Anda di halaman 1dari 12

ACARA 1 PENGENALAN ALAT

TUJUAN Mahasiswa dapat mengenali dan menyebutkan bagian-bagian peralatan handasah ALAT DAN BAHAN Pita ukur Abney level Yallon Compas survey Statif (kaki tiga) Kompas Theodolit RDS Theodolit T0 Theodolit T100 Waterpass Baak ukur DASAR TEORI Ilmu ukur tanah disebut juga plan surveying yaitu ilmu yang mempelajari cara menyajikan bentuk permukaan bumi baik unsur alam maupun unsur manuia (mencakup seni dan teknologi) diatas permukaan yang dianggap datar (Wongsotjiro, 1977). Bentuk bumi merupakan pusat perhatian dan kajian dari bidang ilmu ukur tanah.Bumi pada dasarnya berbentuk sangat tidak beraturan terbukti dengan adanya pegunungan dan jurang-jurang. Ilmu ukur tanah atau plan surveying dibatasi pada cakupan wilayah yang relatif sempit yaitu sekitar antara 0.5 derajat x 5.5 derajat atau 55 km x 55 km. Ukur tanah atau dikenal pula dengan sebutan ukur wilayah (Surveying) termasuk di dalamnya pengukuran lahan pertanian adalah bidang ilmu praktis dari ilmu geodesi.Definisi sederhana dari ukur tanah adalah menentukan posisi atau letak titik di atas atau pada perkukaan bumi. Definisi yang lebih berkembang adalah pekerjaan untuk menggambarkan keadaan fisik sebagian permukaan bumi menyerupai keadaan sebenarnya dilapangan. Produk yang sesuaidengandefinisi terakhir adalah peta topografi, sedangkan jenis-jenis

pekerjaan yang sederhana antara lain mengukur jarak antara dua titik, mengukur panjang dan lebar atau sisi-sisi sebidang lahan, mengukur lereng dan penggambaran bentuk sebidang lahan. Ilmu Ukur tanah dianggap sebagai disiplin ilmu, teknik dan seni yang meliputi semua metoda untuk pengumpulan dan pemrosesan informasi tentang permukaan bumi dan lingkungan fisik bumi yang menganggap bumi sebagai bidang datar, sehingga dapat ditentukan posisi titik-titik di permukaan bumi. Dari titik yang telah didapatkan tersebut dapat disajikan dalam bentuk peta. Jadi dasarnya tujuan pengukuran adalah untuk menentukan letak atau kedudukan suatu obyek di atas permukaan bumi dalam suatu sistem koordinat (umumnya dipergunakan apa yang disebut sistem koordinat geodetis). Dan dalam pelaksanaan pengukuran itu sendiri yang dicari dan dicatat adalah angka-angka, jarak dan sudut (Sosrodarsono, 1997). Alat-alat yang sering digunakan dalam pengukuran dilapangan terdiri dari alat sederhana dan alat modern. Alat sederhana ini sering disebut pula dengan istilah pengukuran secara langsung karena hasilnya dapat diketahui sesaat setelah pengukuran. Sebagai contohnya adalah pita ukur dan abney level. Alat modern yang digunakan dilapangan dikenal dengan techeometer yang merupakan alat pengukuran cepat yang dilengkapi oleh peralatan optis, misalnya lensa sehingga dapat melakukan pengukuran secara optis, dan juga dibantu oleh bak ukur dengan berbagai bentuk sesuai jenis alat. Tacheometer misalnya compas survey, waterpass, dan theodolit. 1. Pita ukur Ada berbagai jenis pita ukur baik dari ukuran maupun bahan pembuatnya. Pita ukur ada yang terbuat dari baja, tembaga, kain dan lain-lain. Ukuran pita ukur pun bervariasi, ada yang 30 meter, 50 meter, dan lebih panjang lagi. 2. Yallon Memasang yallon harus ditancapkan dengan hati-hati dan harus kuat. Tidak boleh menjadi bengkok dan patah. Karena itu penancapan yallon harus dipegang bagian bawahnya dengan bagian runcing. Yallon tidak boleh tumbang, terbanting, atau digunakan untuk keperluan yang tidak semestinya.

3. Abney Level Alat ini terdiri dari 3 komponen utama yaitu teropong pembidik, nivo tabung, dan skala vernier atau skala geser. 4. Unting-unting Unting-unting atau bandul harus dipasang dengan tali yang diikat dengan simpul hidup agar tinggi rendahnya dapat diatur sesuai dengan tinggi instrument (alat). 5. Statif Memasang statif harus benar-benar kuat tertancap didalam tanah. Hindari memasang statif di aspal atau beton. Jika terpaksa ketiga kakinya hendaknya diikat satu sama lain untuk menghindari alat bergeser, dimana pergeseran kaki statif dapat menyebabkan alat terjatuh dari statif. 6. Baak ukur/staff Alat ini berbentuk mistar ukur yang besar, mistar ini mempunyai panjang 3, 4 bahkan ada yang 5 meter. Bak ukur dipegang secara vertikal dan dibaca dengan teropong. Tidak diperbolehkan menggunakan bak ukur untuk memikul. Jangan sekali-kali meninggalkan baak ukur tanpa dipegangi oleh seseorang. Hal itu dapat menyebabkan baak ukur terjatuh dan patah. 7. Water pass Merupakan alat penyipat datar yang digunakan untuk menentukan beda tinggi. Prinsip yang digunakan adalah prinsip kedataran bidang horisontal. Waterpass tidak daoat digunakan untuk mengukur sudut vertikal. 8. Kompas survey Kompas survey termasuk dalam golongan alat-alat transit yaitu lebih ke sekedar pembacaan. Pada transit pembacaan piringan logamnya adalah varnier (skala graduasi oeser) sedangkan pada theodolit melalui sistem optis mikroskopis dalam.

9. Theodolit Theodolite merupakan alat yang paling canggih di antara peralatan yang digunakan dalam survei. Pada dasarnya alat ini berupa sebuah teleskop yang ditempatkan pada suatu dasar berbentuk membulat (piringan) yang dapat diputar-putar mengelilingi sumbu vertikal sehingga memungkinkan sudut horisontal untuk dibaca. Teleskop tersebut juga dipasang pada piringan kedua dan dapat diputar-putar mengelilingi sumbu horisontal sehingga menungkinkan sudut vertikal untuk dibaca. Kedua sudut teersebut dapat dibaca dengan tingkat ketelitian sangat tinggi. LANGKAH KERJA Pengenalan alat

Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

Memperhatikan dan memahami setiap bagian-bagian dari alat yang akan digunakan

Melakukan pengukuran pada beberapa objek sebagai pengenalan awal

Menggambarkan alat ukur yang telah digunakan

Mengidentifikasi fungsi masing-masing bagian yang ada di alat beserta kelebihan dan

kekurangan alat-alat tersebut

Analisis hasil yang telah diperoleh

HASIL PRAKTIKUM 1. Gambar Alat beserta fungsinya (terlampir) 2. Tabel kekurangan dan kelebihan masing-masing alat (terlampir) PEMBAHASAN Kontruksi alat ukur tanah selalu disesuaikan dengan maksud dan penggunaan alat itu. Ada alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan beda tinggi antara 2 titik (alat ukur waterpass), ada alat yang digunakan untuk mengukur sudut-sudut, dan ada alat yang digunakan untuk pengukuran guna pembuatan peta. Bola bumi pada hakekatnya berbentuk elipsoid putar sehingga untuk pengukaran permukaan bumi harus menggukan metode pengukuran pada bidang elipsoida atau lebih mempertimbangkan bentuk lengkung permukaan bumi. Tujuan prngukuran sendiri dilakukan pada dasarnya untuk menentukan letak atau kedudukan suatu objek diatas permukaan bumi dalam suatu sistem koordinat. Alat-alat yangdigunakan pun harus sesuai dengan fungsinya masing-masing agar efisien dalam hal biaya dan waktu. Meteran adalah alat ukur sederhana yang biasa digunakan dalam pengukuran secara langsung sehingga dapat diketahui jarak antar benda sesaat setelah pengukuran tersebut. Meteran memiliki beberapa variasi ukuran yang mencapai hingga beberapa meter. Keuntungan dari meteran ini yaitu mudah di bawa ke mana-mana, serta dalam melakukan pengukaran meteran dapat memberikan hasil pengukuran yang dinilai cukup akurat. Yang menjadi kelemahan meteran adalah tidak dapat mengukur pada wilayah yang relatif lebih luas. Semakin luas daerah yang diukur maka tingkat kesalahan pengukuran akan semakin besar. Cara penggunaan meteran yaitu dengan mensejajarkan objek yang akan diukur jaraknya dengan meteran dan dilihat pada skala pengukuran. Yallon adalah alat bantu dalam pengukuran yang digunakan untuk mensejajarkan pengukuran agar menunjukan hubungan garis lurus dan datar pada waktu pengukuran menggunakan abney level. Yallon terbuat dari besi dan ada pula yang terbuat dari kayu. Yallon diberi warna merah dan putih untuk dijadikan sebagai patokan waktu membidik. Selain untuk membantu dalam pengukuran menggunakan abney level, yallon juga berfungsi untuk menandai tempat yang akan diukur. Cara penggunaaan yallon adalah dengan menancapkannya pada tempat yang ingin diketehui kemiringannya, kemudian diamati dengan abney level.

Abney level adalah alat yang digunakan untuk mengukur besar sudut dalan satuan persen atau derajat. Sudut yang diukur adalah sudut vertikal yang nantinya digunakan untuk menentukan kemiringan lereng suatu lokasi. Abney level tidak dapat digunakan sendiri oleh karena itu perlu bantuan alat lainnya seperti meteran untuk menentukan jarak antar titik pengukuran, kompas untuk menentukan arah azimuth, dan yallon untuk menentukan hubungan garis lurus. Compas survey memiliki fungsi yang sama dengan abney level yaitu untuk prngukuran sudut vertikal. Sehingga dalam pengukuran lebih banyak menggunakan abney level dibandingkan dengan compass survey. Compas geologi dalam pengukuran ini hanya digunakan untuk kalibrasi arah utara. Statif atau kaki tiga yaitu alat yang digunakan untuk meletakkan alat ukur theodolit ataupun water pass. Dalam penggunaannya haruslah hati-hati karena akan berpengaruh pada alat yang diletakan diatasnya. Tinggi statif tidak boleh melebihi tinggi pengamat dengan maksud agar pengamat lebih mudah mengamati angka yang ditunjukan pada bak ukur. Jika statif diletakan di aspal atau beton diharapkan alat tersebut di pegang agar tidak mudah bergeser sehingga alat yang ada diatasnya tetap terjaga dan tidak jatuh. ketiga kaki statif ini dapat dinaik turunkan dengan melonggarkan sekrup pengatur kaki. Statif yang besar digunakan untuk theodolite dan statif yang kecil digunakan untuk kompas survey. Baak ukur dapat disebut sebagai mistar besar karena memiliki ukuran panjang hingga 5 meter. Alat ini dibuat dalam satuan dm dan tiap-tiap blok nya diberi warna yang berlainan merah-putih, hitam putih, dan lain-lain. Kesemuanya ini dimaksudkan agar memudahkan dalam pembacaan baak ukur. Baak ukur prinsip kerjanya hampir sama dengan yallon tetapi bedanya baak ukur memiliki skala dan yallon hanya di tandai dengan warna merah dan putih untuk setiap ruasnya. Baak ukur digunakan untuk mengetahui tinggi suatu tempat pengukuran. Baak ukur tidak dapat digunakan ketika tidak dipasangkan dengan theodolite atau waterpass. Sebaiknya permukaan baak ukur tidak terdapat pengotor maupun coretcoretan agar tidak mengganggu si pengguna ketika membaca skala yang terdapat pada baak ukur. Yang terpenting dari baak ukur ini adalah pembagian skalanya harus betul-betul teliti untuk dapat menghasilkan pengukuran yang baik. Di samping itu cara memegangnya pun harus betul-betul tegak (vertikal). Agar letak baak ukur berdiri dengan tegak, maka dapat digunakan nivo baak . Jika nivo baak ini tidak tersedia, dapat pula dengan cara menggoyangkan baak ukur secara perlahan-lahan ke depan, kemudian ke belakang, kemudian pengamat mencatat hasil pembacaan rambu ukur yang minimum. Unting-unting digunakan hanya sebagai acuan vertikal yang digantungkan pada statif. Unting-unting berguna dalam

penyentringan alat ukur yang tidak memiliki alat duga optik, unting-unting ini terdiri dari benang yang diberi pemberat. Theodolit adalah salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar (sudut horisontal) dan sudut tegak (sudut vertikal). Berbeda dengan waterpass yang hanya memiliki sudut mendatar (sudut horisontal) saja. Theodolite merupakan alat yang paling canggih di antara peralatan yang digunakan dalam survei. Pada dasarnya alat ini berupa sebuah teleskop yang ditempatkan pada suatu dasar berbentuk membulat (piringan) yang dapat diputar-putar mengelilingi sumbu vertikal, sehingga memungkinkan sudut horisontal untuk dibaca. Teleskop tersebut juga dipasang pada piringan kedua dan dapat diputarputar mengelilingi sumbu horisontal, sehingga memungkinkan sudut vertikal untuk dibaca. Kedua sudut tersebut dapat dibaca dengan tingkat ketelitian sangat tinggi. Survei dengan menggunakan theodolit dilakukan bila situs yang akan dipetakan luas dan atau cukup sulit untuk diukur, dan terutama bila situs tersebut memiliki relief atau perbedaan ketinggian yang besar. Theodolit yang dikenalkan pada praktikum kali ini adlaah theodolit T0 dan theodolit T100. Theodolit T0 dikenal sebagai theodolit keluaran lama karena cara kerjanya yang masih bersifat manual. Selain itu kekurangan theodolit T0 ini yaitu tidak adanya lensa pembalik sehingga pembacaan skala hasil pengukuran di baak ukur pun menjadi terbalik. Oleh karena itu perlu perhatian penuh dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan alat ini agar tidak menghasilkan nilai ukur yang salah. Theodolit T100 dikenal sebagai theodolite modern karena theodolit ini cara kerjanya lebih digital sehingga hasil pengukurannya lebih akurat. Selain itu pada theodolit ini sudah ada lensa pembaliknya sehingga skala yang terbaca pada baak ukur tidak terbalik. Waterpas atau sipat datar bertujuan untuk menentukan beda tinggi antara titik-titik di atas permukaan bumi secara teliti. Selain untuk mengukur beda tinggi waterpass juga digunakan untuk mengukur sudut mendatar (sudut horisontal) dan jarak horisontal. Waterpass tidak dapat digunakan untuk mengukur sudut tegak (sudut vertikal). Waterpass juga tidak dapat digunakan untuk daerah yang terjal dan vertikal. Pemahaman tentang alat-alat yang digunakan dalam pengukuran baik bagianbagiannya serta fungsi masing-masing bagian akan membantu dalam pengukuran. Proses pengukuran akan menghasilkan nilai yang akurat jika alat digunakan sesuai dengan fungsinya.

KESIMPULAN Alat-alat ilmu ukur tanah terdiri dari alat-alat ukur sederhana yang digunakan untuk mendukung pengukuran alat ukur utama dan alat-alat ukur utama itu sendiri. Alat-alat ukur sederhana berupa pita ukur, yallon, baak ukur, statif, unting-unting, abney level, kompas. Sedangkan alat ukur utama berupa theodolit dan waterpass yang digunakan untuk mengukur jarak, beda tinggi, dan besar sudut.

DAFTAR PUSTAKA Sosrodarsono, S dan Masatoshi Takasaki. 1997. Pengukuran Topografi dan Teknik Pemetaan. Jakarta: Pradnya Paramitha. Wongsotjiro, S. 1977. Ilmu Ukur Tanah. Bandung : Penerbit Swada.

LAMPIRAN

Tabel Kekurangan Dan Kelebihan Alat Nama Alat Meteran (pita ukur) Kelebihan Kekurangan dapat mengukur

a. Mudah dibawa kemana- a. Tidak mana. b. Menghasilkan pengukuran jarak yang lebih akurat.

wilayah yang luas. b. Semakin luas daerah yang diukur tingkat keakuratan hasil pengukuran semakin berkurang.

Yallon

a. Terbuat dari besi sehingga a. Skala ukur yang ada di lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. b. Mudah di bawa kemanamana yallon bersifat subjektif

dan tidak akurat seperti pada baak ukur. b. Alatnya yang cukup berat karena terbuat dari besi.

Abney level

a. Mudah di bawa kemana- a. Tidak mana karena alatnya yang kecil. b. Menyajikan besar sudut dalam bentuk persen dan derajat

dapat

mengukur

sudut horisontal b. Tidak dapat digunakan

sendiri karena itu perlu bantuan alat lainnya.

Compas Survey

Dapat vertikal

mengukur

sudut Penggunaan pengukuran sudut jauh lebih

untuk vertikal bila

rumit

dibandingkan abney level. Compas geologi Dapat vetikal mengukur sudut Satuan sudut vertikal yang ditunjukan persen. Statif Memiliki pengunci dibagian Kaki statif mudah bergeser tengahnya mengunci diletakkan yang alat dapat atau berpindah sehingga hanya berupa

yang perlu untuk dijaga. diatasnya

sehingga alat tidak mudah jatuh atau bergeser

Baak ukur

a. Alat lebih ringan karena terbuat dari aluminium b. Memiliki ukuran panjang hingga 5 meter c. Dapat dipanjangkan dan dipendekan

Unting-unting

Dapat

dijadikan

sebagai

pemberat pada statif sehingga statif tidak mudah bergeser Theodolite a. Dapat mengukur sudut vetikal horisontal b. Theolodite T100 memiliki pengukuran yang lebih akurat karena lebih digital dan sudah memiliki lensa pembalik. Waterpass a. Lebih mudah penggunaan dan dibanding theodolit. pembacaannya dengan a. Hanya dapat mengukur sudut horisontal dan tidak dapat vertikal b. Tiak dapat digunakan megukur sudut dan sudut a. Theodolite T0 tidak

memiliki lensa pembalik.

untuk daerah yang terjal dan vertikal.

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH (GKP 0102)


ACARA I PENGENALAN ALAT

Disusun oleh: Nama NIM Hari/Jam Asisten : Komariah Ervita : 11/316525/GE/7100 : Senin/09:00-11:00 : 1. Yudha P. 2. Angela Belladova

LABORATORIUM DESAIN KONSTRUKSI DAN ANALISA PETA FAKULTAS GEOGRAFI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2013