Anda di halaman 1dari 15

1.

Merjer dan Akuisisi, Restrukturisasi dan Pengendalian Perseroan


Filed under: Manajemen Keuangan 3 Comments January 12, 2009 MERJER DAN PENGAMBILALIHAN Ada beberapa perbedaan antara tipe-tipe merjer dan pengambilalihan. Paling umum, merjer berarti setiap transaksi yang membentuk satu unit ekonomi dari dua atau lebih unit sebelumnya. Merjer horizontal adalah pada industri yang sama. Merjer vertikal adalah diantara tahap-tahap yang berbeda dalam suatu industri tertentu, perusahaan baja dapat memadukan dengan pertambangan biji besi dan produk baja. Merjer konglomerat melibatkan perusahaan dalam industri yang tidak berkaitan. Akuisisi biasanya mengambil bentuk suatu penawaran tender. Dalam suatu penawaran tender, suatu pihak umumnya suatu perseroan yang berusaha mendapatkan pengendalian dalam perusahaan lain, meminta para pemegang saham untuk menjual lembaran saham mereka dalam perusahaan sasaran. Teknik yang digunakan untuk menghubungi para pemegang saham disebut Saturday night special Dari sudut pandang akuntansi, ada perbedaan antara pembelian dan penggabungan kepentingan. Pembelian umumnya mengacu pada akuisisi atas kesatuan yang jauh lebih kecil yang terserap ke dalam perusahaan pengakuisisi. Penggabungan kepentingan merupakan penggabungan dua perusahaan yang ukuran-ukuran tingkatnya tidak berbeda jauh. Dalam menelaah merjer dan pengambilalihan, penting untuk mengetahui perbedaan antara pengambilalihan bersahabat dan pengambilalihan paksa. Karena pada merjer biasanya terdapat satu tawar menawar dan pembayaran dilakukan dengan saham. Penawar umumnya dalam satu industri yang matang, mempunyai kas surplus, dan mencari sasaran dengan peluang pertumbuhan yang memerlukan kas. Penawaran tender yang dapat dilakukan dengan bersifat paksa atau bersahabat. Penawaran paksa biasanya ditolak dan menimbulkan banyak penawaran. Perusahaan sasaran dalam penawaran paksa biasanya mempunyai kinerja dibawah rata-rata industri dan nilai pasar sekuritassnya lebih rendah daripada biaya pengganti aktivanya. Merjer bersahabat sasaran seing kali lebih tinggi kinerjanya dari pada rata-rata industri dengan nilai pasar sekuritas lebih besar daripada biaya pengganti aktivanya. GERAKAN MERJER TAHUN DELAPANPULUHAN Meskipun ada banyak perbedaan antara merjer dan pengambilalihan dan antara pengambilalihan paksa dan bersahabat, data seri waktu dari aktivitas tersebut menggabungkannya dalam istilah umum, yaitu aktivitas merjer. Gerakan pengambilalihan dan restrukturisasi tahun 1980-an ditimbulkan oleh dua perangkat kekuatan utama, satu berkaitan dengan masalah fundamental mengenai peraturan perseroan. Dan kedua adalah berubahnya lingkungan ekonomi, politis, dan kebudayaan.

Masalah pengaturan dan pengendalian perseroan 1. pemisahan kepemilikan dan pengendalian. Dominasi manajemen atas dewan direksi yang dianggap memantau dan memegang kendali atas nama pemegang saham. 2. masalah keagenan. Pertentangan antara merjer dan pemilik. Manajemen berkuasa. Tidak adanya kekuatan efisiensi. 3. sistem perencanaan dan pengendalian yang statis. Penumpukan dalam rencanarencana segmen, sasaran mudah. 4. arus kas internal tidak tergantung pada disiplin pasar modal. Segmen-segmen yang lemah seringkali menjadi disubsidi. Segmen yang kuat mungkin tidak berprestasi sampai potensinya dan nilainya bagi yang lain. 5. kenglomerasi yang berlebihan. Aktivitas tak berkaitan menyulitkan untuk mengelola secara efisien. Diperburuk dengan tidak adanya perangsang untuk mendorong manajer segmen untuk berpikir seperti pemilik yang berwiraswata. TEORI RESTRUKTURISASI 1. manajemen yang tidak efisien Peniadaan manajemenyang tidak efisien melalui merjer atau penawaran tender akan merupakan keuntungan dalam efisiensi. Paling tidak terdapat dua aspek yang mencakup. Efisiensi diferensial. Teori yang paling umum dari merjer melibatkan efisiensi diferensial. Jika ada perusahaan A yang kurang efisien dan perusahaan B yang efisien, maka merjer yang dilakukan akan menuntut untuk efisiensi yang mengacu pada perusahaan B. Dimana efisiensi ekonomi diusahakan melalui merjer. Manajemen yang tidak efisien. Manajemen yang tidak efisien dapat merupakan menajemen yang tidak kompeten dalam pengertian mutlak atau menyeluruh. Hampir setiap orang dapat melakukan hal lebih baik. Atau dapat dikatakan jika manajemen tidak melakukan sebesar potensi dari yang ia miliki. Dan mungkin kelompok lain dapat mengelola aktiva yang ada secara lebih efektif. 1. sinergi operasi Sinergi operasi atau ekonomi operasi dapat berupa merjer horisontal atau vertikal. Dalam merjer horisontal, sumber-sumber ekonomi operasi haruslah menghasilkan suatu bentuk dalam skala ekonomi. Bidang lain untuk mencapai suatu ekonomi operasi yaitu dengan merjer vertikal dengan menggabungkan tahap-tahap yang berbeda-beda dari suatu bidang industri menjadi suatu kesatuan akan membuahkan kinerja yang lebih efisien dari tahaptahap industri tersebut.

1. sinergi keuangan Sinergi keuangan menyangkut soal teori keuangan yang belum terselesaikan. Sinergi keuangan menolak pendapat orang bahwa fungsi biaya modal akan menurun karena beberapa alasan tertentu. Bila aliran arus kas dari perusahaan tidak berkaitan secara amat ketat kemungkinan kepailitan dapat menjadi rendah. Hal ini berarti bahwa nilai sekarang dari kepailitan menjadi lebih rendah. Teori keuangan lain menyebutkan bahwa penawar mempunyai kelebihan arus kas, tetapi kekurangan peluang investasi yang baik. Sebaliknya sasaran dikatakan memerlukan dana tambahan untuk membiayai setumpuk peluang investasi pertumbuhan yang tersedia. 1. penyusunan kembali strategi Literatur perencanaan strategis jangka panjang telah meledak dalam tahun-tahun terakhir. Leiteratur ini berkaitan dengan diversifikasi dan restrukturisasi. Pendekatan perencanaan strategis pada merjer tampaknya menyiratkan baik kemungkinan ekonomi skala atau pemanfaatan kapsitas yang tidak digunakan dalam kemampuan manajerial perusahaan saat ini. Dasar pemikiran lain adalah bahwa dengan diversifikasi eksternal, perusahaan mengakuisisi keterampilan manajerial untuk peningkatan kemampuan saat ini. 1. penilaian terlalu rendah 1) hasil jangka pendek lawan program investasi jangka penjang

masalahnya adalah bahwa pengikut serta pasar, khususnya investor lembaga, menekankan prestasi laba jangka pendek. Akibatnya, dinyatakan bahwa perseroan dengan program investasi jangka panjang dinilai terlalu rendah. Bila perusahaan dinilai terlalu rendah, mereka menjadi sasaran yang menarik bagi pembajak, yaitu perusahaan lain yang dengan sumebr daya besar berada ditangannya. 2) pasar dibawah biaya pengganti.

Satu alasan bahwa perusahaan telah meningkatkan program diversifikasi adalah bahwa dalam tahun-tahun terakhir jalan masuk ke daerah pasar produk baru dapat dicapai lewat dasar pertukaran. 1. informasi dan pemberi tanda pengumuman aktivitas restrukturisasi dapat menyampaikan informasi dan/atau tanda kepada pengikut serta pasar. Sebagai contoh, pengumuman suatu merjer atau penawaran tender dapat menyampaikan informasi bahwa perusahaan sasaran duduk ditambang emas atau menandakan bahwa manajemen lama akan menerima tendangan dari belakang pemilik baru. Variasi ini menandakan bahwa dengan merjer atau penawaran tender arus kas masa depan akan meningkat dan bahwa nilai masa depan juga akan meningkat sejalan dengan itu.

1. masalah keagenan dan manajerialisme Jensen dan Meckling (1976) merumuskan implikasi dari masalah organisasi. Masalah yang ditimbulkan pada saat para manajer hanya bisa memiliki sebagian saja dari saham yang beredar. Kepemilikan saham yang kecil bisa menyebabkan para manajer bekerja kurang bergairah dibanding yang lain dan/atau bekerja dengan fasilitas yang berlebihan (kantor yang mewah, mobil perusahaan, bonus dan kenaggotaan di klub-klub khusus, dsb). Dan semua ini akhirnya menjadi beban bagi para pemegang saham. 1) melindungi atau membangun kerajaan

Suatu varian dari masalah keagenan adalah teori manajerialisme dari merjer konglomerat yang dikemukakan oleh Mueller (1969). Ia menghipotesiskan bahwa para manajer dimotivasikan menigkatkan lebih lanjut ukuran perusahaan mereka. Ia mengasumsikan bahwa kompensasi manajemen merupakan fungsi dari ukuran perusahaan dan menyatakan bahwa manajer menggunakan tingkat halangan investasi yang terlalu rendah. Tetapi, Lewellen dan Huntsman (1970) menyatakan temuan-temuan bahwa kompensasi manajer berkaitan cukup erat dengan tingkat laba perusahaan selain dengan tingkat penjualan. Kompensasi dari para manajer mungkin tidak memotivasikan prefernsi untuk ukuran yang lebih tinggi. Akan tetapi, pengaruh-pengaruh lain seperti kekuatan manajerial dan prestise mungkin bertalian dengan perusahaan. 2) teori arus kas bebas

teori arus kas bebas dari Jensen (1986,1988) didasarkan pada pertentangan kepentigan yang melekat diantara para manajer dan pemegang saham. Teori ini menggunakan teori Mueller bahwa manajer berusaha melindungi atau membangun kerajaan mereka untuk menngkatkan gaji dan keuntungan. 1. penyusunan kembali insentif manajerial karena kemungkinan perbedaan kepentingan antara manajer dan pemegang saham yang diuraikan oleh keganenan, kinerja perusahaan bersangkutan dapat ditingkatkan jika manajer dibuat agar berpikir seperti pemilik. Jika dengan restrukturisasi atau mengubah kontrak kompensasi manajerial posisi kekayaan dari para manajer banyak dipengaruhi oleh tingkat harga saham perusahaan. Motif para manajer untuk meningkatkan nilai saham biasa untuk pemegang saham dapat diperkuat. 1. kutukan bagi pemenang kesombongan kutukan bagi para pemenang terjadi bila penawaran untuk suatu obyek yang bernilai, nilainya tidak pasti. Jika nilai yang benar dari obyek itu sama bagi semua penawar, maka pemenang dari lelang itu mungkin adalah penawar yang membuat kesalahan positif terbesar dalam mengestimasi nilai dari obyek tersebut. 1. kekutan pasar

restrukturisasi dan perubahan pengendalian belum mempunyai dampak yang besar pada konsentrasi dalam perkonomian. Baik konsentrasi pada masing-masing industri maupun konsentrasi agregat yang diukur dengan posisi pada 100, 200, dan 300 perusahaan puncak tidak banyak berubah pada suatu tingkat yang signifikan. 1. pertimbangan pajak teori merjer yang lain menyatakan bahwa pengaruh pajak merupakan faktor motivasi yang penting dalam beberapa kasus. Sinergi pajak adalah bahwa merjer mempermudah pemanfaatan pelindung pajak yang belum sepenuhnya tersedia karena tidak adanya transaksi akuisisi. Pengaruh pajak dapat membuat investasi marjinal lebih menguntungkan atau sebaliknya dapat membuat transaksi yang dapat diterima menjadi dibatalkan. Ada tiga tipe reorganisasi pajak. Tipe A mencakup merjer statuter (dimana perusahaan sasaran diserap oleh perusahaan pengakuisisi) dan konsolidasi (kedua perusahaan membubarkan diri dan membentuk kesatuan baru) dengan persetujuan dari pemegang saham perusahaan. Reorganisasi tipe B sasaran dapat dilikuidasi kedalam perusahaan pengakuisisi tau dipertahankan sebagai kesatuan operasi yang berdiri sendiri. Reorganisasi tipe C adalah transaksi saham untuk aktiva dengan syarat bahwa paling sedikit 80 persen dari nilai pasar wajar kekayaan diakuisisi. 1. redistribusi penghematan pajak merupakan suatu bentuk redistribusi dari pemungut pajak kepada yang memperoleh keringanan pajak. Bentuk lain dari redistribusi dapat terlibat beberapa pendapat bahwa keuntungan bagi pemegang saham merupakan redistribusi dari sejumlah pemegang resiko lainnya. Yang mencakup pemegang nilai obligasi dalam bentuk nilai yag berkurang, tenaga kerja dalam bentuk pengurangan upah dan/atau pengurangan tenaga kerja, dan konsumen dalam bentuk penawaran yang terbatas dan/atau harga yang lebih tinggi. BENTUK RESTRUKTURISASI DAN HASIL-HASILNYA Perluasan Journal of economic mempublikasikan suatu ringkasan lengkap mengenai studi atas merjer dan penawaran tender dalam tahun 1983. dalam karangan ringkasnya yang komprehensif, Jensen dan Ruback (1983) mengkaji ulang 13 studi dengan data samperl yang sebagian besar pada akhir 1970an. Enam dari studi itu adalah merjer dan tujuh adalah penawaran dengan tender.tabel ihtisar dari Jensen dan Ruback menunjukan hasil pengembalian positif 30 persen pada pemegang saham sasaran dalam penawaran tender yang berhasil dan pengembalian yang agak lebih rendah sebesar 20 persen pada sasaran merjer yang berhasil.

Dalam ihtisar bukti-buktinya, Jensen dan Ruback (1983) menyimpulkan bahwa kelebihan hasil pengembalian pada perusahaan penawar dalam penawaran tender yang berhasil adalah positif 4 persen. Beberapa pengaruh juga negatif yang potensial dari aktivitas merjer dan pengambilalihan juga telah terjadi. Ini mencakup kemungkinan tekanan yang tak patut pada manajemen untuk berprestasi baik dalam jangka pendek, pengaruh yang mengganggu dari pergeseran kepemilikan, pengurangan tenaga kerja, dan leverage yang berlebihan dengan kemungkinan kenaikan dalam stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Jual cepat Dua jenis utama jual cepat (sell-offs) adalah pemilahan dan pelepasan kepentingan. Pemilahan merupakan aktivitas membentuk suatu usaha baru dengan saham dibagi atas dasar paro rata kepada pemegang saham perusahaan induk jadi pemegang saham yang ada mempunyai proprosi kepemilikan yang sama dalam kesatuan yang baru seperti perusahaan semula. Pelepasan kepentingan adalah kelompok transaksi lain dimana kas masuk kedalam perusahaan. Pada dasarnya pelepasan kepentingan melibatkan penjualan sebagian perusahaan ke pihak luar ketiga. Suatu pelepasan saham melibatkan penjualan sebagian perusahaan melalui suatu penawaran ekuitas atas saham dalam kesatuan baru kepada pihak luar. Suatu kesatuan hukum da kelompok pengendali baru diciptakan. Perubahan dalam struktur kepemilikan Pembelian kembali saham merupakan cara alternatif untuk mengadakan payout kepada pemegang saham. Penawaran tender kas untuk membeli kembali saham menghasilkan hasil pengembalian abnormal positif yang signifikan kepada pemegang saham sekitar 13 sampai 15 persen. Hasil pengembaliannya bahkan lebih tinggi dari itu bila dibiayai dengan hutang daripada kas dengan kas. Baik pemegang saham yang mentender ataupun yang tidak mentender mendapat manfaat. Penawaran merupakan suatu cara bagi perusahaan untuk mengubah struktur modalnya sekaligus menjaga kebijakan investasi tidak berubah. Penawaran hutang untuk saham biasa mempunyai pengaruh meningkatkan leverage dan begitu pula sebaliknya. Go Private dan Leverage Buyout Going private mengacu pada tranformasi perseroan publik menjadi perusahaan yang dimiliki swasta. Leverage Buyout adalah akuisisi, yang dibiayai sebagian besar oleh pinjaman, atas saham atau aktiva dari perusahaan yang saat itu merupakan perusahaan publik oleh sekelompok kecil investor. Kelompok pembeli dapat disponsori oleh spesialis buyout atau oleh bank investasi. Kenaikan leverage tampaknya bukan merupakan motif yang strategik dalam LBO. Sekalipun leverage menigkat pada pembentukan LBO, hal itu secara tajam berkurang dalam tahun-tahun sesudahnya. Pengeluaran kas leverage (rekapitalisasi defensif) adalah

suatu teknik yang relatuf baru ari restruksturisasi keuangan yang dikembangkan pertama kali oleh Goldman Sachs untuk multimedia pada tahun 1985. hal itu dipandang sebagai taktik bertahan karena dalam sebagian besar kasus pengeluaran kas terleverage telah digunakan sebagai jawaban atas tawaran pengambilalihan. ESOP Suatu rencana kepemilikan saham karyawan (employee stock ownership plan), yang dibahas secara singkat adalah suatu jenis saham yang menginvestasikan terutama pada sekuritas dari perusahaan majikan yang mensponsori. Suatu kenikan drmatis dalam penggunaan ESOP sebagai pertahanan pengambilalihan terjadi dalam tahun 1989. Misalnya sebagai suatu jawaban atas suatu penawaran tender oleh Shamrock Holdings (wahana untuk investasi keluarga Roy E, Disney, keponakan mendiang Walt Disney), polaroid menetapkan suatu ESOP yang memegang 14 persen dari saham biasa Polaroid. Konsekuensi ekonomi yang lebih luas dari ESOP juga telah dianalisis (Chen dan Kensinger 1988). Jika manajemen juga mengendalikan ESOP yang telah diciptakan, tidak ada kenaikan dalam pengaruh karyawan atas perusahaan. Sekalipun karyawan dapat menerima saham yang dapat dijual, penambahna pada kekayaan mereka seceara relati kecil mungkin. Jumlah yang diterima mungkin tidak mencukupi untuk mencapai hubungan yang harmonis antara pekerja dan manajemen. Isyu Pengendalian Perseroan Set keempat dari restrukturisasi bersangkutan dengan isyu pengendalian perseroan. Kita pertama memperhatikan hak suara yang tidak sama. Dalam banyak perseroan terdapat saham kelas A dan B. Biasanya saham kelas A mempunyai hak dividen yang lebih unggul tetapi hak yang lebih rendah untuk suara. Saham kelas B mempunyai hak suara unggul tetapi dengan deviden yang terbatas. Suatu cara untuk membentuk dua kelas saham adalah dengan rekapitalisasi dua kelas. Proporsi yang tinggi dari perusahaan dua kelas kemudian menerbitkan sekuritas ekuitas. Bukti-bukti itu menyatakan bahwa perusahaan dua kelas memiliki peluang pertumbuhan masa depan yang lebih besar daripada LBO. Kontes proksi juga merupakan bentuk lain dari perebutan pengendalian. Kontes proksi adalah upaya dari kelompok saham yang tidak setuju untuk mendapatkan wakil dewan direktur. Kontes proksi atas hak untuk mengendalikan menaikkan kemungkinan bahwa aktiva perseroan akan ditransfer k penggunaan yang bernilai lebih tinggi. Hal itu melaksanakan suatu peranan disipliner yang penting dan efektif dalam pasar tenaga kerja manajerial. Akhirnya hal itu memberikan pendekatan lain pada aktivitas pengambilalihan. PERTAHANAN ATAS MERJER

Sejalan dengan inovasi-inovasi keuangan yang merangsang pengambilalihan dan restrukturisas, gerakan perlawanan telah berkembang dalam bentuk pertahanan merjer. Jenis pertahanan merjer dapat dikelompokkan dalam 5 kategori; (1) restrukturisasi defensif, (2) pil racun, (3) put racun, (4) amandemen anti pengambilalihan, dan (5) parasut emas. Restrukturisasi defensif mengambil banyak bentuk. Salah satunya adalah kebijakan bumi yang memanas, yang berarti mengadakan hutang yang besar menjual segmen atraktif dari perusahaan dan menggunakan dana yang baru diakuisisi untuk mengumumkan dividen yang besar bagi pemegang saham yang ada. Yang kedua mahkota berlian. Yang ketiga mengkonsolidasikan blok suara yang digabungkan pada manajemen sasaran. Yang keempat pembelian kembali saham tanpa penjualan manajemen. Metode kelima, menerbitkan ekuitas baru kepada pihak-pihak yang bersahabat kepada manajemen. Keenam, mencipatakan halangan yang spersifik bagi penawar. Pil racun (poison pil) adalah jaminan atau saham preferen konvertibel bagi pemegang saham yang ada, dengan memberikan mereka hak untuk membeli sekuritas perusahaan yang bertahan hidup pada harga yang sangat rendah pada hal merjer. Jenis ketiga dari pertahanan merjer didorong oleh penurunan dalam nilai obligasi sebagai hasil dari leveraged buyout. Kelompok keempat terdiri dari banyak jenis amandemen anti pengambilalihan. Salah satunya adalah provisi harga wajar, yang menetapkan bahwa semua pemegang saham harus menerima suatu harga yang seragam dan wajar. Jenis pertahanan merjer utama yang kelima adalah perasut emas yaitu pemisahan provisi dari suatu kontrak tenaga kerja yang menetapkan pembayaran bagi para manajer menurut klausul perubahan pengendalian. Biasanya yang dilakukan adalah pembayaran sekaligus. Dasar pemikirannya adalah untuk membantu mengurangi pertentangan kepentingan antara pemegang saham dan manajer dan situasi perubahan. EVALUASI Beberapa generalisasi dari gerakan restrukturisasi tahun 1980an adalah mungkin. Aktivitas M & A harus merupakan bagian dari strategi rencana jangka panjang. Strategi itu adalah yang pertama dan aktivitas pengambilalihan harus ditempatkan dalam kerangka perencanaan jangka panjang. Kriterianya haruslah bahwa perusahaan yang diakuisisi harus bernilai lebih tinggi sebagai bagian dari perusahaan pengakuisisi daripada dibiarkan berdiri sendiri atau dibeli oleh perusahaan lain. Ini merupakan cara penting untuk menghindarkan membayar terlalu banyak. PERUSAHAAN INDUK Banyak keunggulan dan kelemahan dari perusahaan induk yang sifatnya kurang lebih sama seperti dalam operasi perusahaan berskala.sebuah perusahaan diorganisir menurut divisi-divisi atau dengan masing-masing divisi berdiri sebagai perusahaan yang terpisah, tidak mempengaruhi alasan dasar untuk beroperasi dalam skala besar, dengan banyak jenis produk atau dengan banyak pabrik. Tetapi bentuk perusahaan induk dari duatu

operasi skala besar memiliki keunggulan dan kelemahan yang berbeda dengan sebuah perusahaan yang terdiri dati berbagai divisi tapi operasinya terpadu. Keunggulan Sistem Perusahaan Induk

Pengendalian melalui kepemilikan sebagian Mengisolasi risiko Tidak melalui persetujuan

Kelemahan Sistem Perusahaan Induk


Terkena pajak ganda sebagian Mudah dibubarkan Risiko piramida berlebih

Pendekatan Tradisional Pada Harga Akuisisi Untuk tiap-tiap merjer yang telah direalisasikan, pastilah sebelumnya menemukan kegagalan dalam negosiasi. Negosiasi akan mengalami jalan buntu jika operasi perusahaan itu tidak bersesuaian atau kalau masing-masing pihak tidak dapat menyepakati ketentuan-ketentuan merjer. Ketentuan yang terpenting adalah berapa harga yang akan dibayarkan perusahaan yang bertindak sebagai pembeli. Pengaruh Pada Harga an Laba Merjer dapat membawa pengaruh positif atau negatif terhadap laba, pada harga pasar saham, atau pada keduanya. Pendekatan tradisional adalah untuk melihat dampak merjer yang diusulkan pada laba per saham (EPS). Seperti dalam bab sebelumnya dijelaskan bahwa dalam melakukan investasi harus memperhatikan dampak nilai pasar baik sebelum dan sesudah merjer demi memaksimumkan nilai pasar. Faktor Kuantitatif Yang Mempengaruhi Ketentuan Merjer

Laba dan pertumbuhan laba Dividen Nilai pasar Nilai buku per saham Aktiva lancar bersih per saham

Faktor Kualitatif Kadang pengaruh yang paling penting dalam penentuan sebuah merjer tidak tercermin dalam data kualitatif histories dalam perusahaan tersebut. Merjer yang berhasil adalah merjer yang dapat menghasilkan apa yang disebut sinergistik atau pengaruh. Dengan adanya penggabungan dua perusahaan dapat diperoleh laba yang lebih besar dibandingkan dengan laba jika masing-masing perusahaan itu beroperasi sendiri-sendiri.

2.

Merger
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Merger adalah proses difusi atau penggabungan dua perseroan dengan salah satu di antaranya tetap berdiri dengan nama perseroannya sementara yang lain lenyap dengan segala nama dan kekayaannya dimasukan dalam perseroan yang tetap berdiri tersebut. Merger terbagi menjadi tiga, yaitu:

Merger horizontal, adalah merger yang dilakukan oleh usaha sejenis (usahanya sama), misalnya merger antara dua perusahaan roti, perusahaan sepatu. Merger vertikal, adalah merger yang terjadi antara perusahaan-perusahaan yang saling berhubungan, misalnya dalam alur produksi yang berurutan. Contohnya: perusahaan pemintalan benang merger dengan perusahaan kain, perusahaan ban merger dengan perusahaan mobil. Konglomerat ialah merger antara berbagai perusahaan yang menghasilkan berbagai produk yang berbeda-beda dan tidak ada kaitannya, misalnya perusahaan sepatu merger dengan perusahaan elektronik atau perusahaan mobil merger dengan perusahaan makanan. Tujuan utama konglomerat ialah untuk mencapai pertumbuhan badan usaha dengan cepat dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Caranya ialah dengan saling bertukar saham antara kedua perusahaan yang disatukan.

Bentuk Penggabungan Badan Usaha


Bentuk kerja sama atau penggabungan badan usaha di antaranya sebagai berikut.

Trust

Trust adalah peleburan beberapa badan usaha menjadi sebuah perusahaan yang baru, sehingga diperoleh kekuasaan yang besar dan monopoli. Contoh: Bank Mandiri merupakan gabungan dari Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Pembangunan Indonesia, Bank Ekspor Impor Indonesia

Kartel

Kartel adalah bentuk kerja sama antara beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan, memperkecil kondisi

persaingan, dan memperluas atau menguasai pasar. Macam-macam kartel yang sering dijumpai antara lain: 1. Kartel wilayah adalah penggabungan yang didasarkan pada perjanjian pembagian wilayah atau daerah penjualan dan pemasaran barangnya 2. Kartel produksi adalah penggabungan yang bertujuan untuk menyelenggarakan produksi bersama secara massal, tetapi masing-masing perusahaan ditetapkan batas jumlah produksi yang diperbolehkan (kuota produksi) 3. Kartel bersyarat atau kartel kondisi adalah penggabungan dengan menetapkan syarat-syarat penjualan, penyerahan barang, dan penetapan kualitas produksi 4. Kartel harga adalah penggabungan dengan menetapkan harga minimum dari produk yang dihasilkan masing-masing anggota 5. Kartel pembelian dan penjualan adalah penggabungan untuk pembelian dan penjualan hasil produksi, agar tidak terjadi persaingan.

Holding Company

Holding Company adalah suatu PT yang besar yang menguasai sebagian besar sero atau saham perusahaan lainnya. Meskipun secara yuridis badan usaha yang dikuasai tetap berdiri sendiri namun diatur dan dijalankan sesuai dengan kebijakan PT yang menguasai.

Concern

Sebenarnya concern sama halnya dengan holding company, yaitu memiliki sebagian besar saham-saham dari beberapa badan usaha. Perbedaannya adalah holding company sering berbentuk PT, sedangkan concern sering dimiliki perseorangan, yaitu seorang hartawan yang mempunyai modal yang amat besar.

Corner dan Ring

Corner dan ring adalah penggabungan beberapa badan usaha yang tujuan mencari keuntungan besar, dengan cara menguasai penawaran barang untuk memperoleh monopoli dan menaikkan harga.

Syndicate

Syndicate adalah kerja sama sementara oleh beberapa badan usaha untuk menjual atau mengerjakan suatu proses produksi.

Joint Venture

Joint venture adalah penggabungan beberapa badan usaha untuk mendirikan satu bentuk usaha bersama dengan modal bersama pula, dengan tujuan untuk menggali kekayaan alam dan mendidik tenaga ahli untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Production Sharing

Production sharing adalah kerja sama bagi hasil antara pihak-pihak tertentu.

Waralaba (Franchise)

Waralaba merupakan sistem usaha yang tidak memakai modal sendiri, artinya untuk membuka gerai waralaba cukup menggunakan modal milik investor lain. Seorang franchise (pembeli usaha waralaba) harus memenuhi syarat-syarat khusus yang ditetapkan oleh franchisor (perusahaan waralaba), karena pada franchise akan menggunakan merek yang sama dengan franchisor sehingga harus memiliki standar yang sama. Keuntungan yang diperoleh investor waralaba antara lain terhindar dari biaya trial and error, karena sudah terlebih dahulu dikeluarkan oleh pemilik usaha.

3. Integrasi sosial
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi. Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :

Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu

Sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan. Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya. Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktur sistem sosial senantiasa terintegrasi di atas dua landasan berikut :

Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan) di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental (mendasar) Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation). Setiap konflik yang terjadi di antara kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan segera dinetralkan oleh adanya loyalitas ganda (cross-cutting loyalities) dari anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.

Penganut konflik berpendapat bahwa masyarakat terintegtrasi atas paksaan dan karena adanya saling ketergantungan di antara berbagai kelompok. Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosia

Bentuk Integrasi Sosial


Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertaya ciri khas kebudayaan asli. Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.

Faktor-Faktor Pendorong
A. Faktor Internal :

kesadaran diri sebagai makhluk sosial tuntutan kebutuhan jiwa dan semangat gotong royong

B. Faktor External :

tuntutan perkembangan zaman persamaan kebudayaan terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama persaman visi, misi, dan tujuan sikap toleransi adanya kosensus nilai adanya tantangan dari luar

C. Homogenitas Kelompok
Dalam masyarakat yang kemajemukannya rendah, integrasi sosial akan mudah dicapai

D. Besar Kecilnya Kelompok

Dalam kelompok kecil integrasinya lebih mudah.

C. Mobilitas Geografis
adaptasi sangat diperlukan mempercepat integrasi.

D. Efektivitas Komunikasi
Komunikasi yang efektif akan mempercepat integrasi.

E. Integrasi antara dua hati

4. Pengertian konglomerasi?

3 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan

matahari terbit

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak


definisi konglomerasi itu adalah perusahaan yang punya bisnis beragam dan bisa-bisa tidak ada kaitan antara satu sama lain. Bisa jadi salah kaprah itu muncul karena pada saat itu masih banyak orang, termasuk media, yang tidak paham soal struktur hukum dan bisnis dari perusahaan-perusahaan besar di Indonesia serta bidang bisnis yang digelutinya. Memang ada perusahaan yang punya bisnis yang beragam dan kaitan antara satu dengan lainnya tidak tinggi, dan ini bisa disebut sebagai konglomerat, tapi ada pengusaha yang memang punya bermacam-macam perusahaan tapi masing-masing bergerak terpisah di bisnis tertentu. Dari segi aktivitas bisnis, entitas berbentuk konglomerat selalu mendapat sorotan dalam kaitan dengan kemampuan melakukan value creation. Maklum, dengan bergerak di berbagai bidang, apalagi yang kaitan antara satu dengan yang lain sangat jauh, sulit bagi manajemen perusahaan untuk punya fokus dalam aktivitasnya, yang pada akhirnya berimbas ke core competence yang bisa dibangun. Masalah lain, seperti disebut bapak positioning, Al Ries, yang namanya konglomerat tidak punya positioning yang clear.

Anda mungkin juga menyukai