Anda di halaman 1dari 3

Diferential Diagnosis Sindroma Metabolik 1. Diabetes mellitus tipe II Merupakan penyakit hiperglikemia akibat insensitivitas sel terhadap insulin.

Kadar insulin mungkin sedikit menurun atau berada dalam rentang normal. Karena insulin tetap dihasilkan ole sel beta pancreas, maka diabetes mellitus tipe II dianggap sebagai noninsulin dependent diabetes mellitus,(NIDDM). Diabetes mellitus tipe II biasanya timbul pada orang yang berusia diatas 30 tahun, dan dahulu disebut sebagai diabetes awitan. Pasien wanita ebih banyak daripada pria.

Penyebab DM tipe II : Kegemukan Genetik Rangsangan berkepanjangan terhadap reseptor-reseptor insulin

Diabetes mellitus tipe 2 adalah etiologi tidak diketahui (yaitu, asal). Melitus diabetes dengan etiologi yang diketahui, seperti penyakit sekunder lainnya, cacat gen yang dikenal, trauma atau pembedahan, atau efek obat, lebih tepat disebut melitus diabetes sekunder atau diabetes akibat penyebab yang spesifik. Contohnya termasuk diabetes mellitus seperti MODY atau yang disebabkan oleh hemochromatosis, Kekurangan pankreas, atau jenis obat tertentu (misalnya, penggunaan jangka panjang steroid).

2. Obesitas Merupakan Suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal tau berlebihan dijaringan adiposa sehingga dapat mengganggu kesehatan. Obesitas adalah keadaan dimana terdapat penimbunan kelebihan lemak ditubuh yang berlebihan pada seseorang. Umumnya, obesitas ditentukan menggunakan indeks massa tubuh (IMT)/ Body Mass Index (BMI), yaitu perbandingan berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Obesitas merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemui di seluruh dunia. Penelitian tentang obesitas telah banyak dilakukan di luar negeri, namun di Indonesia masih sedikit. Hal ini disebabkan para peneliti di Indonesia lebih disibukkan

dengan masalah gizi kurang dibandingkan masalah gizi lebih. Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara-negara maju. Obesitas mempunyai korelasi yang kuat dengan morbiditas dan mortalitas, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius mengenai penyebab, tindakan pencegahan, dan upaya pengobatannya. Obesitas mempunyai dampak terhadap tumbuh kembang anak,terutama aspek perkembangan psikososial. Selain itu, obesitas pada masa anak berisiko tinggi menjadi obesitas pada masa dewasa dan berpotensi mengalami berbagai kesakitan dan kematian antara lain penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, dan lain-lain.

3. Sindrom Cushing Merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh efek metabolik gabungan dari peningkatan glukortiroid dalam dalam darah yang menetap. Akibat dari kelebihan hormon yag dihasilkan oleh basofil, akan timbul sindroma cushing yang terdiri ataas osteoporosis, obesitas dengan muka seperti bulan purnama, pertumbuhan rambut berlebihan, dan hipertensi. Komplikasi yang sering dijumpai adalah patah tulang baik yang tampak maupun yang tidak tampak, akibat osteoporosis. Sindrom ini juga dapat terjadi karena tumor anak ginjal, atau pemberian kortison yang berlebihan. Penyebab sindrom cushing dapat disebabkan oleh pemberian glukokortikoid jangka panjang dalam dosisfarmakologik atau ( iatrogen) yang berakibat pembentukan kortisol berlebihan (sindrom cushing iatrogenic), sindrom cushing juga bias disebabkan oleh sekresi kortisol yang berlebihan akibat gangguanaksis hipotalamus-hipofisis-adrenal,

adenoma(jinak) ataupun karsinoma(ganas) pada kelenjar korteksadrenal yang dapat menyebabkan produksi kortisol berlebih (sindrom cushing spontan). Sindromcushing iatrogenic terjadi pada penderita arthritis rheumatoid, asma, limfoma, dan gangguan kulit umumyang memakai glukokortikoid sebagai anti inflamasi.Sindrom cushing juga dibagi menjadi ; dependent ACTH dan independent ACTH, dependent ACTH inibias disebabkan adanya tumor pada hipofisis, karsinoma bronkus yg menyebakan ACTH ektopik

(jarang),sedangkan yang tipe independent ACTH dapat disebabkan adanya tumor pada bagian korteks adrenal

Gambaran Klinis Pletorik moon Face Obesitas sentral Gangguan toleransi glukosa atau diabetes Hipertensi Ketidakteraturaan menstruasi (wanita), disfungsi ereksi pada pria Osteoporosis Striae ungu ( pemecahan jaringan ikat subkutan) ,terutama pada abdomen, dan mudah memar Miopati proksimal Hirsutisme dan alopesia frontal ( menandakan kelebihan androgen) Edema pada pergelangan kaki Bantalan lemak interskapula Akne Nyeri musculoskeletal