Anda di halaman 1dari 45

PENGANTAR TEKNIK PERMINYAKAN

Oleh : Andy Chandra, ST.

Balikpapan - 2009

PENGANTAR TEKNIK PERMINYAKAN


M t i: Materi I. Pendahuluan II. Pengantar Teknik Reservoir g Teknik Pemboran III. Pengantar IV. Pengantar Penilaian Formasi g Teknik Produksi V. Pengantar VI. Pengantar Keekonomian Migas

Deskripsi Mata Kuliah


Memahami konsep teknik perminyakan mulai dari Kegiatan Perminyakan Perminyakan, , Asal Mula Minyak Bumi Bumi, , Reservoir Migas Migas, , Pemboran Sumur Migas Migas, , Penilaian Formasi, Formasi , Produksi Migas dan Keekonomian Migas

Kompetensi Mata Kuliah


Memahami dan mampu menjelaskan kegiatan usaha industri migas di Indonesia. Memahami asal mula migas di temukan temukan, , bagaimana minyak terbentuk dan komponen komponen-komponen utama apa saja pembentuk minyak i k bumi. b i. bumi Memahami bagaimana minyak bumi di proses menjadi berbagai jenis bahan bakar dan menjadi bahan dasar bermacam produk. produk. Memahami elemen sistem dan sistem proses lingkungan migas migas. . Mampu menjelaskan reservoar hidrokarbon dan elemen elemen-elemen pembentuk hidrokarbon : Source Rock, Reservoar Rock, Seal Rock dan Perangkap Hidrokarbon. Hidrokarbon. Memahami M h i proses pemboran b sumur migas i d peralatan dan l t yang digunakan. digunakan . Memahami proses produksi migas dan peralatan yang digunakan. digunakan.

Literatur :
1. 2. 3. 4. 5.

Alphonsus Fagan, An Introduction to The Petroleum Industry Havard Devold Devold, , Oil and Gas Production Handbook Enginneering Encyclopedia, Saudi Aramco DeskTop p Standars Standars, , Petroleum Geology gy and Reservoirs. Paper, Literatur Literatur, , Dll (Bica cari di Internet) Teknik Pemboran & Pratikum Pratikum, , ITB, , Dr. Ing Ing. g. Ir. Rudi Rubiandini R.S.

PENGANTAR TEKNIK PERMINYAKAN


Teknik Perminyakan (Petroleum Engineering)
Merupakan salah satu dari beberapa cabang Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral, antara lain : Teknik Permiyakan Teknik Pertambangan Teknik Geologi Teknik Lingkungan g g Teknik Petrokimia

Teknik Perminyakan (Petrole m Engineering) (Petroleum


Merupakan ilmu terapan yang mempelajari minyak bumi, bumi , gas bumi dan juga panas bumi dari b b berbagai i sisi sisi, i i, yaitu it : Reservoir engineering Formation engineering Drilling engineering Production engineering Refinery engineering Petroleum economic

PENDAHULUAN
Apakah Minyak Bumi itu ?
Minyak bumi (bahasa Inggris Inggris: : petroleum, dari bahasa Latin petrus karang dan oleum minyak minyak), ), dijuluki juga sebagai emas hitam, hitam, adalah cairan kental kental, , coklat gelap gelap, , atau kehijauan yang mudah terbakar terbakar, , yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi Bumi. . Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, hidrokarbon, sebagian besar seri alkana alkana, , tetapi b bervariasi i i dalam d l penampilan, penampilan il , komposisi k komposisi, i i, dan d kemurniannya. kemurniannya . Merupakan campuran rumit dari ratusan rantai hidrokarbon, hidrokarbon , yang umumnya tersusun atas :

Komponen pembentuk minyak bumi


Kandung kimia di dalam Minyak Bumi Element Carbon Hydrogen Nitrogen Oxygen Sulfur
1 barrel = 42 galon g 1 galon = 3.785 liter

Percent range 83 to 87% 10 to 14% 0.1 0 1 to 2% 0.1 to 1.5% 0.5 to 6%

Satuan minyak bumi adalah barrel oil ( (bo bo) )

PROSES TERBENTUKNYA MINYAK BUMI


Terbentuk jutaan tahun yang lampau Dimulai dari sedimentasi sisasisa-sisa tumbuhan dan binatang purba Sisa Si -sisa Sisai bi binatang purba b tersebut b mengalami l i proses pematangan

menjadi migas dalam batuan induk (source rock). Migas tersebut akan bermigrasi sampai terperangkap ke dalam suatu sistem reservoir dan terakumulasi disana.

Para geologis umumnya sependapat bahwa minyak bumi terbentuk selama jutaan tahun dari organisme, tumbuhan dan hewan, berukuran sangat kecil yang hidup di lautan purba. Secara minyak bumi ditemukan pada bebatuan yang berumur antara 10 juta 270 juta tahun : Yang tertua berumur > 600 juta tahun. Yang termuda berumur 1 juta tahun

Kegiatan Usaha Industri Migas


Kegiatan Usaha Hulu Kegiatan usaha yang berintikan atau bertumpu pada kegiatan usaha Eksplorasi dan Eksploitasi. Kegiatan Usaha Hilir Kegiatan usaha yang berintikan atau bertumpu pada kegiatan usaha Pengolahan, Pengangkutan, Penyimpanan, dan/atau Niaga. Kegiatan Penunjang Kegiatan yang bersifat menunjang kegiatan utama baik teknis maupun non teknis untuk kelancaran dan keberhasilan Kegiatan Upstream dan Downstream.

Kegiatan Usaha Industri Migas


Upstream U Exploration & Production Exploration (Survey Geologi & Survey Seismic)

Transportation & Distribution

Refining (Pengilangan)

Downs stream

Decommissionig & Rehabilitation

Exploration & Appraisal Drilling

Transportation & Distribution Marketing

Development & Production Support

Technical & Non Technical

Kegiatan Upstream : g p (Kegiatan Hulu Hulu) )


Survey Geology Siesmic Survey Exploration Exploitation Development Production

TAHAPAN OPERASI PADA INDUSTRI MIGAS


Tahap Eksplorasi 1 Survey Geologi Permukaan 1. 2. Survey Seismik Tahap Pemboran 1 Pemboran Eksplorasi 1. 2. Pemboran Delinasi 3. Pemboran Pengembangan

Prospek
Tahap Produksi 1. Sembur Alam 2 Sembur Buatan 2. Tahap Evaluasi Prospek atau Tutup

Tahap EOR 1. Injeksi Air j Panas 2. Injeksi 3. Injeksi Kimia 4. Injeksi Tercampur

Kegiatan Upstream

Lanjut.

Survey Geology Kegiatan g y yang g meliputi p p pengumpulan, g p , analisa dan penyajian data yang berhubungan dengan informasi kondisi geologi, geofisika, dan geokimia suatu wilayah yang diperkirakan berpotensi megandung cadangan d Mi Migas. Seismic Survey Adalah salah satu tahapan kegiatan eksplorasi yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran/informasi bawah permukaan (subsurface image) dengan menggunakan k prinsip i i penjalaran j l gelombang l b seismik/ i ik/ gelombang getar.

Kegiatan Upstream
Eskplorasi

Lanjut.

Merupakan kegiatan yg bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi geologi l i , geofisika geofisika, fi ik , geokimia ki i di wilayah il h kerja yang ditetapkan dengan pengeboran eksplorasi (pengeboran uji uji) ) untuk menambah informasi kondisi geologi bawah permukaan untuk menemukan k dan d memperoleh l h perkiraan ki cadangan minyak dan gas.

Kegiatan Upstream
Eksploitasi

Lanjut.

Rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan Minyak dan Gas Bumi dari Wilayah Kerja yang ditentukan ditentukan, , yang terdiri atas pengeboran dan penyelesaian sumur, sumur , analisa li lubang l b sumur dan d kandungannya, kandungannya , pembangunan sarana produksi, produksi , sarana penyimpanan dan pengolahan migas serta kegiatan lain yang mendukungnya mendukungnya. .

Kegiatan Upstream
Development Kegiatan pengeboran sumur (drill well) migas disuatu lapangan minyak yang telah ada sebelumnya (eksis eksis). ). Tujuannya T j untuk t k mendapatkan d tk sebanyak sebanyakb kbanyak cadangan migas untuk di produksi produksi. . Produksi Kegiatan mengangkat Minyak dan Gas Bumi dari Reservoir ke Permukaan Permukaan, , meliputi penyimpanan, penyimpanan p y p ,p pengolahan g untuk p pemisahan dan pemurnian Minyak Minyak, , Air dan Gas.

Kegiatan DownDown-stream (Kegiatan Hilir)


Pengolahan / Pemurnian Petrokimia Distribusi Penyimpanan Transportasi

Pengolahan Minyak Bumi


Minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan gas alam. Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam disebut juga minyak mentah (crude oil). Mi Minyak k mentah t hd dapat t dib dibedakan d k menjadi: j di Minyak mentah ringan (light crude oil) yang mengandung k d l kadar logam d dan b belerang l rendah, d h b berwarna t terang d dan bersifat encer (viskositas rendah). Minyak mentah berat (heavy crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang tinggi, memiliki viskositas tinggi sehingga harus dipanaskan agar meleleh.

oAPI

Grativity

Kwualitas minyak bumi umumnya ditentukan oleh berat jenisnya yang diukur mengunakan angka oAPI API. . Makin tinggi oAPI number suatu minyak bumi menunjukkan berat jenis kecil kecil, , kwualitas minyaknya makin berharga g karena lebih banyak y mengandung g g bensin. bensin . Sebaliknya makin rendah oAPI nya nya, , semakin besar berat jenisnya jenisnya, , maka mutu atau kualitas minyak bumi tersebut kurang kurang, , karena lebih banyak mengandung residu atau lilin. lilin.
Harga oAPI untuk berat jenis minyak antara lain : - Minyak berat - Minyak sedang - Minyak ringan = 10 - 20 oAPI = 20 - 30 oAPI = > 30 oAPI

Proses Destilasi Minyak Mentah Dapat Menghasilkan Bahan bakar :


Diesel fuel (petrodiesel) Fuel oils Gasoline (Petrol) Jet fuel Kerosene Liquefied petroleum gas (LPG)

Menara destilasi

Proses Penyulingan Minyak Mentah


Secara teoritis proses destilasi (penyulingan) di bagi dalam beberapa langkah : 1. Minyak mentah yang akan diproses ditampung dalam sebuah wadah yang memiliki selang penghubung dengan ruang destilasi. 2. Minyak mentah dipanaskan dalam boiler menggunakan uap air bertekanan tinggi sampai suhu ~600 oC. Uap minyak mentah yang dihasilkan kemudian dialirkan ke bagian bawah menara/tanur destilasi. 3. Dalam proses pemanasan ini, minyak bumi akan menguap jadi gas. Penguapan disini terjadi secara bertahap. Dari masing-masing tahapan menghasilkan beberapa komponen mulai dari gas, naftalen, gasoline, k kerosin, i solar, l d dan b beberapa b j jenis i b bahan h b bakar k l lain-nya. i 4. Uap yang dihasilkan akan dialirkan ke ruang destilasi. Ruang destilasi ini diatur sedemikian rupa. Di dalamnya ada tabung dan nampan yang suhunya di disesuaikan ik d dengan titik didih masing-masing i i k komponen. 5. Nantinya, komponen-komponen itu bakal masuk ke dalam tabung yang sesuai dengan karakternya. Misalnya gasoline bakal mesuk ke nampan b bersuhu h 70 d derajat j t celcius. l i

Worlds Energy Consumption


...Penggunaan P BBM

BBM memainkan peranan nomor satu di dunia, dalam penggunaannya sebagai energi energi. . Minyak sering disebut sebagai Emas Hitam, kenapa? Karena konversi nilainya y dapat p menjadi j alat untuk memajukan negara2 negara2 berkembang. berkembang .

Kegiatan Penunjang
Teknis : Mesin, Listrik, Sipil, Elektronika, K Keselamatan l t Kerja, K j Li Lindung d Li Lingkungan k N T Non Teknis k i : Personalia, Keuangan, Administrasi, Keamanan Training Keamanan, Training.

POTENSI MINYAK DAN GAS BUMI INDONESIA

Cadangan Minyak dan Gas Indonesia


Menurut Departemen ESDM (Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral) Jumlah cadangan minyak yang ada : 8,3 milyar barel yang terdiri atas : 4,3 milyar barel terbukti dan 4 milyar barel potensial. Jumlah cadangan diatas dapat diproduksi untuk jangka waktu 20 tahun. Jumlah cadangan gas bumi yang ada : 185,6 trilyun kaki kubik dimana terdiri atas : 95,1 trilyun Kaki Kubik merupakan cadangan terbukti dan 90,5 trilyun kaki kubik merupakan cadangan potensial. J l h cadangan Jumlah d t tersebut b td dapat t di diproduksi d k i untuk t kj jangka k waktu kt 64 t tahun. h

Cadangan Minyak Indonesia (1 Januari 2007 DESDM)

Cadangan Gas Indonesia (1 Januari 2007 DESDM)

Sejarah Perminyakan di Indonesia


Tahun 1870 - 1871 : Ditemukan di daerah Purwodadi - Jawa Tengah, tepatnya di desa Ngamba, melalui pengamatan rembesan-rembesan minyak di permukaan tanah oleh seorang engineer Belanda (P (P. Vandijk) Vandijk). Karena gempa di Yogyakarta (1867) hampir semua rembesan tersebut tertutup dan tidak mengeluarkan rembesan minyak lagi. Yang tertinggal hanya air asin yang berbau minyak. Tahun 1885 : Pengeboran sumur minyak pertama di Indonesia di desa Telaga Said adalah sumur Telaga Tunggal No. 1, yang di gali pada 15 Juni 1885. Kedalaman 121 meter. 180 barrel perhari. Perusahaan yang dibentuk untuk mengambil dan mengolah minyak bumi dari sumur tersebut dinamakan Royal Dutch atau Shell Group. 1924 - Perusahan minyak AS masuk 1962 - Indonesia bergabung OPEC 1966 - Pertamin + Permina = Pertamina 1967 - PSC ditemukan

Markas OPEC di Wina, Austria.

POTENSI PANAS BUMI INDONESIA

TEORI TERBENTUKNYA RESERVOIR PANAS BUMI Reservoir R i panas bumi b i biasanya bi terdapat d di daerah d h gunung api i purba (post volcanic). Karena proses post volcanic tersebut menyebabkan dinginnya cairan magma yang kemudian akan menjadikannya sebagai salah satu komponen reservoir panas bumi yang disebut sumber panas. panas Sistem panas bumi yang dipengaruhi oleh proses-proses geologi yang baik b ik di daerah d h post t volcanic, l i memungkinkan ki k terbentuknya t b t k suatu lapangan panasbumi yang potensial untuk diproduksikan.

Salah Contoh Pemanfaatan Aktifitas Geothermal / Panasbumi

Lapangan Panas Bumi di Indonesia

PERKEMBANGAN INDUSTRI PANASBUMI di INDONESIA Tahun 1974 Pertamina mulai menangani masalah energi panas bumia di samping tugas pokoknya di bidang minyak dan gas bumi. KEPPRES R.I.No.16 tanggal 20 Maret 1974 diantaranya adalah ; Pertamina dinilai memiliki kemampuan untuk melaksanakan survey eksplorasi terhadap sumber energi panasbumi. Surat KEPPRES 10 Agustus 1974 , menetapkan wilayah kerja panas bumi bagi Pertamina, yaitu : Banten, Cibeureum, Pelabuhan Ratu, Cisolok, Kamojang Darajat, Kamojang, Darajat Bali dan Dieng, Dieng sebagai daerah yang diutamakan. diutamakan 11 Februari 1982 Pertamina menandatangani kontrak kerja sama pertama di bidang panasbumi d dengan U Unocal lG Geothermal th l (S (Sekarang k Ch Chevron G Geothermal) th l) di satu t pihak ih k dan Perusahaan ListrikNegara di lain pihak yang akan menangani masalah pemasaran listrik. Pertamina dewasa ini juga mengembangkan panasbumi di Lahendong Sulawesi (dengan kapasitas perkiraan 65 Mwe).

SEKIAN TERIMA KASIH