Anda di halaman 1dari 5

Nama : AnnisaNurul NIM: 10/297843/TK/36402

ALAT PENGENDALI PROSES


1. Alat Pengendali Suhu ( Temperature Controller ) Pneumatic temperature controller yang umum digunakan di lapangan adalah Fisher type 4156. Controller ini menggunakan temperature bulb yang dibenamkan dalam fluida proses. Bulb ini berisikan cairan yang akan memuai dan menaikkan/menurunkan tekanan bourdon tube, seiring dengan perubahan temperatur.

Temperature controller Fisher 4156

Prinsip Kerja Ketika temperatur proses naik, tekanan di dalam pipa kapiler yang terhubung ke bourdon tube juga akan naik sehingga bourdonmengembang. Gerakan ini menyebabkan flapper bergerak tekanan output akan menghambat merapat ke nozzle (direct ke proportional proses acting) dan tekanan nozzle meningkat. Relay akan menaikkan tekanan output controller. Sebagian dikembalikan (feedback) bellows yang berubah dan gerakan flapper sehingga temperatur

membuat flapper menjauh dari nozzle hingga keseimbangan tercapai.

Pengaturan temperature setting, PB, dan Reset Pengaturan setpoint adalah untuk mengubah jarak antara nozzle dengan flapper seperti halnya perubahan jarak karena perubahan temperatur. Perubahan ini dilakukan dengan

memutar tombol temperature setting. Perubahan setpoint ini lebih mudah karena pada dial terdapat skala temperatur yang akan kita tuju. Temperature controller sudah dikalibrasi dari pembuatnya (factory setting) sehingga hampir tidak membutuhkan kalibrasi tambahan. Kalibrasi dibutuhkan jika ada pergantian sensing element. PB adjustment menentukan besarnya output controller yang dikembalikan (feedback) menuju proportional bellows. Perubahan PB juga berarti mengubah gain dari controller.

2. Alat Pengendali Tekanan ( Pressure Controller ) Salah satu alat pengendali tekanan yang sederhana adalah relief valve.

Valve jenis ini dirancang untuk safety plant, apabila pressure di pipa melebihi dari setting point dari membrane pada valve maka gas akan direlease ke system. Prinsip kerja dari PSV tipe Spring atau konvensional yaitu valve ini didesign dengan menggunakan tipe spring dengan settingan pressure yang dikehendaki, ketika pressure pada inlet main valve melebihi settingan pressure dari spring maka disk akan tertekan dan valve akan membuka sehingga gas akan direalease ke vent. Dan ketika pressure inlet main valve lebih rendah atau sama dengan setting pressure pada spring maka spring akan mendorong disk (membran) sehingga akan menutup valve dan gas tidak ada yang release. 3. Alat Pengendali Tinggi Cairan ( Level Controller ) Level Transmitter

Level transmitter adalah sebuah alat yang memanfaatkan asas bahan apung sederhana untuk mendeteksi dan mengkonversi perubahan level zat cair. Pada gambar di bawah, level transmitteryang digunakan merupakan tipe sensor Linear Variable Differential Transformer(LVDT). Secara umum LVDT bekerja karena adanya perbedaan medan magnet.

Prinsip kerja Level Transmitter yaitu ketika level cairan (berupa air) di vessel misalnya di setpoint (40%), maka pada saat level cairan vessel mengalami kenaikan (>40%), secara sederhana batang yang berada di dalam external cage, akan mengalami gerakan naik secara linear sesuai level cairan pada vessel, sehingga range springakan menekan ke atas dan menggerakkan batang besi (inti magnet). Akibat adanya gerakan yang ditimbulkan oleh inti magnet, maka terjadi GGL induksi. Pada level transmitterarus yang dihasilkan (4-20 mA) sehingga perubahan vessel (0100%) sebanding dengan arus yang keluar dari level transmitter. Sinyal output yang akan ditransmisikan sebanding dengan ketinggian pada level vessel. Sinyal output berupa sinyal elektrik akan ditransmisikan ke DCS, kemudian akan ditransmisikan lagi ke control valve melalui I/P yang mengkonversi sinyal elektrik menjadi sinyal pneumatic, sehingga valve akan membuka sesuai set point operasi.

4. Alat Kontrol Ratio ( Ratio Controller )

Contoh penggunaan kontrol ratio pada suatu sistem :

Pada gambar ini terdapat sebuah tanki pemanas yang digunakan untuk memanaskan air. Air dingin dengan suhuTi dialirkan kedalam tanki dengan kecepatan alir W. Tanki dilengkapi dengan pemanas berupa steam/uap yang selalu memberikan kalori q kedalam tanki. Air panas dengan suhu To dialirkan keluar tanki dengan kecepatan aliran yang sama dengan aliran masuk, yaitu W. Bila tekanan dan suhu air dingin serta tekanan dan suhu steam/uap bisa dijaga konstant, maka untuk menjaga suhu air dalam tanki (atau air yang keluar tanki) tetap To, dapat dilakukan dengan mengalirkan air dingin maupun uap yang masuk ke tanki dalam perbandingan tertentu . Misalkan perbandingan tersebut adalah R = B/A, dengan A merupakan kecepatan alir air dingin dan B kecepatan alir uap. Untuk menjaga perbandingan tersebut agar tetap sama, dapat digunakan konfigurasi ratio control seperti gambar berikut.

Dari gambar ini terlihat, kecepatan alir air dingin A, diukur oleh flow transmitter, hasil pengukurannya kemudian dikalikan dengan R di FY (flow calculation), hasil perkalian merupakan setpoint untuk steam Flow Control (FC) B. Dalam konfigurasi

ini, aliran air dingin A merupakan variable yang independen, sedangkan aliran uap B merupakan variable yang diubah-ubah untuk disesuaikan dengan perubahan variabel A, dalam menjaga agar ratio R tetap konstan. Apabila suatu saat terjadi kenaikan aliran air dingin A, maka setpoint yang masuk ke FC juga naik (karena Setpoint B = A x R) yang mengakibatkan kontrol FC akan membuka control valve CV, sehingga aliran uap B juga ikut naik, sampai harga perbandingan B/A sama dengan R, begitu pula sebaliknya. 5. Flow Controller

Sensor laju aliran massa dalam mengontrol aliran massa disebut sensor laju aliran massa termal. Sensor ini terdiri dari stainless steel tabung kapiler dibungkus kawat resistansi eksotermis ganda dan rangkaian jembatan. Alat ini mengirim aliran electric melalui kawat resistansi eksotermis dan membuatnya lebih panas. Ketika cairan melewati tabung kapiler terjadi perbedaan suhu. Perbedaan suhu ini diubah menjadi sinyal listrik oleh rangkaian jembatan, memungkinkan pengukuran laju aliran fluida. Untuk mengeksekusi perubahan laju aliran ini diperlukan katup atau valve. Ada tiga jenis katup yang dapat digunakan dalam pengontrol aliran massa: piezo aktuator katup, katup aktuator termal dan solenoid katup aktuator. Penggunaan ketiga katup ini tergantung dari sistem secara keseluruhan.