Anda di halaman 1dari 16

Jumat, 31 Desember 2010

Hukum Faraday Efek Hall

Michael Faraday menyatakan bahwa pada sebuah rangkaian atau kumparan yang memiliki N lilitan dengan flux magnet , kapan saja berubah terhadap waktu, maka voltase atau gaya gerak listrik e yang dihasilkan berbanding lurus dengan rataan perubahan flux magnet terhadap waktu. Ini bisa dirumuskan sebagai :

Nilai flux magnet bisa berubah-ubah jika dihasilkan dengan listrik AC atau posisi rangkaian bisa diubah-ubah terhadap flux magnet yang nilainya konstant. Contoh sensor yang menggunakan listrik AC untuk mengubah flux magnet adalah Ac tachometer. Sedangkan sensor yang mengubah-ubah posisi rangkaian terhadap flux magnet yang konstan adalah dc tachometer, linear velocity meter, search coil magnetometer, dan electromagnetic flowmeter.

Tachometer Linear Velocity Transducers

Tachometer digunakan untuk mengukur kecepatan putaran Biasa juga disebut rate generator Alat ini berupa generator ac ( atau dc ) yang menghasilkan tegangan keluaran yang sebanding dengan kecepatan putaran ( rpm ) benda Fase atau polaritas tegangan yang dihasilkan tergantung pada arah putaran Pada tachometer dc biasanya terdapat satu rangkaian untuk menghasilkan medan magnet yang konstan Pada tachometer ac biasanya medan magnetnya dihasilkan oleh sebuah rangkaian dengan sumber tegangan ac. Yang akan kita bahas di sini adalah tachometer ac saja.

Tipe tachometer yang biasa digunakan adalah tipe drag-cup

Dengan menggunakan hukum Faraday dapat kita rumuskan besarnya tegangan output yang dihasilkan sebagai berikut :

Peralatan ini digunakan untuk mengukur kecepatan linier suatu benda Pada beberapa kasus ini bisa dilakukan dengan mengkonversi kecepatan linier menjadi kecepatan sudut kemudian menghitung kecepatannya dengan tachometer. Tapi pada banyak kasus lainnya, cara ini tidak mungkin untuk dilakukan, seperti saat kita ingin mengukur getaran ( vibration movements ) dan pada peralatan pesawat luar angkasa.

Pada tahun 1879, Edwin H. Hall membuktikan bahwa elektron yang bergerak dalam kabel tembaga yang beraliran listrik bisa dibelokkan oleh medan magnet. Fenomena yang disebut Efek Hall ini memudahkan kita untuk mencari tahu apakah pembawa muatan dalam sebuah konduktor adalah positif atau negatif. Selain itu, kita juga bisa mengukur berapa banyak pembawa muatan per satuan volume pada konduktor.

Perhatikan Gambar

Setelah beberapa lama, elektron-elektron akan berpindah ke sisi kanan, meninggalkan muatan positif tetap di sisi kiri. Berpisahnya muatan positif dan negatif ini akan menghasilkan medan listrik E di dalam kawat, Sebagai ilustrasi

Hall potential difference ( beda potensial Hall ) adalah beda potensial yang terjadi karena adanya medan listrik pada kawat dengan lebar d tadi. Besarnya dirumuskan sebagai :

V = E.d

Dengan menghubungkan sebuah voltmeter pada kiri dan kanan kawat, kita bisa menghitung beda potensial antara ke dua tepi kawat, sekaligus kita akan mengetahui tepi mana yang punya potensial yang lebih tinggi.

Polaritas tegangan pada kawat ditentukan oleh tipe mayoritas pembawa muatan. Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini

Muatan dalam konduktor mengalami gaya Lorentz , F = qv x b dengan v = EL dengan adalah mobilitas muatan dan EL adalah besar medan listrik. Tegangan Hall (VH) yang dihasilkan tergantung pada ketebalan material t , arus listrik I , besar medan magnet B , dan sifat material kabel itu sendiri ( seperti kepadatan muatan atau charge density dan mobilitas muatan listrik . Dengan menggunakan faktor-faktor ini kita bisa menghitung besarnya koeffisien Hall dari material :

Sensor efek Hall merupakan transduser yang output keluarannya berubah-ubah sebagai respons terhadap perubahan medan magnet. Sensor Hall biasanya dipakai untuk positioning, deteksi kecepatan, dan aplikasi sensor arus listrik. Biasanya dikombinasikan dalam rangkaian dengan tujuan untuk membuat suatu alat bekerja dalam mode on/off. Dalam konfigurasi ini sensor hall sifatnya menyerupai switch

Contohnya adalah dalam peralatan industri di mana sensor Hall dipakai pada pneumatic cylinder ( semacam pompa ).

Yang bernomer 1 adalah piston magnetik yang memberikan efek Hall pada sensor bernomer 2 dan 3. Sensor ini dihubungkan dengan rangkaian sedemikian hingga ketika cylinder ini berada pada keadaan memompa ke atas secara penuh ( piston berada pada bagian atas ), pompa akan kembali ditarik ke bawah sampai keadaan pada gambar sebelah kanan. Setelah piston berada di bawah, pompa kembali memompa ke atas untuk kembali lagi pada keadaan pada gambar sebelah kiri.