Anda di halaman 1dari 19

Pembuatan Jaringan Wireless dan Bloking Internet

Tugas Akhir Sekolah Pembuatan Wireless dan Blocking Internet

NAMA : DEWI HASTUTI KELAS : XII TKJ 2

SMKN 2 CIKARANG BARAT Jl. Fatahillah No. 1 A PROPOSAL PROJECT WORK PEMBUATAN WIRELESS DAN BLOKING INTERNET

BAB 1. LATAR BELAKANG


Teknologi informasi yang berkembang pesat telah membawa dunia memasuki era informasi yang lebih cepat. Hal ini tidak terlepas dari pemanfaatan internet yang semakin populer bahkan sudah menjadi kebutuhan bagi dunia usaha/bisnis (e-commerce),pendidikan (eeducation) sampai pemerintahan (e-goverment).Teknologi internet sebagai jaringan komputer global terbukti dapat mempermudah user/pemakainya untuk saling berkomunikasi serta memperoleh informasi yang dibutuhkan. Pemakai bisa saling berkirim pesan atau

bercakap-cakap secara langsung, mengirim dan mengambil file. Hal ini dimungkinkan karena adanya jaringan komputer. Untuk membangun suatu jaringan beberapa hal yang harus diperhatikan adalah pemilihan perangkat keras dan topologi jaringan yang tepat. Dalam tulisan ini akan dibahas perangkat keras yang diperlukan untuk membuat sebuah jaringan komputer. Disamping itu juga akan diulas dasar topologi jaringan termasuk kelebihan dan kekurangannya. DOngan mengetahui hal tersebut maka pengguna dapat memilih topologi jaringan yang sesuai kebutuhan. Untuk memperjelas ulasan penulis mengambil contoh dua unit kerja/Unit Pelaksana Teknis sebagai studi kasus. Namun kami juga sebagai penyedia lanyanan internet harus memperhatikan dan membatasi berbagai situs Web yang tidak boleh digunakan. Dalam pembuatan ini kami akan mengimpormasikan bagaimana cara Bloking Internet agar terbatasi pemakaian situs situs yang tidak boleh dilihat.

A. FUNGSI DAN JENIS PRODUK ATAU JASA


Jaringan Komputer dapat diartikan sebagai suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer. Dua buah komputer dikatakan membentuk suatu networkatau jaringan komputer bila keduanya dapat saling bertukar informasi. 1. Jaringan komputer dan manfaatnya Secara umum, jaringan mempunyai beberapa manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri (stand-alone), yaitu dalam hal : 1. Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien. Misalnya, banyak pengguna dapat saling berbagi printer tunggal

dengan kualitas tinggi, dibandingkan memakai printer kualitas rendah di masing-masing meja kerja. Selain itu, lisensi perangkat lunak jaringan dapat lebih murah dibandingkan lisensi stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama. 2. Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap handal dan up-to-date. Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengakses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses. 3. Jaringan membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing). Transfer data pada jaringan selalu lebih cepat ( flasdisk, disket, CD, dan lain sebagainya). 4. Jaringan memungkinkan kelompok-kerja berkomunikasi dengan lebih efisien. Surat dan penyampaian pesan elektronik (email) merupakan substansi sebagian besar sistem jaringan, disamping sistem penjadwalan, pemantauan proyek, konferensi online dan groupware, dimana semuanya membantu tim bekerja lebih produktif. 5. Jaringan membantu usaha dalam melayani klien mereka secara lebih efektif. Akses jarak-jauh ke data terpusat memungkinkan karyawan dapat melayani klien di lapangan dan klien dapat langsung berkomunikasi dengan pemasok. 2. Jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu; 1. Local Area Network (LAN),merupakan jaringan internal di dalam sebuah gedung atau kampus. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu organisasi, perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya printer, media penyimpanan/storage) dan saling bertukar informasi. 2. Metropolitan Area Network (MAN),merupakan versi LAN yang dengan area yang lebih luas dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat

berhubungan dengan jaringan televisi kabel. 3. Wide Area Network (WAN),jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai. 4. Internet.Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kompatibel dan berbeda. Kumpulan jaringan yang saling terhubung (terinterkoneksi) inilah yang disebut dengan internet. 5. Jaringan Tanpa Kabel,atau lebih dikenal dengan wireless merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Jaringan Memilih Topologi Jaringan dan Hard1040 wareless tanpa kabel lebih leluasa bergerak (mobile) dalam melakukan aktifitas komunikasi.

BAB 2. Sketsa atau Gambar


Sebagai contoh Topologi Umum Jaringan Nirkabel antara ISP, sekolah di KOTA ANDA, dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Contoh sketsa diambil dari dinas pendidikan.

Penjelasan
Dari gambar diatas dapat dijelaskan sbb: Untuk mencover client (Sekolah) yang berada di Anda dan sekitarnya diperlukan suatu Access Point yang memiliki Coverage Area yang menjangkau sekolah tersebut. Masing-masing sekolah tersebut dapat terhubung secara Point To Multi Point ke Dinas Pendidikan Kota Anda jika Infrastrukturnya sudah tersedia. Akses Internet dari ISP dipancarkan atau ditransimisikan ke CPE (Customer Premised Equipment) atau perangkat penerima yang dipasang di sekolah berupa tiang antena, perangkat wireless radio link, dan antena wireless ke masing-masing sekolah. Proposal Pembangunan Sistem Informasi Sekolah (SIS)

2. Pembangunan/Instalasi Network Operation Centre(NOC) di Dinas Pendidikan Kota Anda Sebagai Pusat Pengendali, Pengawasan dan Pengkoordinasian Jaringan Wide Area Network(WAN) antar Sekolah dan Gateway Intranet antar sekolah dengan backboneInternet. NOC di Kantor Dinas Pendidikan Kota Anda dilengkapi dengan berbagai peralatan utama, antara lain : Access Point untuk melayani daerah Anda dan sekitarnya Antene-Antene pemancar (Yagi, Grid dan Omni). Server-Server Internet yang meliputi, a. Gateway Server Gateway Server ini berfungsi sebagai Gerbang utama seluruh akses Internet dan LAN dari dan ke SMK NEGERI 1, Packet Filtering (Firewall), NAT Server, DHCP Server, Bandwidth Management dan Router antara Jaringan Lokal dan Jaringan ISP. b. Web Server. Berfungsi sebagai penyedia utama Aplikasi-aplikasi Sistem Informasi Sekolah Terpadu (SISTER) bebrasis web (INTRANET) agar bisa diakses oleh seluruh sekolah dan kantor Dinas Pandidikan Kota Anda. Selain sebagi penyedia aplikasi (Application Server), Server ini juga berfungsi untuk hosting Situs Web Dinas Pendidikan Kota Anda dan seluruh Web sekolah di Kota Anda. c. Proxy Server Selain untuk mengefisiensikan pemakaian bandwidth, Proxy Server ini juga berfungsi untuk mem-filter content dari Web yang diakses oleh Sekolah-Sekolah yang menjadi Client, selain itu juga mampu melakukan blockingterhadap situs-situs yang berbau pornografi. d. Mail Server Mail Server ini akan melayani seluruh fasilitas email bagi sekolahsekolah dan Intern Dinas Pendidikan Kota ANDA dan untuk keamanan, Mail Server ini dilengkapi oleh software antivirus dan antispam serta mampu melakukan blockingterhadap email-email yang berbau pornografi

F. Times dan Skejul

Waktu pelaksanaannya
Tanggal Mulai Tanggal Selesai : 1 Maret 2009 : 14 Maret 2009

BAB 3. Bahan dan Alat


1 BAHAN

No 1 2 3 4 5 6 B. ALAT No 1 2 3 4 5

Nama Bahan Konektor RJ45 Kabel UTP Switch HUB D-LINK 24 Port Switch HUB D-LINK 8 Port Modem ADSL Paralon

Satuan Buah Meter Buah Buah Buah Meter

Jumlah 300 360 3 1 2 300

Nama Alat Tang Crimping LAN Tester Tool Set (Obeng +, obeng -, tang potong, tang jepit) Gunting Cutter

Satuan Buah Buah Set Buah Buah

Jumlah 2 2 2 2 2

BAB 4. FASILITAS / PERALATAN


No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Alat-alat yang dibutuhkan Bor Gergaji Besi Solder dan Timah Penggaris Spidol Pisau / Cutter Obeng Software Spesifikasi Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 Satuan Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Pemilik Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah

9.

Kabel

Secukupn ya

Meter

Sekolah

BAB 5. Proses Produksi


Adapun hal-hal yang harus di perhatikan di dalam proses produksi (sistematika kerja) dan pada saat pembuatan wireless antara lain sebagai berikut: 1. Mengecek alat dan bahan yang telah terpasang 2. Membuat wireless 3. Menentukan operating system pada server 4. Konfigurasi system jaringan 5. Setting jaringan 6. Pengujian alat.

BAB 6. Proses Pelaksanaan Jaringan


Untuk merancang suatu jaringan maka perlu memperhatikan tahapan-tahapan minimal yang harus dilakukan. 1. Identifikasi Kebutuhan Tahapan yang sangat krusial dalam perancangan sebuah jaringan adalah identifikasi kebutuhan suatu organisasi atau perusahaan. Biasanya sebuah organisasi atau perusahaan besar sebelum membangun jaringan melakukan audit terlebih dahulu, misalnya dengan COBIT1. Saat ini sudah menjadi suatu keharusan atau wajib hukumnya, suatu organisasi/perusahaan besar yang akan menggunakan suatu teknologi informasi baik sebagai supportatau decision melakukan tahapan audit sebelum menerapkan teknologi informasi. Beberapa faktor yang penting diperhatikan dalam identifikasi

kebutuhan, adalah : a. Jenis layanan yang akan diberikan jaringan b. Skalabilitas, yaitu seberapa besar jaringan yang akan dibuat? c. Expandable, apakah jaringan dapat di-expand? open-ended? d. Kondisi ruangan dan gedung e. Medium transmisi yang akan digunakan, apakah menggunakan kabel atau nirkabel(wireless)? f. Berapa bandwith yang diberikan atau akan digunakan? g. Topologi yang digunakan? Protokol yang akan dipakai? h. Ketersediaan perangkat keras, pemilihan server atau perangkat lain seperti hub, switch, dan router. i. Perangkat lunak jaringan sebagai platform j. Managebilitydan monitoring sistem k. Keamanan/Security l. Alokasi biaya pengadaan peralatan m. Sumberdaya Manusia sebagai pengelola 2. Analisa Kebutuhan Berdasarkan hasil identifikasi maka dilakukan analisis kebutuhan untuk merancang/mengembangkan jaringan yang paling sesuai dengan kondisi yang ada. 3. STUDI KASUS Untuk memahami cara merancang jaringan maka dalam tulisan ini akan diulas perancangan jaringan untuk Unit Kerja (UK) atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Litbang Pertanian sebagai studi kasus. Penulis membatasi dua kasus sebagai bahan analisa dalam merancang suatu jaringan komputer yaitu di Balitsa1 (Kasus A) dan Sekretariat2 (Kasus B). Studi kasus tersebut penulis ambil berdasarkan hasil identifikasi pada tahun 2006. Tabel 4. Hasil Identifikasi Keragaan Pengembangan Jaringan Keragaan Kasus A (Balitsa) Kasus B (Sekretariat)

Jenis Layanan

LAN, internet, wireless, database server

MAN,

Internet, Web,

Wireless,

Skalabilitas

Kecil, Workstation < 50

Webmail, FTP, Database Menengah Workstation

<

250 Expandable Lokasi Ya Satu lokasi, setiap gedung berdekatan Ya Satu lokasi, setiap gedung berdekatan, ada 2 UK satu kawasan Medium transmisi Besar Bandwith Kabel dan wireless Speedy unlimited Kabel dan wireless 256 kbps LAN dedicad wireless, up to minimal 1 MB 1:4 Ketersediaan perangkat Keras 2 server, 4 switch (2008) 4 buah server P4 2.0 GHz,memory 2 GB, HD 80 GB; Router, Firewall, banyak Switch managable, Perangkat lunak jaringan/platform Managebility dan monitoring Sistem Keamanan/Security Belum diterapkan Belum diterapkan Sudah diterapkan Sudah diterapkan Open Source Acess Open source

Alokasi biaya pengadaan Peralatan SDM

Kurang tersedia

Cukup tersedia

memiliki SDM dibidang TI, namun kurang menguasai jaringan

Memiliki SDM yang ahli dibidang Network dan hardware, programming, dan System Analysis

a. Kasus A Pada kasus A ini, layanan yang akan diberikan berupa LAN, Internet dan database server. Untuk LAN biasanya digunakan useruntuk berbagi sumberdaya seperti printer, sharing data.Sedangkan untuk Internet usermenggunakannya untuk akses informasi dan komunikasi (email). Database server dialokasikan untuk pengelolaan data plasmanutfah, sentra produksi sayuran, data virologi hasil, perpustakaan, SIMPROG, SIMPEG. Jumlah user/pengguna jaringan berdasarkan identifikasi kurang dari 50 user. Berdasarkan kondisi tersebut, maka disarankan pemilihan koneksi ke Internet Service profider (ISP) dapat berupa dial-updengan menggunakan telkom speedy1, atau wireless2. Hal tersebut dikarenakan bandwith yang dibutuhkan cukup diakomodasi oleh jenis koneksi tersebut. Berdasarkan kondisi diatas untuk kasus A, dapat disiapkan rancangan pengembangan jaringan komputer seperti terlihat dalam sketsa terlihat lokasi komputer-komputer, perangkat jaringan seperti hub, access point, dan hardware lainnya yang akan dikoneksikan ke dalam jaringan. Penulis mencoba membagi menjadi empat grup, berdasarkan letak (kumpulan dari komputer-komputer,

1 http://portal.telkomspeedy.com/ 2 tergantung dari lokasi/daerah tersebut.Untuk daerah Jakarta, Bandung dan Kota besar lainya saat ini telah banyak ISP yang menyediakan layanan wireless.

gedung), dan jarak. Dari sketsa ini dapat ditentukan topologi yang akan digunakan, yaitu : a. Grup A, B, C dan D menggunakan topologi star, karena didalam sketsa pada grup ini terdapat konsentrator yaitu hub/switch b. Setiap hub/switch yang saling terhubung, dan hub/switch ke access point menggunakan topologi bus, c. Antara access point clientdari grup B, C, dan D ke access point pada grup A menggunakan topologi wireless. Jadi pada kasus A terdapat empat topologi yang digunakan yaitu topologi Bus, Star, hybriddan Wireless. Adapun perangkat keras yang diperlukan untuk membangun jaringan disajikan pada Tabel 5. Perangkat ini merupakan kebutuhan minimum yang harus dipenuhi. Tabel 5. Perangkat Keras yang Dibutuhkan untuk Kasus A

No 1.

Perangkat Keras Modem ADSL

Volume 1 buah

Spesifikasi Kecepatan 230 kbps

Keterangan Untuk koneksi ke ISP disarankan menggunakan Speedy. Gateway server digunakan sebagai Network Address Translation (NAT) dan router atau sebagai proxy. Database server memerlukan respon yang cepat karena akan terinstall suatu aplikasi, sehingga memerlukan kerja prosessor, memory dan hardisk yang besar.

2.

Server

2 buah

Minimum PIII memory 512 untuk gateway server (bisa komputer biasa1 atau server branded2) Minimum P4, memory 1 GB, HD diatas 100GB (fungsi : Database Berdasarkan sketsa terdapat 4 grup LA

3.

Hub/Switc h

Min 5

4.

Wireless LAN

3 buah

1 Access Point, dan 2 clent access. Kabel UTP

Setiap grup LAN (A, B, C, dan D) dipasang satu Switch dengan jumlah port disesuaikan dengan jumlah user yang akan terhubung dalam grup LAN. Grup LAN B dan C terhubung oleh wirelesske grup LAN A. Access point di A digunakan oleh user yang mengakses secara wireless.

5.

Kabel

secukupny a

1 Komputer biasa : Desktop biasa atau desktop rakitan yang mempunyai spesifikasi mirip dengan server branded, kisaran harga lebih murah dibanding dengan membeli server branded. 2 Server brandedmisalnya yang dikeluarkan oleh IBM, HP, DELL, SUN, dan lainnya. Namun untuk kehandalan jauh lebih baik memilih server branded.

Platform atau sistem operasi/Operating System(OS) pada server dapat menggunakan open source. Biasanya open sourcelebih dekat pengertiannya dengan Linux. Di pasaran telah banyak tersedia distro dari Linux untuk keperluan jaringan. Gatewayini biasanya berfungsi

terutama dalam hal manajemen sebuah jaringan dan security/keamanan. Aplikasinya bisanya dalam bentuk proxy server. Dengan demikikan managebilitydan monitoring sistem, serta keamanan dapat diakomodasi. Ke dua hal ini perlu diterapkan untuk menjaga jaringan agar dapat berjalan dengan baik, sehingga terhindar dari gangguan dari virus, spam, dan hacker. Untuk server database, sistem operasi dapat menyesuaikan dengan aplikasi database yang digunakan. Misalnya dapat dipilih Windows 2003 bila menggunakan Microsoft SQL Server atau Linux bila menggunakan MySQL atau Postgress. Dalam kasus A ini platformyang digunakan adalah Windows 2003 server sebagai OS pada server. b. Kasus B Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan untuk kasus B, dapat dipetakan sebuah rancangan jaringan komputer dalam bentuk sketsa Pada kasus B, layanan yang akan diberikan berupa LAN, Internet, Web, Mail dan database server. Biasanya usermemanfaatkan jaringan untuk berbagi sumberdaya seperti printer, dan sharing data.Untuk Internet, usermenggunakannya sebagai akses informasi dan komunikasi (email). Kasus B mempunyai perbedaan dengan kasus A, yaitu dalam kasus B terdapat DeMiliterized Zone(DMZ). DMZ ini memiliki dua lapis atau lebih dikenal dengan firewalldan packetfiltering. Server web, Mail dan Proxy diletakkan di DMZ untuk memberikan akses ke dunia luar, memisahkan dengan jaringan internal, dan menghindari penguasaan lebih besar pada jaringan jika server di DMZ ini terkena eksploitasi atau serangan. DMZ ini juga dapat dikatakan sebagai daerah jaringan internasional, karena IP1 di jaringan ini merupakan IP publik. Oleh karena itu pada kasus B penulis membagi menjadi empat grup yaitu grup DMZ, LAN Sekretariat, LAN Puslitbanghorti2, dan LAN BPTP3 Jakarta.
1 IP : Internet Protocol, Protokol yang digunakan untuk internasional network. 2 Puslitbanghorti : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura merupakan UK Badan Litbang Pertanian di Pasar Minggu, Jakarta. 3 BPTP : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, merupakan UPT Badan Litbang yang terdapat disetiap Propinsi.

Dalam sketsa pada Gambar 9 terlihat lokasi komputer-komputer, perangkat jaringan seperti hub, access point, dan

hardware lainnya yang akan dikoneksikan ke dalam jaringan. Penulis mencoba membagi menjadi empat grup (grup DMZ, Sekretariat, Puslitbanghorti, dan BPTP Jakarta), berdasarkan letak (kumpulan dari komputer-komputer, gedung, dan UK/UPT), dan jarak. Dari sketsa ini dapat ditentukan topologi yang akan digunakan, yaitu : a. Grup DMZ, LAN Sekretariat, LAN Puslitbanghorti dan LAN BPTP Jakarta menggunakan topologi star, karena didalam grup ini terdapat konsentrator yaitu switch. b. Untuk menghubungkan setiap switch ke switch yang lainnya digunakan topologi bus. c. Topologi hybrid,gabungan antara topologi bus dan topologi star terbentuk yaitu pada LAN Sekretariat dan LAN Puslitbanghorti. Faktor gedung dan jumlah lantai yang ada mempengaruhi terbentuknya topologi hybridini. d. Antara access pointdari Sekretariat ke access point clientdi LAN BPTP Jakarta menggunakan topologi wireless. Jadi, dalam kasus B ini terdapat empat topologi jaringan yang digunakan, yaitu topologi Bus, Star, hybriddan Wireless. Untuk merancang jaringan seperti sketsa pada Gambar 8, diperlukan perangkat keras seperti disajikan dalam Tabel 6. Tabel 6. Perangkat Keras yang Dibutuhkan untuk Kasus B.

No 1.

Perangkat Keras Jenis Koneksi ke ISP Router

Volume 1 buah

Spesifikasi Wireless, bandwith 256 kbps, 1:1 (local : internasional) 1 Buah Server IBM, P4 Xeon, 2.0 Ghz, Memory 1 Ghz, Hardisk 73 GB Proxy Server Mail Server Web Server (2 buah) Spesifikasi IBM XSeries Xeon Dual Core, 2.0

Keterangan ISP PT. CBN, untuk layanan wireless disediakan oleh PT. Jasnikom Server yang difungsikan sebagai Router biasa disebut PC Router, dapat juga membeli mesin Router yang sudah memilki aplikasi. Dalam sketsa terdapat 3, namun secara fisik ada 4 server

2.

1 Buah

3.

Server

4 buah

Ghz, Memory 2 GB, Hardisk 80 GB. 4. Hub/Switc h Wireless LAN Lebih dari 15 Switch 2 buah 1 Access Point, dan 1 clent access. Untuk 4 grup LAN

5.

Direncanakan setiap ruang rapat di sekretariat terdapat wireless access point

6.

Kabel

secukupnya

Kabel UTP

BAB 7. Cara Bloking Internet

Untuk mengatur penggunaan internet di kantor atau sekolah Proxy Server merupakan suatu hal yang wajib agar user tidak menyalahgunakan fasilitas koneksi internet seperti membuka situs situs yang tidak baik misalnya situs situs yang mengandung pornografi, perjudian, kekerasan, dan sebagainya. Ataupun bisa juga kita bisa membatasi dan mengontrol pengguna internet dalam konsep bloking ini.

1. Persiapan
PC yang sudah terinstall Linux. Dalam kasus ini saya menggunakan Debian Lenny. Secara umum langkahnya sama. Perbedaannya hanya pada saat proses installasi paket Squid. Jika

pada Debian dan turunannya (Ubuntu dll) menggunakan apt-get, pada RedHat dan turunannya (Centos dll) menggunakan yum. PC ini harus memiliki paling tidak 2 interface. 1 interface terhubung ke LAN dan 1 lagi ke WAN yang dalam contoh kali ini terhubng ke modem speedy. Network Topology

Modem Speedy

Proxy Server

LAN

2. Pemberian IP Address
Modem Speedy IP Address : 192.168.0.1 Netmask : 255.255.255.0 DNS : 202.134.0.155, 203.130.196.5, 222.124.204.34 Proxy Server eth0 (connected to Modem Speedy) IP Address : 192.168.0.2 Netmask : 255.255.255.0 Gateway : 192.168.0.1 eth1 (connected to LAN) IP Address : 192.168.1.1 Netmask : 255.255.255.0

LAN IP Address : 192.168.1.2 192.168.1.254 Netmask : 255.255.255.0 Default Gateway : 192.168.1.1 DNS Server : 192.168.1.1

3. Setting Network Iptables


/etc/network/interfaces auto lo eth0 eth1 iface lo inet loopback The primary network interfac iface eth0 inet static address 192.168.0.2 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.0.255 network 192.168.0.0

gateway 192.168.0.1

iface eth1 inet static address 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.1.255 network 192.168.1.0 kemudian restart /etc/init.d/networking restart atau /etc/init.d/networking force-reload Cek hasil konfigurasi network dengan perintah ifconfig (tanpa tanda petik). Pastikan hasil konfigurasi telah sesuai. Edit file /etc/resolv.conf sebagai berikut untuk DNS Server: nameserver 202.134.0.155 nameserver 203.130.196.5 nameserver 222.124.204.34

4. Install Squid
apt-get install squid iptables t nat L iptables t nat D POSTROUTING 1 iptables t nat L nano /etc/sysctl.conf tanda # pada baris #net.ipv4.ip_forward=1. sebelum #net.ipv4.ip_forward=1 sesudah #net.ipv4.ip_forward=1 SIMPAN dengan menekan ctrl x+y enter iptables t nat A POSTROUTING j MASQUERADE iptables-save > /etc/network/interfaces echo iptables-restore < /etc/network/interfaces.conf>> /etc/network/ifup.d/iptables nano /etc/network/if-up.d/iptables tambahkan #bin/sh! Lalu tekan ctrl x+y enter chmod +x /etc/network/if-up.d/iptables

5. Bloking
cd /etc/squid ls nano blok.txt tulislah situs mana yang akan anda lakukan bloking agar semua pengguna tidak bisa mengaksesnya. Misal www.youtube.com www.seks.com dan lain lain. nano squid.com http_port 3128 ditambahkan cache_dir ufs 20480 16 256 acl localnet 192.168.1.0/24 tanda #http_access allow localnet transparent

dihilangkan - Ditambahkan http_access deny all Tekan ctrl x+y enter iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j SNAT to-source 192.168.0.2 iptables -t nat -A PREROUTING -p tcp -i eth1 dport 80 REDIRECT toports3128 squid k reconfigure

BAB 8. RENCANA ANGGARAN BIAYA


1. BIAYA PEMBELIAN BAHAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Bahan Konektor RJ45 Kabel UTP Switch HUB DLINK 24 port Switch HUB DLINK 8 port Modem ADSL Paralon Biaya Pasang Speedy Jumlah Satuan Buah Meter Buah Buah Buah Meter Line Tlp Jumlah 300 360 3 1 2 300 2 Harga Satuan Rp. 1.000 Rp. 3.500 Rp. 750.000 Rp. 267.000 Rp. 168.000 Rp. 5.000 Rp. 150.000 Jumlah Harga Rp. 300.000 Rp. 1.296.000 Rp. 2.225.000 Rp. 267.000 Rp. 336.000 Rp. 1.500.000 Rp. 300.000 Rp. 6.249.000

BIAYA PEMASANGAN TITIK TOTAL BIAYA

70

Rp. 30.000

Rp. 2.100.000 Rp. 8.349.000

BAB 9. SASARAN PASAR/PENGGUNA


Adapun sasaran pasar/pengguna dalam pembuatan system jaringan wireless dan cara bloking internet untuk keamanan privasi yaitu: 1. Vendor Komputer 2. ISP 3. Perusahaan komersial 4. Organisasi

5. Lembaga Pendidikan 6. Lembaga Pemerintahan 7. Warnet di seluruh dunia 8. Sekalipun lingkungan masyarakat yang membutuhkan

BAB 10. KESIMPULAN

Sejalan dengan perkembangan teknologi jaringan dan kebutuhan pengguna, maka sudah selayaknya suatu organisasi/lembaga memulai penerapan Jaringan atau local area network. Desain jaringan adalah penting karena berhubungan dengan rancangan kinerja dan kehandalan komputasi dan komunikasi pada suatu institusi. Untuk merancang jaringan yang efisien maka identifikasi keragaan dan kebutuhan pengembangan merupakan tahapan yang sangat penting. Dari hasil identifikasi tersebut dilakukan analisis kebutuhan sehingga dapat dirancang jaringan yang ekonomis namun berdaya guna. Pemilihan topologi jaringan hendaknya memperhatikan karakteristik topologi itu sendiri, letak gedung, dan jumlah lantai pada gedung tersebut. Sedangkan perangkat keras untuk jaringan dipilih berdasarkan topologi jaringan, beban kerja, kebutuhan akses komunikasi, dan kebutuhan pengamanan sistem.