Anda di halaman 1dari 42

PEMERIKSAAN

KEDOKTERAN FORENSIK
KLINIK

Taufik Suryadi
LANDASAN HUKUM
► UNDANG UNDANG NO 1 TH 1946 TTG PEMBERLAKUAN KUHP DI INDONESIA
► UNDANG UNDANG NO 6 TH 1974 TTG KETENTUAN KETENTUAN POKOK
KESEJAHTERAAN SOSIAL
► UNDANG UNDANG NO 4 TH 1979 TTG KESEJAHTERAAN ANAK
► UNDANG UNDANG NO 7 TH 1984 TTG PENGESAHAN KONVENSI
INTERNASIONAL TTG PENGHAPUSAN SEGALA BENTUK DISKRIMINASI
TERHADAP PEREMPUAN
► UNDANG UNDANG NO 23 TH 1992 TTG KESEHATAN
► UNDANG UNDANG NO 22 TH 1999 TTG PEMERINTAH DAERAH
► PERATURAN PEMERINTAH NO 25 TH 2000 TTG KEWNANGAN PEMERINTAH DAN
KEWENANGAN PROPINSI SBGAI DAERAH OTONOM
► UNDANG UNDANG NO 39 TTG HAM
► UNDANG UNDANG NO 2 TH 2002 TTG KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK
INDONESIA
► KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA MENTRI PEMBERDAYAN PERAMPUAN RI NO
14/MEN PP/DEP.V/X/2002, MENTERI KESEHATAN NO
1329/MENKES/SKB/X/2002,MENTERI SOSIAL NO 75/HUK/2002 DAN KAPOLRI
NOPOL B / 3048/X/2002
► UU NO 23 TH 2002 TTG PERLINDUNGAN ANAK
► UNDANG UNDANG NO 23 TH 2004 TTG PENGHAPUSAN KEKERASAN DLM
RUMAH TANGGA
KEDOKTERAN FORENSIK KLINIK
(CLINICAL FORENSIC MEDICINE)

Seluruh lapangan kedokteran klinik yang


berkaitan dengan hukum, peradilan dan
sistem kepolisian
 
Forensik Klinik adalah cabang ilmu
kedokteran forensik yang mempergunakan
ilmu dan pengetahuan klinik dalam usaha
untuk pembuktian ilmiah dengan pencatatan,
pengumpulan dan interpretasi bukti medis dari
korban hidup agar tetap asli, ilmiah dan
diterima di pengadilan. Pelayanan forensik
klinik bersifat komprehensif dengan
mempertimbangkan korban bukan saja
sebagai barang bukti tetapi juga dilihat
sebagai pasien dengan aspek psikologis, aspek
KEDOKTERAN FORENSIK
KLINIS
► KEKERASAN TERHADAP
PEREMPUAN DAN ANAK
► KEKERASAN DALAM RUMAH
TANGGA
► PENGANIAYAAN
PENGERTIAN

► Kekerasan terhadap
Perempuan
Segala bentuk tindak kekerasan
berbasis gender yang berakibat atau
mungkin berakibat menyakiti secara
fisik, seksual, mental atau penderitaan
terhadap perempuan, termasuk
ancaman dari tindakan tersebut,
pemaksaan atau perampasan semena-
mena kebebasan baik yang terjadi
dilingkungan masyarakat maupun
dalam kehidupan pribadi (Deklarasi
PBB tentang anti kekerasan terhadap
► Kekerasan terhadap Anak
• Perlakuan dari orang dewasa atau anak
yang usianya lebih tua dengan
menggunakan kekuasaan atau otoritasnya,
terhadap anak yang tidak berdaya yang
seharusnya berada dibawah tanggung
jawab dan atau pengasuhnya
• Kekerasan anak meliputi : Kekerasan fisik,
kekerasan seksual maupun kekerasan
emosional
DAMPAK KtP
 Gangguan Fisik dan Mental
 Gangguan Kesehatan Reproduksi
• Kehamilan yang tidak diinginkan
• Penularan melalui hubungan
seksual
• Komplikasi Kehamilan
 Gangguan Emosi dan Perilaku
• Penyalahgunaan obat dan alkohol
• Depressi, stress pasca trauma
UU No. 23 tahun 2004 tentang
Penghapusan Kekerasan dalam Rumah
Tangga (PKDRT)
Pasal 21 :
1. Dalam memberikan pelayanan kesehatan
kepada korban, tenaga kesehatan harus :
a. Memeriksa kesehatan korban sesuai
dengan standar profesi
b.Membuat laporan tertulis hasil
pemeriksaan thd korban dan VER atas
permintaan penyidik kepolisian atau
surat keterangan medis yg memiliki
kekuatan hukum yang sama sebagai
alat bukti
9. Pelayanan kesehatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan di
sarana kesehatan milik pemerintah,
pemda atau masyarakat
Bentuk dan Jenis kekerasan
► Bentukkekerasan dikategorikan dalam
5 kelompok
 Kekerasan seksual
 Kekerasan fisik
 Kekerasan psikis
 Gabungan 2 atau 3 gejala diatas
 Penelantaran (pendidikan, gizi,
emosional)
► Berdasarkan tempat terjadinya
 Kekerasan di dalam rumah tangga
(domestik)
 Kekerasan di tempat kerja atau sekolah
 Kekerasan di daerah
► Berdasarkan umur
1. Sebelum Lahir : akibat pukulan,
tendangan atau rudapaksa terhadap
perut ibu hamil
2. Bayi : pembunuhan dan penelantaran
bayi
3. Pra remaja : perkawinan dibawah umur,
penganiayaan fisik, seks, psikis, inses,
prostitusi
4. Remaja dan dewasa : penganiayaan
oleh teman dekat, pemaksaan seks,
inses, perkosaan, pelecehan seks,
prostitusi, perkosaan dalam
perkawinan, pembunuhan oleh
pasangan, kekerasan terhadap
perempuan tidak mampu/pembantu,
kawin paksa
PERILAKU KORBAN KEKERASAN

Perilaku anak korban


kekerasan
 Lebih sering tidak dilaporkan, bila pelaku
ortu atau walinya sendiri
 Peran profesional agar dapat mengenali
korban
 Penampilan anak pada umumnya tidak mem-
perlihatkan derajat penderitaan
 Dapat dilihat dari ekspresi wajah, gerak
gerik, bahasa tubuh, bingung, cemas atau
marah terpendam
PERUBAHAN PERILAKU ANAK
KORBAN TINDAK KEKERASAN
 Anak mengatakan dirinya sudah dianiaya
 Membalik/menyangkal cerita yang telah
diungkapkan sebelumnya
 Ketakutan yang berlebihan terhadap orang tua
 Tidak lari ke orang tua utk minta tolong
 Memperlihatkan tingkah laku agresif/penarikan
diri
 Terlalu penurut atau pasif
 Lari dari rumah atau melakukan kenakalan
remaja
 Perilaku mencederai diri
 Sering mau bunuh diri
 Gangguan tidur
TANDA-TANDA TERJADINYA
PENELANTARAN FISIK
 Gagal tumbuh fisik ataupun mental
 Malnutrisi, tanpa dasar organik yang jelas
 Dehidrasi
 Luka atau penyakit yang dibiarkan tidak diobati
 Tidak mendapat imunisasi dasar
 Kulit kotor tidak terawat, rambut dengan kutu-
kutu
 Pakaian lusuh dan kotor
 Keterlambatan perkembangan
 Keadaan umum yang lemah, letargis dan lelah
PERUBAHAN PERILAKU
PEREMPUAN KORBAN TINDAK
KEKERASAN
 Tidak mampu memusatkan pikiran atau
mengalihkan tatapan mata
 Sering salah ucap dalam bicara
 Penampilan tidak rapih/tidak terurus
 Banyak melamun dan sulit bicara
 Cemas, grogi
 Tegang, tampaknya serba bingung dan panik
 Memperlihatkan kebencian atau marah
 Depresi, sedih, putus asa, perasaan sensitif
 Percobaan bunuh diri
 Cenderung merasa salah
 Mudah curiga kepada orang lain
TANDA-TANDA PENGENALAN
KORBAN KEKERASAN
Korban Penganiayaan Fisik
Memar dan Bilur
• Pada wajah, bibir/mulut, punggung, paha,
betis
• Terdapat memar/bilur baru atau sdh
menyembuh
• Corak-corak memar menunjukkan benda
Luka lecet dan luka robek
tertentu
• Di mulut, bibir, mata, kuping, lengan,
tangan
• Luka gigitan manusia
Patah tulang
• Setiap patah tulang pada anak < 3 tahun
• Patah tulang baru dan lama ditemukan
bersamaan
• Patah tulang ganda/multiple
• Patah tulang pada kepala, rahang dan
hidung serta patahnya gigi
Luka Bakar
• Bekas sundutan rokok
• Luka bakar pada tangan, kaki atau bokong
akibat kontak dengan benda panas
• Bentuk luka yang khas sesuai dengan benda
panas yang dipakai
Cedera Kepala
• Hematoma sub kutan dan atau sub dural
yang dapat dilihat pada foto rontgen
• Bercak/area kebotakan akibat tertariknya
rambut
Lain-lain
• Dislokasio/lepas sendi bahu atau pinggul
akibat tarikan
• Tanda-tanda luka yang berulang
TANDA KEMUNGKINAN TERJADINYA PENGANIYAAN
SEKSUAL (SEXUAL ABUSE)
1. Adanya penyakit akibat hubungan seksual
2. Infeksi vagina yang berulang pada anak < 12
thn
3. Rasa nyeri, perdarahan dan atau discharge
dari vagina
4. Kehamilan pada usia remaja
5. Gangguan dalam mengendalikan bab dan bak
6. Cedera pada buah dada, bokong, perut, paha,
sekitar vagina atau dubur
7. Pakaian dalam robek dan atau ada bercak
darah
8. Ditemukan cairan mani di sekitar mulut,
genitalia, anus atau pakaian
HAL-HAL YANG PERLU DILAKUKAN TENAGA
KESEHATAN
1. Menghindari rasa takut untuk bertanya
2. Menciptakan suasana yang mendukung dan
tidak menuduh
3. Mencurigai adanya kekerasan bila ada memar
pada tubuh pasien
4. Mempelajari kemungkinan bahwa korban
berada dalam keadaan bahaya
5. Memberikan pelayanan kesehatan yang
memadai
6. Menyediakan waktu untuk konsultasi lebih
lanjut
7. Merujuk korban kekerasan kepada LSM
sesuai persetujuannya
8. Menyediakan ruangan yang memadai untuk
menjaga kerahasiaan pasien di sarana
kesehatan
4. Membuat status lengkap korban
5. Membantu membuat rencana penyelamatan
diri
6. Menjelaskan bahwa korban berhak diobati,
mendapat pertolongan dan perlindungan
secara hukum
PEMERIKSAAN
► Anamnesis :
 Umur.
 Urutan kejadian.
 Jenis penderaan.
 Oleh siapa, kapan, dimana, dengan apa, berapa kali.
 Akibat pada anak.
 Orang yang ada disekitar kejadian.
 Waktu jeda antara kejadian dan kedatangan ke RS.
 Kesehatan sebelumnya.
 Trauma serupa waktu lampau.
 Riwayat penyakit lampau.
 Pertumbuhan fisik dan psikis.
 Siapa yang mengawasi sehari-hari.
PEMERIKSAAN
► Pemeriksaan fisik :
 Gizi, higiene, tumbuh kembang anak.
 Keadaan umum, fungsi vital.
 Keadaan fisik umum.
 Daftar dan plot pada diagram topografi jenis
luka yang ada.
 Perhatikan daerah luka terselubung : mata,
telinga, mulut dan kelamin.
 Kasus berat bisa dipotret.
 Raba dan periksa semua tulang.
PEMERIKSAAN
► Dugaan sexual abuse :
 Tanda trauma dan sekret vagina.
 Tanda trauma anal.
 Keadaan selaput dara.
 Labia minora dan posterior fourchette.
 Pengambilan bahan untuk laboratorium
sesuai prosedur.
 
Pikirkan telah terjadi kekerasan pada
anak bila dijumpai :

► Riwayat dan beratnya kerusakan fisik


tidak sebanding.
► Waktu yang lama antara kejadian
dengan mencari pengobatan.
► Riwayat trauma berulang dengan
perawatan di rumah-sakit yang
berbeda.
► Tanggung-jawab orang tua tidak
memadai.
► Riwayat berubah-ubah atau berbeda
dari orang yang berbeda.
KEKERASAN SEKSUAL
Anamnesis:
 Umur.
 Status perkawinan.
 Haid : siklus, terakhir.
 Penyakit kelamin dan kandungan.
 Penyakit lain seperti ayan dll.
 Pernah bersetubuh ? Waktu persetubuhan terakhir ?
Menggunakan kondom ?
 Waktu kejadian.
 Tempat kejadian.
 Apakah korban melawan ?
 Apakah korban pingsan ?
 Apakah terjadi penetrasi dan ejakulasi ?
KEKERASAN SEKSUAL
► Periksa pakaian :
 Robekan lama /baru / memanjang /
melintang ?
 Kancing putus.
 Bercak darah, sperma, lumpur dll.
 Pakaian dalam rapih atau tidak ?
 Benda-benda yang menempel sebagai
trace evidence.
KEKERASAN SEKSUAL
► Pemeriksaan badan - Umum :
 Rambut / wajah rapi atau kusut.
 Emosi tenang atau gelisah.
 Tanda bekas pingsan, alkohol, narkotik. Ambil
contoh darah.
 Tanda kekerasan : Mulut, leher, pergelangan
tangan, lengan, paha bagian dalam, punggung.
 Trace evidence yang menempel pada tubuh.
 Perkembangan seks sekunder.
 Tinggi dan berat badan.
 Pemeriksaan rutin lainnya.
KEKERASAN SEKSUAL
► Genitalia :
 Rambut kemaluan yang melekat jadi satu. Ambil,
periksa laboratorium.
 Bercak sperma. Ambil, periksa lab.
 Vulva : bekas kekerasan.
 Bibir vagina : bekas kekerasan. Ambil bahan
untuk lab.
 Selaput dara.
 Frenulum labia dan komisura posterior. Utuh
atau tidak.
 Vagina dan serviks : bila memungkinkan.
 Tanda-tanda penyakit kelamin.
HAK ASASI ANAK
► HAK HIDUP
► TUMBUH KEMBANG
► PERLINDUNGAN
► PARTISIPASI
SALAH SATU KEKERASAN PADA
ANAK ??
KEKERASAN DALAM RUMAH
TANGGA

KDRT : pelaku dan korbannya masih


memiliki hubungan keluarga atau
hubungan kedekatan lain, termasuk
diantaranya kekerasan terhadap
suami, istri, anak kandung.
► Korban adalah orang yang mengalami
kekerasan dan/atau ancaman
kekerasan dalam lingkup rumah
tangga.
(pasal 1 UU ttg Penghapusan
Kekerasan Dalam Rumah Tangga)
KEKERASAN DALAM RUMAH
TANGGA (KDRT)
► UU RI No 23 /2004 tentang Penghapusan
Kekerasan dalam Rumah Tangga:
KDRT  Setiap perbuatan terhadap
seseorang terutama perempuan, yang
berakibat timbulnya kesengsaraan atau
penderitaan secara fisik, seksual,
psikologis, dan/atau penelantaraan
rumah tangga termasuk ancaman untuk
melakukan perbuatan, pemaksaan,
atau perampasan kemerdekaan secara
melawan hukum dalam lingkup rumah
tangga
KEKERASAN DALAM RUMAH
TANGGA (KDRT)
► Lingkup rumah tangga dalam UU RI No 23/2004
pasal 2, meliputi :
1. Suami, istri, anak
2. Orang-orang yang mempunyai hubungan
keluarga dengan orang karena hubungan darah,
perkawinan, persusuan, pengasuhan, dan
perwalian, yang menetap dalam rumah tangga
3. Orang yang bekerja membantu rumah tangga dan
menetap dalam rumah tanga tersebut.
► PASAL 5 UU 23/2004 : KDRT MELIPUTI :
- KEKERASAN FISIK
- KEKERASAN PSIKIS
- KEKERASAN SEKSUAL, DAN
- PENELANTARAN RUMAH TANGGA

► PEMERIKSAAN : SAMA DENGAN PEMERIKSAAN


PADA KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK
► kekerasan fisik adalah perbuatan yang
mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau
luka berat (Pasal 6 UU 23/2004).

► kekerasan psikis (pasal 7) adalah perbuatan


yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya
rasa percaya diri, hilangnya kemampuan
untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau
penderitaan psikis berat pada seseorang

► Pasal 8, kekerasan seksual meliputi :


- pemaksaan hubungan seksual yang
dilakukan terhadap orang yang menetap
dalam lingkup rumah tangga .
- pemaksaan hubungan seksual terhadap
salah seorang dalam lingkup rumah tangganya
dengan orang lain untuk tujuan komersial
dan/atau tujuan tertentu.
KETENTUAN PIDANA
KEKERASAN DALAM RUMAH
TANGGA
► Pasal 44 UU RI No 23/2004 : kekerasan fisik
► Pasal 45 ayat (1)(2): perbuatan kekerasan
psikis dilakukan oleh suami terhadap istri
dan sebaliknya.
► Pasal 46 UU RI No 23/2004: kekerasan
seksual
► Pasal 49 UU RI No 23/2004 : penelantaran
anak
HAK-HAK KORBAN KDRT
(Pasal 10)

► Hak-hak dari korban KDRT, adalah:


a. perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian,
kejaksaan, pengadilan, advokat, lembaga sosial,
atau pihak lainnya baik sementara maupun
berdasarkan penetapan perintah perlindungan dari
pengadilan;
b. pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan
medis;
c. penanganan secara khusus berkaitan dengan
kerahasiaan korban;
d. pendampingan oleh pekerja sosial dan bantuan
hukum pada setiap tingkat proses pemeriksaan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan; dan
PENGANIAYAAN
Yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan
KORBAN PENGANIAYAAN:
► Lokalisasi. Tentukan koordinat terhadap titik
anatomis terdekat.
► Gambaran luka. Bila ada benda asing,
sebutkan.
► Penyebab luka.
► Saat terjadinya luka
► Derajat luka
DERAJAT LUKA
► DERAJAT RINGAN: TIDAK
MENGGANGGU AKTIVITAS SEHARI-
HARI, TIDAK MENYEBABKAN
HALANGAN DALAM MENJALANKAN
MATA PENCAHARIAN.
► DERAJAT SEDANG: KEADAAN LUKA
DIANTARA DERAJAT RINGAN DAN
BERAT
► DERAJAT BERAT: SESUAI PASAL 90
KUHP.