Anda di halaman 1dari 23

TEKNOLGI LAMNASI

Balok glulam (Balok Laminasi) dibuat dari lapisan-lapisan kayu yang relatif tipis yang dapat digabungkan dan direkatkan sedemikian rupa untuk menghasilkan balok kayu dalam berbagai ukuran dan panjang (Breyer, 1988:112116).

TEKNOLGI LAMNASI
Beberapa kelebihan yang dimiliki struktur laminasi antara lain: ukuran dapat dibuat lebih tinggi. bentang yang lebih panjang, bentuk penampang dapat dibuat lengkung (curved) dan konfigurasi bentuk lonjong dapat dipabrikasi dengan mudah, dapat dikurangi perubahan bentuk dan reduksi kekuatan oleh cacat kayu dapat dibuat lebih acak (Blass dkk, 1995)

Bahan Pembuatan

Bambu Petung
Bahan Perekat : Polyvinyl Acetate (PVAC) :Urea Formaldehyde (UF)

Pengawet : Borax
Back

Mulai Pengadaan Bambu

Pembelahan bambu

Pembuatan bilah bambu

Pengawetan bilah

Penjemuran bilah

Kadar air < 12 % ?

Penyerutan bilah

Permukaan bilah rata ?

Pemotongan bilah sesuai dengan kebutuhan laminasi

Pengaturan tebal lapisan bilah

Proses laminasi bilah

Finishing balok-balok Laminasi bilah

Pembentukan balok

Selesai

Flowchart Pembuatan Balok Laminasi

Proses Pembuatan Balok Bambu Laminasi


pembelahan bambu bulat menjadi dua bagian menggunakan modifikasi mesin gergaji tangan dan dudukan

buku-buku (nodia) pada ruas bambu dihilangkan menggunakan kampak atau phetel

Proses Pembuatan Balok Bambu Laminasi


Bilah-bilah dibuat dengan menggunakan gergaji mesin (Circular Panel Saw) mata gergaji dan dudukan diset sesuai dengan kebutuhan lebar bilah.

Bilah-bilah bambu lebar + 3 cm

dengan

Proses Pembuatan Balok Bambu Laminasi


Alat belah bambu untuk bambu lamina hasil rekayasa tahun 2003

Batang bambu dibelah melingkar batang

Proses Pembuatan Balok Bambu Laminasi

Hasil pembelahan batang bambu masih menyatu karena adanya buku

Proses Pembuatan Balok Bambu Laminasi


Bilah yang sudah jadi kemudian diawetkan menggunakan bahan pengawet Boraks. Proses pengawetan yang dilakukan menggunakan metode perendaman panas

Setelah proses pengawetan selesai, lapisan-lapisan bilah dikeluarkan dari bak pengawetan untuk selanjutnya langsung dijemur (8-12%).

Proses Pembuatan Balok Bambu Laminasi

Setelah kadar air bilah-bilah bambu telah mencapai 8 12%, proses selanjutnya adalah penyerutan lapisan-lapisan bilah

Bilah yang akan direkatkan dipilih dalam satu ukuran dengan tujuan untuk memudahkan dalam proses penghitungan jumlah perekat yang dibutuhkan

Proses Pembuatan Balok Bambu Laminasi

Perekat dan Tempat proses perekatan disiapkan


Klem Penjepit Baja kanal bawah yang dilengkapi mur disusun Bahan perekat dilaburkan di atas masing-masing lapisan bilah sesuai dengan jumlah perekat yang

Proses Perekatan
Dalam perekatan kayu dipergunakan istilah glue spread adalah jumlah perekat yang dilaburkan per satuan luas permukaaan bidang rekat. Jumlah perekat yang dilaburkan menggambarkan banyaknya perekat terlabur agar tercapainya garis perekat yang pejal yang kuat. Satuan luas permukaan rekat ditentukan dengan satuan Inggris yakni seribu kaki persegi (1000 square feet} dengan sebutan MSGL (Multilayer Single Glue Line) yang dinyatakan dalam satuan pound (Lbs). Bila kedua bidang permukaan dilabur maka disebut MDGL (Multilayer Double Glue Line) atau pelaburan dua sisi (Prayitno, 1996 :12-16).

satuan perekat dikonversikan menjadi lebih sederhana yang disebut GPU {grampick up) dengan Persamaan GPU = S . A / 317,5 Keterangan : GPU = Gram Pick Up (dalam gram) S = jumlah perekat yang dilaburkan dalam pound/MSGL atau pound/MDGL A = luas bidang yang akan direkatkan (in persegi) bidang rekat dihitung dalam dalam satuan centimeter persegi Persamaan menjadi: GPU = S . A / 2048,3

Proses Pembuatan Balok Bambu Laminasi

Klem Penjepit Baja kanal bagian atas diletakan di atasnya sejajar dengan Klem Penjepit Baja Kanal bawah dan kemudian dikunci dengan baut Klem baja penjepit ditekan dengan alat kempa hidrolis, kemudian dilanjutkan dengan penguncian baut.

Proses Pembuatan Balok Bambu Laminasi

Pembukaan Klem Penjepit Baja Kanal dilakukan saat perekat telah kering dibutuhkan waktu 24 Jam

Proses Pembuatan Balok Bambu Laminasi

Planner balok laminasi bilah

pembentukan balok, Masing-masing balok-balok penyusun yang telah jadi, disusun sesuai dimensi yang akan dibuat dan direkatkan membentuk balok sesuai dengan susunan yang diharapkan,

Proses Pembuatan Balok Bambu Laminasi

Balok Laminasi bilah dikempa, Baut dikencangkan sebelum pemindahan alat Kempa, Setelah Perekat kering benda uji dilepas dari cetakan kemudian diplanner sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Beberapa Penelitian Yang dilakukan

Variasi Perekat labur dan pemanfaatan kulit Lura Bambu, 2009-2010

Penggunaan Pasak dalam Pembuatan Balok Bambu Laminnasi, 2011

Pembuatan Benda Uji Balok Laminasi Pasak


1.Pembelahan Bambu dan pembuangan buku 2.Pembuatan bilah-bilah bambu 3.Pengawetan bilah-bilah bambu 4.Penjemuran bilah-bilah bambu 5.Penyerutan lengkung lapisan-lapisan bilah 6.Penggabungan bilah-bilah bambu lengkung dengan pasak (bilah laminasi pasak) 7.Planner Laminasi bilah 8.Pembentukan Balok laminasi

HASIL PENELITIAN Kekuatan Balok Laminasi

Grafik hubungan beban-lendutan BGTK

Daftar Pustaka
Blass, H.J. P. Ane, B.S. Choo, R. Gorlacher, D.R. Griffiths, B.O. Hilso, P. Raacher dan G Steek, (Eds), 1995, Timber Engineering Step I, First Editon, Centrum Hout, The Nedherland. Breyer, D.E., 1998, Design of Wood Structures, Second Edition, Mc Graw-Hill, New York. Morisco, 1999, Rekayasa Bambu, Nafiri Offset, Yogyakarta. Morisco, 2006, Pemberdayaan Bambu untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Lingungan , Rangkuman Hasil Penelitian, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Morisco, 2006, Teknologi Bambu, Bahan Kuliah, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (tidak diterbitkan).
Prayitno, T.A, 1994, Perekatan Kayu KTM 650, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Prayitno, T.A. 1996, Perekatan Kayu, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.