Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.

Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya. Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.

Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka. Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda. Kemudian setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut. Sehubungan dengan rencana perayaan itu, ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga). Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker itu antara lain berbunyi: "Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan

di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun". Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan, berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka. Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil. Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda. Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman. Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte. Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan. Setelah pulang dari pengasingan, bersama rekan-rekan seperjuangannya, ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut. Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Tamansiswa, ia juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisannya berjumlah ratusan buah. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957. pendidik. Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Soekarno. Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama. Drs. Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama.305 Tahun 1959. status sosial. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis. status ekonomi. didirikan Museum Dewantara Kirti Griya. ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana. ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan). tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No. pada tanggal 25 Juni 1936. kebiasaan. Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. Mas Mansur. Sulawesi Selatan. serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi.H. dan sebagainya. ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa). budaya. Sifat tegas berpegang pada prinsip . Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu. adat. Sulawesi Selatan. diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional. pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Kemudian oleh pihak penerus perguruan Taman Siswa. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Hari lahirnya. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. suku. Muhammad Hatta dan K. untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional. tanggal 28 November 1959. Yogyakarta. Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943. Bacharuddin Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-Pare. pada zaman Pendudukan Jepang. etnis. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan). kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. Setelah zaman kemedekaan. Presiden ketiga Republik Indonesia. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudarasaudaranya di Pare-Pare.Sementara itu.

beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot. mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian. lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja. beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung). Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya. Berbeda dengan temantemannya yang lain. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. karena mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya Dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia maka ia memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH)Ketika sampai di Jerman. 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. semua kegiatan disampingkan kecuali belajar.telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Sehabis masa libur. Beliau mendapat gelar Diploma Ing.5. Karena kecerdasannya. namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang shalat Isya. Beberapa tahun kemudian. karena kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9. mereka. Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954. dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. sebuah . terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Tak lama setelah ayahnya meninggal. ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibie. Dengan gelar insinyur. beliau mulai tampak menonjol prestasinya. Ibunya kemudian menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie. beliau sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses. pada tahun 1955 di Aachean. dari Technische Hochschule. Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar. sepeninggal ayahnya. Di SMA.

Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar.industri kereta api Jerman. Mendapat persoalan seperti itu. dari tempat yang sama tahun 1965. Pada tahun 1967. di pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil. Talbot membutuhkan 1000 wagon. menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menhemat kebutuhan hidup keluarga. Crack". Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean. The Royal Aeronautical Society London (Inggris). The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia). Sementara itu penghargaan bergensi yang pernah diraih Habibie di antaranya. Rumus yang di temukan oleh Habibie dinamai "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai "Mr. Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional di antaranya. Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana. Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman. Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman. Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). hidupnya makin keras. Di dalam negeri. Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. .

. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka! Pada tanggal 22 Mei 2010.30 WIB.. Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman. itu kembali dari “habitat”-nya Jerman. setiap mimpi mempunyai batas.. .. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. sebuah film yang berjudul " Habibie dan Ainun" diluncurkan... Ainun adalah segalanya. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa..30 waktu setempat atau 22.. Bagi Habibie. Bagi Ainun.. memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis. Ia meninggal pada hari Sabtu pukul 17. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.. Setiap kali. film ini Mengangkat kisah nyata tentang romantisme kedua saat . peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award. tapi tidak dengan saya. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945... meninggal di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya. Gini ya... mantan anggota DPR yang ditunjuk menjadi wakil keluarga BJ Habibie.Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi. penuh kontroversi. Hasri Ainun Habibie.. Dik.. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri. Kepastian meninggalnya Hasri Ainun dari kepastian Ali Mochtar Ngabalin.. Klinikum. Ini menjadi duka yang amat mendalam bagi Mantan Presiden Habibie dan Rakyat Indonesia yang merasa kehilangan.saya mau kasih informasi.... Saya bilang ke Presiden... Dornier. "Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun. pengisi kasih dalam hidupnya. Jerman. Habibie adalah segalanya. Pada Awal desember 2012. Di Indonesia.. sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia. Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung. kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.... kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR.. Namun setiap kisah mempunyai akhir. beliau selalu menjadi berita.." Papar BJ Habibie.. Bombardier.ibu Ainun istri saya. tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu. 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya... dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI.. you pergi dinas dan istri di rumah.. istri BJ Habibie. banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3... Muenchen.

Daftar isi • • • • 1 Kehidupan awal 2 Pendidikan di luar negeri 3 Awal karier 4 Nahdlatul Ulama o o o 4. Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil Pemilu 1999.1 Awal keterlibatan 4. Tepat 23 Juli 2001. Film ini di garap oleh dua sutradara yaitu Faozan Rizal dan Hanung Bramantyo. akrab dipanggil Gus Dur (lahir di Jombang. dengan pemeran Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun Habibie. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu oleh Kabinet Persatuan Nasional. Jawa Timur.5 Masa jabatan ketiga dan menuju reformasi o o • 5 Reformasi o o 5. Film yang diambil dari buku terlaris karya BJ Habibie. Abdurrahman Wahid adalah mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia menggantikan Presiden B.3 Terpilih sebagai ketua dan masa jabatan pertama 4. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001.2 Mereformasi NU 4.1 Pembentukan PKB dan Pernyataan Ciganjur 5.1 1999 . J.2 Pemilu 1999 dan Sidang Umum MPR • 6 Kepresidenan o 6.4 Masa jabatan kedua dan melawan Orde Baru 4. Kiai Haji Abdurrahman Wahid. 7 September 1940 – meninggal di Jakarta. kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR.remaja hingga menjadi suami istri dan saat ajal memisahkan mereka. 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun)[1] adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001.

2 2000 6.1 Tasrif Award-AJI 9.2 Pemilihan umum 2004 7.1 Perpecahan pada tubuh PKB 7. Jawa Timur dari pasangan Wahid Hasyim dan .3 2001 dan akhir kekuasaan 7 Aktivitas setelah kepresidenan o o o 7.o o • 6.1 Kematian • 9 Penghargaan o o 9.3 Oposisi terhadap pemerintahan SBY • 8 Kehidupan pribadi o 8.2 Doktor kehormatan • • • • 10 Lihat pula 11 Catatan kaki 12 Daftar pustaka 13 Pranala luar Kehidupan awal Gus Dur semasa muda. Abdurrahman Wahid lahir pada hari ke-4 dan bulan ke-8 kalender Islam tahun 1940 di Denanyar Jombang.

Terdapat kepercayaan bahwa ia lahir tanggal 4 Agustus. "Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berati " abang" atau "mas".H. Ayah Gus Dur. Pendidikan Wahid berlanjut dan pada tahun 1954. Gus Dur kembali ke Jombang dan tetap berada di sana selama perang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda. Pada April 1953. Wahid pindah dari Jombang ke Jakarta. dan Inayah.[5][6] Tan A Lok dan Tan Eng Hwa ini merupakan anak dari Putri Campa.[2] Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. saudara kandung Raden Patah (Tan Eng Hwa). ia tidak naik kelas. Pada tahun 1957. Ia menikah dengan Sinta Nuriyah dan dikaruniai empat putri: Alisa. Abdurrahman Wahid belajar di Jakarta. Ny.H. Gus Dur terus tinggal di Jakarta dengan keluarganya meskipun ayahnya sudah tidak menjadi menteri agama pada tahun 1952. Wahid pindah ke Jakarta dan ayahnya ditunjuk sebagai Menteri Agama. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. Sholehah. Anita. puteri Tiongkok yang merupakan selir Raden Brawijaya V. Hj. sementara kakek dari pihak ibu. Kakek dari ayahnya adalah K. Wahid lahir dalam keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.[6] Tan Kim Han sendiri kemudian berdasarkan penelitian seorang peneliti Perancis. Wahid juga diajarkan membaca buku nonMuslim. sama dengan 7 September 1940. terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949.Solichah. Pada tahun itu. dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur.H. dan koran oleh ayahnya untuk memperluas pengetahuannya [7]. K. masuk ke SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari. Saudaranya adalah Salahuddin Wahid dan Lily Wahid. Bisri Syansuri. Setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. namun kalender yang digunakan untuk menandai hari kelahirannya adalah kalender Islam yang berarti ia lahir pada 4 Sya'ban. Hasyim Asyari. Louis-Charles Damais diidentifikasikan sebagai Syekh Abdul Qodir Al-Shini yang diketemukan makamnya di Trowulan. K.[2] Kata "Addakhil" tidak cukup dikenal dan diganti nama "Wahid". majalah. Gus Dur secara terbuka pernah menyatakan bahwa ia memiliki darah Tionghoa. Ibunya.[6] Pada tahun 1944. Yenny. pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Pada akhir perang tahun 1949. sebuah organisasi yang berdiri dengan dukungan tentara Jepang yang saat itu menduduki Indonesia. [4] Abdurrahman Wahid mengaku bahwa ia adalah keturunan dari Tan Kim Han yang menikah dengan Tan A Lok. Ali Maksum di Pondok Pesantren Krapyak dan belajar di SMP. Wahid Hasyim. adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan [3]. Wahid pindah ke Magelang untuk memulai . Ibunya lalu mengirim Gus Dur ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikannya dengan mengaji kepada KH. setelah lulus dari SMP. "Addakhil" berarti "Sang Penakluk". ia masuk ke Sekolah Menengah Pertama. tempat ayahnya terpilih menjadi Ketua pertama Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). ayah Wahid meninggal dunia akibat kecelakaan mobil. pendiri Kesultanan Demak.

Abdurrahman Wahid pergi ke Belanda untuk meneruskan pendidikannya.Pendidikan Muslim di Pesantren Tegalrejo. tetapi kecewa karena pendidikannya di Universitas Baghdad kurang diakui. Di Mesir. ia diberitahu bahwa ia harus mengulang belajar. yang ditugaskan menulis laporan [11]. [12] Pendidikan prasarjana Gus Dur diselamatkan melalui beasiswa di Universitas Baghdad. Wahid pergi ke Jerman dan Perancis sebelum kembali ke Indonesia tahun 1971. [9] Abdurrahman Wahid menikmati hidup di Mesir pada tahun 1964. menyelesaikan pendidikan pesantren dalam waktu dua tahun (seharusnya empat tahun). Abdurrahman Wahid juga menerima pekerjaan pertamanya sebagai guru dan nantinya sebagai kepala sekolah madrasah.[13] Wahid pindah ke Irak dan menikmati lingkungan barunya. Wahid dipekerjakan di Kedutaan Besar Indonesia. Sebagai bagian dari upaya tersebut. Wahid pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang. Pada akhir tahun. Awal karier . Pada saat ia bekerja.[14] Dari Belanda. Perintah ini diberikan pada Wahid. [12] Pada tahun 1966. Wahid ingin belajar di Universitas Leiden. Wahid menerima beasiswa dari Kementrian Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo. Ia pergi ke Mesir pada November 1963. Wahid juga meneruskan keterlibatannya dalam Asosiasi Pelajar Indonesia dan juga menulis majalah asosiasi tersebut. peristiwa Gerakan 30 September (G30S) terjadi. Gus Dur diberitahu oleh pihak universitas bahwa ia harus mengambil kelas remedial sebelum belajar Islam dan bahasa Arab. Mayor Jendral Suharto menangani situasi di Jakarta dan upaya pemberantasan komunis dilakukan. Pada tahun 1959. Mesir. Ia tidak setuju akan metode pendidikan serta pekerjaannya setelah G30S sangat mengganggu dirinya. Ketika ia memulai belajarnya dalam Islam dan bahasa Arab tahun 1965. Kedutaan Besar Indonesia di Mesir diperintahkan untuk melakukan investigasi terhadap pelajar universitas dan memberikan laporan kedudukan politik mereka. ia berhasil lulus kelas remedial Arabnya. ia suka menonton film Eropa dan Amerika. Gus Dur kecewa. Meskipun ia mahir berbahasa Arab. Gus Dur juga dipekerjakan sebagai jurnalis majalah seperti Horizon dan Majalah Budaya Jaya.[8] Pendidikan di luar negeri Pada tahun 1963. Di sana. dan juga menonton pertandingan sepak bola. Wahid juga terlibat dengan Asosiasi Pelajar Indonesia dan menjadi jurnalis majalah asosiasi tersebut. Wahid terpaksa mengambil kelas remedial. Ia mengembangkan reputasi sebagai murid berbakat. ia telah mempelajari banyak materi yang diberikan dan menolak metode belajar yang digunakan Universitas [10]. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Baghdad tahun 1970. Karena tidak mampu memberikan bukti bahwa ia memiliki kemampuan bahasa Arab. Wahid dengan cepat belajar. Meskipun ia lalai pada awalnya. Wahid mengalami kegagalan di Mesir. sementara melanjutkan pendidikannya sendiri.

tempat Gusdur tinggal bersama keluarganya. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) organisasi yg terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat. Nahdlatul Ulama Awal keterlibatan Latar belakang keluarga Wahid segera berarti. Gusdur merasa prihatin dengan kondisi itu karena nilai-nilai tradisional pesantren semakin luntur akibat perubahan ini.menulis untuk majalah dan surat kabar Artikelnya diterima dengan baik dan ia mulai mengembangkan reputasi sebagai komentator sosial. Meskipun memiliki karier yang sukses pada saat itu. Namun. Karena mengambil pekerjaan ini. Pada saat itu.pesantren berusaha keras mendapatkan pendanaan dari pemerintah dengan cara mengadopsi kurikulum pemerintah. Pada waktu yang sama ketika mereka membujuk pesantren mengadopsi kurikulum pemerintah. memberinya tawaran ketiga [15]. pemerintah juga membujuk pesantren sebagai agen perubahan dan membantu pemerintah dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Ia membuat dirinya sibuk dengan bergabung ke Lembaga Penelitian. Wahid akhirnya bergabung dengan Dewan tersebut setelah kakeknya. Gusdur memilih batal belajar luar negeri dan lebih memilih mengembangkan pesantren. Selain bekerja sebagai kontributor LP3ES.Gusdur juga berkeliling pesantren dan madrasah di seluruh Jawa. Wahid juga memilih untuk pindah dari Jombang ke Jakarta dan menetap di sana. Gusdur bergabung ke Universitas Hasyim Asyari sebagai dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan Islam dan Universitas ingin agar Gusdur mengajar subyek tambahan seperti syariat Islam dan misiologi.Gus Dur kembali ke Jakarta mengharapkan bahwa ia akan pergi ke luar negeri lagi untuk belajar di Universitas McGill Kanada. Gusdur juga prihatin dengan kemiskinan pesantren yang ia lihat. Pada tahun 1977. Dengan popularitas itu. Sebagai . Pada tahun 1974 Gusdur mendapat pekerjaan tambahan di Jombang sebagai guru di Pesantren Tambakberas dan segera mengembangkan reputasi baik. Abdurrahman Wahid meneruskan kariernya sebagai jurnalis. LP3ES mendirikan majalah yang disebut "Prisma" dan Gusdur menjadi salah satu kontributor utama majalah tersebut. Bisri Syansuri. membuat dia harus pulang-pergi antara Jakarta dan Jombang. Gusdur masih merasa sulit hidup hanya dari satu sumber pencaharian dan ia bekerja untuk mendapatkan pendapatan tambahan dengan menjual kacang dan mengantarkan es. Permintaan ini berlawanan dengan aspirasi Gus Dur dalam menjadi intelektual publik dan ia dua kali menolak tawaran bergabung dengan Dewan Penasehat Agama NU.ia mendapatkan banyak undangan untuk memberikan kuliah dan seminar. Ia akan diminta untuk memainkan peran aktif dalam menjalankan NU. Satu tahun kemudian Wahid menambah pekerjaannya dengan menjadi Guru Kitab Al Hikam. Namun kelebihannya menyebabkan beberapa ketidaksenangan dari sebagian kalangan universitas.

tetapi akhirnya mundur karena tekanan. banyak orang yang memandang NU sebagai organisasi dalam keadaan stagnasi/terhenti. pada Oktober 1983. yang telah memandu NU pada era transisi kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto awalnya melawan. Namun demikian. Abdurrahman Wahid juga mendapat pengalaman politik pertamanya. Mereformasi NU Pada saat itu. Namun. pejabatpejabat tinggi NU bertemu dengan Ketua NU Idham Chalid dan meminta agar ia mengundurkan diri. Wahid selalu berhasil lepas karena memiliki hubungan dengan orang penting seperti Jendral Benny Moerdani. Pada 2 Mei 1982. Wahid menyebut bahwa Pemerintah mengganggu kampanye PPP dengan menangkap orang seperti dirinya [16]. Pada tahun 1983. Wahid terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Musyawarah Nasional tersebut. Pada hari terakhir Munas. Pada saat Musyawarah Nasional 1984. Wahid menerima nominasi ini dengan syarat ia mendapatkan wewenang penuh untuk memilih para pengurus yang akan bekerja di bawahnya. daftar anggota Wahid .anggota Dewan Penasehat Agama. Wahid juga mengundurkan diri dari PPP dan partai politik. persyaratannya untuk dapat memilih sendiri para pengurus di bawahnya tidak terpenuhi. Untuk lebih menghidupkan kembali NU. Idham membatalkan kemundurannya dan Wahid bersama dengan Tim Tujuh dapat menegosiasikan persetujuan antara Idham dan orang yang meminta kemundurannya [17]. Wahid berkonsultasi dengan bacaan seperti Quran dan Sunnah untuk pembenaran dan akhirnya. Dewan Penasehat Agama akhirnya membentuk Tim Tujuh (yang termasuk Wahid) untuk mengerjakan isu reformasi dan membantu menghidupkan kembali NU. Setelah berdiskusi. Wahid mendengar pilihan Idham untuk mundur dan menemuinya. Dengan himbauan Wahid. Idham. Soeharto dipilih kembali sebagai presiden untuk masa jabatan ke-4 oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan mulai mengambil langkah untuk menjadikan Pancasila sebagai Ideologi Negara. Pada 6 Mei 1982. lalu ia berkata bahwa permintaan mundur tidak konstitusionil. Hal ini dilakukan sehingga NU dapat fokus dalam masalah sosial daripada terhambat dengan terlibat dalam politik. Pada saat itu. Wahid memimpin dirinya sebagai reforman NU. Reformasi dalam organisasi termasuk perubahan kepemimpinan. ia menyimpulkan bahwa NU harus menerima Pancasila sebagai Ideologi Negara [18]. Dari Juni 1983 hingga Oktober 1983. banyak orang yang mulai menyatakan keinginan mereka untuk menominasikan Wahid sebagai ketua baru NU. sebuah Partai Islam yang dibentuk sebagai hasil gabungan 4 partai Islam termasuk NU. Wahid menjadi bagian dari kelompok yang ditugaskan untuk menyiapkan respon NU terhadap isu tersebut. Pada pemilihan umum legislatif 1982. Terpilih sebagai ketua dan masa jabatan pertama Reformasi Wahid membuatnya sangat populer di kalangan NU. Wahid berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Soeharto menghalangi acara tersebut. mulai menarik simpati Muslim untuk mendapat dukungan mereka. Panitia Munas. memerintahkan polisi untuk mengembalikan bus berisi anggota NU ketika . Gus Dur fokus dalam mereformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren sehingga dapat menandingi sekolah sekular. [19] Terpilihnya Gus Dur dilihat positif oleh Suharto dan rezim Orde Baru. Pada Maret 1992.[23] Gus Dur pernah pula menghadapi kritik bahwa ia mengharapkan mengubah salam Muslim "assalamualaikum" menjadi salam sekular "selamat pagi". Pada tahun 1991. Wahid sebelumnya telah memberikan sebuah daftar kepada Panitia Munas yang sedianya akan diumumkan hari itu. mengumumkan sebuah daftar yang sama sekali berbeda kepada para peserta Munas. Gus Dur berencana mengadakan Musyawarah Besar untuk merayakan ulang tahun NU ke-66 dan mengulang pernyataan dukungan NU terhadap Pancasila.[20] Pada tahun 1987. yang bertentangan dengan Idham. Selama masa jabatan pertamanya. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dibentuk untuk menarik hati Muslim Intelektual.[25] Pada tahun 1991. Jawa Timur untuk menyediakan forum individu sependirian dalam NU untuk mendiskusikan dan menyediakan interpretasi teks Muslim. Idham Chalid. [22] Pada tahun 1987. Organisasi ini didukung oleh Soeharto. organisasi yang terdiri dari 45 intelektual dari berbagai komunitas religius dan sosial. beberapa anggota ICMI meminta Gus Dur bergabung. namun saat itu Suharto masih mendapat dukungan politik dari NU. Pada tahun 1985. Pada saat itu. Gus Dur juga mendirikan kelompok belajar di Probolinggo. Wahid mengkritik pemerintah karena proyek Waduk Kedung Ombo yang didanai oleh Bank Dunia. Ia kemudian menjadi anggota MPR mewakili Golkar. Namun.[21] Hal ini merenggangkan hubungan Wahid dengan pemerintah. Organisasi ini diperhitungkan oleh pemerintah dan pemerintah menghentikan pertemuan yang diadakan oleh Forum Demokrasi saat menjelang pemilihan umum legislatif 1992. Abdurrahman Wahid menunjukan dukungan lebih lanjut terhadap rezim tersebut dengan mengkritik PPP dalam pemilihan umum legislatif 1987 dan memperkuat Partai Golkar Suharto. Wahid melawan ICMI dengan membentuk Forum Demokrasi. Gus Dur menolak karena ia mengira ICMI mendukung sektarianisme dan akan membuat Soeharto tetap kuat. Pada Desember 1990.[24] Masa jabatan kedua dan melawan Orde Baru Wahid terpilih kembali untuk masa jabatan kedua Ketua NU pada Musyawarah Nasional 1989. Namun demikian. Penerimaan Wahid terhadap Pancasila bersamaan dengan citra moderatnya menjadikannya disukai oleh pejabat pemerintahan. yang terlibat dalam pertempuran politik dengan ABRI. Meskipun ia disukai oleh rezim. Soeharto.sedang dibahas persetujuannya oleh para pejabat tinggu NU termasuk Ketua PBNU sebelumnya. Suharto menjadikan Gus Dur indoktrinator Pancasila. diketuai oleh Baharuddin Jusuf Habibie dan di dalamnya terdapat intelektual Muslim seperti Amien Rais dan Nurcholish Madjid sebagai anggota. Wahid merencanakan acara itu dihadiri oleh paling sedikit satu juta anggota NU.

Soerjadi. Melihat apa yang terjadi terhadap Megawati. adil dan toleran. Gus Dur memiliki pendirian yang lebih moderat dengan Soeharto dan meminta demonstran berhenti untuk melihat apakah Soeharto akan menepati janjinya. Soeharto ingin agar Wahid tidak terpilih. Soeharto mulai kehilangan kendali atas situasi tersebut. Megawati mengacuhkannya dan harus membayar mahal ketika pada Juli 1996 markas PDInya diambil alih oleh pendukung Ketua PDI yang didukung pemerintah. ide liberal Gus Dur mulai mengubah banyak pendukungnya menjadi tidak setuju. Soeharto memberikan konsep Komite Reformasi yang ia usulkan. Wahid dan Soeharto bertemu pertama kalinya sejak pemilihan kembali Gus Dur sebagai ketua NU dan beberapa bulan berikutnya diikuti dengan pertemuan dengan berbagai tokoh pemerintah yang pada tahun 1994 berusaha menghalangi pemilihan kembali Gus Dur.[27] Masa jabatan ketiga dan menuju reformasi Menjelang Musyawarah Nasional 1994. Gus Dur didorong untuk melakukan reformasi dengan Megawati dan Amien.mereka tiba di Jakarta. Gus Dur terus mendorong dialog antar agama dan bahkan menerima undangan mengunjungi Israel pada Oktober 1994. acara itu dihadiri oleh 200. Gus Dur berpikir bahwa pilihan terbaiknya sekarang adalah mundur secara politik dengan mendukung pemerintah.[28] Terdapat juga usaha menyuap anggota NU untuk tidak memilihnya. Sembilan pemimpin tersebut menolak untuk bergabung dengan Komite Reformasi. Gus Dur tetap terpilih sebagai ketua NU untuk masa jabatan ketiga. Wahid menasehati Megawati untuk berhati-hati dan menolak dipilih sebagai Presiden untuk Sidang Umum MPR 1998. pendukung Soeharto. Gus Dur. Pada minggu-minggu sebelum munas. Wahid melihat situasi terus memburuk dengan pemilihan kembali Soeharto sebagai Presiden dan protes mahasiswa yang menyebabkan terjadinya kerusuhan Mei 1998 setelah penembakan enam mahasiswa di Universitas Trisakti. Namun. Gus Dur menominasikan dirinya untuk masa jabatan ketiga.000 orang. seperti Habibie dan Harmoko berkampanye melawan terpilihnya kembali Gus Dur. bersama dengan delapan pemimpin penting dari komunitas Muslim. Gus Dur memulai aliansi politik dengan Megawati Soekarnoputri dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI). tempat pemilihan dijaga ketat oleh ABRI dalam tindakan intimidasi. anggota ICMI yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. namun ia terkena stroke pada Januari 1998. Akan tetapi. Juli 1997 merupakan awal dari Krisis Finansial Asia. dipanggil ke kediaman Soeharto.[26] Selama masa jabatan keduanya sebagai ketua NU. Sebagai ketua. [29] Pada saat yang sama. Pada tanggal 19 Mei 1998. Gus Dur mengirim surat protes kepada Soeharto menyatakan bahwa NU tidak diberi kesempatan menampilkan Islam yang terbuka. Selama masa ini. Mendengar hal itu. Setelah acara. Ketika musyawarah nasional diadakan. Gus Dur membiarkan pilihannya untuk melakukan reformasi tetap terbuka dan pada Desember 1996 bertemu dengan Amien Rais. Pada November 1996. Dari rumah sakit. [30] Hal tersebut . Megawati yang menggunakan nama ayahnya memiliki popularitas yang besar dan berencana tetap menekan rezim Soeharto.

Meskipun partai tersebut didominasi anggota NU. Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada tanggal 21 Mei 1998. . dengan yang paling penting adalah Partai Amanat Nasional (PAN) bentukan Amien dan Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) bentukan Megawati. PKB memenangkan 12% suara dengan PDI-P memenangkan 33% suara. PPP dan PDI. Namun. dalam pertemuan di Ciganjur. dan Sultan Hamengkubuwono X kembali menyatakan komitmen mereka untuk reformasi. Ia tidak langsung mengimplementasikan ide tersebut. Gus Dur menyatakan bahwa partai tersebut terbuka untuk semua orang. Pada Juli. bersama dengan Megawati. Pemilu 1999 dan Sidang Umum MPR Amien Rais dan Gus Dur pada Sidang Umum MPR. banyak orang dari komunitas NU meminta Gus Dur membentuk partai politik baru. Dengan kemenangan partainya. yang merupakan oposisi Soeharto yang paling kritis pada saat itu. Amien. partai PKB ikut serta dalam arena pemilu legislatif. Wahid menyetujui pembentukan PKB dan menjadi Ketua Dewan Penasehat dengan Matori Abdul Djalil sebagai ketua partai. koalisi partai-partai Muslim. PKB secara resmi menyatakan Gus Dur sebagai kandidat pemilihan presiden. hanya terdapat tiga partai politik: Golkar. Namun pada Juli 1998 Gus Dur mulai menanggapi ide tersebut karena mendirikan partai politik merupakan satu-satunya cara untuk melawan Golkar dalam pemilihan umum. Pada November 1998. partai-partai politik mulai terbentuk. Pada Juni 1998. PDI-P tidak memiliki kursi mayoritas penuh. Gus Dur. Namun.tidak disukai Amien. Reformasi Pembentukan PKB dan Pernyataan Ciganjur Salah satu dampak jatuhnya Soeharto adalah pembentukan partai politik baru. Wakil Presiden Habibie menjadi presiden menggantikan Soeharto. sehingga membentuk aliansi dengan PKB. Dengan jatuhnya Soeharto. Amien Rais membentuk Poros Tengah. Megawati memperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden pada Sidang Umum MPR. Pada Juni 1999. Di bawah rezim Soeharto. Pada 7 Februari 1999. [31] Poros Tengah mulai menominasikan Gus Dur sebagai kandidat ketiga pada pemilihan presiden dan komitmen PKB terhadap PDI-P mulai berubah.

Megawati ikut serta dalam pemilihan wakil presiden dan mengalahkan Hamzah Haz dari PPP. Gus Dur pun berhasil meyakinkan Megawati untuk ikut serta. dan Partai Keadilan (PK). Reformasi kedua adalah membubarkan Departemen Sosial yang korup. PKB. Golkar. [37] 2000 . Kepresidenan 1999 Kabinet pertama Gus Dur. sedangkan Megawati hanya 313 suara. senjata utama rezim Soeharto dalam menguasai media.[34] Pada November 1999. Rencana Gus Dur adalah memberikan Aceh referendum. Amerika Serikat. Non-partisan dan TNI juga ada dalam kabinet tersebut. Beberapa saat kemudian. Pada 30 Desember. Kuwait. pada bulan Desember.Pada 7 Oktober 1999. Gus Dur juga ingin mengadopsi pendekatan yang lebih lembut terhadap Aceh dengan mengurangi jumlah personel militer di Negeri Serambi Mekkah tersebut. Abdurrahman Wahid berhasil meyakinkan pemimpin-pemimpin Papua bahwa ia mendorong penggunaan nama Papua. ketua Golkar dan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan Golkar akan mendukung Gus Dur. [33] Tidak senang karena calon mereka gagal memenangkan pemilihan. Pada 20 Oktober 1999. Kabinet Persatuan Nasional. Abdurrahman Wahid kemudian terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara. MPR kembali berkumpul dan mulai memilih presiden baru. Pada 21 Oktober 1999. Amien dan Poros Tengah secara resmi menyatakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden. [32] Pada 19 Oktober 1999. [34] Beberapa menduga bahwa pengunduran diri Hamzah Haz diakibatkan karena ketidaksenangannya atas pendekatan Gus Dur dengan Israel [36]. MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie dan ia mundur dari pemilihan presiden. Setelah itu.[35] Setelah satu bulan berada dalam Kabinet Persatuan Nasional. dan Yordania. PAN. Wahid mengunjungi negara-negara anggota ASEAN. ia mengunjungi Republik Rakyat Cina. adalah kabinet koalisi yang meliputi anggota berbagai partai politik: PDI-P. pendukung Megawati mengamuk dan Gus Dur menyadari bahwa Megawati harus terpilih sebagai wakil presiden. Menteri Menteri Koordinator Pengentasan Kemiskinan (Menko Taskin) Hamzah Haz mengumumkan pengunduran dirinya pada bulan November. PPP. Qatar. Gus Dur mengunjungi Jayapura di provinsi Irian Jaya. Jepang. Selama kunjungannya. Muncul dugaan bahwa pengunduran dirinya diakibatkan karena Gus Dur menuduh beberapa anggota kabinet melakukan korupsi selama ia masih berada di Amerika Serikat. Setelah meyakinkan jendral Wiranto untuk tidak ikut serta dalam pemilihan wakil presiden dan membuat PKB mendukung Megawati. Namun referendum ini menentukan otonomi dan bukan kemerdekaan seperti referendum Timor Timur. Wahid kemudian mulai melakukan dua reformasi pemerintahan. Reformasi pertama adalah membubarkan Departemen Penerangan. Akbar Tanjung.

[39] Ketika Gus Dur kembali ke Jakarta. Pada Februari.[38] Ketika Gus Dur berkelana ke Eropa pada bulan Februari. Gus Dur melihat Wiranto sebagai halangan terhadap rencana reformasi militer dan juga karena tuduhan pelanggaran HAM di Timor Timur terhadap Wiranto. Wahid melakukan perjalanan luar negeri ke Eropa lainnya dengan mengunjungi Inggris. Perancis. dan Italia. Jepang. Wahid mengunjungi Afrika Selatan dalam perjalanan menuju Kuba untuk menghadiri pertemuan G77. ia mulai meminta Jendral Wiranto mengundurkan diri dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Pada bulan Maret. Gus Dur mengunjungi Timor Leste. Pada April 2000. Gus Dur kemudian mengubah pikirannya dan memintanya mundur. Namun. dan Brunei Darussalam. dan Mesir sebagai tambahan baru ke dalam daftar negara-negara yang dikunjunginya. Gus Dur melakukan perjalanan ke luar negeri lainnya ke Swiss untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia dan mengunjungi Arab Saudi dalam perjalanan pulang menuju Indonesia. Pada Januari 2000. Alasan yang diberikan Wahid adalah bahwa keduanya terlibat dalam kasus korupsi. Wiranto berbicara dengannya dan berhasil meyakinkan Gus Dur agar tidak menggantikannya. Korea Selatan. Belanda. Gus Dur memecat Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan Jusuf Kalla dan Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi. Pakistan. meskipun Gus Dur tidak pernah memberikan bukti yang kuat. Dalam perjalanan pulang dari Eropa.Abdurrahman Wahid di Forum Ekonomi Dunia tahun 2000.[40] Hal ini memperburuk hubungan Gus Dur dengan Golkar dan PDI-P. Pada bulan Juni. Gus Dur juga mengunjungi India. dan Perancis dengan Iran. Jerman. Thailand. sebelum kembali melewati Kota Meksiko dan Hong Kong. Wahid sekali lagi mengunjungi Amerika. . Di bulan April.

popularitas Gus Dur masih tinggi. Petinggi TNI merespon dengan mengancam untuk pensiun. Isu lain yang muncul adalah keanggotaan Gus Dur pada Yayasan Shimon Peres. [44] Dalam usaha mereformasi militer dan mengeluarkan militer dari ruang sosialpolitik. Pada awalnya MPR berencana menerapkan . Sidang Umum MPR 2000 hampir tiba. Baik Gus Dur dan menteri luar negerinya Alwi Shihab menentang penggambaran Presiden Indonesia yang tidak tepat. Namun. Skandal ini disebut skandal Buloggate. yayasan yang memiliki hubungan dengan Kostrad. kepada parlemen Palestina tahun 2000. Dua bulan kemudian. [46] Muncul pula dua skandal pada tahun 2000. Agus mulai membuka skandal yang melibatkan Dharma Putra. dan Alwi meminta agar Awad. musuh Gus Dur menuduhnya terlibat dalam skandal ini. Uang itu merupakan sumbangan dari Sultan Brunei untuk membantu di Aceh. Gus Dur gagal mempertanggungjawabkan dana tersebut. Pada waktu yang sama. [41] Gus Dur juga mengusulkan agar TAP MPRS No. Akbar dan Amien masih mendukungnya meskipun terjadi berbagai skandal dan pencopotan menteri. pemerintahan Gus Dur mulai melakukan negosiasi dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).[48] Anggota MPR setuju dan mengusulkan agar Megawati menerima tugas tersebut. Gus Dur juga dituduh menyimpan uang $2 juta untuk dirinya sendiri. yang menyebabkan kemarahan pada kelompok Muslim Indonesia. yaitu skandal Buloggate dan Bruneigate. Sekutu Wahid seperti Megawati. pemerintah menandatangani nota kesepahaman dengan GAM hingga awal tahun 2001.[45] Hubungan Gus Dur dengan TNI semakin memburuk ketika Laskar Jihad tiba di Maluku dan dipersenjatai oleh TNI. diganti. Gus Dur menemukan sekutu. Pada Juli 2000. Laskar Jihad pergi ke Maluku untuk membantu orang Muslim dalam konflik dengan orang Kristen.[43] Isu ini diangkat dalam pidato Ribbhi Awad. yang diangkatnya menjadi Panglima Kostrad pada bulan Maret. tetapi berencana menunjuk Agus sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Pada Sidang Umum MPR. anggota TNI mulai menekan Wahid untuk mencopot jabatan Agus. Pada bulan Mei. Wahid meminta TNI menghentikan aksi Laskar Jihad. Badan Urusan Logistik (BULOG) melaporkan bahwa $4 juta menghilang dari persediaan kas Bulog. pidato Gus Dur diterima oleh mayoritas anggota MPR. saat kedua penandatangan akan melanggar persetujuan. sehingga Gus Dur kembali harus menurut pada tekanan. Skandal ini disebut skandal Bruneigate. Wahid menyadari kelemahannya sebagai pemimpin dan menyatakan ia akan mewakilkan sebagian tugas. namun mereka tetap berhasil mencapai Maluku dan dipersenjatai oleh senjata TNI. duta besar Palestina untuk Indonesia. Selama pidato. duta besar Palestina untuk Indonesia. yaitu Agus Wirahadikusumah.Pada Maret 2000. [47] Meskipun uang berhasil dikembalikan. XXIX/MPR/1966 yang melarang MarxismeLeninisme dicabut. Gus Dur mengikuti tekanan tersebut. Tukang pijit pribadi Gus Dur mengklaim bahwa ia dikirim oleh Gus Dur ke Bulog untuk mengambil uang. Melalui Megawati.[42] Ia juga berusaha membuka hubungan dengan Israel.

Pada akhir November. demonstran NU terus menunjukkan dukungan mereka kepada Gus Dur dan pada bulan April mengumumkan bahwa mereka siap untuk mempertahankan Gus Dur sebagai presiden hingga mati. . Pada pertemuan dengan rektor-rektor universitas pada 27 Januari 2001. Kabinet baru lebih kecil dan meliputi lebih banyak non-partisan. menteri keuangan terakhir Soeharto. Di Jawa Timur. Pada 23 Agustus. Nota ini juga menimbulkan protes di antara NU. Gus Dur mengumumkan bahwa Tahun Baru Cina (Imlek) menjadi hari libur opsional. bendera bintang kejora berkibar di Papua Barat. Namun.usulan ini sebagai TAP MPR. 151 anggota DPR menandatangani petisi yang meminta pemakzulan Gus Dur. anggota NU melakukan protes di sekitar kantor regional Golkar. [53] Pertemuan tersebut menambah gerakan anti-Wahid. Anggota PKB hanya bisa walk out dalam menanggapi hal ini.[54]. Di Jakarta. Ia lalu mengusulkan pembubaran DPR jika hal tersebut terjadi.[52] Abdurrahman Wahid melakukan kunjungan terakhirnya ke luar negeri sebagai presiden pada Juni 2001 ketika ia mengunjungi Australia. Amien juga berusaha mengumpulkan oposisi dengan meyakinkan Megawati dan Gus Dur untuk merenggangkan otot politik mereka. sementara Akbar menunggu pemilihan umum legislatif tahun 2004. Pada 1 Februari. Tidak terdapat anggota Golkar dalam kabinet baru Gus Dur. Orang yang paling menunjukan kekecewaannya adalah Amien. Nota tersebut berisi diadakannya Sidang Khusus MPR dimana pemakzulan Presiden dapat dilakukan. Gus Dur lalu mengunjungi Afrika Utara dan juga Arab Saudi untuk naik haji. Gus Dur menyatakan kemungkinan Indonesia masuk kedalam anarkisme. Pada 24 Desember 2000. Gus Dur menyatakan darurat militer di Maluku karena kondisi di sana semakin memburuk.[50] 2001 dan akhir kekuasaan Pada Januari 2001. Gus Dur membantah dan pergi untuk berbicara dengan demonstran di Pasuruan. [49] Ia dikritik oleh Megawati dan Akbar karena hal ini. Megawati menunjukan ketidaksenangannya dengan tidak hadir pada pengumuman kabinet. Pada akhir tahun 2000. Megawati melindungi Gus Dur. Gus Dur memperbolehkan bendera bintang kejora dikibarkan asalkan berada di bawah bendera Indonesia. Gus Dur mengumumkan kabinet baru meskipun Megawati ingin pengumuman ditunda. oposisi Gus Dur turun menuduhnya mendorong protes tersebut. terdapat banyak elit politik yang kecewa dengan Abdurrahman Wahid. Pada saat itu semakin jelas bahwa Laskar Jihad didukung oleh anggota TNI dan juga kemungkinan didanai oleh Fuad Bawazier. Pada September. akan tetapi Keputusan Presiden dianggap sudah cukup. Pada bulan yang sama. DPR bertemu untuk mengeluarkan nota terhadap Gus Dur. Ia menyatakan kecewa mendukung Gus Dur sebagai presiden tahun lalu.[51] Tindakan ini diikuti dengan pencabutan larangan penggunaan huruf Tionghoa. terjadi serangan bom terhadap gereja-gereja di Jakarta dan delapan kota lainnya di seluruh Indonesia.

PKB Gus Dur lebih dikenal sebagai PKB Kuningan sementara PKB Matori dikenal sebagai PKB Batutulis. Gus Dur menjatuhkan posisi Matori sebagai Ketua PKB pada tanggal 15 Agustus 2001 dan melarangnya ikut serta dalam aktivitas partai sebelum mencabut keanggotaan Matori pada bulan November.000 tentara di Jakarta dan juga menurunkan tank yang menunjuk ke arah Istana Negara sebagai bentuk penunjukan kekuatan. Amien Rais menyatakan bahwa Sidang Istimewa MPR akan dimajukan pada 23 Juli. Dengan posisinya sebagai Ketua Dewan Syuro. Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra dicopot dari kabinet karena ia mengumumkan permintaan agar Gus Dur mundur. [62] Pada tanggal 14 Januari 2002.[60] Abdurrahman Wahid terus bersikeras bahwa ia adalah presiden dan tetap tinggal di Istana Negara selama beberapa hari. Gus Dur membalasnya dengan mengadakan Munasnya sendiri pada tanggal 17 Januari.[55] Menteri Kehutanan Nurmahmudi Ismail juga dicopot dengan alasan berbeda visi dengan Presiden. Namun dekret tersebut tidak memperoleh dukungan dan pada 23 Juli. Pemilihan umum 2004 . Munas tersebut memilihnya kembali sebagai ketua PKB. Gus Dur mencoba membalas oposisi dengan melawan disiden pada kabinetnya. (2) mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dengan mempercepat pemilu dalam waktu satu tahun. Sosial. TNI menurunkan 40. MPR secara resmi memakzulkan Gus Dur dan menggantikannya dengan Megawati Sukarnoputri. dan (3) membekukan Partai Golkar[59] sebagai bentuk perlawanan terhadap Sidang Istimewa MPR. anggota PKB setuju untuk tidak hadir sebagai lambang solidaritas. bersikeras hadir karena ia adalah Wakil Ketua MPR. Namun. [58] Gus Dur kemudian mengumumkan pemberlakuan dekret yang berisi (1) pembubaran MPR/DPR. Dalam menanggapi hal ini. Pada 30 April.[61] Aktivitas setelah kepresidenan Perpecahan pada tubuh PKB Sebelum Sidang Khusus MPR. dan diangap tidak dapat mengendalikan Partai Keadilan.Pada bulan Maret. ketua PKB. Yudhoyono menolak dan Gus Dur memberhentikannya dari jabatannya beserta empat menteri lainnya dalam reshuffle kabinet pada tanggal 1 Juli 2001. DPR mengeluarkan nota kedua dan meminta diadakannya Sidang Istimewa MPR pada 1 Agustus. Megawati mulai menjaga jarak dan tidak hadir dalam inaugurasi penggantian menteri.[57] Akhirnya pada 20 Juli. Gus Dur mulai putus asa dan meminta Menteri Koordinator Politik. namun akhirnya pada tanggal 25 Juli ia pergi ke Amerika Serikat karena masalah kesehatan. dan Keamanan (Menko Polsoskam) Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyatakan keadaan darurat. berlawanan dalam pengambilan kebijakan. Matori mengadakan Munas Khusus yang dihadiri oleh pendukungnya di PKB. Matori Abdul Djalil. sehari setelah Munas Matori selesai[63] Musyawarah Nasional memilih kembali Gus Dur sebagai Ketua Dewan Penasehat dan Alwi Shihab sebagai Ketua PKB.[56] yang pada saat itu massanya ikut dalam aksi menuntut Gus Dur mundur.

Bersama dengan Try Sutrisno.[64] Seminggu sebelum dipindahkan ke Jakarta ia sempat dirawat di Jombang seusai mengadakan perjalanan di Jawa Timur. Kehidupan pribadi Wahid menikah dengan Sinta Nuriyah dan dikaruniai empat orang anak: Alissa Qotrunnada. Gus Dur menjadi salah satu pemimpin koalisi politik yang bernama Koalisi Nusantara Bangkit Bersatu. Akbar Tanjung dan Megawati. dimana rakyat akan memilih secara langsung. sebuah yayasan yang bergerak di bidang penegakan Hak Asasi Manusia. Menurut Salahuddin Wahid adiknya. Untuk pemilihan kedua antara pasangan Yudhoyono-Kalla dengan Megawati-Muzadi. DPD. Wiranto. PKB memilih Wahid sebagai calon presiden. Anita Hayatunnufus. Beberapa kali ia mengalami serangan stroke. yang selama ini dikenal sebagai kawasan Pecinan pada tanggal 10 Maret 2004. Yenny juga aktif berpolitik di Partai Kebangkitan Bangsa dan saat ini adalah direktur The Wahid Institute. sebuah penghargaan yang cukup prestisius untuk kategori Community Leadership. Wiranto dan Solahuddin kalah dalam pemilu. yang dideritanya sejak lama. Untuk Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2004. Gus Dur lalu mendukung Solahuddin yang merupakan pasangan dari Wiranto. dan DPRD Indonesia 2004.[6] Ia mendapat penghargaan dari Simon Wiesenthal Center. Namun.6% suara. Ia meninggal dunia pada hari Rabu. Jakarta. di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. PKB berpartisipasi dalam Pemilihan Umum Anggota DPR. Kematian Gus Dur menderita banyak penyakit. Diabetes dan gangguan ginjal juga dideritanya. dan Inayah Wulandari.Pada April 2004. pada pukul 18. koalisi ini mengkritik kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.[65] Penghargaan Pada tahun 1993. terutama mengenai pencabutan subsidi BBM yang akan menyebabkan naiknya harga BBM. bahkan sejak ia mulai menjabat sebagai presiden. Gus Dur menyatakan golput. Oposisi terhadap pemerintahan SBY Pada Agustus 2005. Sebelum wafat ia harus menjalani hemodialisis (cuci darah) rutin. Gus Dur wafat akibat sumbatan pada arteri.45 akibat berbagai komplikasi penyakit tersebut. Wahid mendapat .[66] Wahid dinobatkan sebagai "Bapak Tionghoa" oleh beberapa tokoh Tionghoa Semarang di Kelenteng Tay Kak Sie. Gus Dur gagal melewati pemeriksaan medis sehingga Komisi Pemilihan Umum menolak memasukannya sebagai kandidat. Gang Lombok. Ia menderita gangguan penglihatan sehingga seringkali surat dan buku yang harus dibaca atau ditulisnya harus dibacakan atau dituliskan oleh orang lain. 30 Desember 2009. Gus Dur menerima Ramon Magsaysay Award. memperoleh 10. Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny). Pada 5 Juli 2004.

Gus Dur dan Gadis dipilih oleh dewan juri yang terdiri dari budayawan Butet Kertaradjasa. Gadis Arivia dan Gus Dur mendapatkan Tasrif Award-AJI sebagai Pejuang Kebebasan Pers 2006.[67][68] Gus Dur memperoleh penghargaan dari Mebal Valor yang berkantor di Los Angeles karena Wahid dinilai memiliki keberanian membela kaum minoritas. Ilmu Ekonomi dan Manajemen. dan demokrasi di Indonesia.[71] Doktor kehormatan Gus Dur juga banyak memperoleh gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dari berbagai lembaga pendidikan: • Doktor Kehormatan bidang Filsafat Hukum dari Universitas Thammasat. Thailand (2000) Doktor Kehormatan dari Universitas Twente. Namanya diabadikan sebagai nama kelompok studi Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study.[71] Seorang wartawan mengatakan bahwa hanya karena upaya Gus Dur menentang RUU Anti Pornoaksi dan Pornografi. Thailand (2000)[72] Doktor Kehormatan dari Asian Institute of Technology. ia memperoleh Lifetime Achievement Award dalam Liputan 6 Awards 2010. dan komitmen dalam memperjuangkan kebebasan berekpresi. ia menerima penghargaan tersebut. Perancis (2000)[72] Doktor Kehormatan dari Universitas Chulalongkorn. semangat keberagaman. Mereka berhasil menyisihkan 23 kandidat lain.[70] Penghargaan ini diberikan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Thailand (2000)[72] Doktor Kehormatan bidang Ilmu Hukum dan Politik. persamaan hak. Bangkok. dan Ilmu Humaniora dari Pantheon Universitas Sorbonne. Bangkok.[69] Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Sinta Nuriyah. dan Ketua Komisi Nasional Perempuan Chandra Kirana. Gus Dur dan Gadis dinilai memiliki semangat. Belanda (2000) [73] • • • • . salah satunya dalam membela umat beragama Konghucu di Indonesia dalam memperoleh hak-haknya yang sempat terpasung selama era orde baru.penghargaan tersebut karena menurut mereka ia merupakan salah satu tokoh yang peduli terhadap persoalan HAM. visi. istri Gus Dur. Bangkok.[67] Pada 21 Juli 2010. mantan Ketua Umum AJI Indonesia dan wartawan The Jakarta Post membantah dan mempertanyakan hubungan perjuangan Wahid menentang RUU APP dengan kebebasan pers. Tasrif Award-AJI Pada 11 Agustus 2006. Sementara wartawan lain seperti Ati Nurbaiti. pemimpin redaksi The Jakarta Post Endy Bayuni. Penghargaan Tasrif Award bagi Gus Dur menuai protes dari para wartawan yang hadir dalam acara jumpa pers itu. meskipun telah meninggal. Paris.[67] Wahid juga memperoleh penghargaan dari Universitas Temple.

Korea Selatan (2003) • • . Jepang (2002)[72] Doktor Kehormatan bidang Kemanusiaan dari Universitas Netanya. Tokyo. Seoul. Seoul. India (2000)[72] Doktor Kehormatan dari Universitas Soka Gakkai. Israel (2003)[74] Doktor Kehormatan bidang Hukum dari Universitas Konkuk. Korea Selatan (2003)[72] Doktor Kehormatan dari Universitas Sun Moon.• • • Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru.