Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.

Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya. Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.

Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka. Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda. Kemudian setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut. Sehubungan dengan rencana perayaan itu, ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga). Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker itu antara lain berbunyi: "Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan

di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun". Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan, berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka. Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil. Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda. Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman. Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte. Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan. Setelah pulang dari pengasingan, bersama rekan-rekan seperjuangannya, ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut. Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Tamansiswa, ia juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisannya berjumlah ratusan buah. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. etnis.H. tanggal 28 November 1959. pada zaman Pendudukan Jepang. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Bacharuddin Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-Pare. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudarasaudaranya di Pare-Pare. Muhammad Hatta dan K. suku. Sulawesi Selatan.305 Tahun 1959. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957. ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan). Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943. Hari lahirnya. kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional. status ekonomi. Sifat tegas berpegang pada prinsip . Sulawesi Selatan. untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No. Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama. budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional. Drs. Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. budaya. Tuti Marini Puspowardojo. pada tanggal 25 Juni 1936.Sementara itu. Presiden ketiga Republik Indonesia. dan sebagainya. didirikan Museum Dewantara Kirti Griya. pendidik. Mas Mansur. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan). Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Setelah zaman kemedekaan. Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Kemudian oleh pihak penerus perguruan Taman Siswa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis. Yogyakarta. Soekarno. ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana. status sosial. adat. serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi. kebiasaan. Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa).

Berbeda dengan temantemannya yang lain. karena kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja. namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang shalat Isya.5. 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. pada tahun 1955 di Aachean. Dengan gelar insinyur. Karena kecerdasannya. terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian. beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot. beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung). mereka. dari Technische Hochschule. dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya. Beliau mendapat gelar Diploma Ing. Tak lama setelah ayahnya meninggal. Beberapa tahun kemudian. Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954. Ibunya kemudian menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie. sebuah . Di SMA. Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman. ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibie. semua kegiatan disampingkan kecuali belajar. beliau sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar. Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9.telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Sehabis masa libur. karena mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya Dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia maka ia memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH)Ketika sampai di Jerman. sepeninggal ayahnya. beliau mulai tampak menonjol prestasinya.

The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia). Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean. Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. hidupnya makin keras. di pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr.industri kereta api Jerman. The Royal Aeronautical Society London (Inggris). The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman. dari tempat yang sama tahun 1965. Di dalam negeri. Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana. Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman. menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. Crack". Sementara itu penghargaan bergensi yang pernah diraih Habibie di antaranya. Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menhemat kebutuhan hidup keluarga. Mendapat persoalan seperti itu. Rumus yang di temukan oleh Habibie dinamai "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai "Mr. . Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional di antaranya. Pada tahun 1967. Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil. Talbot membutuhkan 1000 wagon.

. memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis. peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award.. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung. Ainun adalah segalanya. Dornier. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu... setiap mimpi mempunyai batas.. penuh kontroversi.. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka! Pada tanggal 22 Mei 2010. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945... dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI.. Namun setiap kisah mempunyai akhir. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya.. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Hasri Ainun Habibie. beliau selalu menjadi berita.saya mau kasih informasi.. kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri.. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI.Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi. Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. meninggal di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat. Habibie adalah segalanya. istri BJ Habibie.. Di Indonesia... sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia. Muenchen. . Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa. Ia meninggal pada hari Sabtu pukul 17. Bagi Ainun...30 waktu setempat atau 22. sebuah film yang berjudul " Habibie dan Ainun" diluncurkan.... pengisi kasih dalam hidupnya. Dik. "Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun. Ini menjadi duka yang amat mendalam bagi Mantan Presiden Habibie dan Rakyat Indonesia yang merasa kehilangan. Klinikum. kembali pula hijrah bermukim ke Jerman... Bagi Habibie..ibu Ainun istri saya.. Kepastian meninggalnya Hasri Ainun dari kepastian Ali Mochtar Ngabalin.. dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3. you pergi dinas dan istri di rumah. tapi tidak dengan saya.. Bombardier.... 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman.. banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya.. Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT. Saya bilang ke Presiden.30 WIB.. Jerman. kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR.. mantan anggota DPR yang ditunjuk menjadi wakil keluarga BJ Habibie. itu kembali dari “habitat”-nya Jerman.. Pada Awal desember 2012. Gini ya." Papar BJ Habibie.. Setiap kali. film ini Mengangkat kisah nyata tentang romantisme kedua saat .

Kiai Haji Abdurrahman Wahid. Daftar isi • • • • 1 Kehidupan awal 2 Pendidikan di luar negeri 3 Awal karier 4 Nahdlatul Ulama o o o 4.3 Terpilih sebagai ketua dan masa jabatan pertama 4. dengan pemeran Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun Habibie. 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun)[1] adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu oleh Kabinet Persatuan Nasional. Ia menggantikan Presiden B. Abdurrahman Wahid adalah mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil Pemilu 1999.2 Mereformasi NU 4. 7 September 1940 – meninggal di Jakarta. Film yang diambil dari buku terlaris karya BJ Habibie. Jawa Timur.1 Pembentukan PKB dan Pernyataan Ciganjur 5. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR.remaja hingga menjadi suami istri dan saat ajal memisahkan mereka.4 Masa jabatan kedua dan melawan Orde Baru 4. Film ini di garap oleh dua sutradara yaitu Faozan Rizal dan Hanung Bramantyo.2 Pemilu 1999 dan Sidang Umum MPR • 6 Kepresidenan o 6.1 1999 . J.5 Masa jabatan ketiga dan menuju reformasi o o • 5 Reformasi o o 5.1 Awal keterlibatan 4. akrab dipanggil Gus Dur (lahir di Jombang. Tepat 23 Juli 2001.

1 Tasrif Award-AJI 9. Abdurrahman Wahid lahir pada hari ke-4 dan bulan ke-8 kalender Islam tahun 1940 di Denanyar Jombang.2 Doktor kehormatan • • • • 10 Lihat pula 11 Catatan kaki 12 Daftar pustaka 13 Pranala luar Kehidupan awal Gus Dur semasa muda.1 Kematian • 9 Penghargaan o o 9.3 Oposisi terhadap pemerintahan SBY • 8 Kehidupan pribadi o 8.3 2001 dan akhir kekuasaan 7 Aktivitas setelah kepresidenan o o o 7.2 Pemilihan umum 2004 7.2 2000 6.o o • 6.1 Perpecahan pada tubuh PKB 7. Jawa Timur dari pasangan Wahid Hasyim dan .

setelah lulus dari SMP. Wahid Hasyim. Wahid juga diajarkan membaca buku nonMuslim. Pada akhir perang tahun 1949. tempat ayahnya terpilih menjadi Ketua pertama Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. pendiri Nahdlatul Ulama (NU). pendiri Kesultanan Demak. sama dengan 7 September 1940. namun kalender yang digunakan untuk menandai hari kelahirannya adalah kalender Islam yang berarti ia lahir pada 4 Sya'ban. Wahid lahir dalam keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. Gus Dur terus tinggal di Jakarta dengan keluarganya meskipun ayahnya sudah tidak menjadi menteri agama pada tahun 1952.[6] Tan Kim Han sendiri kemudian berdasarkan penelitian seorang peneliti Perancis. ia masuk ke Sekolah Menengah Pertama. Abdurrahman Wahid belajar di Jakarta. Ayah Gus Dur. Sholehah. Setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Terdapat kepercayaan bahwa ia lahir tanggal 4 Agustus. Kakek dari ayahnya adalah K.H.H. Saudaranya adalah Salahuddin Wahid dan Lily Wahid. Pendidikan Wahid berlanjut dan pada tahun 1954.[2] Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Pada tahun itu. Ali Maksum di Pondok Pesantren Krapyak dan belajar di SMP. "Addakhil" berarti "Sang Penakluk". saudara kandung Raden Patah (Tan Eng Hwa). Pada April 1953. dan Inayah. ia tidak naik kelas. K. Pada tahun 1957. masuk ke SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari. puteri Tiongkok yang merupakan selir Raden Brawijaya V. Wahid pindah ke Jakarta dan ayahnya ditunjuk sebagai Menteri Agama. adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan [3]. Ibunya. Gus Dur kembali ke Jombang dan tetap berada di sana selama perang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda. adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Ny. Hj.Solichah. Anita. Yenny. terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Louis-Charles Damais diidentifikasikan sebagai Syekh Abdul Qodir Al-Shini yang diketemukan makamnya di Trowulan.H. Wahid pindah dari Jombang ke Jakarta. dan koran oleh ayahnya untuk memperluas pengetahuannya [7]. Ibunya lalu mengirim Gus Dur ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikannya dengan mengaji kepada KH. majalah.[6] Pada tahun 1944. Bisri Syansuri.[2] Kata "Addakhil" tidak cukup dikenal dan diganti nama "Wahid". [4] Abdurrahman Wahid mengaku bahwa ia adalah keturunan dari Tan Kim Han yang menikah dengan Tan A Lok. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. ayah Wahid meninggal dunia akibat kecelakaan mobil.[5][6] Tan A Lok dan Tan Eng Hwa ini merupakan anak dari Putri Campa. Wahid pindah ke Magelang untuk memulai . Ia menikah dengan Sinta Nuriyah dan dikaruniai empat putri: Alisa. "Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berati " abang" atau "mas". sebuah organisasi yang berdiri dengan dukungan tentara Jepang yang saat itu menduduki Indonesia. K. Hasyim Asyari. sementara kakek dari pihak ibu. Gus Dur secara terbuka pernah menyatakan bahwa ia memiliki darah Tionghoa.

Ia mengembangkan reputasi sebagai murid berbakat. Abdurrahman Wahid pergi ke Belanda untuk meneruskan pendidikannya. Pada saat ia bekerja. Wahid juga terlibat dengan Asosiasi Pelajar Indonesia dan menjadi jurnalis majalah asosiasi tersebut. Wahid terpaksa mengambil kelas remedial. Ketika ia memulai belajarnya dalam Islam dan bahasa Arab tahun 1965. Wahid menerima beasiswa dari Kementrian Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo. sementara melanjutkan pendidikannya sendiri. Pada akhir tahun. Wahid mengalami kegagalan di Mesir. Mayor Jendral Suharto menangani situasi di Jakarta dan upaya pemberantasan komunis dilakukan. Wahid pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang. Ia tidak setuju akan metode pendidikan serta pekerjaannya setelah G30S sangat mengganggu dirinya. ia suka menonton film Eropa dan Amerika. Gus Dur diberitahu oleh pihak universitas bahwa ia harus mengambil kelas remedial sebelum belajar Islam dan bahasa Arab. ia diberitahu bahwa ia harus mengulang belajar. Perintah ini diberikan pada Wahid. menyelesaikan pendidikan pesantren dalam waktu dua tahun (seharusnya empat tahun). Wahid ingin belajar di Universitas Leiden. Abdurrahman Wahid juga menerima pekerjaan pertamanya sebagai guru dan nantinya sebagai kepala sekolah madrasah. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Baghdad tahun 1970. Kedutaan Besar Indonesia di Mesir diperintahkan untuk melakukan investigasi terhadap pelajar universitas dan memberikan laporan kedudukan politik mereka.[8] Pendidikan di luar negeri Pada tahun 1963. Karena tidak mampu memberikan bukti bahwa ia memiliki kemampuan bahasa Arab. yang ditugaskan menulis laporan [11]. tetapi kecewa karena pendidikannya di Universitas Baghdad kurang diakui. dan juga menonton pertandingan sepak bola. Mesir. Di Mesir. Wahid dengan cepat belajar. Wahid dipekerjakan di Kedutaan Besar Indonesia. [12] Pada tahun 1966. ia berhasil lulus kelas remedial Arabnya. peristiwa Gerakan 30 September (G30S) terjadi.[13] Wahid pindah ke Irak dan menikmati lingkungan barunya. Wahid pergi ke Jerman dan Perancis sebelum kembali ke Indonesia tahun 1971. Gus Dur juga dipekerjakan sebagai jurnalis majalah seperti Horizon dan Majalah Budaya Jaya. Di sana. Meskipun ia mahir berbahasa Arab. Awal karier . Meskipun ia lalai pada awalnya.[14] Dari Belanda. Pada tahun 1959.Pendidikan Muslim di Pesantren Tegalrejo. Wahid juga meneruskan keterlibatannya dalam Asosiasi Pelajar Indonesia dan juga menulis majalah asosiasi tersebut. ia telah mempelajari banyak materi yang diberikan dan menolak metode belajar yang digunakan Universitas [10]. Gus Dur kecewa. Sebagai bagian dari upaya tersebut. [12] Pendidikan prasarjana Gus Dur diselamatkan melalui beasiswa di Universitas Baghdad. [9] Abdurrahman Wahid menikmati hidup di Mesir pada tahun 1964. Ia pergi ke Mesir pada November 1963.

Gusdur memilih batal belajar luar negeri dan lebih memilih mengembangkan pesantren. Wahid juga memilih untuk pindah dari Jombang ke Jakarta dan menetap di sana. pemerintah juga membujuk pesantren sebagai agen perubahan dan membantu pemerintah dalam perkembangan ekonomi Indonesia.Gusdur juga berkeliling pesantren dan madrasah di seluruh Jawa. Selain bekerja sebagai kontributor LP3ES. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) organisasi yg terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat. Wahid akhirnya bergabung dengan Dewan tersebut setelah kakeknya. Sebagai . Abdurrahman Wahid meneruskan kariernya sebagai jurnalis. Bisri Syansuri. Meskipun memiliki karier yang sukses pada saat itu. tempat Gusdur tinggal bersama keluarganya.menulis untuk majalah dan surat kabar Artikelnya diterima dengan baik dan ia mulai mengembangkan reputasi sebagai komentator sosial. membuat dia harus pulang-pergi antara Jakarta dan Jombang. Permintaan ini berlawanan dengan aspirasi Gus Dur dalam menjadi intelektual publik dan ia dua kali menolak tawaran bergabung dengan Dewan Penasehat Agama NU. Namun. Karena mengambil pekerjaan ini. LP3ES mendirikan majalah yang disebut "Prisma" dan Gusdur menjadi salah satu kontributor utama majalah tersebut. Pada tahun 1977. Pada saat itu. Gusdur merasa prihatin dengan kondisi itu karena nilai-nilai tradisional pesantren semakin luntur akibat perubahan ini. Dengan popularitas itu. Namun kelebihannya menyebabkan beberapa ketidaksenangan dari sebagian kalangan universitas. Satu tahun kemudian Wahid menambah pekerjaannya dengan menjadi Guru Kitab Al Hikam.ia mendapatkan banyak undangan untuk memberikan kuliah dan seminar. Ia akan diminta untuk memainkan peran aktif dalam menjalankan NU. Nahdlatul Ulama Awal keterlibatan Latar belakang keluarga Wahid segera berarti. Gusdur juga prihatin dengan kemiskinan pesantren yang ia lihat.Gus Dur kembali ke Jakarta mengharapkan bahwa ia akan pergi ke luar negeri lagi untuk belajar di Universitas McGill Kanada. Pada waktu yang sama ketika mereka membujuk pesantren mengadopsi kurikulum pemerintah. Gusdur masih merasa sulit hidup hanya dari satu sumber pencaharian dan ia bekerja untuk mendapatkan pendapatan tambahan dengan menjual kacang dan mengantarkan es. Gusdur bergabung ke Universitas Hasyim Asyari sebagai dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan Islam dan Universitas ingin agar Gusdur mengajar subyek tambahan seperti syariat Islam dan misiologi.pesantren berusaha keras mendapatkan pendanaan dari pemerintah dengan cara mengadopsi kurikulum pemerintah. Pada tahun 1974 Gusdur mendapat pekerjaan tambahan di Jombang sebagai guru di Pesantren Tambakberas dan segera mengembangkan reputasi baik. memberinya tawaran ketiga [15]. Ia membuat dirinya sibuk dengan bergabung ke Lembaga Penelitian.

pejabatpejabat tinggi NU bertemu dengan Ketua NU Idham Chalid dan meminta agar ia mengundurkan diri. Pada saat Musyawarah Nasional 1984. Hal ini dilakukan sehingga NU dapat fokus dalam masalah sosial daripada terhambat dengan terlibat dalam politik. Pada 2 Mei 1982. Namun. Idham. Abdurrahman Wahid juga mendapat pengalaman politik pertamanya. Soeharto dipilih kembali sebagai presiden untuk masa jabatan ke-4 oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan mulai mengambil langkah untuk menjadikan Pancasila sebagai Ideologi Negara. Terpilih sebagai ketua dan masa jabatan pertama Reformasi Wahid membuatnya sangat populer di kalangan NU. Wahid menerima nominasi ini dengan syarat ia mendapatkan wewenang penuh untuk memilih para pengurus yang akan bekerja di bawahnya. Reformasi dalam organisasi termasuk perubahan kepemimpinan. Wahid mendengar pilihan Idham untuk mundur dan menemuinya. Pada tahun 1983. Wahid juga mengundurkan diri dari PPP dan partai politik. Wahid menjadi bagian dari kelompok yang ditugaskan untuk menyiapkan respon NU terhadap isu tersebut. Mereformasi NU Pada saat itu. Setelah berdiskusi.anggota Dewan Penasehat Agama. Wahid berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP). banyak orang yang mulai menyatakan keinginan mereka untuk menominasikan Wahid sebagai ketua baru NU. Wahid memimpin dirinya sebagai reforman NU. tetapi akhirnya mundur karena tekanan. Pada hari terakhir Munas. yang telah memandu NU pada era transisi kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto awalnya melawan. banyak orang yang memandang NU sebagai organisasi dalam keadaan stagnasi/terhenti. Pada saat itu. Wahid berkonsultasi dengan bacaan seperti Quran dan Sunnah untuk pembenaran dan akhirnya. sebuah Partai Islam yang dibentuk sebagai hasil gabungan 4 partai Islam termasuk NU. daftar anggota Wahid . Idham membatalkan kemundurannya dan Wahid bersama dengan Tim Tujuh dapat menegosiasikan persetujuan antara Idham dan orang yang meminta kemundurannya [17]. lalu ia berkata bahwa permintaan mundur tidak konstitusionil. Wahid menyebut bahwa Pemerintah mengganggu kampanye PPP dengan menangkap orang seperti dirinya [16]. Dengan himbauan Wahid. pada Oktober 1983. ia menyimpulkan bahwa NU harus menerima Pancasila sebagai Ideologi Negara [18]. Dewan Penasehat Agama akhirnya membentuk Tim Tujuh (yang termasuk Wahid) untuk mengerjakan isu reformasi dan membantu menghidupkan kembali NU. Pada 6 Mei 1982. persyaratannya untuk dapat memilih sendiri para pengurus di bawahnya tidak terpenuhi. Untuk lebih menghidupkan kembali NU. Wahid selalu berhasil lepas karena memiliki hubungan dengan orang penting seperti Jendral Benny Moerdani. Wahid terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Musyawarah Nasional tersebut. Dari Juni 1983 hingga Oktober 1983. Namun demikian. Pada pemilihan umum legislatif 1982.

Pada saat itu. Suharto menjadikan Gus Dur indoktrinator Pancasila. Abdurrahman Wahid menunjukan dukungan lebih lanjut terhadap rezim tersebut dengan mengkritik PPP dalam pemilihan umum legislatif 1987 dan memperkuat Partai Golkar Suharto. beberapa anggota ICMI meminta Gus Dur bergabung. Gus Dur berencana mengadakan Musyawarah Besar untuk merayakan ulang tahun NU ke-66 dan mengulang pernyataan dukungan NU terhadap Pancasila. Gus Dur juga mendirikan kelompok belajar di Probolinggo. yang terlibat dalam pertempuran politik dengan ABRI.[20] Pada tahun 1987. Pada Maret 1992. mengumumkan sebuah daftar yang sama sekali berbeda kepada para peserta Munas. Idham Chalid. Jawa Timur untuk menyediakan forum individu sependirian dalam NU untuk mendiskusikan dan menyediakan interpretasi teks Muslim. Wahid melawan ICMI dengan membentuk Forum Demokrasi. diketuai oleh Baharuddin Jusuf Habibie dan di dalamnya terdapat intelektual Muslim seperti Amien Rais dan Nurcholish Madjid sebagai anggota. Gus Dur menolak karena ia mengira ICMI mendukung sektarianisme dan akan membuat Soeharto tetap kuat.[24] Masa jabatan kedua dan melawan Orde Baru Wahid terpilih kembali untuk masa jabatan kedua Ketua NU pada Musyawarah Nasional 1989. Ia kemudian menjadi anggota MPR mewakili Golkar. mulai menarik simpati Muslim untuk mendapat dukungan mereka. Organisasi ini didukung oleh Soeharto. yang bertentangan dengan Idham. Pada tahun 1985. Namun demikian. Soeharto menghalangi acara tersebut. Wahid sebelumnya telah memberikan sebuah daftar kepada Panitia Munas yang sedianya akan diumumkan hari itu. Selama masa jabatan pertamanya. Gus Dur fokus dalam mereformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren sehingga dapat menandingi sekolah sekular. Wahid merencanakan acara itu dihadiri oleh paling sedikit satu juta anggota NU. Namun. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dibentuk untuk menarik hati Muslim Intelektual. memerintahkan polisi untuk mengembalikan bus berisi anggota NU ketika . namun saat itu Suharto masih mendapat dukungan politik dari NU. Pada tahun 1991.[21] Hal ini merenggangkan hubungan Wahid dengan pemerintah. [19] Terpilihnya Gus Dur dilihat positif oleh Suharto dan rezim Orde Baru. [22] Pada tahun 1987.[23] Gus Dur pernah pula menghadapi kritik bahwa ia mengharapkan mengubah salam Muslim "assalamualaikum" menjadi salam sekular "selamat pagi". Panitia Munas. Organisasi ini diperhitungkan oleh pemerintah dan pemerintah menghentikan pertemuan yang diadakan oleh Forum Demokrasi saat menjelang pemilihan umum legislatif 1992. organisasi yang terdiri dari 45 intelektual dari berbagai komunitas religius dan sosial. Meskipun ia disukai oleh rezim. Soeharto.sedang dibahas persetujuannya oleh para pejabat tinggu NU termasuk Ketua PBNU sebelumnya. Wahid mengkritik pemerintah karena proyek Waduk Kedung Ombo yang didanai oleh Bank Dunia. Pada Desember 1990.[25] Pada tahun 1991. Penerimaan Wahid terhadap Pancasila bersamaan dengan citra moderatnya menjadikannya disukai oleh pejabat pemerintahan.

bersama dengan delapan pemimpin penting dari komunitas Muslim. Namun. Sembilan pemimpin tersebut menolak untuk bergabung dengan Komite Reformasi. pendukung Soeharto. Juli 1997 merupakan awal dari Krisis Finansial Asia. Gus Dur menominasikan dirinya untuk masa jabatan ketiga. Megawati yang menggunakan nama ayahnya memiliki popularitas yang besar dan berencana tetap menekan rezim Soeharto. Gus Dur didorong untuk melakukan reformasi dengan Megawati dan Amien. Selama masa ini. adil dan toleran. Wahid dan Soeharto bertemu pertama kalinya sejak pemilihan kembali Gus Dur sebagai ketua NU dan beberapa bulan berikutnya diikuti dengan pertemuan dengan berbagai tokoh pemerintah yang pada tahun 1994 berusaha menghalangi pemilihan kembali Gus Dur. Ketika musyawarah nasional diadakan. Sebagai ketua. Melihat apa yang terjadi terhadap Megawati. namun ia terkena stroke pada Januari 1998. [29] Pada saat yang sama. Gus Dur tetap terpilih sebagai ketua NU untuk masa jabatan ketiga. Gus Dur berpikir bahwa pilihan terbaiknya sekarang adalah mundur secara politik dengan mendukung pemerintah. Gus Dur terus mendorong dialog antar agama dan bahkan menerima undangan mengunjungi Israel pada Oktober 1994. Wahid melihat situasi terus memburuk dengan pemilihan kembali Soeharto sebagai Presiden dan protes mahasiswa yang menyebabkan terjadinya kerusuhan Mei 1998 setelah penembakan enam mahasiswa di Universitas Trisakti. Megawati mengacuhkannya dan harus membayar mahal ketika pada Juli 1996 markas PDInya diambil alih oleh pendukung Ketua PDI yang didukung pemerintah. dipanggil ke kediaman Soeharto. seperti Habibie dan Harmoko berkampanye melawan terpilihnya kembali Gus Dur. Soeharto memberikan konsep Komite Reformasi yang ia usulkan.mereka tiba di Jakarta.[27] Masa jabatan ketiga dan menuju reformasi Menjelang Musyawarah Nasional 1994.[28] Terdapat juga usaha menyuap anggota NU untuk tidak memilihnya. Pada tanggal 19 Mei 1998. Gus Dur memulai aliansi politik dengan Megawati Soekarnoputri dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Setelah acara. Pada November 1996. [30] Hal tersebut . Gus Dur. anggota ICMI yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Akan tetapi. Soeharto mulai kehilangan kendali atas situasi tersebut. Gus Dur membiarkan pilihannya untuk melakukan reformasi tetap terbuka dan pada Desember 1996 bertemu dengan Amien Rais. Soerjadi. Wahid menasehati Megawati untuk berhati-hati dan menolak dipilih sebagai Presiden untuk Sidang Umum MPR 1998. Mendengar hal itu. Gus Dur memiliki pendirian yang lebih moderat dengan Soeharto dan meminta demonstran berhenti untuk melihat apakah Soeharto akan menepati janjinya. acara itu dihadiri oleh 200.[26] Selama masa jabatan keduanya sebagai ketua NU.000 orang. Pada minggu-minggu sebelum munas. tempat pemilihan dijaga ketat oleh ABRI dalam tindakan intimidasi. Soeharto ingin agar Wahid tidak terpilih. Gus Dur mengirim surat protes kepada Soeharto menyatakan bahwa NU tidak diberi kesempatan menampilkan Islam yang terbuka. ide liberal Gus Dur mulai mengubah banyak pendukungnya menjadi tidak setuju. Dari rumah sakit.

koalisi partai-partai Muslim. Pada Juni 1998. Pada 7 Februari 1999. Amien. Pada Juni 1999. dengan yang paling penting adalah Partai Amanat Nasional (PAN) bentukan Amien dan Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) bentukan Megawati. Gus Dur. . [31] Poros Tengah mulai menominasikan Gus Dur sebagai kandidat ketiga pada pemilihan presiden dan komitmen PKB terhadap PDI-P mulai berubah. hanya terdapat tiga partai politik: Golkar. Gus Dur menyatakan bahwa partai tersebut terbuka untuk semua orang. PKB secara resmi menyatakan Gus Dur sebagai kandidat pemilihan presiden. banyak orang dari komunitas NU meminta Gus Dur membentuk partai politik baru. dan Sultan Hamengkubuwono X kembali menyatakan komitmen mereka untuk reformasi. Namun. Namun pada Juli 1998 Gus Dur mulai menanggapi ide tersebut karena mendirikan partai politik merupakan satu-satunya cara untuk melawan Golkar dalam pemilihan umum. PKB memenangkan 12% suara dengan PDI-P memenangkan 33% suara. Pada Juli. sehingga membentuk aliansi dengan PKB. PPP dan PDI. Wakil Presiden Habibie menjadi presiden menggantikan Soeharto. yang merupakan oposisi Soeharto yang paling kritis pada saat itu. Amien Rais membentuk Poros Tengah. Namun. Reformasi Pembentukan PKB dan Pernyataan Ciganjur Salah satu dampak jatuhnya Soeharto adalah pembentukan partai politik baru.tidak disukai Amien. partai-partai politik mulai terbentuk. dalam pertemuan di Ciganjur. Pemilu 1999 dan Sidang Umum MPR Amien Rais dan Gus Dur pada Sidang Umum MPR. Pada November 1998. Dengan jatuhnya Soeharto. Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada tanggal 21 Mei 1998. Megawati memperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden pada Sidang Umum MPR. Dengan kemenangan partainya. partai PKB ikut serta dalam arena pemilu legislatif. Wahid menyetujui pembentukan PKB dan menjadi Ketua Dewan Penasehat dengan Matori Abdul Djalil sebagai ketua partai. bersama dengan Megawati. Ia tidak langsung mengimplementasikan ide tersebut. PDI-P tidak memiliki kursi mayoritas penuh. Meskipun partai tersebut didominasi anggota NU. Di bawah rezim Soeharto.

[33] Tidak senang karena calon mereka gagal memenangkan pemilihan. ketua Golkar dan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan Golkar akan mendukung Gus Dur. Gus Dur mengunjungi Jayapura di provinsi Irian Jaya. PKB. Setelah itu.Pada 7 Oktober 1999. [34] Beberapa menduga bahwa pengunduran diri Hamzah Haz diakibatkan karena ketidaksenangannya atas pendekatan Gus Dur dengan Israel [36]. [32] Pada 19 Oktober 1999. Setelah meyakinkan jendral Wiranto untuk tidak ikut serta dalam pemilihan wakil presiden dan membuat PKB mendukung Megawati. dan Yordania. Muncul dugaan bahwa pengunduran dirinya diakibatkan karena Gus Dur menuduh beberapa anggota kabinet melakukan korupsi selama ia masih berada di Amerika Serikat. Reformasi kedua adalah membubarkan Departemen Sosial yang korup. Jepang. PPP. Rencana Gus Dur adalah memberikan Aceh referendum. Golkar. Qatar. Akbar Tanjung. MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie dan ia mundur dari pemilihan presiden. Non-partisan dan TNI juga ada dalam kabinet tersebut. Pada 30 Desember. PAN. Amien dan Poros Tengah secara resmi menyatakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden.[34] Pada November 1999. Abdurrahman Wahid kemudian terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara. ia mengunjungi Republik Rakyat Cina. senjata utama rezim Soeharto dalam menguasai media. Menteri Menteri Koordinator Pengentasan Kemiskinan (Menko Taskin) Hamzah Haz mengumumkan pengunduran dirinya pada bulan November. Beberapa saat kemudian.[35] Setelah satu bulan berada dalam Kabinet Persatuan Nasional. Selama kunjungannya. Abdurrahman Wahid berhasil meyakinkan pemimpin-pemimpin Papua bahwa ia mendorong penggunaan nama Papua. Megawati ikut serta dalam pemilihan wakil presiden dan mengalahkan Hamzah Haz dari PPP. Amerika Serikat. Gus Dur pun berhasil meyakinkan Megawati untuk ikut serta. pendukung Megawati mengamuk dan Gus Dur menyadari bahwa Megawati harus terpilih sebagai wakil presiden. [37] 2000 . Gus Dur juga ingin mengadopsi pendekatan yang lebih lembut terhadap Aceh dengan mengurangi jumlah personel militer di Negeri Serambi Mekkah tersebut. Kuwait. Pada 20 Oktober 1999. sedangkan Megawati hanya 313 suara. Namun referendum ini menentukan otonomi dan bukan kemerdekaan seperti referendum Timor Timur. pada bulan Desember. Reformasi pertama adalah membubarkan Departemen Penerangan. Wahid kemudian mulai melakukan dua reformasi pemerintahan. dan Partai Keadilan (PK). Wahid mengunjungi negara-negara anggota ASEAN. Kabinet Persatuan Nasional. Pada 21 Oktober 1999. MPR kembali berkumpul dan mulai memilih presiden baru. Kepresidenan 1999 Kabinet pertama Gus Dur. adalah kabinet koalisi yang meliputi anggota berbagai partai politik: PDI-P.

. dan Brunei Darussalam. Pada April 2000. Gus Dur melakukan perjalanan ke luar negeri lainnya ke Swiss untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia dan mengunjungi Arab Saudi dalam perjalanan pulang menuju Indonesia. ia mulai meminta Jendral Wiranto mengundurkan diri dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Pada bulan Juni. Wiranto berbicara dengannya dan berhasil meyakinkan Gus Dur agar tidak menggantikannya. Wahid melakukan perjalanan luar negeri ke Eropa lainnya dengan mengunjungi Inggris. Korea Selatan. sebelum kembali melewati Kota Meksiko dan Hong Kong. Wahid sekali lagi mengunjungi Amerika. Jepang. Perancis.Abdurrahman Wahid di Forum Ekonomi Dunia tahun 2000.[40] Hal ini memperburuk hubungan Gus Dur dengan Golkar dan PDI-P. Di bulan April. dan Mesir sebagai tambahan baru ke dalam daftar negara-negara yang dikunjunginya. Belanda.[38] Ketika Gus Dur berkelana ke Eropa pada bulan Februari. Pada bulan Maret. Jerman.[39] Ketika Gus Dur kembali ke Jakarta. Gus Dur kemudian mengubah pikirannya dan memintanya mundur. Namun. Gus Dur juga mengunjungi India. Wahid mengunjungi Afrika Selatan dalam perjalanan menuju Kuba untuk menghadiri pertemuan G77. dan Perancis dengan Iran. Pakistan. Gus Dur mengunjungi Timor Leste. Gus Dur melihat Wiranto sebagai halangan terhadap rencana reformasi militer dan juga karena tuduhan pelanggaran HAM di Timor Timur terhadap Wiranto. Thailand. Pada Februari. Gus Dur memecat Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan Jusuf Kalla dan Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi. Pada Januari 2000. Alasan yang diberikan Wahid adalah bahwa keduanya terlibat dalam kasus korupsi. meskipun Gus Dur tidak pernah memberikan bukti yang kuat. Dalam perjalanan pulang dari Eropa. dan Italia.

pemerintahan Gus Dur mulai melakukan negosiasi dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). yaitu skandal Buloggate dan Bruneigate. Baik Gus Dur dan menteri luar negerinya Alwi Shihab menentang penggambaran Presiden Indonesia yang tidak tepat. Skandal ini disebut skandal Bruneigate. Pada bulan Mei. Tukang pijit pribadi Gus Dur mengklaim bahwa ia dikirim oleh Gus Dur ke Bulog untuk mengambil uang. Isu lain yang muncul adalah keanggotaan Gus Dur pada Yayasan Shimon Peres. saat kedua penandatangan akan melanggar persetujuan. Gus Dur gagal mempertanggungjawabkan dana tersebut. Dua bulan kemudian. duta besar Palestina untuk Indonesia. Agus mulai membuka skandal yang melibatkan Dharma Putra. Petinggi TNI merespon dengan mengancam untuk pensiun. Melalui Megawati. musuh Gus Dur menuduhnya terlibat dalam skandal ini. Pada awalnya MPR berencana menerapkan . popularitas Gus Dur masih tinggi. sehingga Gus Dur kembali harus menurut pada tekanan. Uang itu merupakan sumbangan dari Sultan Brunei untuk membantu di Aceh. dan Alwi meminta agar Awad. [47] Meskipun uang berhasil dikembalikan.[45] Hubungan Gus Dur dengan TNI semakin memburuk ketika Laskar Jihad tiba di Maluku dan dipersenjatai oleh TNI. namun mereka tetap berhasil mencapai Maluku dan dipersenjatai oleh senjata TNI. Namun. Badan Urusan Logistik (BULOG) melaporkan bahwa $4 juta menghilang dari persediaan kas Bulog. yang diangkatnya menjadi Panglima Kostrad pada bulan Maret. duta besar Palestina untuk Indonesia. Gus Dur mengikuti tekanan tersebut. yang menyebabkan kemarahan pada kelompok Muslim Indonesia. Wahid meminta TNI menghentikan aksi Laskar Jihad. Gus Dur menemukan sekutu. yayasan yang memiliki hubungan dengan Kostrad. XXIX/MPR/1966 yang melarang MarxismeLeninisme dicabut. tetapi berencana menunjuk Agus sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Gus Dur juga dituduh menyimpan uang $2 juta untuk dirinya sendiri. Sidang Umum MPR 2000 hampir tiba. Laskar Jihad pergi ke Maluku untuk membantu orang Muslim dalam konflik dengan orang Kristen. kepada parlemen Palestina tahun 2000.Pada Maret 2000.[42] Ia juga berusaha membuka hubungan dengan Israel. Pada waktu yang sama. Selama pidato. Pada Juli 2000. [46] Muncul pula dua skandal pada tahun 2000. Pada Sidang Umum MPR.[43] Isu ini diangkat dalam pidato Ribbhi Awad. pemerintah menandatangani nota kesepahaman dengan GAM hingga awal tahun 2001. Wahid menyadari kelemahannya sebagai pemimpin dan menyatakan ia akan mewakilkan sebagian tugas. pidato Gus Dur diterima oleh mayoritas anggota MPR. anggota TNI mulai menekan Wahid untuk mencopot jabatan Agus. Akbar dan Amien masih mendukungnya meskipun terjadi berbagai skandal dan pencopotan menteri. [41] Gus Dur juga mengusulkan agar TAP MPRS No. [44] Dalam usaha mereformasi militer dan mengeluarkan militer dari ruang sosialpolitik.[48] Anggota MPR setuju dan mengusulkan agar Megawati menerima tugas tersebut. yaitu Agus Wirahadikusumah. diganti. Sekutu Wahid seperti Megawati. Skandal ini disebut skandal Buloggate.

Megawati melindungi Gus Dur.[54]. Pada 23 Agustus. terjadi serangan bom terhadap gereja-gereja di Jakarta dan delapan kota lainnya di seluruh Indonesia. Gus Dur membantah dan pergi untuk berbicara dengan demonstran di Pasuruan. menteri keuangan terakhir Soeharto. Di Jawa Timur. akan tetapi Keputusan Presiden dianggap sudah cukup. anggota NU melakukan protes di sekitar kantor regional Golkar. DPR bertemu untuk mengeluarkan nota terhadap Gus Dur. Gus Dur menyatakan kemungkinan Indonesia masuk kedalam anarkisme. sementara Akbar menunggu pemilihan umum legislatif tahun 2004. Kabinet baru lebih kecil dan meliputi lebih banyak non-partisan. Anggota PKB hanya bisa walk out dalam menanggapi hal ini. Tidak terdapat anggota Golkar dalam kabinet baru Gus Dur. Pada 1 Februari. bendera bintang kejora berkibar di Papua Barat. Gus Dur mengumumkan kabinet baru meskipun Megawati ingin pengumuman ditunda. 151 anggota DPR menandatangani petisi yang meminta pemakzulan Gus Dur. Gus Dur mengumumkan bahwa Tahun Baru Cina (Imlek) menjadi hari libur opsional. Pada 24 Desember 2000. Pada pertemuan dengan rektor-rektor universitas pada 27 Januari 2001. Pada akhir tahun 2000. terdapat banyak elit politik yang kecewa dengan Abdurrahman Wahid.[51] Tindakan ini diikuti dengan pencabutan larangan penggunaan huruf Tionghoa. [49] Ia dikritik oleh Megawati dan Akbar karena hal ini. . Pada saat itu semakin jelas bahwa Laskar Jihad didukung oleh anggota TNI dan juga kemungkinan didanai oleh Fuad Bawazier. Pada bulan yang sama. Megawati menunjukan ketidaksenangannya dengan tidak hadir pada pengumuman kabinet. Gus Dur lalu mengunjungi Afrika Utara dan juga Arab Saudi untuk naik haji. demonstran NU terus menunjukkan dukungan mereka kepada Gus Dur dan pada bulan April mengumumkan bahwa mereka siap untuk mempertahankan Gus Dur sebagai presiden hingga mati. oposisi Gus Dur turun menuduhnya mendorong protes tersebut. [53] Pertemuan tersebut menambah gerakan anti-Wahid.[50] 2001 dan akhir kekuasaan Pada Januari 2001. Namun. Gus Dur memperbolehkan bendera bintang kejora dikibarkan asalkan berada di bawah bendera Indonesia. Nota ini juga menimbulkan protes di antara NU. Orang yang paling menunjukan kekecewaannya adalah Amien.usulan ini sebagai TAP MPR. Di Jakarta. Ia lalu mengusulkan pembubaran DPR jika hal tersebut terjadi. Pada September.[52] Abdurrahman Wahid melakukan kunjungan terakhirnya ke luar negeri sebagai presiden pada Juni 2001 ketika ia mengunjungi Australia. Gus Dur menyatakan darurat militer di Maluku karena kondisi di sana semakin memburuk. Nota tersebut berisi diadakannya Sidang Khusus MPR dimana pemakzulan Presiden dapat dilakukan. Amien juga berusaha mengumpulkan oposisi dengan meyakinkan Megawati dan Gus Dur untuk merenggangkan otot politik mereka. Pada akhir November. Ia menyatakan kecewa mendukung Gus Dur sebagai presiden tahun lalu.

Gus Dur membalasnya dengan mengadakan Munasnya sendiri pada tanggal 17 Januari. berlawanan dalam pengambilan kebijakan. Megawati mulai menjaga jarak dan tidak hadir dalam inaugurasi penggantian menteri. [62] Pada tanggal 14 Januari 2002.[57] Akhirnya pada 20 Juli. Gus Dur menjatuhkan posisi Matori sebagai Ketua PKB pada tanggal 15 Agustus 2001 dan melarangnya ikut serta dalam aktivitas partai sebelum mencabut keanggotaan Matori pada bulan November. Yudhoyono menolak dan Gus Dur memberhentikannya dari jabatannya beserta empat menteri lainnya dalam reshuffle kabinet pada tanggal 1 Juli 2001.Pada bulan Maret. Munas tersebut memilihnya kembali sebagai ketua PKB. Matori Abdul Djalil. dan Keamanan (Menko Polsoskam) Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyatakan keadaan darurat. namun akhirnya pada tanggal 25 Juli ia pergi ke Amerika Serikat karena masalah kesehatan. DPR mengeluarkan nota kedua dan meminta diadakannya Sidang Istimewa MPR pada 1 Agustus. PKB Gus Dur lebih dikenal sebagai PKB Kuningan sementara PKB Matori dikenal sebagai PKB Batutulis. dan diangap tidak dapat mengendalikan Partai Keadilan. Pada 30 April. Pemilihan umum 2004 . anggota PKB setuju untuk tidak hadir sebagai lambang solidaritas.[56] yang pada saat itu massanya ikut dalam aksi menuntut Gus Dur mundur. Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra dicopot dari kabinet karena ia mengumumkan permintaan agar Gus Dur mundur.[60] Abdurrahman Wahid terus bersikeras bahwa ia adalah presiden dan tetap tinggal di Istana Negara selama beberapa hari.[55] Menteri Kehutanan Nurmahmudi Ismail juga dicopot dengan alasan berbeda visi dengan Presiden. ketua PKB. Sosial. Dengan posisinya sebagai Ketua Dewan Syuro. (2) mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dengan mempercepat pemilu dalam waktu satu tahun. Dalam menanggapi hal ini. Amien Rais menyatakan bahwa Sidang Istimewa MPR akan dimajukan pada 23 Juli. MPR secara resmi memakzulkan Gus Dur dan menggantikannya dengan Megawati Sukarnoputri. Namun. Matori mengadakan Munas Khusus yang dihadiri oleh pendukungnya di PKB.[61] Aktivitas setelah kepresidenan Perpecahan pada tubuh PKB Sebelum Sidang Khusus MPR. [58] Gus Dur kemudian mengumumkan pemberlakuan dekret yang berisi (1) pembubaran MPR/DPR. Gus Dur mencoba membalas oposisi dengan melawan disiden pada kabinetnya.000 tentara di Jakarta dan juga menurunkan tank yang menunjuk ke arah Istana Negara sebagai bentuk penunjukan kekuatan. bersikeras hadir karena ia adalah Wakil Ketua MPR. dan (3) membekukan Partai Golkar[59] sebagai bentuk perlawanan terhadap Sidang Istimewa MPR. sehari setelah Munas Matori selesai[63] Musyawarah Nasional memilih kembali Gus Dur sebagai Ketua Dewan Penasehat dan Alwi Shihab sebagai Ketua PKB. Gus Dur mulai putus asa dan meminta Menteri Koordinator Politik. TNI menurunkan 40. Namun dekret tersebut tidak memperoleh dukungan dan pada 23 Juli.

Gus Dur lalu mendukung Solahuddin yang merupakan pasangan dari Wiranto.[66] Wahid dinobatkan sebagai "Bapak Tionghoa" oleh beberapa tokoh Tionghoa Semarang di Kelenteng Tay Kak Sie. Gus Dur menyatakan golput. Namun.[65] Penghargaan Pada tahun 1993. di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Ia meninggal dunia pada hari Rabu. pada pukul 18. Wiranto. Oposisi terhadap pemerintahan SBY Pada Agustus 2005. Untuk pemilihan kedua antara pasangan Yudhoyono-Kalla dengan Megawati-Muzadi. yang selama ini dikenal sebagai kawasan Pecinan pada tanggal 10 Maret 2004. Menurut Salahuddin Wahid adiknya. Diabetes dan gangguan ginjal juga dideritanya. terutama mengenai pencabutan subsidi BBM yang akan menyebabkan naiknya harga BBM.[64] Seminggu sebelum dipindahkan ke Jakarta ia sempat dirawat di Jombang seusai mengadakan perjalanan di Jawa Timur. dan DPRD Indonesia 2004. Jakarta. Gus Dur wafat akibat sumbatan pada arteri. dan Inayah Wulandari. Gus Dur menerima Ramon Magsaysay Award. Anita Hayatunnufus. bahkan sejak ia mulai menjabat sebagai presiden. PKB memilih Wahid sebagai calon presiden.Pada April 2004. Untuk Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2004.6% suara. Gus Dur gagal melewati pemeriksaan medis sehingga Komisi Pemilihan Umum menolak memasukannya sebagai kandidat. yang dideritanya sejak lama. Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny). dimana rakyat akan memilih secara langsung. Bersama dengan Try Sutrisno. koalisi ini mengkritik kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelum wafat ia harus menjalani hemodialisis (cuci darah) rutin.[6] Ia mendapat penghargaan dari Simon Wiesenthal Center. Kehidupan pribadi Wahid menikah dengan Sinta Nuriyah dan dikaruniai empat orang anak: Alissa Qotrunnada. Wiranto dan Solahuddin kalah dalam pemilu. DPD. Gang Lombok. sebuah penghargaan yang cukup prestisius untuk kategori Community Leadership. Wahid mendapat . PKB berpartisipasi dalam Pemilihan Umum Anggota DPR. Beberapa kali ia mengalami serangan stroke. Yenny juga aktif berpolitik di Partai Kebangkitan Bangsa dan saat ini adalah direktur The Wahid Institute.45 akibat berbagai komplikasi penyakit tersebut. Gus Dur menjadi salah satu pemimpin koalisi politik yang bernama Koalisi Nusantara Bangkit Bersatu. 30 Desember 2009. sebuah yayasan yang bergerak di bidang penegakan Hak Asasi Manusia. memperoleh 10. Kematian Gus Dur menderita banyak penyakit. Akbar Tanjung dan Megawati. Pada 5 Juli 2004. Ia menderita gangguan penglihatan sehingga seringkali surat dan buku yang harus dibaca atau ditulisnya harus dibacakan atau dituliskan oleh orang lain.

visi.[71] Seorang wartawan mengatakan bahwa hanya karena upaya Gus Dur menentang RUU Anti Pornoaksi dan Pornografi. ia memperoleh Lifetime Achievement Award dalam Liputan 6 Awards 2010. mantan Ketua Umum AJI Indonesia dan wartawan The Jakarta Post membantah dan mempertanyakan hubungan perjuangan Wahid menentang RUU APP dengan kebebasan pers. persamaan hak. salah satunya dalam membela umat beragama Konghucu di Indonesia dalam memperoleh hak-haknya yang sempat terpasung selama era orde baru. Bangkok. Ilmu Ekonomi dan Manajemen. Gus Dur dan Gadis dinilai memiliki semangat. Thailand (2000) Doktor Kehormatan dari Universitas Twente.[71] Doktor kehormatan Gus Dur juga banyak memperoleh gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dari berbagai lembaga pendidikan: • Doktor Kehormatan bidang Filsafat Hukum dari Universitas Thammasat. dan komitmen dalam memperjuangkan kebebasan berekpresi. pemimpin redaksi The Jakarta Post Endy Bayuni. Gus Dur dan Gadis dipilih oleh dewan juri yang terdiri dari budayawan Butet Kertaradjasa. Belanda (2000) [73] • • • • . Perancis (2000)[72] Doktor Kehormatan dari Universitas Chulalongkorn. Paris. Mereka berhasil menyisihkan 23 kandidat lain. meskipun telah meninggal. Tasrif Award-AJI Pada 11 Agustus 2006. Sementara wartawan lain seperti Ati Nurbaiti. Gadis Arivia dan Gus Dur mendapatkan Tasrif Award-AJI sebagai Pejuang Kebebasan Pers 2006. dan Ketua Komisi Nasional Perempuan Chandra Kirana. dan Ilmu Humaniora dari Pantheon Universitas Sorbonne. semangat keberagaman. istri Gus Dur. Penghargaan Tasrif Award bagi Gus Dur menuai protes dari para wartawan yang hadir dalam acara jumpa pers itu.[67][68] Gus Dur memperoleh penghargaan dari Mebal Valor yang berkantor di Los Angeles karena Wahid dinilai memiliki keberanian membela kaum minoritas. Bangkok. Namanya diabadikan sebagai nama kelompok studi Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study. Bangkok.[69] Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Sinta Nuriyah. ia menerima penghargaan tersebut.[67] Wahid juga memperoleh penghargaan dari Universitas Temple.penghargaan tersebut karena menurut mereka ia merupakan salah satu tokoh yang peduli terhadap persoalan HAM. Thailand (2000)[72] Doktor Kehormatan bidang Ilmu Hukum dan Politik.[70] Penghargaan ini diberikan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Thailand (2000)[72] Doktor Kehormatan dari Asian Institute of Technology.[67] Pada 21 Juli 2010. dan demokrasi di Indonesia.

Tokyo.• • • Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru. India (2000)[72] Doktor Kehormatan dari Universitas Soka Gakkai. Jepang (2002)[72] Doktor Kehormatan bidang Kemanusiaan dari Universitas Netanya. Korea Selatan (2003) • • . Seoul. Israel (2003)[74] Doktor Kehormatan bidang Hukum dari Universitas Konkuk. Seoul. Korea Selatan (2003)[72] Doktor Kehormatan dari Universitas Sun Moon.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful