Anda di halaman 1dari 4

Evaporator

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Salah satu jenis evaporator, yaiturotary evaporator

Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap.[1]Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, untuk menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan.[2] Evaporator umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas, bagian evaporasi (tempat di mana cairan mendidih lalu menguap), dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke dalam kondenser (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya.[2] Hasil dari evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan atau larutan berkonsentrasi.[1] Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja terdiri dari beberapa komponen volatil (mudah menguap).[1] Evaporator biasanya digunakan dalam industri kimia dan industri makanan.[1] Pada industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air asin jenuh (merupakan contoh dari proses pemurnian) dalam evaporator.[1] Evaporator mengubah air menjadi uap, menyisakan residu mineral di dalam evaporator.[1] Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah dihilangkan garamnya.[1] Pada sistem pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas oleh cairan pendingin yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi panas).[1] Evaporator juga digunakan untuk memproduksi air minum, memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi lain.[1]
[sunting]Jenis-jenis

Evaporator dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Submerged combustion evaporator adalah evaporator yang dipanaskan oleh api yang menyala di bawah permukaan cairan, dimana gas yang panas bergelembung melewati cairan.[1]

Direct fired evaporator adalah evaporator dengan pengapian langsung dimana api dan pembakaran gas dipisahkan dari cairan mendidih lewat dinding besi atau permukaan untuk memanaskan.[1]

Steam heated evaporator adalah evaporator dengan pemanasan stem dimana uap atau uap lain yang dapat dikondensasi adalah sumber panas dimana uap terkondensasi di satu sisi dari permukaan pemanas dan panas ditranmisi lewat dinding ke cairan yang

mendidih.[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Evaporator

The main components of a rotary evaporator are: 1. A motor unit that rotates the evaporation flask or vial containing the user's sample. 2. A vapor duct that is the axis for sample rotation, and is a vacuum-tight conduit for the vapor being drawn off of the sample. 3. A vacuum system, to substantially reduce the pressure within the evaporator system. 4. A heated fluid bath (generally water) to heat the sample. 5. A condenser with either a coil passing coolant, or a "cold finger" into which coolant mixtures such as dry ice and acetone are placed. 6. A condensate-collecting flask at the bottom of the condenser, to catch the distilling solvent after it re-condenses. 7. A mechanical or motorized mechanism to quickly lift the evaporation flask from the heating bath.

cara kerja Rotary Evaporator Agar dapat menjawab pertanyaan juri dalam lomba nanti, tidak lupa saya menelipkan cara kerja alat penguap Rotary Evaporator dalam makalah saya berikut penjelasan alat ini : Rotary evaporator menggunakan prinsip vakum distilasi. prinsip utama alat ini terletak pada penurunan tekanan sehingga pelarut dapat menguap pada suhu dibawah titik didihnya. rotary evaporator ini lebih di sukai karena mampu menguapkan pelarut dibawah titik didih sehingga zat yang terlarut dalam pelarut tidak rusak oleh suhu tinggi. CARA KERJA ALAT INI :

Sample atau ekstrak cair yang ingin di uapkan di masukan kedalam labu alas bulat dengan volume 2/3 bagian dari volume labu alas bulat yang digunakan. kemudian waterbath di panaskan sesuai dengan suhu pelarut yang digunakan. setelah suhu tercapai, labu alas bulat yang telah terisi sample atau ekstrak cair di pasang dengan kuat pada ujung toror yang menghubungkan dengan kodensor. aliran air pendingin dan pompa vakum di jalankan, kemudian tombol rotor diputar dengan kecepatan tertentu (5-8 putaran). Proses penguapan ini dilakukan hingga memperoleh ekstrak yang ditandai dengen terbentuknya gelembung- gelembung udara yang pecah pada permukaan ekstrak atau jika sudah tidak ada lagi pelarut yang menetes pada alas bulat penampung. Setelah proses penguapan selesai, Rotary Evaporator di hentikan dengan cara terlebih dahulu dilakukan pemutaran tombol rotor ke arah nol ( menghentikan putaran rotor ) dan temperatur pada watherbath di nol kan. Pompa vakum di nol kan, kemudian pompa labu alas bulat di keluarkan setelah sebelumnya kran mengetur tekanan pada ujung kondensor di buka., http://putrinurulmuthia.blogspot.com/2011/02/cara-kerja-rotary-evaporator.html

http://blogkita.info/rotary-evaporator/

Anda mungkin juga menyukai