Anda di halaman 1dari 19

Oleh: Hj.

Yeni Mulyani

Pengertian:
Kecemasan adalah ketegangan, rasa tidak aman dan kekhawatiran yang timbul karena dirasakan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, tetapi sebagian besar sumbernya tidak diketahui dan berasal dari dalam (intra psikis). Adalah ketegangan atau ketakutan dalam diri sendiri tanpa penyebab atau maksud tertentu. Ketakutan adalah penilaian intelektual thd stimulus yang mengancam dan objeknya jelas.

Kecemasan adalah respon emosional terhadap suatu ancaman atau bahaya yang diketahui sumbernya (biasanya dari luar diri) yang dihada pi secara sadar). Fobia: adalah rasa takut yang patologis/tidak realistis, berlebihan.

Bentuk Kecemasan
1. Kecemasan Realistis bahaya dari luar yg secara nyata menimbulkan ancaman, misal: - bahaya banjir - kemarau panjang 2. Kecemasan neurotik berhubungan dengan insting-insting yang kemungkinan tidak terkendalikan a. Kecemasan mengambang pesimis thd sesuatu yg akan terjadi b. Kecemasan fobik takut terhadap obyek yang tidak dapat dihindari c. Kondisi panik terjadi disfungsi organisasi dan kepribadian disertai perubahan fisiologik

3. Kecemasan Moral individu cenderung merasa berdosa utk melakukan/baru ber fikir melakukan sesuatu yg bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
Sumber Stress yg menimbulkan Kecemasan 1. Frustasi tidak tercapainya keinginan/ tujuan 2. Konflik mental memilih diantara dua atau lebih kebutuhan/tujuan atau pertentangan antara dorongan-dorongan yg berlawaanan

3. Tekanan Mental

tuntutan dari dalam (intern) dan dari luar (ekstern) memaksa seseorang bekerja lebih keras. 4. Krisis Mental perubahan keadaan kehidupan yang bersifat radikal.

Teori terjadinya Kecemasan 1. Psikoanalitik konflik emosional antara Id (dorongan insting) dgn super ego (hati nurani) memperingatkan ego ttg suatu bahaya
2. Interpersonal - terjadi dari ketakutan akan penolakan interpersonal.

- trauma pd masa

4. Teori keluarga

pertumbuhan: * kehilangan * perpisahan 3. Teori Perilaku Individu yg memiliki perasaan takut >> risiko mengalami ansietas berat pada masa dewasa

kecemasan selalu ada di tiap keluarga dan bersifat heterogen 5. Teori Biologik Gamma aminobutyric acid (GABA) neuro transmitter inhibitor/ asam amino inhibitor, menghalangi progresi impuls elektrik di otak, bila terganggu ansietas terjadi

Rentang Respon Kecemasan

Adaptif
Antisipasi ringan sedang berat

Maladaptif
Panik

Tingkat Kecemasan : 1. Ringan berhubungan dengan peristiwa kehidupan sehari-hari, individu menjadi > waspada

- memberi dorongan utk kreatif - nadi & TD, gejala ringan pd lambung (respon fissiologis) - lapang persepsi meluas (respon kognitif) - tremor, tdk dapat duduk tenang (respon perilaku&emosi)
2. Kecemasan sedang - lahan persepsi thd lingkungan menurun (menyempit) - fokus pada hal penting saat itu

- respon fisiologis: nafas pendek, diare/ konstipasi. -respon perilaku: susah tidur, bicara>> & cepat, merasa tdk aman dan gelisah
3. Kecemasan berat - lahan persepsi sangat sempit cenderung fokus pd hal-hal khusus

- tdk mampu berfikir berat, harus disuruh - respon fisiologis: penglihatan kabur - respon perilaku dan emosi: perasaan tidak aman , blocking.
4. Panik - persepsi terganggu tidak dapat mengendali kan diri

- terjadi disintegrasi proses

berfikir dan kepribadian - hiperaktif, agitasi membahayakan diri sendiri maupun orang lain - respon fisiologis: perasaan tercekik, palpitasi, sakit dada, hipotensi, koordinasi motorik rendah. - respon kognitif: tidak dapat berfikir logis

Pengkajian
Stressor Predisposisi: - peristiwa traumatik - konflik emosional - konsep diri tganggu - frustrasi - gangguan fisik - pola mekanisme koping keluarga - riwayat gangguan kecemasan - pengobatan benzodiaze pin menekan GABA Stressor Presipitasi : a. Ancaman thd integritas fisik: sumber internal ( kehamilan) dan eksternal (kecelakaan). b. Ancaman terhadap harga diri: internal (penyesuaian peran baru) eksternal (perceraian) Perilaku a. respon fisiologis, al: - respon simpatis Nadi cepat, palpitasi, TD me , sukar bernafas,

keringat >>, keringat dingin, lelah, dilatasi pupil, anoreksia, konstipasi - respon parasimpatis (sering bab, TD me, nadi lambat) - respon simpatis dan parasimpatis (sakit kepala, penglihatan kabur, mual, muntah, gangguan tidur)

b. Respon emosional dan intelektual ( perasaan tdk aman, curiga,blocking)


c. Respon sosial (menarik diri, menghindar) d. Respon spiritual (takut thd kematian) Mekanisme Koping - orientasi tugas : perilaku menyerang (agresif), menarik diri, kompromi. - ego oriented: denial, regresi, kompensasi, proyeksi, displacemen

Diagnosa Keperawatan
a. Panik bd penolakan keluarga dan gagal mengambil keputusan b. Kecemasan berat bd konflik perkawinan c. Kecemasan sedang bd tekanan finansial d. Ketidak efektifan koping indvidu bd dampak anak sakit e. Ketakutan bd rencana pembedahan f. Resiko tinggi kekerasan, mencederai diri atau orang lain g. Gangguan pola tidur h. Perubahan pola eliminasi i. Gangguan nutrisi

Prinsip Intervensi
U/ cemas sedang: - Membentuk hubungan saling percaya - Pengenalan thd sumber kecemasaneksplorasi perasaan cemas klien - Bantu klien mengenal perasaan cemasnya - Bantu memiliki koping adaptif - me respon relaksasi U/ cemas berat dan Panik - Jalin hubungan saling percaya - tingkatkan kesadaran diri perawat - menerima klien tanpa syarat, jujur, empati, konsisten, tdk menilai, tidak merendahkan diri - melindungi klien

- lindungi klien yakinkan bahwa klien aman, kembangkan koping klien yg adekuat - modifikasi lingkungan cegah situasi yg menambah kecemasan - motivasi klien u/ melakukan aktivitas - Kolaborasi, pemberian obat anti depresan atau anti psikotik, pengobatan disertai penatalaksanaan psikososial.

Hal-hal yang diperhatikan


1. Perhatikan keselamat an dan lingkungan klien (temani saat kecemasan me, temp- atkan pd ruangan yg tenang) 2. Perlihatkan sikap yg tenang klien me rasa aman 3. Tingkatkan keseimbangan istirahat, tidur dan aktivitas klien. 4. Tingkatkan dan kem bangkan kesadaran diri klien (berikan bantuan dlm melaku kan aktivitas dan berikan pujian atas keberhasilannya,

bantu secara dini me ngenal tanda-tanda perilaku kecemasan dan mengenal sumber kecemasan) 5. Bantu menggunakan koping & harga diri 6. Bantu evaluasi meto da yg digunakan, bila gagal anjurkan alternatif lain. 7. Libatkan keluarga

EVALUASI

a. Ancaman thd integri tas fisik berkurang b. Perilaku cemas me c. Mengenal kecemas an d. Gunakan koping yg adaptif