Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Menghitung usia kehamilan masih banyak kurang dipahami oleh para ibu hamil. Padahal hal ini merupakan penting untuk dapat mengetahui usia kehamilan yang sedang dijalani. Dengan mengetahui usia kehamilan,seorang ibu hamil dapat mengetahui perkembangan dan pertumbuhan organ, apa yang sedang terjadi pada janinnya. Kebutuhan apa yang diperlukan oleh janinnya dan hal apa yan boleh dan tidak boleh dilakukan selama usia kehamilan tersebut. Selain itu, dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui kapan jadwal pemeriksaan yang harus dilakukan baik oleh dokter maupun ke bidan. Sehingga dengan demikian diharapkan kehamilan yang sedang dijalani menjadi sehat dan menghasilkan buah hati yang berkualitas. Selama ini kebanyakan untuk dapat menghitung usia kehamilan mengandalkan para ahli baik dokter atau bidan, memang hal ini merupakan yang dianjurkan demi ketepatan penghitungan usia kehamilan. Selain itu, biasanya menghitung usi kehamilan dilakukan dengan menggunakan USG yang memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan mengukur ukuran tengkorak, panjang janin, ukuran jantung, ginjal dan sebagainya. Pengkajian usia kehamilan yang akurat merupakan salah satu pertimbangan yang paling penting yang dibuat oleh bidan selama kehamilan berlangsung. Perkiraan usia kehamilan yang tidak tepat dapat mengakibatkan waktu penapisan yang tidak sesuai. Usia kehamilan merupakan salah satu alat ukur kesehatan janin yang paling bermanfaat dan waktu kelahiran sering ditentukan dengan pengkajian usia kehamilan. Tradisi dalam memperkirakan usia kehamilan dari Hari Pertama haid Terakhir (HPHT) telah digunakan secara luas karena lebih banyak wanita menyadari kapan menstruasi terakhirnya dimulai dibandingkan kapan mereka mengalami ovulasi atau kapan konsepsi terjadi.

1.2 RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimanakah cara menentukan usia kehamilan ? 2. Bagaimanakah cara menentukan periode kehamilan ? 1.3 TUJUAN 1. Mengetahui cara menentukan usia kehamilan 2. Mengetahui cara menentukan periode kehamilan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Menenentukan Usia Kehamilan


Menentukan umur hamil sangat penting untuk memperkirakan persalinan. Umur hamil dapat ditentukan dengan: 1. 2. 3. 4. 5. Rumus Naegle Gerakan pertama fetus Palpasiabdomen Perkiraan tinggi fundusuteri Ultrasonografi

Rumus Naegle
Rumus Naegle untuk menentukan hari perkiraan lahir(HPL, EDC= Expected Date of Confinement). Rumus ini terutama berlaku untuk wanita dengan siklus 28 hari sehingga ovulasi terjadi pada hari ke 14. Rumus Naegle memperhitungkan umur kehamilan berlangsung selama 288 hari. HPHT adalah Hari Pertama Haid Terakhir seorang wanita sebelum hamil. cara menentukan HPHT adalah dengan melakukan anamnesis pada ibu secara tepat karena terjadi kesalahan, maka menentukan usia kehamilan juga menjadi tidak tepat. haid terkhir tersebut harus normal, baik dari lamanya maupun dari banyaknya. jadi beberapa pertanyaan yang bisa diajukan adalah sebagai berikut. a. kapan ibu mengeluarkan haid terakhir sebelum hamil. b. apakah pada tanggal tersebut sudah bersih atau masih baru keluar darah haidnya. c. berapa lama menstrusasinya. d. berapa banyak menstruasinya (jika hanya sedikit maka kemungkinan sudah terjadi nidasi) HPHT yang tepat adalaah tanggal dimana ibu baru mengeluarkan darah menstruasi dengan frekuensi dan lama seperti menstruasi seperti yang biasa. TP adalah tanggal taksiran perkiraan persalian ibu. bisa ditentukan setelah HPHT didapatkan. berikut rumus yang digunakan:

TP= tanggal HPHT ditambahkan 7 bulan HPHT dikurangi 3 tahun HPHT ditambahkan 1

Jika dari HPHT:


Dihitung secara rinci hari-hari yang sudah dilalui dimulai dari HPHT sampai tanggal waktu perhitungan. contoh: HPHT: 15 juli 2007, tanggal perhitungan: 23 maret 2008

Jika dihitung berdasarkan bulan yang dijalani adalah sebagai berikut


Bulan Juli (sisa) Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret (berjalan) Total Jumlah hari 15 31 30 31 30 31 31 28 23 Jumlah minggu 2 4 4 4 4 4 4 4 3 33 UK =33 + 2 + 35 mg atau 33 + 3= 36 mg .:34 36 mg Sisa hari 1 3 2 3 2 3 3 2 19~2-3mg

Jika dari TP:


Dihitung secara rinci hari-hari yang belum dilalui secara mundur dimulai dari TP sampai tanggal waktu perhitungan, kemudian mengurangi dari 40 minggu (bulan aterm) dengan hasil hitungan. contoh: HPHT : 15 juli 2007, 1. menghitung TP = HPHT : hari ditambah 7, bulan dikurang 3, dan tahun ditambah 1. atau hari ditambah 7, bulan ditambah 9 tahun tetap.

contoh : 15 - 07 2007 +7 -3 22 4 +1 2008

15 07- 2007 +7 +9 +0 22 16 2007 = 22 4 2008

2. menghitung hari-hari yang belum dilalui mundur dari TP

Bulan April (TP) Maret (tanggal perhitunagan) Total

Jumlah hari yang belum dilalui 22 8

Jumlah minggu 3 1

Sisa hari 1 1 2~ 0-1 ~ mg

Minggu yang belum dialaui = 4-5 mg

3. mengurangi minggu aterm (40 minggu) dengan hasil hitungan nomor (2) UK = 40 4 = 36 mg atau UK = 40 5 :. UK = 34 36 mg = 35 mg

2. Gerakan Pertama Fetus


Diperkirakan terjadinya gerakan pertama fetus pada usia kehamilan 16 minggu terdapat perbedaan. namun perkiraan ini tidak tepat karena perbedaan merasakan gerakan antara primigravida dengan multigravida. pada primigravida biasanya dirasakan pada usia 18 minggu, sedangkan pada multigravida sekitar 16 minggu.

3. Palpasi Abdomen
Palpasiabdomen dapat menggunakan : 1. Rumus Bartholomew 2. Rumus Mc Donald 3. PalpasiLeopold

Rumus Bartholomew
Antara simpisis pubis dan pusat dibagi menjadi 4 bagian yang sama, maka tiap bagian menunjukkan penambahan 1 bulan. Fundus uteri teraba tepat di simpisis umur kehamilan 2 bulan (8 minggu). Antara pusat sampai prosesus xifoideus dibagi menjadai 4 bagian dan tiap bagian menunjukkan kenaikan 1 bulan. Tinggi fundus uteri pada umur kehamilan 40 minggu (bulan ke-10) kurang lebih sama dengan umur kehamilan 32 minggu (bulan ke-8).

Rumus Mc Donald
Fundus uteri diukur dengan pita. Tinggi fundus dikalikan 2 dan dibagi 7 memberikan umur kehamilan dalam bulan obstetrik dan bila dikalikan 8 dan dibagi 7 memberikan umur kehamilan dalam minggu.

Palpasi Leopold
Palpasileopold merupakan teknik pemeriksaan pada perut ibu bayi untuk menentukan posisi dan letak janin dengan melakukan palpasiabdomen. Palpasileopold terdiri dari 4 langkah yaitu: 1. 2. 3. Leopold I : Leopold I bertujuan untuk mengetahui letak fundus uteri dan bagian lain yang terdapat pada bagian fundus uteri Leopold II : Leopold II bertujuan untuk menentukan punggung dan bagian kecil janin di sepanjang sisi maternal Leopold III : Leopold III bertujuan untuk membedakan bagian persentasi dari janin dan sudah masuk dalam pintu pangguL Leopold IV : Leopold IV bertujuan untuk meyakinkan hasil yang ditemukan pada pemeriksaanLeopold III dan untuk mengetahui sejauh mana bagian presentasi sudah masuk Memberikan informasi tentang bagian presentasi: bokong atau kepala, sikap/attitude (fleksi atau ekstensi), dan station (penurunan bagian presentasi)

Gambar 1. Palpasileopold
6

4. Perkiraan Tinggi Fundus Uteri


Perkiraan dengan TFU ini merupakan perkiraan yang harus diketahui oleh bidan. perkiraan dengan TFU akan lebih tepat pada kehamilan pertama, tetapi kurang tepat pada kehamilan berikutnya. Cara menentukan kehamilan dengan perkiraan tinggi fundus uteri: 1. 2. 3. 4. Mempergunakan tinggi fundus uteri Menggunakan alat ukur caliper Menggunakan pita ukur Menggunakan pita ukur dengan metode berbeda

Mempergunakan tinggi fundus uteri


Perkiraan tinggi fundus uteri dilakukan dengan palpasifundus dan membandingkan dengan patokan. UmurKehamilan 12 minggu 16 minggu 20 minggu 24 minggu 28 minggu 34 minggu 36 minggu 40 minggu Tinggi Fundus Uteri 1/3 di atas simpisis simpisis-pusat 2/3 di atas simpisis Setinggi pusat 1/3 di atas pusat pusat-prosessus xifoideus Setinggi prosessus xifoideus 2 jari di bawah prosessus xifoideus

Menggunakan alat ukur caliper


Caliper digunakan dengan meletakkan satu ujung pada tepi atas simfisis pubis dan ujung yang lain pada puncakfundus. Kedua ujung diletakkan pada garis tengah abdominal. Ukuran kemudian dibaca pada skala cm (centimeter) yang terletak ketika 2 ujung caliper bertemu. Ukuran diperkirakan sama dengan minggu kehamilan setelah sekitar 22-24 minggu.

Menggunakan pita ukur


Pita ukur merupakan metode akurat kedua dalam pengukuran TFU setelah 22-24 minggu kehamilan. Titik nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis dan pita pengukur ditarik melewati garis tengah abdomen sampai puncak. Hasil
7

dibaca dalam skala cm, ukuran yang terukur sebaiknya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan setelah 22-24 minggu kehamilan.

Menggunakan pita ukur dengan metode berbeda


Garis nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis di garis abdominal, tangan yang lain diletakkan di dasar fundus, pita pengukur diletakkan diantara jari telunjuk dan jari tengah, pengukuran dilakukan sampai titik dimana jari menjepit pita pengukur. Sehingga pita pengukur mengikuti bentuk abdomen hanya sejauh puncaknya dan kemudian secara relatif lurus ke titik yang ditahan oleh jari-jari pemeriksa, pita tidak melewati slope anterior dari fundus. Caranya tidak diukur karena tidak melewati slope anterior tapi dihitung secara matematika sebagai berikut: Sebelum fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus, tambahkan 4 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centi meternya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan. Sesudah fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus, tambahkan 6 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centi meternya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan.

Gambar 2. Pengukuran TFU dengan metlin

4. Ultrasonografi
Tujuan ultrasonografi adalah: Konfirmasi kehamilan Mengetahui usia kehamilan
8

Konfirmasi kehamilan
Embrio dalam kantung kehamilan tampak pada awal kehamilan 5,5 minggu dan detak jantung janin tampak jelas dalam usia 7 minggu.

Mengetahui usia kehamilan


Penentuan umur kehamilan dengan USG menggunakan 3 cara yaitu: Mengukur diameter kantong kehamilan(GS=gestational sac) pada kehamilan 6-12 minggu Mengukur jarak kepala bokong (GRI=grown rump length) pada kehamilan 7-14 minggu Mengukur diameter biparietal (BPD) pada kehamilan lebih 12 minggu

2.2 Tahap Periode Kehamilan


Proses kehamilan (gestasi) berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Usia janin sendiri adalah 38 minggu, karena dihitung mulai dari tanggal konsepsi (tanggal bersatunya sperma dengan telur), yang terjadi dua minggu setelahnya. Dalam dunia kedokteran, proses kehamilan dibagi menjadi tiga fase sesuai dengan pertumbuhan fisik bayi. Masing-masing fase tersebut disebut trimester. Berikut adalah perkembangan janin pada tiap-tiap trimester menurut usia janin, yaitu sejak konsepsi sampai kelahiran (38 minggu).

Trimester Pertama (Minggu 0 12)


Pada usia kehamilan trimester pertama atau disebut juga 3 bulan pertama (12 minggu pertama), penambahan berat badan ibu hamil biasanya sekitar 1 atau 2 kilo, atau mungkin kurang jika ibu hamil mengalami morning sickness. Sebagian besar berat ini berada di plasenta (ari-ari), di payudara, rahim dan akbibat dari bertambahnya volume darah pada ibu hamil.

Selama kehamilan tubuh ibu hamil bekerja lebih keras, detak jantung dan tingkat pernapasan akan lebih cepat. Hormon dapat membuat payudara menjadi lebih lembut ketika disentuh, dan menjadi lebih besar dan lebih berat. Rahim akan mendapatkan lebih besar dan memberikan tekanan pada kandung kemih sehingga buang air kecil (buang air) manjadi lebih sering dengan kata lain lebih sering kebelet kencing.

Awal kehamilan atau masa trimester pertama merupakan saat yang rawan bagi perkembangan janin, karena biasanya banyak wanita tidak menduga kalau dirinya sedang hamil. Kehamilan baru diketahui ketika usia janin sudah menginjak waktu lebih dari satu bulan. Sementara itu, jika mereka tidak sadar sedang hamil, mereka akan mengkonsumsi berbagai macam makanan serta obat yang bisa sangat.merusak rentan keguguran perkembangan bayi dalam kandungan.

Periode Germinal (Minggu 0 3)


Pembuahan telur oleh sperma terjadi pada minggu ke-2 dari hari pertama menstruasi terakhir.Telur yang sudah dibuahi sperma bergerak dari tuba fallopi dan menempel ke dinding uterus (endometrium).

Periode Embrio (Minggu 3 8 )


Sistem syaraf pusat, organ-organ utama dan struktur anatomi mulai terbentuk. Mata, mulut dan lidah terbentuk. Hati mulai memproduksi sel darah. Janin berubah dari blastosis menjadi embrio berukuran 1,3 cm dengan kepala yang besar.

Periode Fetus (Minggu 9 12)


Semua organ penting terus bertumbuh dengan cepat dan saling berkait. Aktivitas otak sangat tinggi.

10

Perubahan-Perubahan Yang Terjadi Pada Kehamilan Trimester 1


Perubahan anatomi dan adaptasi fisiologis system reproduksi Ovarium Tuba falopi Vagina Sistem perkemihan Sistem integument Sistem imunitas Sistem kardiovaskular Sistem pernafasan Sistem pencernaan Payudara Perubahan psiklogis

Kebutuhan Ibu Hamil Trimester 1


Cairan: Ibu harus minum2-8 gelas/hari atau 150-200 ml air putih untuk memantu mempertahankan tubuh, mencegah dehidrasi dan memperlancar BAB. Nutrisi: Kalori 200 gr/dL, Protein 30 gr/hari untuk pertumbuhan dan perkembangan bulan kehamilan serta kenaikan protein plasma dan HB ibu hamil. Kenaikan berat badan antara 6-19 kg dan sebelum 20 minggu adaln 2 kg/bulan. Personal hygiene harus selalu dijaga selama kehamilan, mandi untuk perawata kulit, karena funsi ekskresi meningkat (Keringat). Kebersiahan payudara harus dijaga menggunakan minyak telon kemudian dibilas denga air bersih Kebutuhan eliminasi Pada trimester 1 ibu cenderung BAK karena rahim membesar dan menekan kandung kemih sehingga sering BAK. Pengaruh progesterone, gerakan peristaltik usus menurun sehingga terjadi konstipasi. Kebutuhan seksual: Libido menurun karena sering mual dan muntah. Istirahat dan tidur : Ibu hamil dianjurkan menentuka pola istirahat dengan baik guna menunjang kesehatan ibu dan janin. Periksa kehamilan : Pada trimester 1 dijadwalkan untuk kunjungan ulang denga interval 4 minggu.

Ketidaknyamanan dan Tanda Bahaya Fisiologis Selama Hamil


1. Ketidaknyamanan Selama Kehamilan Trimester 1 a. Mual dan muntah Penyebab : perubahan hormonal, berlebih asam gostik / asam klorida, pembesaran uterus, perubahan dalam metabolisme.
11

Penanganan : hindari baud an factor penyebab, makan makanan dalam porsi kecil tapi sering, hindari makanan berminyak dan merangsang, duduk tegak setiap habis makan, istirahat sesuai kebutuhan mengangkat kaki dan kepala agak tinggi. b. Hipersaliva Penyebab : meningkatnya keasaman mulut

Penanganan : mekanlah permen karet / permen biasa yang keras c. Kelelahan Penyebab : berhubungan denga laju metabolisme basal pada awal kehamilan

Penanganan : banyak istirahat dan kurangi aktivitas yang berlebihan, minum vitamin dan supplement zat besi.

2. Tanda Bahaya Pada Kehamilan Trimester 1 a. Perdarahan pervaginam Penanganan : Lakukan pemeriksaan secara cepat keadaan ibu termasuk tandatanda vital (tekana darah, nadi, pernafasan, temperatur) b. Hiperemesis Gravidarum Penanganan : Hindari makan yang sulit dicerna dan berlemak. Komplikasi : Jika muntuah terus menerus biasa terjadi kerusakan hati, komplikasi lain perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika muntah.

c. Mola Penanganan : Jika diagnosis kehamilan mola ditegakkan, lakukan evaluasi uterus, dan lakukan evakuasi jaringan mola dan berikan infuse. d. Sakit kepala hebat Penanganan : Jika ibu tidak sadar/kejang segera mobilisasi tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat darurat e. Penglihatan kabur Penanganan : Jika ibu tidak sadar/kejang segera mobilisasi tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat darurat
12

f. Odema pada wajah, kaki, dan tangan Penanganan : Istirahat yang cukup dan tingkatkan makanan yang mengandung protein dan kurangi makanan yang mengandung karbohidrat serta lemak g. Kejang : Pada umumnya kejang didahului oleh memburuknya keadaan dan terjdi gejala-gejala sakit kepala, mual, dan nyeri uluh hati h. Demam : Ibu hamil dengan suhu lebih dari 380C merupakan masalah gejala infeksi dalam kehamilan. Penanganan : Istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak, dan kompres untuk menurunkan suhu

Trimester kedua (Minggu 12 24)


Trimester ke dua biasanya ibu sudah merasakan sehat. tubuh ibu telah terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan merasa tidak nyaman karena hamil sudah berkurang. ibu telah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi serta pikirannya secara lebih konstruktif. Pada trimester ini pula ibu mampu merasakan gurakan janinnya. Banyak ibu yang merasa terlepas dari rasa kecemasan dan kedidaknyaman, seperti yang dirasakannya pada trimester perrtama dan merasakan naiknya libido.

Pada minggu ke-18 ultrasongrafi sudah bisa dilakukan untuk mengecek kesempurnaan janin, posisi plasenta dan kemungkinan bayi kembar. Jaringan kuku, kulit dan rambut berkembang dan mengeras pada minggu ke 20 21 Indera penglihatan dan pendengaran janin mulai berfungsi. Kelopak mata sudah dapat membuka dan menutup. Janin (fetus) mulai tampak sebagai sosok manusia dengan panjang 30 cm.

13

Adaptasi fisik yang terjadi pada kehamilan adalah sebagai berikut:


1. Perubahan yang terjadi pada system reproduksi a) Uterus Rahim yang semula besarnya sebesar jempol atau beralnya 30 gram mengalami hipertrofi dan hyperplansia, hingga menjadi seberat 1.000 gram saat kehamilan. Perubahan pada isthmus uteri menjadi lebih panjang dan lunak, sehingga pada pemeriksaan dalam seolah-olah kedua jari dapat saling sentuh. Perlunakan isthmus disebut pada Hegar. b) Serviks Terjadi perubahan warna dan konsistensi c) Vagina dan vulva Organ vagina dan vulva mengalami peningkatan sirkulasi darah karena pengaruh estrogen, Akibat hipervaskularisasi vagina dan vulva tampak makin merah dan kebiru-biruan (Rustam Mochtar, 1998: 35) d) Ovarium Ovarium terjadi kehamilan indung telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuk plasenta yang sempurna pada usia 16 minggu. e) Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara dipengaruhi oleh hormone estrogen, dan progesterone, somanomamotropin. Pembentukan payudara akan terasa lebih lembut, kenyal dan terisi, serta jalur-jalur pembuluh darah disekitar wilayah dada akan terlihat jelas dari biasanya, hal ini untuk persiapan saat menyusui, berikut ini fungsi hormon pada payudara: Hormon Estrogen : - Menimbulkan hipertrofi system saluran payudara - Menimbulkan petumbuhan lemak dan air serta garam, sehingga payudara tampak semkin besar. Hormon progesterone : - Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi - Menambah jumblah sel asinus. Hormon Somamommatrifin : - Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktabumin, dan laktaglobin - Penimbunan lemak alveolus payudara
14

2. Perubahan sistem sirkulasi Peredaran darah ibu dipengaruhi beberapa faktor sebagai berikut. Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan perkembangan janin dalam rahim Terjadi hub ungan alngsung antra arteri dan vena pada sikulasi retroplasenter Pengaruh hormone estrogen dan progesterone.

Akibatnya dari faktor tersebut dijumpai beberapa perubahan peredaran darah,antaralain sebagai berikut : a) Volume darah Volume darah semakin meningkat, dimana serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengeceran darah (hemodilusi) dengan puncak nya pada usia kehamilan 32 minggu. b) Sel darah Sel darah merah meningkat jumlahnya untuk mengimbangi pertumbuhan janin dalam rahim. Anemia atau kurang darah terjadi karena kebutuhan darah dalam kehamilan adalah lebih besar sekitar dua atau tiga lipat dari biasanya. 3. Perubahan sistem respirasi Selama periode kehamilan, system respirasi berubah, hal ini terjadi karena kebutuhan oksigen semakin meningkat. Disamping itu terjadi pula desakan diafragma karena dorongan rahim. Ibi hamil bernafas lebih dalam sekitar 20-25% dari biasanya. Ibu hamil dapat merasalelah karena kerja jantung dan paru-paru menjadi lebih berat 4. Perubahan sistem pencernaan Kebutuhan nutrisi pada ibu hamil makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan persiapan pemberian ASI. Perubahan metabolisme pada kehamilan antara lain : a) Keseimbangan asam basa mengalami perubahan dari 155 mEq/liter menjadi 145 mEq/liter hemodilusi darah dan kebutuhan mineral yang dibutuhkan oleh janin. b) Kebutuhan protein meningkat untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, perkelbangan organ kehamilan, setra persiapan laktasi. c) Kebutuhan kalori bias didapatkan dari karbohidrat, lemak, dan protein d) Kebutuhan zat mineral (kalsiaum fosfor, zat besi dan air) e) Berat badan ibu hamil bertambah

15

Trimester ketiga (24 -40)


Setelah usia janin memasuki trimester pertama dan kedua, sisanya adalah menunggu kelahiran yang biasanya terjadi pada trimester ketiga. Pada trimester ini yang dimulai dengan bulan ketujuh, maka Anda akan mulai disibukan dengan pemeriksaan dan persiapan kelahiran bayi. Beberapa proses penyempurnaan perkembangan janin terjadi pada bulanbulan ini, dimulai pada bulan ketujuh yaitu sistem sarafnya yang mulai bekerja serta otak yang berkembang dengan sangat cepat dari waktu ke waktu.

Semua organ tumbuh sempurna Janin menunjukkan aktivitas motorik yang terkoordinasi (nendang, nonjok) serta periode tidur dan bangun. Masa tidurnya jauh lebih lama dibandingkan masa bangun. Paru-paru berkembang pesat menjadi sempurna. Pada bulan ke-9, janin mengambil posisi kepala di bawah, siap untuk dilahirkan. Berat bayi lahir berkisar antara 3 -3,5 kg dengan panjang 50 cm.

1. Perubahan Anatomi Dan Fisiologi Pada Ibu Hamil Trimester III


a) Uterus Pada akhir kehamilan berat uterus menjadi 1000 gram (normal 20 gram) dengan panjang 20 cm dan dinding 2,5 cm, pada kehamilan 28 minggu fundus uterus terletak kira-kira 3 jari di atas pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke prosesus xipoedeus. Pada kehamilan 32 minggu fundus uterus terletak 1/2 pusat denga prosesus xipoedeus. Pada kehamilan 36 minggu fundus uterus berada kira-kira 1 jari di bawah prosesus xipoedeus. Bila pertumbuhan janin normal, maka tinggi fundus uteri 28 minggu adalah 25 cm, pada 32 minggu adalah 27 cm, pada 36 minggu adalah 30 cm. b) Vagina dan Vulva Akibat hormone esterogen mengalami perubahan adanya hipervaskularisasi yang mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah dan kebiru-biruan (tanda chadwick), cairan vagina mulai meningkat dan lebih kental. c) Payudara Mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepas dari pengaruh horman saat kehamilan, yaitu esterogen, dan progesterone.

16

d) Sirkulasi Darah Setelah kehamilan lebih dari 30 minggu, terdapat kecenderungan peningkatan tekanan darah. Sama halnya dengan pembuluh darah yang lain, vena tungkai juga mengalami distensi vena tungkai berpengaruh pada kehamilan lanjut karena terjadi obstruksi aliran balik vena, akibat tingginya tekanan darah yang kembali dari uterus, keadaan ini menyebabkan varises pada vena tungkai. e) Sistem Respirasi Elespansi diafragma dibatasi oleh pembesaran uterus, diafragma naik 4 cm. Kondisi ini menyebabkan ibu bernafas pendek dan saat terjadi pada 60% wanita hamil. f) Sistem Pencernaan Karena pengaruh esterogen, pengeluaran asam lambung meningkat hal ini yang menyebabkan pengeluaran air liur berlebihan (hipersaliva), daerah lambung terasa panas dan mual muntah. Pengaruh esterogen menimbulkan gerakan usus makin berkurang dapat menyebabkan sembelit. g) Sitem Perkemihan Pada akhir kehamilan, muncul keluhan sering berkemih karena kepala janin turun ke pintu atas panggul, desakan ini menyebabkan kandung kemih terus terasa penuh. Akibat terjadinya hemodiaksi menyebabkan metabolisme air makin lancar sehingga pembentukan urin pun bertambah.

2. Tanda Bahaya Pada Krhamilan Trimester III


a) Perdarahan Pervaginam Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak dan kadang-kadang tidak selalu disertai rasa nyeri, kemungkinan plasenta previa atau solusio plasenta. b) Keluarnya air ketuban sebelum waktunya KPD adalah apabila terjadi sebelum persalinan berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membrane atau meningkatnya tekana intra uterin atau oleh kedua factor tersebut juga karena adanyaa infeksi yang dapat berasal dari vagina dan serrviks. c) Demam Tinggi Ibu menderita demam yang tinggi dengan suhu > 38 0C dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan adanya infeksi suatu kehamilan.
17

d) Nyeri Abdomen Yang Hebat Menunjukkan masalah yang mengancam jiwa, nyeri hebat, menetap, dan tidak hilang setelah istirahat, hal ini bisa berarti apendiksitis, kehamilan ektopik, penyakit radang pelvis, persalinan preterm, iritasi uterus, solusio plasenta, dan infksi saluran kemih. e) Sakit Kepala Yang Hebat Sakit kepla yang hebat dan penglihatan kabur dapat menyebabkan gejala kehamilan ini disertai pre-eklamsi. f) Gerakan Janin Tidak Ada atau Kurang Ibu mulai merasakan gerakan janin mulai bulan ke-5 atau ke-6, beberapa ibu dapat merasakan gerakan ini lebih awal, bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat. g) Anemia Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan keadaan HB dibawah 11 gr/dl pada trimester I dan III. Anemia ini disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tak jarang keduanya saling berkaitan.

3. Ketidaknyamanan Pada Kehamilan Trimester III


a) Sesak Nafas: Penyebab Penanganan b) Insomnia Penyebab Penanganan : Diafragma terdorong : Posisi bantal bila tidur menggunakan ekstra bantal

: Gerakan janin, kram otot, sering BAK : Sering berkomunikasi dengan keluarga atau suami

c) Rasa Khawatir dan Cemas Penyebab : Gangguan hormonal, khawatir jika ibu setelah melahirkan Penanganan : Masase perut, minum susu hangat, tidur denga ganjal dibagian bahu. d) Rasa Tidak Nyaman dan Tekanan pada Perineum Penyebab : Pembesaran uterus terutama waktu berdiri dan jalan Penanganan : Istirahat, relaksasi, siapkan tubuh, periksa ke petugas kesehatan e) Kontraksi Palsu (Braxton hicks)
18

Penyebab : Kontraksi uterus mempersiapkan persalianan Penanganan : Istirahat dan periksa ke petugas kesehatan f) Kram betis Penyebab : Karena penenkanan pada syaraf yang terkait dengan uterus yang membesar dan perubahan kadar kalsium fospor. Penanganan : Masase dan kompres hangat pada otot yang kram. g) Odema Pada Kaki Sampai Tungkai Penyebab : karena berdiri atau berduduk lama, baju ketat dan cuaca panas. Penanganan : Asupan cairan dibatasi sehingga berkemih secukupnya saja, dan istirahat dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala.

4. Perubahan Psikologis Ibu Dan Ayah Pada Trimester III


a. perubahan psikologis pada ibu Kehamilan merupakan suatu kondisi perubahan body image dan juga mengharuskan mengulang hubungan sosial dan perubahan peran anggota keluarga. Bagaimanapun juga, wanita menunjukkan respon psikologis dan emosional yang sama selama kehamilan, antara lain: 1. Ambivalence Pada awalnya, terjadi rencana kehamilan, dimana ada elemen yang mengejutkan bahwa konsepsi telah terjadi. Ambivalence ini berhubungan dengan pemilihan waktu yang salah, kekhawatiran tentang modifikasi kebutuhan hubungan yang ada atau rencana karier ; ketakutan tentang peran baru; dan ketakutan tentang kehamilan, persalinan dan kelahiran. 2. Acceptance (penerimaan) Penerimaan kehamilan dipengaruhi oleh banyak faktor. Rendahnya penerimaan cenderung dihubungkan dengan tidak direncanakanya kehamilan dan bukti ketakutan dan konflik. Pada trimester tiga menggabungkan perasaan bangga dengan takut mengenai kelahiran anak. Pada periode ini, khususnya hak istimewa kehamilan lebih berarti. Selama trimester akhir, ketidaknyamanan fisik kembali meningkat dan istirahat yang adekuat menjadi keharusan. Wanita membuat persiapan akhir untuk bayi dan mungkin menggunakan waktu yang lama untuk mempertimbangkan nama anaknya. 3. Introversion Introvert atau memikirkan dirinya sendiri dari pada orang lain merupakan peristiwa yang biasa dalam kehamilan. Wanita mungkin menjadi kurang
19

tertarik dengan aktifitas terdahulunya dan lebih berkonsentrasi dengan kebutuhan untuk istirahat dan waktu untuk sendiri. 4. Mood Swings (Perasaan Buaian) Selama kehamilan, wanita memiliki karakteristik ingin dibuai, dengan suka cita. Pasangan harus mengetahui bahwa ini merupakan karakteristik perilaku kehamilan, hal itu menjadi mudah baginya untuk lebih efektif disamping itu akan menjadi sumber stress selama kehamilan. 5. Change in Body Image (Perubahan Gambaran Tubuh) Kehamilan menimbulkan perubahan tubuh wanita periode waktu yang singkat. Wanita menyadari bahwa mereka memerlukan lebih banyak ruang sebagai kemajuan kehamilan. Reaksi ibu/ istri pada kehamilan trimester III : lebih cemas akan kecanggungan fisik ketidaknyamanan persiapan persalinan sering mimpi kelainan letak, tidak dapat lahir, takut cacat. Pada akhir kehamilan terangsang secara tiba-tiba.

b. Perubahan Psikologis Pada Ayah Harapan ayah menunjukkan persamaan perasaan dan konflik dengan ibu yang mengandung ketika kehamilan akan ditegaskan. Tingkat ambivalence tergantung beberapa faktor , seperti apakah kehamilan direncanakan, hubungan laki-laki dengan pasangannya, pengalaman kehamilan sebelumnya, umur, dan stabilitas ekonominya. Pada trimester tiga, perhatian dan ketakutan mungkin berulang. Banyak lakilaki merasa takut melukai bayi yang belum lahir selama intercourse. Ayah juga mulai takut dan membayaqngkan tentang apa yang akan terjadi dengan pasangannya dan bayinya yang belum lahir selama persalinan dan kelahiran. Reaksi ayah/ suami pada kehamilan trimester III : memilih alternatif kontak seksual perhatian tertuju pada tanggung jawab financial melamun tentang anak, jadi apa, kehilangan istri merubah perilaku seksual dengan pasangannya.

20

5. Komplikasi Kehamilan Trimester Tiga (28-40 Minggu)


a. Persalinan Prematuritas Persalinan prematuritas (prematur) dimaksudkan dengan persalinan yang terjadi diantara umur kehamilan 29-36 minggu, dengan berat badan lahir kurang dari 2,5 kg. Persalinan prematuritas merupakan masalah besar karena berat janin kurang dari 2,5 kg dan umur kurang dari 36 minggu, maka alat-alat vital belum sempurna. Sebab persalinan prematuritas : - hamil dengan perdarahan, kehamilan ganda - kehamilan disertai komplikasi (preeklamsia, dan eklamsia) - kehamilan dengan komplikasi penyakit ibu (hipertensi, penyakit ginjal, penyakit jantung, dsb). Keadaan gizi yang rendah disertai kurang darah, lapisan dalam lahir yang kurang subur karena jarak hamil terlalu pendek. b. Kehamilan Ganda (Kembar) Beberapa pengaruh yang merugikan ibu yang hamil ganda : 1. Pengaruh hamil ganda terhadap ibu : Diperlukan gizi yang lebih banyak, sehingga tumbuh kembang janin mencapai cukup bulan, pada hamil muda sering terjadi keluhan yang lebih hebat, ibu sering cepat lelah, sering terjadi penyulit hamil (hidramnion, preeklamsia, dan eklamsia), pada saat persalinan dijumpai kesulitan. Pengaruh hamil ganda terhadap janin : Dapat terjadi persalinan prematuritas, dapat terjadi janin dengan anemia atau BBLR, setelah persalinan anak pertama dapat terjadi pelepasan plasenta sebelum waktunya dan membahayakan janin ke dua. Kehamilan Dengan Perdarahan Perdarahan pada kehamilan memberikan dampak yang membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Perdarahan yang dapat membahayakan dan berhubungan dengan trimester ketiga adalah mengalami perdarahan plasenta previa, perdarahan solusio plasenta, perdarahan dari pecahnya sinus marginalis dan perdarahan dari pecahnya vasa previa. Kehamilan Dengan Ketuban Pecah Dini Pecahnya selaput janin memberikan pertanda bahaya dan memberi kesempatan infeksi langsung pada janin. Disamping itu, gerak janin makin terbatas, sehingga pada kehamilan kecil mungkin dapat terjadi deformitas. Oleh karena itu bila berhadapan dengan kehamilan dengan mengeluarkan air apalagi belum cukup bulan harus segera datang kerumah sakit dengan fasilitas yang memadai.
21

2.

3.

4.

5.

Kehamilan dengan kematian janin dalam rahim Penyebab kematian janin dalam rahim : - kehamilan diatas umur hamil 36 minggu pada ibu dengan diabetes melitus - mungkin terjadi lilitan tali pusat yang mematikan - terjadi simbol tali pusat - gangguan nutrisi menjelang kehamilan cukup bulan - kehamilan dengan perdarahan - kehamilan lewat waktu lebih dari 14 hari Kehamilan Lewat Waktu Persalinan (Senotinus) Beberapa kerugian dan bahaya kehamilan lewat waktu: - janin yang kekurangan nutrisi dan oksigen, akan mengalami pengrusakan diri sendiri, dengan metabolisme jaringan lemak bawah kulit sehingga tampak tua dan keriput, sebagai gejala janin dengan hasil lewat waktu - air ketuban yang makin kental, akan sulit dibersihkan, sehingga dapat menimbulkan gangguan pernafasan saat kelahirannya. - Bila gangguan terlalu lama dan berat, janin dapat meninggal dalam rahim - Mungkin plasenta cukup baik tumbuh kembangnya sehingga dapat memberikan nutrisi cukup dan janin menjadi lebih besar - Dengan makin besarnya janin dalam rahim memerlukan tindakan operasi persalinan - Kerugian pada ibu tidak terlalu besar, kecuali kemungkinan persalinan dengan tindakan operasi seperti induksi persalinan sampai dengan sesio sesarea Kehamilan Dengan Preeklamsia Dan Eklamsia Gejala klinik preeklamsia ringan : - tekanan darah sekitar 140/90 atau kenaikan tekanan darah 30 mmHg untuk sistolik 15 mmHg untuk diastolik dengan interval pengukuran selama 6 jam - terdapat pengeluaran protein dalam urin 0,3 gr/literatau kualitatif +1,-+2 - edema (bengkak kaki, tangan, atau lainnya) - kelainan berat badan lebih dari 1 kg/minggu Gejala preeklamsi berat (kelanjutan preeklamsia ringan) : tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih pengeluaran protein dalam urine lebih dari sekitar 5 gr/24 jam terjadi penurunan produksi urin kurang dari 400 cc/24 jam terdapat edema paru dan sianosis dan terasa sesak napas. Terdapat gejala subjektif (sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri dibagian daerah perut atas

6.

7.

22

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Menentukan umur hamil sangat penting untuk memperkirakan persalinan. Umur hamil dapat ditentukan dengan: 1. 2. 3. 4. 5. Rumus Naegle Gerakan pertama fetus Palpasiabdomen Perkiraan tinggi fundus uteri Ultrasonografi

Periode kehamilan sering kita kenal juga dengan istilah trimester kehamilan. Trimester kehamilan terbagi dalam 3, yaitu : 1. Trimester Pertama ( Minggu 0 12) 2. Trimester Kedua ( Minggu 12 24 ) 3. Trimester Ketiga ( Minggu 24 40 )

3.2 Saran
Di harapkan dengan di buatnya makalah ini ibu ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya karena pemeriksaan usia kehamilan minimal 3 kali selama kehamilan yaitu pada usia kehamilan trimester I, II, III. karena pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu tahapan penting menuju kehamilan yang sehat

23