Anda di halaman 1dari 13

Bab I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap daerah/wilayah tentunya menginginkan pertumbuhan ekonomi yang baik,
yang diharapkan terus berkembang dimasa yang akan datang. Salah satu dukungan
sistem jaringan prasarana untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan adalah
jaringan jalan. Salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan jalan adalah
studi kelayakan . Semua aspek ditinjau untuk memastikan bahwa proyek
pembangunan jalan dapat dilanjutkan atau tidak. Studi kelayakan tersebut merupakan
salah satu rangkaian dari beberapa tahapan pembangunan proyek.

B. Pengertian Studi Kelayakan


1. Menurut Husnan dan Suwarsono (1994)
Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek
(biasanya merupakan proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil.
2. Menurut Ichsan (1998)
Studi kelayakan proyek adalah penggabungan dari masing-masing kata yaitu
studi kelayakan dan proyek. Studi adalah usaha untuk mempelajari, meneliti,
menyelidiki, membaca, menganalisis, menanyakan, merenungkan,
membandingkan, memikirkan atau merefleksikan secara mendalam serta
seksama tentang suatu hal yang menjadi objek pengamatan.
3. Studi kelayakan adalah suatu kajian yang benar-benar mempertimbangkan
aspek kebutuhan bagi masyarakat, manfaat bagi pengguna jalan dan
kelayakan dari segi investasi, yang harus dilakukuan sebelum dimulainya
perencanaan detail proyek.

C. Tujuan
Adapun tujuan dari dilakukannya studi kelayakan yaitu:
1. Untuk mengetahui tingkat kelayakan dari semua alternatif perencanaan
ataupun kebijakan yang dimaksud dari berbagai aspek yang ditinjau.

1
2. Mengidentifikasi alternatif solusi untuk menilai tingkat kelayakan dengan
membandingkan kinerja ekonomis suatu alternatif terhadap alternatif yang
lainnya.
3. Mengidentifikasi tingkat kelayakan investasi/financial dan kelayakan ekonomi
rencana jalan, baik secara keseluruhan maupun secara individu setiap ruas
jalan.

D. Ruanng Lingkup Pekerjaan


1. Desain awal, desain ini disiapkan sedemikian rupa sehingga jalan rencana
dapat menampung lalu lintas yang diramalkan selama periode rencana,
dengan mempertahankan master plan sektor-sektor lain yang tercakup dalam
daerah pengaruh jalan yang sedang distudi. Desain awal ini juga menjadi
acuan bagi pelaksanaan pekerjaan teknik tahap berikutnya.Dan harus bisa
dipakai untuk menghitung perkiraan biaya investasi.
2. Perkiraan/perhitungan biaya konstruksi dan engineering terkait, dengan desain
awal sebagai acuan, dan ketelitian sekitar 10%. Hal itu disebabkan harga
satuan yang dipakai dipengaruhi oleh peramalan pertumbuhan ekonomi dan
mengandung ketidakpastian.
3. Peramalan/forecosting parameter/ data terkait (pertumbuhan lalu lintas,
pertumbuhan ekonomi, dll), pada umumnya menggunakan master plan dan
data statistik terkait sebagai acuan utama.
4. Rencana investasi sektor laindi daerah pengaruh jalan, dengan master plan
multi sektor sebagai acuan.
5. Perhitungan B/C, IRR, NPV, dan besaran kelayakan proyek.
6. Analisa sensitivitas, untuk menampung pengaruh uncertainly dari parameter
yang digunakan dalam studi.
7. Tinjauan dampak lingkungan, dilakukan apabila tidak menjadi bagian yang
terpisah, untuk menilai dampak lingkungan (social budaya, lingkungan alam
sekitar dan non teknik lainnya).
Di dalam studi kelayakan ini diperlukan pendekatan yakni :
1. Pekerjaan persiapan

2
2. Survey lapangan yang mengungkapkan kondisi fisik ruas jalan dengan
menggunakan alat ukur dan peralatan lainnya.
3. Survey sosial ekonomi dengan menggunakan format-format yang relevan.
4. Analisa data survey lapangan.
5. Aplikasi pengungkapan hasil survey dalam bentuk gambar teknis dan peta.
Agar produk desain baik, maka perlu ditetapkan sesuai dengan kriteria-kriteria
dalam perencanaanya. Dimana kriteria ini masih perlu untuk dialokasikan lebih lanjut
dengan pihak pengguna jasa (owner).
Secara umum batasan yang diterapkan dalam studi kelayakan tercermin dalam
analisis sensivitas, yang didalamnya terdapat tinjauan pengaruh terhadap tingkat
kelayakan apabila terjadi ketidaksesuaian dengan asumsi dikemudian hari. Pada
umumnya aspek yang cukup berpengaruh adalah aspek ekonomi, selain aspek
social, budaya dan keamanan bahkan politik sehingga perlu adanya koridor
perubahan yang menghasilkan besaran tetap pada posisi layak. Koridor perubahan
inilah yang dimaksud sebagai batasan dalam studi kelayakan.

3
Bab II
PERMASALAHAN
Setiap proyek pembangunan jalan tidak luput dari berbagai permasalahan ,
baik itu saat perencanaan, pelakasanaan maupun pemeliharaan. Keterbatasan dana
yang dimiliki oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menyebabkan
pembangunan jalan atau perbaikan-perbaikan pada ruas jalan tidak dapat
dilaksanakan.
Efektivitas penggunaan dana untuk membiayai infrastruktur jalan selama ini
tidak seperti yang diharapkan. Sementara ketersediaan dana untuk membiayai
pembangunan infrastruktur tersebut selalu saja kurang dan menjadi permasalahan
yang cukup serius. Untuk menutupi kekurangan pembiayaan ini, pemerintah selalu
cenderung memilih alternatif termudah, misalnya dengan melakukan peminjaman
dana dari luar negeri, mengurangi subsidi serta meningkatkan sektor perpajakan.
Sebenarnya strategi yang terbaik bagi pemerintah untuk meningkatkan kemampuan
pembiayaan adalah dengan mengefektifkan anggaran yang tersedia melalui
perbaikan beberapa kebijakan dalam sistem pengelolaan keuangan proyek. Masalah
kurang efektifnya pola pembiayaan baik dalam perencanaan maupun pengawasan,
perkiraan satuan harga dan volume pekerjaan yang terlalu tinggi, potongan dana fisik
yang berlebihan, prioritas pembangunan yang didominasi oleh aspek sosial dan
politis. Semuanya dapat diatasi jika pemerintah benar-benar menerapkan prinsip
efesiensi, efektifitas, terbuka, transparan, adil, dan akuntabel yang tertuang dalam
Keppres No.80 Tahun 2003 pasal 3 secara terukur. Pencerminan prinsip-prinsip ini
secara terukur dapat diwujudkan melalui strategi, memperdayakan aparatur
pemerintah dalam perencanaan dan pengawasan. meminta garansi konstruksi
kepada kontraktor, membentuk tim pemeriksa gabungan untuk mengevaluasi
kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan, memanfaatkan media masa
secara optimal, dan menyediakan papan informasi yang memuat data proyek secara
lengkap pada saat pelaksanaan fisik dilakukan.

4
Percepatan pembangunan melalui pembangunan jalan bukan jaminan
terwujudnya kesejahteraan masyarakat, namun hanya akan memberikan keuntungan
pada segelintir pemodal saja jika tidak disertai dengan usaha-usaha serius untuk
membenahi.

5
Bab III
PEMBAHASAN
Dalam studi kelayakan digunakan data primer yang didapat dari hasil survei dan
data sekunder yang didapat dari pengutipan dari sumber data yang sebelumnya telah
diolah oleh instansi terkait. Dari hasil survey volume lalu lintas geometrik jalan dan
kecepatan akan dapat dihitung kinerja ruas jalan. Untuk memperkirakan besarnya
volume lalu lintas dimasa yang akan datang dilakukan perhitungan faktor
pertumbuhan. Selanjutnya nilai faktor pertumbuhan diklasifikasikan menjadi rendah
(low), sedang (medium) dan tinggi (high). Analisis pembebanan lalu lintas yang akan
melalui jalan akan dihitung berdasarkan penghematan jarak dan waktu digunakan
data pendapatan perkapita. Perhitungan biaya operasi kendaraan model PCI (Pasific
Consultant International) dihitung berdasarkan kecepatan kendaraan rata-rata yang
melewati ruas jalan yang ditinjau. Total biaya pertahun yang didapat dari
penghematan nilai waktu dan biaya operasional kendaraan yang kemudian
dibandingkan besarnya dengan biaya proyek untuk memperoleh nilai NPV, dan BCR
masing-masing discount rate serta IRR untuk tiap asumsi tingkat pertumbuhan lalu
lintas.
1. Analisa Kelayakan Finansial
Analisa kelayakan finansial proyek dilihat dari sudut pandang lembaga atau
individu yang menanamkan modalnya dalam proyek. Dalam analisis ini, yang
diperlukan adalah hasil yang harus diterima oleh investor atau siapa saja yang
berkepentingan dalam pembangunan proyek. Kriteria evaluasi dalam analisis
finansial diantaranya :
a. Metode Net Present Value (NPV)
Metode ini berusaha membandingkan semua komponen biaya dan manfaat
dari suatu proyek dengan acuan yang sama agar dapat diperhitungkan satu
dengan yang lainnya. Dalam hal ini acuan yang dipergunakan adalah
besaran neto saat ini.
b. Metode Benefit Cost Ratio (BCR)

6
Mencari index yang menggambarkan tingkat efektivitas pemanfaatan biaya
terhadap manfaat yang diperoleh selama tahun rencana. Indeks ini dikenal
sebagai indeks benefit cost ratio.
c. Metode Internal Rate of Return (IRR)
Besaran yang menunjukan harga discount rate pada saat besaran NPV =
0. Dalam hal ini IRR dapat dianggap sebagai tingkat keuntungan atas
investasi bersih dalam suatu proyek.
d. Metode Payback Period
Jangka waktu yang diperlukan untuk megembalikan modal suatu investasi
dihitung dari aliran kas bersih.
2. Analisis Sensitivitas
Nilai dari parameter-parameter yang telah dihitung dalam analisis di atas,
tentunya tidak lepas dari faktor kesalahan baik dalam prediksi maupun faktor
eksternal yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Jadi nilai manfaat
maupun biaya yang terealisasi mungkin lebih besar atau lebih kecil dari yang
telah diperkirakan, sehingga mengakibatkan perubahan pada hasil analisis
kelayakan yang dilakukan.
Dari analisis finansial dan analisis sensitivitas yang dilakukan dapat diketahui jika
proyek itu layak atau tidak.

7
Bab IV
KESIMPULAN
Studi kelayakan amat penting untuk diperhatikan pada suatu proyek
pembangunan jalan.Dengan adanya studi kelayakan maka suatu proyek
pembangunan jalan dapat diketahui tingkat kelayakannya, karena dalam studi
kelayakan semua aspek yang mempengaruhi pembangunan suatu proyek jalan telah
ditinjau untuk memastikan proyek tersebut dapat dilaksanakan. Pembangunan jalan
dikatakan layak apabila telah memenuhi aspek-aspek yang ditinjau, seperti aspek
finansial/ekonomi, sensitivitas proyek, social budaya, keamanan, politik dan
lingkungan. Jika proyek tersebut layak maka pembangunan jalan dapat dilaksanakan,
dan jika pembangunan jalan terlaksana maka akan mendorong terwujudnya
pencapaian kesejahteraan masyarakat. Sebab tujuan dari pembangunan jalan adalah
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

8
Bab V
DAFTAR BACAAN
www. geogle. com: - kajian teknik studi kelayakan pembangunan jalan
–masalah-masalah yang dihadapi dalam studi kelayakan
pembangunan jalan.

9
Bab V
DAFTAR BACAAN
www. geogle. com: - kajian teknik studi kelayakan pembangunan jalan
–masalah-masalah yang dihadapi dalam studi kelayakan
pembangunan jalan.

10
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat dan anugerah-Nya penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah
dengan judul kajian teknik studi kelayakan pembangunan jalan.
Makalah ini berisi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dan perlu dikaji
dalam studi kelayakan suatu pembangunan jalan.
Penyusun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu sehingga makalah ini dapat rampung dengan sebaik-baiknya.
Tidak ada suatu karya yang sempurna,kesempurnaan hanya milik Allah. Begitu
juga dengan makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat
diharapkan untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua, sekian dan terima kasih.

Makassar, juni 2009

Penyusun

11
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ………………………………………………………i


KATA PENGANTAR ……………………………………………………...ii
BAB 1 PENDAHULUAN ………………………………………………………1
A. Latar belakang ………………………………………………………1
B. Pengertian studi kelayakan ………………………………………………………1
C. Tujuan ……………………………………………………. 1-2
D. Ruang lingkup pekerjaan ……………………………………………………..2-3
BAB 2 PERMASALAHAN ……………………………………………………..4-5
BAB 3 PEMBAHASAN ……………………………………………………...6-7
BAB 4 KESIMPULAN ………………………………………………………..8
BAB 5 DAFTAR BACAAN ………………………………………………………..9

12
MAKALAH
KAJIAN TEKNIK STUDI KELAYAKAN
PEMBANGUNAN JALAN

Nama : EFRAIN APRIWANTO RERUNG


Stambuk : 0101 2009 001
Dosen : Ir. Rais Rachman

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL


UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PAULUS
MAKASSAR
2009

13