Anda di halaman 1dari 2

FTT (FAILURE TO THRIVE)

pertumbuhan fisik anak yang tidak memadai, dimana berat badan secara signifikan kurang dari lima persentil pada grafik pertumbuhan standar, atau berat badan secara konsisten kurang dari 80 % dari berat rata-rata untuk usia , dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia dan jenis kelamin yang sama. Etiologi

Organic Failure To Thrive (OFTT)

Prenatal

Kategori FTT : Ringan : 75-90 % dari berat rata-rata untuk usia Sedang : 60-74 % dari berat rata-rata untuk usia Berat : < 60 % dari berat rata-rata untuk usia Indikator pertama terjadinya FTT adalah berupa penurunan berat baadan, kemudian tinggi badan dan lingkar kepala.

pendekatan berat badan-bandingusia adalah penanda sederhana dan paling masuk akal untuk FTT

Prematuritas dengan komplikasi penyakit ginjal, penyakit jantung, penyakit paruparu, atau gangguan SSP. Semua gangguan ini dapat menyebabkan kegagalan perkembangan intrauterin. Ibu malnutrisi Penyakit selama kehamilan (maternal illness): hipertensi, preeklamsia, penyakit jantung, anemia, diabetes mellitus, dapat menyebabkan insufisiensi uteroplasenta dan dapat mengakibatkan bayi yang lebih kecil. Terpapar racun dalam rahim (Alcohol, rokok, obat-obatan): rokok menyebabkan insufisiensi plasenta, penyalahgunaan obat (misalnya, kokain, amfetamin), paparan terhadap obat tertentu (misalnya, hydantoin, fenobarbital) IUGR (Intra Uterine Growth Retardation) : bayi lahir di bawah berat badan yang diharapkan (biasanya <3%) untuk jenis kelamin dan usia kehamilan Kelainan kromosom atau plasenta Infeksi Ketidakadekuatan intake Kurangnya nafsu makan (penyakit kronis): Kurangnya nafsu makan terlihat pada gagal ginjal, tumor, tuberkulosis, dan infeksi HIV. Ketidakmampuan untuk mengisap atau menelan makanan: Hypotonia (misalnya, Wernig-Hoffman sindrom, sindrom Prader-Willi), neuromuskuler atau penyakit SSP. Cacat struktural yang terkait dengan kelainan kraniofasial (mis: bibir sumbing) membuat sulit mengkoordinasikan bolus oral. Muntah Terapi yang digunakan untuk mengobati penyakit primer (misalnya, kemoterapi) Keterlambatan perkembangan GI nyeri atau dismotilitas : gastroesophageal reflux, penyakit celiac, penyakit inflamasi usus, enteropathies lainnya), dan yang mencakup gangguan peristaltik (misalnya, achalasia, gastroparesis, pseudoobstruction) Penyerapan/Penggunaan nutrisi yg buruk Malabsorpsi : pada penyakit celiac (enteropati gluten), alergi susu sapi dan alergi protein kedelai, enteropati postviral, giardiasis kronis dan parasit kronis lainnya, defisiensi immunoglobin A (IgA), penyakit Crohn. Kelainan/cacat anatomi pada usus halus : short gut syndrome, blind loop syndrome, pertumbuhan bakteri berlebih, penyakit Hirschsprung. Kondisi pankreas dan kolestatik : insufisiensi pankreas (mis: pada cystic fibrosis), kolestasis kronis (pada anak dengan penyakit hepatobiliary, terutama atresia bilier), Infeksi GI kronis Disfungsi endokrin

Postnatal Non Organic Failure To Thrive (NOFTT) Disebabkan karena masalah psikososial dan lingkungan Faktor-faktornya antara lain: Kemiskinan Disfungsi interaksi keluarga (depresi terutama ibu atau penggunaan narkoba) Sulit interaksi orangtua-anak : kesulitan membangun ikatan (attachment) antara orang tuaanak Kurangnya dukungan orangtua (misalnya, tanpa teman, tanpa keluarga besar) Kurangnya kesiapan menjadi orangtua Perubahan pola keluarga (misalnya, perceraian, penyalahgunaan pasangan, gaya keluarga kacau) Tipe temperamen anak difficult child Penelantaran anak Dukungan sosial tidak adekuat Stress keluarga Kurangnya informasi/pengetahuan tentang nutrisi Ketidakadekuatan pemberian ASI Kepercayaan terhadap kesehatan (Health Belief) Gangguan makan : anorexia, bulimia Psikopatologi maternal : ansietas, KDRT, psikotik.

Peningkatan kebutuhan metabolik (metabolic demand) AIDS tumor CHD Gagal ginjal Hipertiroidisme Infeksi kronis

Pengkajian dan Pemeriksaan FTT


Pemeriksaan Fisik Berat badan, tinggi badan, ukuran lingkar kepala Tanda penganiayaan Kerontokan rambut Pembesaran tiroid Ada/tidaknya lemak subkutan, lanugo, tulang rusuk terlihat/terkespose, tonus otot Wheezing Murmur Distensi abdomen Hepatosplenomegali Suara usus hiperaktif Pemeriksaan saraf/refleks Edema Kehilangan massa otot Clubbing finger Ruam popok Perilaku: tidak kooperatif

Pengkajian

Riwayat Diet/Nutrisi - Fungsi : untuk menghitung intake kalori - Apa yg dimakan - Siapa yg menyiapkan makanan dan bagaimana pengolahan - Siapa yg memberi makan/menyuapi anak - Dimana anak makan - Apakah ada masalah dengan waktu makan - Perilaku makan dan lingkungan - Sensitivitas atau alergi makanan - Penilaian kuantitatif asupan (24 hour recall) - Frekuensi menyususi - Pantangan makanan Riwayat Kesehatan - Riwayat kehamilan : penggunaan obat-obatan, infeksi kongenital, gizi ibu, kesehatan selama kehamilan, apakah kehamilan direncanakan. - Riwayat kelahiran/ neonatus: APGAR skor, prematur, berat lahir, attachment antara ibu-anak, dukungan ASI - Riwayat medis : imunisasi, tumbuh kembang, operasi/penyakit medis, frekuensi terkena infeksi. Riwayat Sosial - Usia dan pekerjaan orang tua - Siapa yang memberi makan anak - Tekanan hidup/stress (kehilangan pekerjaan, perceraian, kematian dalam keluarga) - Dukungan sosial dan ekonomi - Persepsi kegagalan pertumbuhan sebagai masalah - Riwayat kekerasan atau penyalahgunaan oleh orang tua/ yg merawat - Siapa yang tinggal di rumah - Penyakit mental - depresi atau stres - Penyalahgunaan zat - Tingkat pengetahuan Riwayat Keluarga - Tinggi dan berat ibu dan ayah - Pertumbuhan saudara lainnya - Penyakit gastrointestinal dan sistemik lainnya

Laboratorium Hitung darah lengkap Laju sedimentasi eritrosit Urinalisis pH darah Elektrolit serum: BUN/Kreatinin Tes fungsi hati: total protein dan albumin PPD (Purified Protein Derivative) skin test Review sistem Anoreksia Perubahan dalam status mental Disfagia Pola dan konsistensi feses Muntah atau gastroesophageal reflux Demam berulang Disuria, frekuensi berkemih Tingkat Aktivitas

Referensi : Potts, N.L. dan Mandleco, B.L. (2007). Pediatric Nursing: Caring for Children and Their Family. 2nd Ed. New York: Thomson Delmar Learning. Wong, D.L. (1995). Whaley & Wongs Nursing Care of Infant and Children. 5th Ed. St.Louis: Mosby. Rabinowitz, S.S. Nutritional Considerations in Failure to Thrive Clinical Presentation. 4 Mei 2010. http://emedicine.medscape.com/article/985007-clinical#a0218 (diakses tanggal 8 Oktober 2011) Markowitz, R et all. (2008). Failure to Thrive: Malnutrition in the Pediatric Outpatient Setting. www. AbbottNutritionHealthInstitute.org Duggan C, et al. (2008). Nutrition in Pediatrics. 4th ed. Canada: BC Decker Inc.