Gambar hendaknya jangan di sebelah kiri halaman.

5. Fungsi foto, sama dengan headline. Foto mempunyai fungsi yang penting dalam lay out. 6. Gambar jangan bertumpuk. Kalau mau banyak, dapat diletakkan di halaman dalam atau bersambung ke halaman lain. 7. Kalau suratkabarnya berwarna, jangan terlalu banyak menampilkan warna. Sebaiknya pelajari bahasa warna atau mengangkat seorang seniman yang mengerti arti warna. 8. Berita ditulis bukan untuk menyenangkan sumber berita, tetapi untuk kepentingan pembaca

Sebuah tulisan adalah suatu kekuatan yang tak terhingga dan dapat menembus batas ruang dan waktu, kekuatan ini terdapat pada pemikiran dan ide yang dibawa oleh tulisan itu apakah bermanfaat atau tidak. Hari ini tulisan sebagai media propaganda dan agitasi telah memegang peranan penting dalam segala lini termasuk salah satunya adalah untuk memwujudkan demokratisasi kampus. Maka berbahagialah jika kalian tertarik untuk menulis.