Anda di halaman 1dari 29

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran Alokasi waktu

: SMP Negeri 1 Palembang : IX (Sembilan) / I : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) : 1 x 40 (Pertemuan ke-1)

Standar Kompetensi 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar 3.1Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator Menjelaskan benda dapat bermuatan listrik jika dilakukan dengan cara tertentu. Memberi contoh peristiwa yang menghasilkan benda yang bermuatan listrik. A. Tujuan Pembelajaran Di akhir pembelajaran siswa dapat: Menjelaskan pengertian listrik statis. Menyebutkan contoh adanya listrik statis. Menjelaskan benda dapat bermuatan listrik dengan cara digosok.

B. Materi Pembelajaran Listrik Statis

C. Metode Pembelajaran Model Metode : - Direct Instruction : - Demonstrasi - Tanya Jawab - Ceramah - Latihan soal

D. Langkah-langkah Kegiatan Tahapan Fase 1 Orientasi Kegiatan Guru 1. Guru mengecek Kegiatan Siswa 1. Siswa Karakter Waktu 5

mengikuti Jujur,

kehadiran siswa. 2. Guru mengkondisikan

arahan guru dan Komunikatif menyimak besar garis

siswa untuk mengikuti materi dengan mengkomunikasikan tujuan yang pembelajaran akan dicapai listrik statis

kompetensi

dasar dan indikator yang akan dicapai setelah pembelajaran. 2. Siswa guru. menyimak

setelah pembelajaran 3. Guru memberikan

motivasi dan apersepsi. Fase 2 Presentasi demonstrasi atau 1. Guru (membimbing 1. Siswa melakukan Jujur, 10

siswa) melakukan tanya jawab mendiskusikan listrik statis 2. Guru demonstrasi memberikan sederhana untuk definisi

tanya jawab untuk toleransi, mendefinisikan listrik statis 2. Siswa komunikatif, tanggung

membaca jawab

materi tentang benda netral yang dapat

dengan

menunjukkan

bermuatan

listrik

plastik mika yang digosok

dalam komik digital

dengan benang wol dapat 3. Siswa mengangkat kertas. benda serpihan memperhatikan demonstrasi guru menanggapi

Bagaimanakah netral

(tidak 4. Siswa

bermuatan) seperti plastik mika dapat mengangkat serpihan kertas?

pertanyaan guru dan didiskusikan secara klasikal dengan

teman lainnya

Fase 3 Latihan terstruktur

1. Guru siswa)

(membimbing mendiskusikan

1. Siswa
oleh

(dibimbing Jujur, guru) toleransi,

10

tentang muatan listrik. 2. Guru (membimbing

mendiskusikan muatan listrik.

komunikatif, tanggung

siswa) melakukan tanya jawab menjelaskan muatan untuk perbedaan dan

2. Siswa

melakukan jawab tanya jawab untuk mengetahui perbedaan muatan positif dan muatan negatif.

positif

muatan negatif. 3. Guru (membimbing

siswa) melakukan tanya jawab menjelaskan proton, netron. Fase 4 untuk perbedaan dan

3. Siswa

melakukan

tanya jawab untuk mengetahui perbedaan proton, elektron netron. dan 5

elektron

Guru menanyakan kepada 1. Siswa

bertanya rasa ingin

Latihan Terbimbing

siswa apakah masih ada hal yang belum dimengerti atau ingin ditanyakan, jika masih ada guru dapat langsung memberikan informasi yang sebenarnya.

kepada guru jika tahu, masih ada hal yang komunikatif belum atau dipahami yang ingin

ditanyakan sesuai materi 2. Siswa memperhatikan penjelasan guru

Fase 5 Latihan Mandiri (Mengecek pemahaman dan pemberian umpan balik)

1. Guru memberikan soal tentang muatan listrik untuk dikerjakan oleh siswa 2. Guru meminta beberapa siswa untuk menuliskan jawabannya dipapan tulis dan dikoreksi bersama-sama. 3. Siswa (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman materi yang telah dipelajari

1. Siswa bersama mengerjakan soal yang diberikan oleh guru 2. Beberapa siswa mengerjakan soal yang diberikan guru dipapan tulis 3. Siswa bersama guru mengoreksi jawaban yang telah dikerjakan 4. Siswa menberikan kesimpulan dari

Jujur Komunikatif Mandiri Demokratis Toleransi

10

pembelajaran yang telah dilaksanakan

E. Sumber Belajar a. Buku IPA Terpadu b. Buku referensi yang relevan c. Software Komik Digital

F. Penilaian Hasil Belajar


-

Tes tertulis (terlampir) Bentuk Instrumen : Uraian

Palembang, Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Peneliti

Isriyeni, S.Pd NIP

Meri Afriani NIM 06091011004

Bahan Ajar

Dalam ilmu fisika, listrik dibedakan menjadi dua macam, yaitu listrik statis dan listrik dinamis. Listrik statis mempelajari sifat kelistrikan suatu benda tanpa memperhatikan gerakan atau aliran muatan listrik. Dalam ilmu fisika disebut elektrostatika. Sebaliknya, jika memperhatikan adanya muatan listrik yang bergerak atau mengalir, maka disebut listrik dinamis atau elektrodinamika. Thales dari Milete (540 546 SM) adalah ahli pikir Yunani purba, yang menurut sejarahnya bahwa gejala listrik statis terjadi pada batu ambar yang digosok dengan bulu. Ternyata batu ambar tersebut dapat menarik benda-benda ringan yang lain misalnya bulu ayam. Dalam bahasa Yunani batu ambar sering disebut elektron. Suatu benda dapat diberi muatan listrik statis dengan cara menggosoknya dengan benda lain. Untuk lebih jelasnya kita perlu memahami model atom terlebih dahulu. Atom merupakan partikel terkecil penyusun suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur tersebut. Atom terdiri dari partikel-partikel yang jauh lebih kecil yang memiliki sifat sendiri. Partikel-partikel tersebut adalah proton, netron yang terdapat dalam inti atom dan elektron yang mengorbit inti dengan lintasan tertentu. Proton memiliki sifat bermuatan listrik positif dan elektron memiliki sifat bermuatan listrik negatip, sedang neutron memiliki sifat yang netral. Besar muatan listrik proton dan elektron sama. Atom yang netral memiliki jumlah proton dan elektron yang sama. Suatu atom akan memiliki muatan listrik negatif bila atom tersebut kelebihan elektron. Dan atom akan bermuatan positif bila kekurangan elektron

Percobaan Tujuan : Membuat benda netral menjadi bermuatan listrik Alat dan bahan : Pastik mika Balon Kain Wol Serpihan Kertas Kecil Cara Kerja : 1. Dekatkan plastik mika didekat serpihan kertas kecil. Amatilah serpihan kertas. 2. Gosoklah plastik mika dengan kain wol satu arah selama beberapa kali. Dekatkan plastik mika pada serpihan kertas kecil. Amatilah serpihan kertas 3. Ulangi langkah 1 dan 2 dengan menggunakan balon! Pertanyaan : 1. Perlakuan manakah yang menyebabkan plastik mika atau balon dapat menarik kertas? 2. Nyatakan kesimpulanmu dalam buku kerjamu

Penjelasan : Plastik mika yang semula dalam keadaan netral (tidak bermuatan listrik), sehingga tidak mampu menarik serpihan kertas kecil. Ketika plastik mika digosok kain wol berarti memberikan energi kepada elektron untuk berpindah. Perpindahan elektron terjadi pada kain wol menuju plastik mika. Plastik mika akan bermuatan negatif karena mendapat sejumlah elektron dari kain wol. Akibatnya plastik mika kelebihan elektron. Pindahnya elektron pada kain wol mengakibatkan kain wol kekurangan elektron sehingga kain wol bermuatan positif. Plastik mika yang telah bermuatan listrik dapat menarik serpihan kertas kecil. Tahukah kamu mengapa serpihan kertas dapat menempel pada plastik mika? Untuk mengetahui jawabannya, ikutilah uraian berikut. Benda bermuatan positif maupun negatif dapat menarik benda netral. Benda yang bermuatan listrik

berusaha memengaruhi muatan yang tidak sejenis pada benda netral dan berupaya menarik ke arahnya. Akibatnya pada benda netral tersebut terjadi pemisahan muatan. Peristiwa pemisahan muatan listrik pada benda netral akibat benda bermuatan listrik didekatkan disebut induksi listrik. Induksi (pengaruh) listrik ini dapat digunakan untuk membuat benda netral menjadi bermuatan listrik. Benda bermuatan negatif jika didekatkan benda netral akan menarik semua muatan positif benda netral ke salah satu ujung, akibatnya ujung yang lain bermuatan negatif. Jika muatan negatif dihubungkan dengan bumi kemudian diputus, benda netral tadi akan berubah menjadi benda bermuatan positif. Plastik mika yang digosok dengan kain wol dapat menarik kertas-kertas kecil. Serpihan kertas kecil dapat ditarik plastik mika yang telah bermuatan listrik negatif, karena kertas kecil yang netral itu terinduksi oleh muatan negatif dari mistar plastik. Elektron pada ujung kertas yang dekat dengan mistar akan ditolak dan pindah ke bagian ujung lainnya. Adapun, muatan positif kertas kecil akan ditarik dan berkumpul mendekati bagian ujung kertas yang dekat dengan plastik mika. Akibat perbedaan jenis muatan tersebut, terjadilah tarik-menarik antara kertas dengan plastik mika. Karena plastik mika memiliki jumlah muatan yang lebih banyak, maka plastik mika dapat menarik kertas kecil.

Tes Tertulis

No 1.

Soal

Kunci jawaban

Skor 30

Apakah yang dimaksud Listrik statis adalah listrik yang diam dengan listrik statis? untuk sementara pada suatu benda.

2.

Jelaskan bagaimana cara Jika benda netral seperti plastik digosok benda netral seperti plastik dengan mika dapat kain wol, yang kepada berarti elektron

menarik memberikan

energi

serpihan kertas?

untuk berpindah dari kain wol ke plastik mika. Sehingga plastik mika menjadi bermuatan negatif. Serpihan kertas kecil dapat ditarik plastik mika karena kertas kecil yang netral itu terinduksi oleh muatan negatif dari plastik mika.

Elektron pada ujung kertas yang dekat dengan plastik mika akan ditolak dan pindah ke bagian ujung lainnya. Adapun, muatan positif kertas kecil akan ditarik dan berkumpul mendekati bagian ujung kertas yang dekat dengan plastik mika. Akibat perbedaan jenis muatan tersebut, terjadilah tarik-menarik antara kertas dengan plastik mika. Karena plastik mika memiliki jumlah muatan yang lebih banyak, maka plastik mika dapat menarik kertas kecil. Total Skor 100 70

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran Alokasi waktu

: SMP Negeri 1 Palembang : IX (Sembilan) / I : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) : 3 x 40 (Pertemuan ke-2)

Standar Kompetensi 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar 3.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator Melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat muatan listrik. Menjelaskan prinsip kerja elektroskop E. Tujuan Pembelajaran Di akhir pembelajaran siswa dapat: Menjelaskan interaksi antara benda-benda bermuatan listrik. Menjelaskan jenis-jenis muatan listrik. Menjelaskan sifat-sifat muatan listrik. Menjelaskan prinsip kerja elektroskop.

F. Materi Pembelajaran Listrik Statis

G. Metode Pembelajaran Model Metode : - Direct Instruction : - Tanya Jawab - Ceramah - Latihan soal

H. Langkah-langkah Kegiatan Tahapan Fase 1 Orientasi Kegiatan Guru 1. Guru mengecek Kegiatan Siswa 3. Siswa Karakter Waktu 10

mengikuti Jujur,

kehadiran siswa. 2. Guru mengkondisikan siswa mengikuti listrik statis untuk materi dengan

arahan guru dan Komunikatif menyimak besar garis

kompetensi

dasar dan indikator yang akan dicapai setelah pembelajaran. 4. Siswa guru. menyimak

mengkomunikasikan tujuan yang pembelajaran akan dicapai

setelah pembelajaran 3. Guru memberikan

motivasi dan apersepsi. Fase 2 Presentasi demonstrasi Guru (membimbing siswa) 1. Siswa atau melakukan tanya jawab materi menonton tentang antara benda listrik membaca Jujur, dan toleransi, video komunikatif, interaksi tanggung benda- jawab bermuatan dalam 30

untuk menjelaskan interaksi antara benda-benda

bermuatan listrik.

komik digital.

2. Siswa melakukan tanya jawab untuk mengetahui interaksi benda-benda bermuatan listrik. Fase 3 Latihan terstruktur 1. Guru (membimbing 1. Siswa melakukan Jujur, 50 antara

siswa) melakukan tanya jawab untuk

tanya jawab untuk toleransi, mengetahui jenis- komunikatif, jenis listrik. 2. Siswa melakukan muatan tanggung jawab

menjelaskan jenis-jenis muatan listrik. 2. Guru (membimbing

siswa) melakukan tanya jawab menjelaskan muatan listrik. 3. Guru (membimbing untuk sifat-sifat

tanya jawab untuk mengetahui sifat-

sifat muatan listrik. 3. Siswa melakukan

tanya jawab untuk mengetahui sifat-

siswa) melakukan tanya jawab menjelaskan kerja elektroskop. Fase 4 Latihan Terbimbing untuk prinsip

sifat muatan listrik.

Guru menanyakan kepada 1. Siswa siswa apakah masih ada hal yang belum dimengerti atau ingin ditanyakan, jika masih ada guru dapat langsung memberikan informasi yang sebenarnya.

bertanya rasa ingin

10

kepada guru jika tahu, masih ada hal yang komunikatif belum atau dipahami yang ingin

ditanyakan sesuai materi

2. Siswa memperhatikan penjelasan guru Fase 5 Latihan Mandiri (Mengecek pemahaman dan pemberian umpan balik) 1. Guru memberikan soal tentang muatan listrik dan elektroskop untuk dikerjakan oleh siswa 2. Guru meminta beberapa siswa untuk menuliskan jawabannya dipapan tulis dan dikoreksi bersama-sama. 3. Siswa (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman materi yang telah dipelajari 1. Siswa bersama mengerjakan soal yang diberikan oleh guru 2. Beberapa siswa mengerjakan soal yang diberikan guru dipapan tulis 3. Siswa bersama guru mengoreksi jawaban yang telah dikerjakan 4. Siswa menberikan kesimpulan dari Jujur Komunikatif Mandiri Demokratis Toleransi 20

pembelajaran yang telah dilaksanakan

E. Sumber Belajar d. Buku IPA Terpadu e. Buku referensi yang relevan f. Software Komik Digital

F. Penilaian Hasil Belajar


-

Tes tertulis (terlampir) Bentuk Instrumen : Uraian

Palembang, Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Peneliti

Isriyeni, S.Pd NIP

Meri Afriani NIM 06091011004

Bahan Ajar

Percobaan Tujuan : Mempelajari interaksi benda-benda bermuatan listrik Alat dan bahan : penggaris plastik batang kaca kain sutera kain wool statif benang Cara Kerja : 1. Ikatkan sebatang penggaris plastik pada statif. Gosok-gosokkan satu ujung penggaris tersebut dan satu ujung penggaris plastik kedua dengan kain wool. 2. Dekatkan penggaris plastik kedua ke penggaris plastik yang digantung. Amati perilaku kedua penggaris tersebut. Catat hasil pengamatanmu. 3. Dengan cara yang sama, lakukan untuk batang kaca yang digosok dengan kain sutera. 4. Sekarang, gosok kembali satu ujung penggaris plastik yang digantung dengan kain wool dan batang kaca dengan kain sutera. Dekatkan batang kaca pada penggaris tersebut. pengamatanmu. Pertanyaan : 1. Apakah penggaris bermuatan listrik setelah digosokkan pada kain wool? Jelaskan. 2. Apakah batang kaca bermuatan listrik setelah digosokkan pada kain sutera? Jelaskan. 3. Apa yang terjadi jika penggaris setelah digosokkan pada kain sutera? Jelaskan. Amati perilaku kedua benda tersebut, catat hasil

4. Buat kesimpulan dari hasil kegiatanmu. Penjelasan : Berdasarkan kegiatan tersebut, kamu dapat mengamati bahwa jika dua penggaris plastik yang telah digosok dengan kain wool saling didekatkan, ternyata penggaris plastik tersebut saling tolak-menolak. Gejala serupa dapat kamu amati, jika dua batang kaca yang telah digosok dengan kain sutera didekatkan, ternyata juga saling tolak-menolak. Kamu dapat dengan mudah menyatakan, karena kedua penggaris plastik tersebut digosok dengan kain yang serupa, tentu saja muatan yang terdapat pada penggaris plastik tersebut sejenis. Demikian juga halnya dengan kedua batang kaca, pastilah memiliki muatan sejenis karena digosok dengan benda yang serupa. Hasil pengamatanmu ternyata menunjukkan bahwa benda-benda yang bermuatan listrik sejenis akan tolak-menolak. Ketika penggaris plastik tersebut digosok dengan kain wool, elektron-elektron dari kain wool berpindah ke penggaris plastik, sehingga penggaris plastik tersebut bermuatan listrik negatif. Sebaliknya, ketika batang kaca digosok dengan kain sutera, elektron-elektron pada batang kaca tersebut berpindah ke kain sutera, sehingga batang kaca bermuatan positif. Akibatnya, antara penggaris plastik dengan batang kaca terjadi tarik-menarik.

Elektroskop Elektroskop adalah alat untuk menyelidiki muatan serta jenis muatan listrik pada suatu benda. Elektroskop bermuatan positif jika mengalami kekurangan elektron dan bermuatan negatif jika kelebihan elektron. Berikut adalah hal-hal yang terjadi pada elektroskop: a. Elektroskop netral daunnya berada dalam kondisi tertutup b. Elektroskop netral, daunnya yang tertutup akan membuka jika disentuh benda bermuatan listrik.

c. Elektroskop yang telah membuka (karena telah bermuatan) daunnya cenderung akan membuka lebar jika disentuh benda bermuatan sama dengan yang terdapat pada daun elektroskop d. Elektroskop yang telah membuka (karena telah bermuatan) daunnya cenderung akan menutup jika disentuh benda bermuatan berbeda dengan yang terdapat pada daun elektroskop.

Tes Tertulis

No 1. Penggaris

Soal plastik

Kunci jawaban a. Negatif b. Negatif c. Positif d. Batang ebonit dan batang kaca akan tarik menarik.

Skor 10 10 10 20

bermuatan listrik menolak batang ebonit yang

digosok dengan kain wol dan menarik batang kaca yang digosok dengan kain sutra. a. Apakah jenis muatan listrik plastik? b. Apakah jenis muatan batang ebonit? c. Apakah jenis muatan batang kaca? d. Apakah jika yang terjadi ebonit dengan penggaris

batang

berdekatan batang kaca? 2 Bagaimanakah

prinsip

50

kerja dari elektroskop? Total Skor 100

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran Alokasi waktu

: SMP Negeri 1 Palembang : IX (Sembilan) / I : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) : 3 x 40 (Pertemuan ke-3)

Standar Kompetensi 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar 3.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator Menjelaskan secara kualitatif hubungan antara besar gaya listrik dan besar muatan listrik serta jarak antara benda bermuatan listrik Memberi contoh penerapan listrik statis dalam kehidupan sehari-hari A. Tujuan Pembelajaran Di akhir pembelajaran siswa dapat: Menjelaskan hubungan antara gaya listrik dan jarak antar muatan listrik. Menjelaskan hubungan antara gaya listrik dan muatan listrik. Menyebutkan bunyi Hukum Coulomb. Menjelaskan secara kualitatif hubungannya antara besar gaya listrik dan besar muatan listrik serta jarak antara benda bermuatan listrik.

Menyebutkan contoh peristiwa permasalahan dan pemanfaatan listrik statis dalam kehidupan sehari-hari.

B. Materi Pembelajaran Hukum Coulomb Masalah dan Manfaat Listrik Statis

C. Metode Pembelajaran Model Metode : - Direct Instruction : - Ceramah - Tanya Jawab - Latihan soal

D. Langkah-langkah Kegiatan Tahapan Fase 1 Orientasi Kegiatan Guru 1. Guru Kegiatan Siswa Karakter Waktu 10

mengecek 1. Siswa

mengikuti Jujur,

kehadiran siswa. 2. Guru mengkondisikan

arahan guru dan Komunikatif menyimak garis

siswa untuk mengikuti materi Hukum Coulomb serta Masalah dan

besar kompetensi dasar indikator akan setelah pembelajaran. 2. Siswa guru. menyimak dan yang dicapai

Manfaat Listrik Statis dengan mengkomunikasikan tujuan yang pembelajaran akan dicapai

setelah pembelajaran 3. Guru memberikan

motivasi dan apersepsi. Fase 2 Presentasi Guru (membimbing siswa) melakukan tanya jawab untuk menjelasakan Hukum Coulomb. 1. Siswa materi membaca Jujur, Hukum toleransi, 40

Colomb yang ada komunikatif, dalam digital. 2. Siswa melakukan tanya jawab untuk mengetahui materi Hukum Coulomb. 30 komik tanggung jawab

Fase 3 Latihan terstruktur

1. Guru

(membimbing

1. Siswa materi masalah

membaca Jujur, tentang toleransi, listrik komunikatif,

siswa) melakukan tanya jawab mengetahui permasalahan untuk contoh listrik

statis dalam komik tanggung digital. 2. Siswa melakukan jawab

statis dalam kehidupan sehari-hari. 2. Guru (membimbing

tanya jawab untuk mengetahui contoh permasalahan listrik statis dalam kehidupan seharihari. 3. Siswa materi manfaat membaca tentang listrik

siswa) melakukan tanya jawab contoh listrik mengetahui pemanfaatan statis dalam

kehidupan sehari-hari.

statis dalam komik digital. 4. Siswa melakukan

tanya jawab untuk mengetahui contoh pemanfaatan listrik statis dalam

kehidupan seharihari. Fase 4 Latihan Terbimbing Guru menanyakan kepada 1. Siswa siswa apakah masih ada hal yang belum dimengerti atau ingin ditanyakan, jika masih ada guru dapat langsung memberikan informasi yang sebenarnya. bertanya rasa ingin 10

kepada guru jika tahu, masih ada hal yang komunikatif belum atau dipahami yang ingin

ditanyakan sesuai materi 2. Siswa memperhatikan penjelasan guru

Fase 5 Latihan Mandiri (Mengecek pemahaman dan pemberian umpan balik)

1. Guru memberikan soal tentang hukum coulomb untuk dikerjakan oleh siswa 2. Guru meminta beberapa siswa untuk menuliskan jawabannya dipapan tulis dan dikoreksi bersama-sama. 3. Siswa (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk

1. Siswa bersama mengerjakan soal yang diberikan oleh guru 2. Beberapa siswa mengerjakan soal yang diberikan guru dipapan tulis 3. Siswa bersama guru mengoreksi jawaban yang telah dikerjakan

Jujur Komunikatif Mandiri Demokratis Toleransi

30

membuat rangkuman materi yang telah dipelajari

4. Siswa menberikan kesimpulan dari

pembelajaran yang telah dilaksanakan

E. Sumber Belajar a. Buku IPA Terpadu b. Buku referensi yang relevan c. Software Komik Digital F. Penilaian Hasil Belajar
-

Tes tertulis (terlampir) Bentuk Instrumen : Uraian

Palembang, Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Peneliti

Isriyeni, S.Pd NIP

Meri Afriani NIM 06091011004

Bahan Ajar

Hukum Coulomb Charles Augustin de Coulomb, seorang fisikawan berkebangsaan Perancis, pada tahun 1785 pertama kali yang meneliti hubungan gaya listrik dengan dua muatan dan jarak antara keduanya dengan menggunakan sebuah neraca puntir. Untuk mengenang jasa Charles A. de Coulomb, namanya digunakan untuk satuan internasional muatan listrik, yaitu coulomb (C). Gaya tarik-menarik atau gaya tolakmenolak antara dua muatan listrik disebut gaya Coulomb (Fc). Apabila dua muatan yang berdekatan jenis muatannya sama, maka gaya Coulombnya berupa gaya tolakmenolak. Sebaliknya, dua muatan yang berdekatan jenis muatannya tak senama, maka gaya Coulombnya berupa gaya tarik-menarik. Besar gaya Coulomb bergantung pada: a. besar masing-masing muatan (Q1 dan Q2), b. kuadrat jarak antara dua muatan (r2). Hukum Coulomb berbunyi: Besar gaya tolak-menolak atau gaya tarik-menarik antara dua benda bermuatan listrik, berbanding lurus dengan besar masing-masing muatan listrik dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda bermuatan. Secara matematik Hukum Coulomb dirumuskan:

Dengan: Fc Q1 Q2 r k = gaya tolak-menolak atau gaya tarik-menarik dalam satuan newton (N) = besar muatan pertama dalam satuan coulomb (C) = besar muatan kedua dalam satuan coulomb (C) = jarak antara dua benda bermuatan dalam satuan meter (m) = konstanta pembanding besarnya 9 109 Nm2/C2

Masalah dan Manfaat Listrik Statis 1. Masalah Listrik Statis Bahaya petir Elektron-elektron dalam petir tentu saja mencari jalan terbaik (konduktor) untuk dilaluinya agar sampai ke tanah. Dan jalan terbaik untuk petir sampai ke tanah adalah melalui gedung tinggi, antena televisi dan pepohonan. Meski manusia tidak setinggi gedung, tetapi jika berada diluar rumah saat badai petir, bukan berarti aman. Di tempat yang luas, tubuh manusia adalah jalur terbaik untuk menghantarkan petir ke tanah. Bahaya tersambar petir lebih meningkat jika orang membawa benda dari logam, seperti payung atau tongkat golf. Begitu juga berlindung di bawah pohon tinggi besar pada saat badai petir adalah kesalahan besar. Memang petir akan memilih jalur pohon tinggi, tetapi ia juga akan menyambar orang yang berlindung di bawahnya. Lalu di manakah tempat yang aman untuk berlindung saat badai petir? Masulah ke dalam mobil. Mobil terbungkus oleh bahan logam (campuran alumunium) yang merupakan konduktor yang sangat baik. Jika atap mobil tersambar petir, maka tidak akan terjadi apa-apa dengan orang yang berada di dalam mobil. Mengapa? Orang yang berada di dalam mobil terlindungi dengan baik karena tidak ada muatan listrik yang masuk mobil. Logam yang membungkus mobil itu memiliki sifat yang unik. Ketika logam diberi muatan listrik, maka muatan listrik akan segera tersebar dipermukaannya. Petir merupakan aliran listrik, muatan listrik dari petir akan diterima oleh bahan logam yang membungkus mobil lalu disebarkan ke seluruh permukaan luar mobil dan akan berujung pada ban mobil. Seketika itu juga ban mobil akan menahan aliran listrik dari petir dan mengalirkan sisa aliran listrik tersebut ke tanah. Untuk menghindari bahaya petir di atas gedung perlu dipasang penangkal

petir. Penangkal petir berupa batang logam yang berujung lancip, dan dihubungkan ke tanah dengan kawat logam yang relatif besar. Penangkal petir menyediakan jalan bagi muatan listrik di awan agar dapat berpindah menuju tanah melalui kawat, dan bukannya melalui bangunan. Penangkal petir melindungi gedung tinggi dari sambaran petir dengan dua cara sebagai berikut. 1. Aliran ion-ion positif dari ujung runcing konduktor menuju ke awan halilintar mengurangi muatan listrik induksi pada atap gedung dan juga menetralkan (meniadakan) beberapa muatan listrik negative pada awan. Ini menyebabkan berkurangnya kesempatan atap gedung tersambar petir. 2. Jika petir menyambar juga, penangkal petir menyediakan jalur untuk dilalui elektron-elektron menuju ke dalam tanah tanpa merusak gedung. Ingat, tanah atau Bumi memiliki kemampuan tak terbatas untuk menampung elektron atau memberi elektron. Bahaya listrik statis Dapatkah kamu mengetahui apa yang akan terjadi bila truk tangki minyak tidak dihubungkan dengan rantai yang menjuntai ke tanah? Saat roda truk berputar cepat, roda tersebut memperoleh muatan negatif yang semakin besar akibat bergesekan dengan permukaan tanah. Karena itu, rantai logam yang menjuntai ke tanah dapat menyalurkan elektronelektron dari bumi dan menetralkan muatan-muatan positif yang timbul di suatu logam pada bagian truk itu. Pada truk tangki minyak, dipasang rantai pada bagian bawahnya. Ini dimaksudkan agar listrik statis yang timbul karena gesekan ban dengan jalan dapat dinetralkan sehingga tidak membahayakan muatan tangki. Putaran pada saat mobil truk berjalan menghasilkan muatan negatif yang diperoleh dari gesekan ban dengan jalan. Bagian dalam logam yang berdekatan dengan ban menjadi bermuatan positif dengan cara induksi. Hal

ini dapat menimbulkan percikan api. Untuk menghindari peristiwa tersebut, truk pengangkut bensin atau bahan yang mudah terbakar lainnya dilengkapi dengan sepotong logam di bagian belakang mobil menyentuh tanah. Logam ini menghantarkan elektron dari tanah untuk menetralisir muatan positif yang ada di badan logam mobil sebelum terjadi percikan api.

2. Manfaat Listrik Statis Pengendap elektrostatis Pengendap elektrostatis, alat ini ditemukan oleh F.G. Cottrell pada tahun 1907. Alat ini digunakan untuk membersihkan udara yang keluar dari cerobong asap. Gas yang membawa abu dan debu (polutan) lewat dari bawah. Ion-ion positif udara ditarik ke kawat bermuatan negatif , tetapi ion negatif udara ditangkap oleh partikel-partikel polutan. Partikel-pertikel polutan ini kemudian bergrak menuju pelat logam dan terkumpul disini. Ketika saluran cerobong digoncang, partikel polutan (abu dan debu) jatuh bebas dan terkumpul di bagian dasar. Proses seperti ini memungkinkan pengendap elektrostatis memindahkan partikel-partikel polutan berukuran kirakira 10 mikrometer, sehingga polutan tidak turut keluar bersama gas buang. Dengan demikian, gas buang yang keluar melalui cerobong asap lebih bersih (mengurangi polusi udara). Pengecatan mobil Pengecatan mobil saat ini secara luas menggunakan penyemprotan cat elektrostatis. Butiran-butiran cat dari sebuah aerosol biasanya menjadi bermuatan listrik ketika bergesekan dengan mulut penyemprot. Badan mobil yang ditanahkan selama penyemprortan akan menarik butiran-butiran cat bermuatan menuju ke badan mobil. Proses ini memberikan pelapisan cat yang lebih rata, dan menjamin bahwa pengecatan akan sampai, bahkan ke bagianbagian mobil yang paling sukar dicapai.

Tes Tertulis

No 1. Dua +610-4 kedua

Soal muatan sejenis Diketahui:

Kunci jawaban

Skor

besarnya

+210-6 C dan Q1 = 2 10-6 C C. Jika 6 jarak Q2 = 6 10-4 C cm, r = 6 cm = 6 10 m


-2

5 5 5 5

muatan

berapakah gaya Coulomb Ditanya: Fc = .? yang muatan? dialami kedua Jawab.

10

10

10 20 2 Jelaskan prinsip kerja Aliran ion-ion positif dari ujung runcing konduktor menuju ke awan halilintar mengurangi muatan listrik induksi pada atap gedung dan juga menetralkan (meniadakan) beberapa muatan listrik negative pada awan. Ini menyebabkan berkurangnya kesempatan atap gedung tersambar petir. Jika petir menyambar juga, penangkal petir menyediakan jalur untuk dilalui elektron-elektron menuju ke dalam tanah tanpa merusak gedung. Ingat, tanah atau 20 20

penangkal petir!

Bumi memiliki kemampuan tak terbatas untuk menampung elektron atau memberi elektron. Total Skor 100