Anda di halaman 1dari 1

Realisme Pramoedya Ananta Toer

tunya. Namun yang jelas, kemunculannya bisa dianggap sangat erat kaitannya dengan keberadaan Lekra dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Lekra sendiri didirikan atas inisiatif DN Aidit, Nyoto, MS Ashar, dan AS Dharta pada 17 Agustus 1950. Dua nama pertama adalah pemimpin teras PKI yang baru dibentuk lagi. Sekitar tahun 1950-an, beberapa seniman kiri menemui Nyoto untuk menyatakan peranan seni dalam perjuangan kelas. kehangatan puitik serta mencip- Nyoto sendiri dalam pidato samOleh EKA KURNIAWAN takan suatu atmosfer yang akrab butan pendirian Lekra yang berjudul Revolusi adalah Api Kemdan 'menarik' di sekitarnya". erita-cerita yang ia tulis bang menyatakan bahwa hanya Dalam kalimat tersebut tidak menampakkan tradisi jenaka dan sarkastik se- Lukacs merujuk pada masa per- ada dua pertentangan antara tengahan abad kesembilan belas dua asas besar, yakni kebudabagaimana Idrus, Balfas, atau serta diterimanya filsafat marxis. yaan rakyat dan kebudayaan buAsrul Sani, melainkan justru lukan rakyat, dan tak ada jalan Filsafat sejarah marxis, masih rus, serius, dan dengan gaya naketiga. Dan baginya, tak mungmenurut Lukacs, menganalisis ratif dramatis. Bahasanya penkin kebudayaan rakyat bisa bermanusia secara keseluruhan, dek dan penuh sugesti, seperti kibar tanpa merobek kebudayadan menggambarkan sejarah narasi yang biasa dibawakan sean bukan rakyat. evolusi manusia juga secara keorang dalang pada pertunjukan seluruhan. Ia berusaha untuk Jauh sebelumnya, S Soedjowayang. jono, yang sering kali dianggap Perihal lain yang khas dan se- menggali hukum tersembunyi yang mengatur seluruh hubung- sebagai "Bapak Seni Rupa Monantiasa menjadi identitas kepengarangannya, Pramoedya se- an manusia. Dengan cara ini, fil- dern Indonesia" (ia pun kelak safat marxis memberi jembatan dikenal sebagai aktivis Lekra) ring kali juga melatarbelakangi ke arah sastra klasik dan memengatakan, "Maka itu para peceritanya dengan paparan sejalukis baru akan tidak lagi hanya rah maupun pengalaman hidup- nemukan sastra klasik yang banya. Tulisan-tulisan awalnya ba- ru: Yunani kuno, Dante, Shakes- melukis gubuk yang damai, gupeare, Goethe, Balzac, atau Tols- nung-gunung membiru, hal-hal nyak mengambil latar belakang yang romantis atau indah dan masa sebelum Perang Dunia Ke- toy. "Realisme terbesar yang semanis-manis, tetapi juga akan sungguhnya dengan demikian dua, terutama kehidupan di semenggambarkan manusia dan melukis pabrik gula dan petani kitar kota Blora tempat ia tingyang kurus kerempeng, mobil masyarakat sebagai wujud yang gal di masa kecil, serta masa-masa seputar revolusi kemer- lengkap, dan bukan semata-mata mereka yang kaya-kaya dan celana pemuda miskin; sandal-sanmemperlihatkan satu atau bedekaan. berapa aspeknya". dal, pantalon dan jaket orang di Meski jarang, ia pun menulis jalanan." Dalam definisi Pramoedya, cerita dengan latar belakang maAkan tetapi, Pramoedya da"Realisme sosialis merupakan sa pendudukan Jepang di Inlam Realisme Sosialis dan Sastra metode yang meneruskan filsadonesia, antara lain melalui roIndonesia menyenarai, jauh hari fat materialisme dalam karya man Perburuan, Karyanya yang ke belakang tradisi sastra reasastra serta meneruskan panterbesarempat mahakarya dangan sosialisme-ilmiah. Dalam lisme sosialis Indonesia telah yang merupakan tetralogi bermenghadapi persoalan masyara- muncul melalui, antara lain, Sujudul Karya Buru (meliputi Bumantri dengan karya novelnya kat, realisme sosialis mempermi Manusia, Anak Semua Banggunakan pandangan yang struk- yang berjudul Rasa Merdika. sa, Jejak Langkah, dan Rumah Nama lain yang bisa disebut iatural fundamental". Kaca)ditulis dengan latar belah Semaoen (Hikayat Kadirun) Lebih lanjut, perkembangan lakang tamasya sejarah pergesastra realis ini tidak bisa lepas serta Mas Marco Kartodikromo rakan nasional Indonesia dari cara pandang manusia ter(Student Hijo). 1898-1918. Menengok sejarah Realisme sosialis mereka mehadap sejarah yang berubah, terkembali ia lakukan untuk mang bukan layaknya realisme utama di Eropa, tempat kelaromannya yang terbit pertehiran tradisi realisme itu sendiri. sosialis yang berkembang kemungahan 1990-an, berjudul Arus Balik, dengan latar belakang ma- Hal ini tampak misalnya dalam, dian. Keberpihakan mereka terhadap rakyat pekerja yang letinjauan Lukacs atas epik Tolssuknya Islam ke tanah Jawa. toy, War and Peace. "Prinmah lebih merupakan suatu koKegandrungannya terhadap mitmen sosial, dan bukan atas sip-prinsip yang ia (Tolstoy) sejarah ini kemungkinan besar ikuti dalam realismenya secara dorongan landasan-landasan dipengaruhi oleh teori sederhaobyektif menampilkan suatu ke- yang lebih ilmiah seperti halnya na Maxim Gorky: "Thepeople sinambungan tradisi realis terrealisme sosialis sebagai aliran must know their history" (rakyat besar, tapi secara subyektif prin- yang datang lebih kemudian. mesti tahu sejarahnya). PengaAtau dengan kata lain, realisme sip-prinsip ini ditimbulkan dari ruh lain bisa disebutkan datang masalah-masalah pada masanya sosialis mereka bisa dikatakan dari aliran realisme, terutama serta dari sikapnya terhadap sebagai realisme sosialis "cikal realisme sosialis. Bagi Pramoebakal" yang masih bersifat somasalah terbesar zamannya, dya, salah satu watak realisme yakni hubungan penindas dan sialisme utopis. Sedikit membela sosialis adalah "terutama memmereka, Pramoedya mengistiberanikan rakyat untuk melaku- tertindas di pedesaan Rusia". lahkannya sebagai kekeliruan, kan orientasi terhadap sejarahbukan kesalahan. nya sendiri". "Karena, sekalipun pendasarPengaruh realisme sosialis jean filsafat teori sudah benar, kalas bukan sesuatu yang mengrena belum adanya tradisi yang ada-ada, sebab Pramoedya senPramoedya sering kali cukup lama, memudahkan orang diri kerap mengungkapkan antusiasmenya terhadap aliran tertidak menempatkan karya melukiskan atau menggambarkan sesuatu yang menyalahi teosebut. Ia antara lain pernah mesastranya dalam ri marxis," tulisnya. nulis makalah dalam kesemsemboyan atau teriakan Lepas dari itu, komitmen kepatan memberikan prasaran unrakyatan yang mereka bangun tuk sebuah seminar di Fakultas tentang cita-cita yang tampaknya telah menjadi dasar Sastra Universitas Indonesia pamuluk. yang tak pernah hilang dalam da tanggal 26 Januari 1963, deperkembangan realisme sosialis ngan judul Realisme Sosialis dan Indonesia di kemudian hari, kaSastra Indonesia. Selain oleh rena landasan inilah yang kelak Dengan begitu, realisme soPramoedya, klaim realisme sosialis sesungguhnya merupakan menjadi alat pemersatu berbagai sialis juga dipergunakan oleh teori seni yang mendasarkan pa- gaya yang muncul dalam reaLembaga Kebudayaan Rakyat lisme sosialis Indonesia. da kontemplasi dialektik antara (Lekra) sebagai dasar kreatif seniman dan lingkungan sosialMeskipun definisi realisme mereka. Dalam tradisi seni sendiri, ke- nya. Seniman ditempatkan tidak sosialis semacam itu masih deterpisah dari lingkungan temmikian lentur, bisa dicatat selahiran realisme sosialis sebagai patnya berada. Hakikat dari rebagai awal mula realisme sosialis aliran seni agak sulit ditentukan alisme sosialis ini bisa dikatakan muncul sebagai aliran di Indowaktunya secara pasti. Akan nesia, sampai kemudian lahirlah menempatkan seni sebagai watetapi, menurut Pramoedya, reLekra. Kelenturan gaya realisme hana "penyadaran" bagi masyaalisme sosialis diperkirakan rakat untuk menimbulkan kesosialis Lekra bisa dilihat dari muncul sekitar tahun 1905. Datradisi seni rupa mereka, yang lam hal ini Maxim Gorky adalah sadaran akan keberadaan dirimenurut Brita L Miklounya sebagai manusia yang terpengarang yang sering dianggap asing (teralienasi, dalam istilah ho-Maklai dalam Menguak Luka sebagai bapak pendiri realisme marxis) dan mampu menyadari Masyarakat: Beberapa Aspek sosialis. Seni Rupa Kontemporer Indonedirinya sebagai manusia yang Novel-novel Gorky bisa dirusia Sejak 1966, berpangkal pada memiliki kebebasan. juk sebagai awal mula lahirnya Sebelumnya, sejarah dipantelah adanya berbagai gaya, mu--. genre ini. Triloginya yang melai dari gaya realisme (foto) Soliputi novel-novel Childhood, My dang sebagai suatu gerak yang tetap, mutlak, dan alamiah. Peredjojono, bentuk ekspresionis Apprenticeship, dan My Univerkembangan selanjutnya dari caAffandi dan Hendra, ataupun sities memiliki unsur-unsur rera pandang ini adalah munculgaya surealistik Harijadi. Pealisme yang cukup kuat dengan sandaran yang bersifat semi-oto- nya pemahaman baru mengenai gangan umum yang. biasanya disejarah. Sejarah mulai dipangunakan oleh para seniman terbiografi. Atau dengan kata-kata ' sebut adalah prinsip kemanusidang sebagai perubahan yang Pramoedya, "secara otobiografik justru tergantung kepada diri aan, keadilan, dan kepekaan termelukiskan pukulan-pukulan manusia itu sendiri. hadap kehidupan rakyat kecil. dan tindasan-tindasan yang di"Para filsuf hanya memberiDalam Mukaddimah-nya senterimanya dari kelas kapitakan interpretasi berbeda kepada diri, Lekra tak secara spesifik lis-borjuis". dunia, yang perlu adalah mengmenyebut istilah realisme sosiMeski demikian, Gorky tidak alis. Namun, indikasi itu bukanubahnya", itu salah satu bunyi hanya berhenti pada realitas. Tesa-tesa mengenai Feuerbach nya tidak ada. Lihatlah rumus' Gorky mengembangkannya ke arah pemaknaan realitas itu sen- Mara. Manusia, dengan pikiran / an-rumusan yang dicuplik dari dan perbuatannya, mampu meMukaddimah tersebut: "Menyadiri sebagai sebuah proses dinentukan arah dari gerak sejadari bahwa rakyat adalah saalektik untuk menemukan kerah. Sejarah tidak bersifat mantu-satunya pencipta kebudayabenaran. Realitas bukanlah kediri atau berada di luar jangan...", "Lekra membantah penbenaran itu sendiri, melainkan kauan manusia. Dalam arah pedapat kesenian dan ilmu bisa setitik proses menuju kebenarmikiran seperti itulah realisme terlepas dari masyarakat", atau an. Pramoedya menilai, kemasosialis lahir untuk menempat"Lekra menganjurkan untuk tangan realisme sosialis Gorky kan kaum lemah (proletar, damempelajari dan memahami mencapai puncaknya dalam nopertentangan-pertentangan yang vel-novel seperti The Artamono-' lam bahasa marxis) sebagai manusia-manusia penggerak dan berlaku di dalam masyarakat vs dan Mother. penentu arah sejarah. Dan semana pun di dalam hati maAkar realisme cara serta-merta aliran ini nusia...". Seni yang dilihat dari sudut Realisme sosialis lahir sebagai mengambil jarak atau berseberangan dengan tradisi realisme pandang pengertian bentuk tanpenerus tradisi seni kritis, yang terutama merupakan bentuk ba- sebelumnya yang lebih memihak pa-isi merupakan seni yang sekepada golongan penguasa (atau cara terang-terangan ditolak ru dari tradisi realisme yang borjuis), yang kemudian dikenal oleh seniman-seniman Lekra. berkembang di Eropa. Realisme dengan nama realisme borjuis. "Politik sebagai panglhtia" di(klasik), dalam catatan Georg Seperti awal kelahirannya, tempatkan sebagai sebuah stanLukacs, muncul dalam atmosfer "membuyarnya awan mistisisme, masuknya realisme sosialis ke dar bagi penilaian terhadap karIndonesia tidak pernah diketaya seni. Karena itu, seniman tiyang pernah mengelilingi fenohui secara pasti kapan pula wak- dak menempatkan diri sebagai mena sastra dengan warna dan

Sebagai salah seorang sastrawan Indonesia, menurut Umar Kayam, Pramoedya Ananta Toer merupakan seorang figur transisional Umurnya di sekitar angka yang sama dengan kebanyakan sastrawan Angkatan 45, tetapi latar belakang pendidikan (di mana ia tidak termasuk yang bersekolah pada sekolah menengah Belanda) dan latar belakang budaya Jawa-nya yang begitu kuat, membuatnya berbeda dengan anggota lain kelompok tersebut.

pengabdi (melulu) artistik. Kelainkan turun ke sejarah. Ke damerdekaan tidak diartikan seba- sar. Inilah yang kemudian memgai keleluasan beriseng sendiri bentuknya untuk yakin betapa hanya dalam lingkaran kesenian, pentingnya sejarah bagi perkemtanpa menyadari fungsi seni sebangan manusia, di mana seni bagai alat revolusi. Seniman tiyang terlibat di dalamnya juga dak boleh menjadi semacam tidak bisa lepas dari peran penmenara gading kaum elitis, dan ting sejarah. sebaliknya ia harus selalu berNovel sejarah baur dengan rakyat. Para pelukis, misalnya, harus menyempatDengan begitu, dalam karkan diri berada di tengah-tengah ya-karya Pramoedya, tradisi repetani untuk bisa melukiskan alisme tak hanya hadir begitu penderitaan mereka yang melasaja sebagai representasi kenyarat itu, karena anatomi petani taan manusia dan masyarakat berbeda dengan anatomi seutuhnya, atau dalam bentukorang-orang kota. Kegiatan krenya yang semibiografis sebagaiasi senidengan kacamata semana yang diterapkan oleh Gorperti ituakhirnya senantiasa ky, tetapi juga menjelma dalam diverifikasi apakah ia sejalan de- genrenya yang baru: novel sengan motif perjuangan kelas jarah. atau tidak. Suatu motif yang keDalam studinya mengenai nomudian dikenal sebagai gerakan vel sejarah (Eropa), Lukacs "turba" atau turun ke bawah. memperkirakan kebangkitan noPramoedya sendiri memavel sejarah berawal pada abad hami gerakan turun ke bawah kesembilan belas menyusul ketidak dalam makna yang sesem- jatuhan Napoleon. Memang ada pit itu. Bagi Pramoedya, turun novel sejarah sebelumnya, tetapi ke bawah adalah ibarat kembali selalu dalam bentuk adaptasi seke dunia desa. Lebih jauh lagi, jarah klasik dan mitologi. Sejak kembali ke dunia cikal-bakal de- masa Napoleon, sejarah tak hasa. Bukan turun ke bawah, menya merupakan sejarah bagi

orang besar, tetapi juga merupakan pengalaman sejarah bagi sebuah bangsa hingga ke stratanya yang paling bawah. "Untuk pertama kali mereka mengalami Perancis sebagai negara mereka sendiri, sebagai tanah air yang mereka ciptakan sendiri." Sejak itu pula, dalam sastra, sejarah juga dihadirkan sebagai pengalaman massa. Inilah tren kelahiran novel sejarah yang dimaksud Lukacs. Dalam novel sejarah Sir Walter Scott, Waverley, misalnya, peristiwa Revolusi Perancis menghasilkan transformasi ekonomi dan politik hampir ke seluruh Eropa. Perubahan-perubahan ekonomi politik ini diterjemahkan Scott ke dalam nasib manusia, lebih tepatnya, menukik jauh ke psikologi manusia. "Dalam penggambaran Scott, kebutuhan akan sejarah selalu merupakan sebuah hasil, bukan suatu anggapan; itu merupakan atmosfer tragis dari sebuah periode, dan bukan obyek refleksi seorang penulis," Lukacs menyimpulkan. Dalam novel sejarahnya, Pra-

moedya juga menampilkan tokoh "orang-orang biasa" (meski dalam Amk Dedes, Pramoedya datang dengan pahlawan istana). Sejarah dilihat secara totalitas dalam Tetralogi Buru, misalnya. Dalam kuartet tersebut, Pramoedya tak hanya menampilkan sosok Minke, sang pengubah sejarah. Sosok pahlawan pengubah sejarah telah hadir dalam roman-roman sejarah bahkan mite-mite klasik, juga dalam tradisi romantik. Akan tetapi, dalam Pramoedya, Tetralogi Buru tak hanya merupakan kisah mengenai Minke, tetapi juga mengenai nasib sebuah bangsa, jika tidak bisa disebut nasib bangsa-bangsa (dalam bagian Anak Semua Bangsa diperlihatkan bahwa pergolakan utama kisah ini juga meliputi kebangkitan nasional di China, semangat Revolusi Perancis, kemenangan Jepang atas Rusia, dan lain sebagainya). Pengalaman sejarah tak hanya milik Minke, tapi juga orang-orang di sekitarnya. Mereka semua merasakan "atmosfer tragis dari sebuah periode" sebagaimana diungkapkan Lukacs di atas. Ini benar, hampir dalam semua karya Pramoedya, tokoh-tokoh protagonisnya hadir untuk berjuang demi cita-citanya secara gigih, tetapi kemudian secara terpaksa menyerah kepada kenyataan yang ada. Sejarah Pramoedya bukanlah sejarah orang-orang yang menang (kecuali, sekali lagi dalam Amk Dedes). Lihat, misalnya, tokoh Wiranggaleng dalam roman Arus Balik. Juga tokoh Den Hardo dalam roman Perburuan yang, meskipun berhasil melihat kemerdekaan Indonesia yang diidam-idamkannya, harus ditebus dengan sangat mahal oleh kematian kekasihnya di depan mata. Pramoedya sering kali memang tidak menempatkan karya sastranya dalam semboyan atau teriakan tentang cita-cita yang muluk. Yang terpenting bagi dirinya adalah bangkitnya kesadaran pembaca (masyarakat) akan tanggung jawab sebagai manusia untuk keadilan dan kebenaran.
EKA KURNIAWAN Penulis Novel dan Cerita Pendek

Anda mungkin juga menyukai