Anda di halaman 1dari 8

ALT dan AST

ALT dan AST adalah enzim yang digunakan untuk memindahkan atau mentrasfer suatu gugus asam amino biasanya ditemukan di sitosol, namun jika terjadi injury membran plasma, dimungkinkan AST dan ALT ditemukan pada sinusoid.

Tabel perbandingan jumlah AST dan ALT Organ Liver Kidney Spleen Heart Skeletal muscle Red cell AST 7000 4500 700 8000 5000 15 ALT 3000 1200 150 500 300 7

Satuan dalam IU/kg (dalam jaringan) atau IU/L (dalam plasma)

Dari data dalam tabel di atas diketahui bahwa AST spesifik di organ jantung dan ALT spesifik untuk organ hati.

Aspartate aminotransferase (AST) atau Glutamic Oxaloacetic transaminase (SGOT) Mengkatalisis conversi asam amino dan -oxoacids dengan mentransfer amino groups. Waktu paruhnya adalah 17 jam. Aktivitas yang tinggi di hepatosit akan meningkatkan AST level hingga 7000 kali di plasma.

Alanine aminotransferase (ALT) atau Glutamic-pyruvic transaminase (SGPT) Mengkatalisis conversi asam amino dan d d-oxoacids dengan mentransfer amino group. Waktu paruhnya adalah 47 jam. Aktivitas yang tinggi di hepatosit akan meningkatkan ALT level hingga 3000 kali di plasma.

Rasio ALT/ AST Rasio ALT/AST disebut juga dengan rasio deRitis. Normalnya adalah 1 dimana jumlah

ALT lebih sedikit dibanding jumlah AST. Pada keadaan tertentu rasio ini akan berubah, contohnya pada : Hepatitis Viral > 1 Non Hepatitis = 1 Non liver diseases <1

Pada beberapa penyakit hati dapat ditemukan rasio deRitis sebagai berikut: Acute hepatocellular injury : AST > ALT Hepatocelloular injury dalam 24-48 jam berdasarkan waktu paruh: ALT > AST Chronic hepatocyte injury terutama pada cirrhocis: ALT > AST Cirrhocis awal : AST > ALT

Urinalysis
Adalah pemeriksaan urine, komponen dasar dari pemeriksaan urine rutin ini biasanya adalah : A. Gross/physical examination B. Chemical screening

A. Gross/Physical Examination Atau yang kita kenal dengan pemeriksaan makroskopis ini dapat memeriksa urine dengan mata telanjang, pemeriksaan makroskopis ini mencakup : Appearance (Color, clarity) Odor atau bau Volume Urine Specific Gravity/ berat jenis dan Osmolalitas

1. Appearance a) Color atau warna Urine normal berwarna kuning, karena pengaruh pigmen urochrome juga sedikit urobilin dan uroerythrin (pigmen merah muda) Urine merah menunjukkan hematuria, hemolobinuria dan myoglobulinuria Urine kuning kecoklatan atau hijau kecoklatan menunjukkan pigmen empedu, terutama bilirubin. Pada jaundice obstruksi parah, urine berwarna hijau gelap.

Gambar urine berwarna

Urine orange kemerahan atau orange kecoklatan, menunjukkan banyaknya urobilinogen yang dikonversi menjadi urobilin ber-pH rendah. Urine coklat gelap atau hitam, menunjukkan urine aam yang mengandng Hb yang akan diubah menjadi metHb, kasus urine coklat terdapat pada asam hemogentisic atau alkaptonuria.

b) Clarity atau kejernihan Urine normal tampak bersih dan jernih Turbid atau keruh menunjukkan adanya sedimen eritrosit, sel epitel, spematozoa atau prostatic fluid Cloudy atau berawan menunjukkan adanya leukosit atau fosfat setelah acidification Chyluria (milky) menunjukkan adanya cairan limfe yang berasal dari pembuluh limfe yang ruptur di renal pelvis, ureter, urinary bladder atau uetra. Dimungkinkan karena adanya infeksi dari filariasis terutama Wuchereria bancrofti Lipiduria meunjukkan adanya fat globules baik trigliserida atau kolesterol. Juga terdapat pada penderita skeletal trauma dengan fraktur pada tulang panjang utama atau pelvis.

2. Odor atau bau Urine normal berbau aromatik dan sedikit berbau amoniak. Bau abnormal terjadi dengan adanya asam amino disorder antara lain

Asam amino Isovaleric dan glutaric acidemia Maple syrup urine disease (MSUD) Methionine malabsorption Phenylketonuria Tyrosinemia Trimethylaminuria

Bau Sweaty feat / kaki berkeringat Sirup maple Cabbage (kubis atau kol) Mousy Rancid (tengik) Rotting fish / ikan busuk

3. Urine Volume Volume urine normal pada dewasa : 600-2000 mL/hari Peningkatan volume urine polyuria Terjadi karena peningkatan asupan air (polydipsia), konsumsi obat-obatan, intake garam berlebihan, kafein, alkohol, thiazides dan larutan intravenous diuretik lainnya. Penurunan volume urine oligouria Terjadi karena intake air kurang, acute renal failure atau chronic progressive renal disease.

4. Specific Gravity atau berat jenis Berat jenis komponen padat normal dalam urine : 1.003 1.035 < 1.007 hyposthenuric, terjadi pada penderita diabetes insipidus atau abnormalitas ginjal mencakup pyelonephritis dan glomerulonephritis. Peningkatan specific gravity terjadi pada saat dehidrasi, hepatic disease atau congestive heart failure. Isosthenuric, adalah sebuah penyakit dimana komponen padat dalam urine tidak berubah baik pada saat intake air tinggi ataupun rendah, mengindikasikan adanya kerusakan pada filtrasi di ginjal.

5. Osmolalitas Mengindikasikan jumlah partikel pelarut per unit larutan Osmolalitas dewasa normal dengan normal intake cairan menghasilkan urine dengan osmolalitas 500-850 mOsm/kg air Selama diuresis air, osmolalitas minimal adalah 40-80 mOsm/ kg air Ginjal normal dapat memproduksi osmolalitas urine pada range 800-1400 mOsm/kg air selama dehidrasi.

B. Chemical Screening Atau screening kimia merupakan pemeriksaan kimia dalam urine, mencakup pemeriksaan : 1. pH 2. Protein 3. Glukosa (dan gula lain) 4. Keton 5. Darah, hemoglobin, hemosiderin, myoglobin

6. Bilirubin 7. Urobilinogen 8. Indirect test untuk infeksi saluran kemih (ISK)

1. pH pH urine normal pada orang sehat yaitu sekitar 4.6 8 urine asam, diebabkan karena: makanan : protein berprotein tinggi, buah-buahan (terutama cranberries) obat-obatan : ammonium klorida dan metionin mild respiratory acidosis ketika tidur

urine basa: makanan : sayuran dan buah ( terutama citrus) obat-obatan kondisi patologis

2. Protein Protein normal dalam urine adalah sekitar 2-10 mg/dL, namun tidak terdeteksi oleh alat screening, sehingga dianggap protein tidak ada dalam urine. Ditemukannya protein dalam urin melebihi 10 mg/dL mengindikasikan adanya renal disease Ditemukannya jumlah protein berlebih dalam urine dapat terjadi karena kerusakan pada : Postural proteinuria, protein dalam urine karena postur tubuh Proteinuria pada orang lanjut usia

Perhitungan Proteinuria : Heavy, lebih dari 4 g/hari Moderate, 1-4 g/hari Minimal, kurang dari 1 g/hari

3. Glukosa Glukosa yang ditemukan dalam urine disebut glycosuria, terjadi ketika level gula darah melebihi kapasitas absorpsi di tubulus ginjal (hyperglycemia > 180-200 mg/dL).

Glycosuria dapat mengindikasikan penyakit Diabetes Mellitus, pituitary & adrenal disorders, pancreatic disease, juga terjadi pada wanita hamil Gula lain yang dapat ditemukan dalam urine adalah fruktosa, galaktosa, laktosa, pentosa dan sukrosa

4. Keton Keton dalam urine (ketonuria) dihasilkan karena adanya keton dalam darah, keton dalam darah dihasilkan dari metabolisme asam lemak bebas yang meningkat karena adanya defek metabolisme/reabsorpsi karbohidrat atau tidak tercukupinya karbohidrat pada makanan yang dikonsumsi Badan keton, antara lain : acetoacetic acid (20%) acetone (2%) 3-hydroxy-butirate (78%)

namun, pada kenyataannya jumlah acetone akan lebih banyak karena adanya oksidasi dari acetoacetic acid dan 3-hydroxy-butirate Ketonuria atau ketonemia dapat ditemukan pada diabetic ketonuria, nondiabetic ketonuria, lactic acidosis

5. Darah Darah yang terdapat dalam urine dapat berupa : Hematuria, atau adanya eritrosit mikroskopik dalam urine, dapat terjadi pada seseorang dengan penyakit (neoplastic atau non neoplastic) atau trauma pada ginjal atau traktus urinari, juga pada pelari maraton yang berlatih cukup keras Hemoglobinuria atau adanya hemoglobin dalam urine, dapat terjadi pada pasien dengan trauma, adanya organisme dalam darah, defisiensi enzim eritrosit, unstable hemoglobin disease dan kerusakan pada hemolisis. Hemosiderin adalah hasil dari katabolisme hemoglobin bebas yang telah difiltrasi dan dirabsorpsi kembali di tubulus ginjal, adanya hemosiderine dalam urine menunjukkan hemolotik akut karena hemoglobinuria Myoglobinuria

dihasilkan pada saat detruksi muscle fiber (rhabdomyolysis) contohnya pada saat terjadi trauma 6. Bilirubin Jumlah bilirubin terkonjugasi yang berlebihan dalam darah akan diekskresikan ke dalam urine (bilirubinuria) Bilirubinuria terjadi dengan disertai urine berwarna kuning kecoklatan hingga hijau kecoklatan yang jika dikocok akan membentuk busa, peningkatan serum bilirubin (terkonjugasi), jaundice, warna feses pucat (acholis).

7. Urobilinogen Jumlah urobilinogen normal yang dikeluarkan adalah 0.5-2.5 mg/hari Urobilinogen tidak berwana dan sangat labil, berbeda dengan urobilin, yang merupakan hasil oksidasi urobilinogen yang tampak pada urine normal berwarna kuning hingga orange

8. Indirect tests untuk infeksi saluran kemih (ISK) Leukosit esterase, dikeluarkan jika pada saluran kemih terdapat infeksi Nitrit, mengindikasikan adanya infeksi oleh bakteri (salah satunya oleh Klebsiella) pada salurang kemih yang mengubah nitrat menjadi nitrit

Pemeriksaan sedimen urine Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan mikroskop, antara lain : Mikroskop cahaya Mikroskop fase kontras Mikroskop polarisasi

Komponen nikroskopis yang dapat ditemukan dalam urine yaitu : Sel-sel (erythrocytes, leucocytes, epithelial) Casts (matrix, cellular, inclusion, pigmented, broad cast) kristal (amorph, crystalline urates, uric acid)