Anda di halaman 1dari 5

1.

Perbedaan mikroskop tipe Bausch & Lomb dengan tipe Reichert Mikroskop polarisator tipe Bausch & Lomb dan mikroskop polarisator tipe Reichert memiliki perbedaan,yang terletak pada proses pengamatan yang akan dilakukan menggunakan masing-masing mikroskop tersebut. Pada mikroskop polarisasi tipe Bausch & Lomb, ketika melakukan pengamatan terhadap objek tertentu, yang harus dipusatkan adalah objektifnya, sedangkan pada mikroskop polarisasi tipe Reichert, ketika dilakukan proses pengamatan terhadap suatu objek tertentu, yang harus dipusatkan agar proses pengamatan bisa berlangsung dengan baik adalah meja objeknya, bukan objeknya itu sendiri.

2. Bagian-bagian dari mikroskop polarisasi beserta fungsinya

Sumber http://semangatgeos.blogspot. com

a. Kaki mikroskop, berfungsi sebagai tempat bertumpunya mikroskop untuk berdiri dengan posisi dan bentuk yang bermacam-macam. b. Lengan mikroskop, merupakan bagian dari mikroskop yang berfungsi sebagai penghubung antara kaki dan tubus mikroskop, selain itu juga digunakan untuk pegangan ketika kita ingin memindahkan mikroskop tersebut ketempat lain

c. Cermin, memiliki fungsi sebagai penangkap dan penerus sinar yang datang dari cahaya lampu atau dari langsung dari cahaya matahari. Cermin pada mikroskop sendiri terdiri dari cermin datar dan cermin cekung, cermin datar berfungsi sebagai pemantul cahaya sesuai cahaya yang diterima, sedangkan cermin cekung berfungsi sebagai pemusat cahaya illumination) d. Substage Unit Polarisator atau lower nicol, merupakan bagian dari mikroskop polarisasi yang terdiri dari suatu lembaran Polaroid, yang berfungsi untuk menyerap cahaya dan kemudian memilih cahaya yang terserap tersebut (selective absorption), sehingga cahaya yang dapat diteruskan hanyalah cahaya yang bergetar pada satu arah saja. Meja Objek, berbentuk seolah-olah seperti piring yang memiliki lubang dibagian tengah yang merupakan tempat cahaya masuk. Pada bagian tepinya, terdapat pembagian skala derajat dari 0o sampai 360o. di beberapa sisi pada meja objek dapat ditemukan beberapa lubang sebagai tempat untuk penjepit peraga (stage clips) dan mechanical stage yang merupakan alat penggerak peraga pada dua arah yang saling tegak lurus Diafragma iris, terletak di bagian atas dari substage unit, yang digunakan untuk mengatur jumlah cahaya yang diteruskan yang merupakan suatu faktor penting untuk menentukan intensitas cahaya yang dapat diterima oleh pengamat. Proses pengaturan jumlah cahaya yang diteruskan, dilakukan dengan cara menambah atau mengurangi besarnya apertur diafragma iris. Penentuan intensitas cahaya ini menjadi sangat penting, karena setiap mata pengamat memiliki daya akomodasi yang berbeda-beda satu sama lain, sehingga perlu dilakukan pengaturan tertentu sehingga setiap mata pengamat dapat mengamati objek secara jelas, kemudian diafragma iris juga berfungsi untuk menetapkan jumlah luasan daerah pada peraga yang akan diterangi. Kondensor, terdapat di bagian paling atas dari substage unit, terdiri dari suatu lensa cembung yang berfungsi untuk memusatkan cahay yang datang dari cermin dibawahnya. e. Tubus mikroskop, merupakan suatu teropong yang terletak di atas meja objek. Tubus mikroskop sendiri terdiri dari bagian-bagian yang penting, yaitu : dengan hasil yang tidak simetris (assymetrical cone of

Lensa Amici Bertrand, memiliki fungsi yang berbeda bagi lensa okuler dan lensa objektif. Pada lensa okuler, lensa amici Bertrand berfungsi untuk memfokuskan objek yang akan diamati, sedankan pada lensa objektif, lensa amici Bertrand digunakan untuk memperbesar gambar interferensi yang terbentuk pada bidang fokus balik (back focal plane). Lensa amici bertrand merupakan suatu lensa yang hanya dapat digunakan dalam pengamatan secara kenoskopis saja.

Lensa objektif, terletak dibagian paling bawah dari tubus mikroskop, berfungsi untuk menangkap dan memperbesar bayangan sayatan mineral yang terdapat di meja objek. Biasanya pada tubus mikroskop ada tiga lensa objektif, dengan perbesaran yang berbeda-beda, mulai dari 4x, 10x, 40x, sampai 100x.

Lensa okuler, merupakan lensa yang digunakan untuk memperbesar bayangan dari objek yang akan diamati, maka dari itulah, melalui lensa okuler bayangan akhir kemudian dapat terbentuk. Kemudian pada lensa okuler, akan ditemui adanya benang silang, yang digunakan sebagai tanda pusat dari objek pengamatan.

Lubang Kompensator, merupakan suatu tempat yang digunakan untuk memasukkan konpensator, baik itu baji kuarsa ataupun gips dengan bentuk yang menipis ke arah depan sehingga akan dihasilkan perubahan warna interferensi pada mineral.

Analisator, memiliki fungsi dan bahan penyusun yang sama dengan polarisator, hanya saja arah getarannya bisa dibuat tegak lurus arah getaran polarisator untuk nikol bersilang atau searah getaran polarisator untuk nikol sejajar.

3. Fungsi dari baji kuarsa, keping mika, dan keping gips a. Baji kuarsa, merupakan suatu sayatan kuarsa yang dipotong sedemikian rupa, sehingga sumbu c-nya searah dengan arah memanjangnya baji. Baji kuarsa memiliki fungsi untuk melihat pengaruh ketebalan sayatan terhadap retardasinya () : dimana retardasi dapat ditentukan dengan menggunakan rumus :

= t (n2 - n1)
Keterangan : t n2 & n1 = = = retardasi ketebalan sayatan tipis harga indeks bias pada kuarsa

selain digunakan untuk menentukan pengaruh ketebaan sayatan terhadap retardasinya, baji kuarsa juga dapat digunakan untuk menentukan terjadinya penambahan atau pengurangan warna interferensi pada suatu kristal. b. Keping gips, merupakan suatu sayatan gypsum dengan ketebalan tertentu sehingga memiliki harga = 550 m. keping gips digunakan untuk menentukan penambahan dan pengurangan warna interferensi yang mempunyai harga 530 nm. c. Keping mika, merupakan suatu sayatan yang dibuat dari muskovit yang pipih dengan sedemikian rupa sehingga sayatan ini memiliki = 150 m. Keping mika berfungsi untuk menentukan warna interferensi yang tinggi dan harga bias rangkap pada kristal yang mempunyai harga 50 nm

DAFTAR PUSTAKA
http://geoenviron.blogspot.com/2012/10/mikroskop-polarisasi-reichert-vsolympus_8.html http://shin-shanshan.blogspot.com/2011/10/mikroskop-polarisasi-reichert-vs.html http://samuelmodeon.blogspot.com/2011/05/mikroskop-polarisasi.html Judith, Bean dkk. 1981. Mineral Optik. Pusat penerbitan Fakultas Teknik UGM : Yogyakarta