Anda di halaman 1dari 3

Periode Romantik: 1820 1900 Bersama Ludwig van Beethoven (1770-1827) profil musik secara keseluruhan berubah.

. Beethoven mewakili akhir dari periode klasik dan awal periode romantik. Bersama dengan Palestrina, Bach, Handel, Hadyn, dan Mozart, ia merupakan satu dari master musik terbesar sepanjang masa. Sudut pandang romantik pada abad 19 terekspresi dalam filosofi, literatur, seni, dan musik, mungkin merupakan kumpulan dari beberapa poin berikut: individualitas; emosionalisme; subjektivitas, sebagai lawan dari objektivitas dari periode klasik; dan nasionalisme. Tema favoritnya adalah: the ancient-kuno (terutama medieval); the supernatural-supernatural (sihir, penyihir, peri, hantu, dsb); the weird-aneh; dan the mystic-mistis. Penyebab prinsipal dari perubahan klasikisme ke romatikisme adalah kebangkitan dimana dialami manusia melalui Revolusi Amerika, Revolusi Perancis, naik dan turunnya Napoleon, dan perang 1812, yang membuat orang menyadari individualitasnya sendiri, dan keperluannya untuk mengekspresikan apa yang ada dalam dirinya sebagai reaksi kepada dunia yang dilihatnya dari sudut pandang yang baru. Dalam musik, individualisme adalah bukti dari adanya perbedaan besar dari gaya individual komposer-komposer; ekspresi emosional, perasaan pribadi, dan sentimentalitas tersaji dalam setiap musik abad 19; tema romantik berlimpah dalam lagu-lagu dan operaopera dari periode tersebut; nasionalisme dalam musik menjadi satu dalam karakteristik menonjolnya pada paruh kedua dari abad ini, ketika negara-negara secara sadar mengadopsi gaya mereka sendiri seperti musik rakyat; dan subjektivitas secara umum digantikan oleh objektivitas dalam musik. Pada abad 19, programme music menjadi lebih penting dari periode lain dalam sejarah musik. Melodi romantik dikarakterisasikan oleh kehangatan perasaan personal, dan frase-frasenya lebih biasa daripada yang terdapat pada melodi klasikal. Perluasan penting terdapat pada penggunaan harmoni oleh komposer; sebuah kombinasi not-not baru, dan aransemen baru dari kord-kord dalam progresi (progresi kord) dibuat, dengan kebebasan lebih besar dalam bergerak dari satu kunci ke yang lain (modulasi), dan sebuah kebebasan besar dalam penggunaan kunci, walaupun konsep dari perasaan kunci, berdasarkan tangga nada mayor dan minor, dipertahankan selama abad. Counterpoint digunakan hanya dalam sebuah peran yang sangat sekunder. Terdapat sebuah perluasan dalam jenis dan panjang ketika komposer menulis musik mereka, dan di dalam seni menulis untuk orkestra. Improvisasi mekanis dan inovasi memeliki dampak yang besar bersama pertumbuhan dari orkestra. Instrumen baru yang ditambahkan dalam orkestra simfoni adalah trombone (oleh Beethoven) dan cor anglais (horn Inggris) dan tuba (oleh Richard Wagner). Invensi dan penyebaran penggunaan valves secara tajam meningkatkan kegunaan dari instrumen brass, ketika sistem kunci Bohm diaplikasikan pada intrumen woodwind, hal ini meningkatkan efektivitasnya. Beethoven adalah individualis sejati, lebih dari komposer-komposer lain, ia membebaskan musisi dari status yang rendah, sebagaimana ia diterima di Wina dalam sebuah keadaan persamaan sosial, berbeda dengan apa yang dialami Hadyn dan Mozart. Musik awal Beethoven sangat klasikal, berdasarkan gaya Hadyn dan Mozart, sementara periode pertengahan dan akhir komposisinya menunjukkan subjektivitas, emosionalisme, dan kebebasan. Sebagian besar komposisinya adalah sonata: 32 sonata pianoforte, 10 sonata violin, 5 concerto piano, 1 concerto violin, 16 string quartet, dan 9 simfoni, masih dimainkan hingga sekarang. Ia memperbesar sonata dan membuatnya sebagai wahana yang lebih ekspresif untuk perasaan pribadinya. Ia tidak selalu menggunakan bentuk sonata dalam movement pertamanya; terkadang, movement pembukaan adalah variasi

bentuk atau sebuah fantasi bebas sebagaimana dikenal sonata Moonlight; dia menggantikan minuet dan trio dengan scherzo; dan ia memvariasi angka dan tipe movement pada karya-karya selanjutnya, seperti pada Simfoni Kesembilan, dengan solis vokal dan chorus pada movement akhir. Beethoven menulis tiga karya vokal besar opera Fidelio, oratorio Christ on the Mount of Olives, dan Missa Solemnis. Italia tetap memegang peringkat teratas dalam opera pada abad 19, walaupun yang menonjol masih hampir sama dengan pembangunan di Perancis dan Jerman. Carl Maria von Weber (1786-1826) mendirikan opera romantik. Tema dari opera romantik Jerman merupakan turunan dari cerita rakyat dan legenda Jerman; terdapat perlakuan romatik pada alam dan fenomena alam; agensi supernatural digunakan untuk menambah daya tarik dramatis; dan musik rakyat dan gaya musik rakyat Jerman digunakan dengan Gaya aria dengan lebih konvensional. Opera-operanya yang penting antara lain adlaah Der Freischutz, Euryanthe, dan Oberon. Empat komposer opera Italia terpenting adalah:
Komposer Rossini Bellini Donizetti Ope ra The Barber of Seville (1816); William Tell (1829) Norma (1831) Lucia di Lamermoor (1835); The Daughter of the Regiment (1840); Don Pasquale (1843)

Dan yang terakhir dan juga terpenting adalah Giuseppe Verdi (1813-1901). Verdi membuat kekuatan yang besar dalam karakterisasi, dan karyanya kemudian menunjukkan kedalaman dramatis yang besar daripada opera dari paruh pertama abad 19. Opera pentingnya adalah:

Opera
Rigoletto Il Trovatore La Traviata

Tahun
1851 1855 1855

Opera
Aida Otello Falstaff

Tahun
1871-1872 1887 1893

Di Perancis, grand opera dan comic opera diadakan secara bergantian pada paruh pertama dalam abad tersebut, dan pada paruh kedua, sebuah gaya lirik dari opera mulai terbentuk, yang diawali oleh Faust oleh Gounod (1859); Manon oleh Massenet (1884); Carmen oleh Bizet (1875); The Tales of Hoffman oleh Offenbach (1881); dan Samson and Delilah oleh Saint-Sans (1877). Figur terpenting pada opera abad 19 adalah Richard Wagner (1813-1883), salah satu dari genius terbesar sepanjang masa. Wagner memahami drama musik sebuah karya di mana musik, puisi, dan sandiwara digabungkan menjadi sebuah kesatuan dramatis baru, jadi tidak ada satu seni mendominasi drama. Ini terhasilkan dalam sebuah kesatuan dramatis dan kebenaran dramatis melebihi apapun yang sebelumnya tertulis dalam lahan operatik. Untuk mencapai ini, Wagner tidak hanya menulis musik, tetapi juga libretti-nya sendiri, serta menentukan detil dari pemandangan dan busana. Kontinuitas merupakan tampilan dari drama musik, diperoleh sebagian dengan membuang pembedaan antara recitative dan aria, dan mempekerjakan sebuah melodi berkelanjutan, dan penggunaan kontan dari orkestra. Kesatuan musik dan koherensi drama dibentuk oleh penggunaan Leitmotif sebuah frase dari melodi atau ide tematis sehubungan dengan pribadi utama, ide, situasi, atau mood, yang dimainkan setiap kali aspek utama terhubung dengan kemunculannya dalam drama musik. Orkestra lebih diutamakan di sini daripada dalam opera biasa, sebagaimana ia memberikan muatan dramatis dalam alur musik yang kontinu.Wagner menambah ukuran dari orkestra, terutama seksi brass; ketika efek lembut spesial diperoleh dengan membagi instrumen bersenar untuk memainkan bagian yang berbeda, dan menulis not yang sangat tinggi untuk violin dan menggunakan tremolo. Perbedaan signifikan dari musik orkestral

Wagner ditunjukkan dalam fakta bahwa banyak darinya ditampilkan dalam bentuk konser hingga saat ini. Harmoni Wagner cenderung kromatik. Periode romantik ditengarai oleh penggunaan kromatik secara umum yang memberi komposer jangkauan yang lebih lebar bagi not untuk digunakan dalam komposisi dan juga mengenalkan efek suara baru. Wagner membuat penggunaan signifikan dari counterpoint, dimana sebelumnya ditolak dalam opera, tetapi secara keseluruhan membuat sedikit penggunaan pada chorus. Berikut ini merupakan drama musik Wagner.
Judul Tahun

Rienzi The Flying Dutchman Tannhauser


Lohengrin Tristan and Isolde The Mastersingers of Nuremberg Parsifal

1840 1841 1845


1848 1859 1867 1882

The Ring of the Nibelungs The Ring of the Nibelungs


Judul The Rhinegold Tahun

The Valkyries Siegfried


The Twilight of the Gods

1854 1856 1871


1874

Abad 19 merupakan abad yang besar bagi musik piano. Kenyaringan dari piano, warna suaranya yang lembut dan kekuatannya membuatnya menjadi instumen ideal bagi pengekpresian ide romantik. Terdapat banyak pianis brilian dan komponis-piano, dan seketika pieces untuk piano dibuat dan menjadi sangat populer.