Anda di halaman 1dari 2

TIMUN MUNGIL (Coccinia grandis)

Artikel by Roedathus

Timun ini berukulan mini, kira-kira sebesar jempol orang dewasa. Timun jenis
ini masih terbilang langka di Indonesia, oleh karena itu saya sangat tertarik untuk membuat artikel ini dan semoga dapat menjadi rujukan bagi temanteman yang memang membutuhkan ini sebagai referensi.

Kingdom (unranked) (unranked) (unranked) Order Family Genus Species

: Plantae : Angiosperms : Eudicots : Rosids : Cucurbitales : Cucurbitaceae : Coccinia : C.

Tumbuhan ini biasanya tumbuh merambat pada julur yang terdapat di sekitarnya. Kebanyakan tumbuh liar di kawasan terbuka seperti padang rumput, bahu jalan, pagar, dan pinggir hutan. Tumbuhan ini semula berasal dari Afrika hingga menyebar sampai ke Asia Tenggara. Biasanya di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan India tumbuhan ini digunakan sebagai sayuran dalam menu utama atau penambah menu pokok. Tumbuhan ini dapat merambat hingga setinggi 20 m, batang muda berwarna hijau, batang tua bertitik putih (seperti kutil) dan berkayu. Jenis Daun menjari, kedudukan berseli-selang tangkai daun 1-5 cm panjangnya, helai daun membujur lebar atau hampir membulat, 3-12 cm panjangnya dan 3-15 cm lebarnya. Bunga jantan 1-4 kuntum pada satu tangkai, biasanya 1-2 kuntum saja, tangkai bunga 0.7-7 cm panjangnya, kelopak berwarna oren atau kuning dengan urat berwarna hijau. Bunga betina sekuntum pada satu buku, tangkai bunga hingga 2.5 cm panjangnya, ovari 1.5 cm panjangnya, kelopak bunga seperti bunga jantan. Buah memanjang lonjong seperti timun kecil, memanjang kembung seperti labu kecil atau hampir bebola, 3-7 cm panjangnya, 1-3.5 cm lebar, berwarna hijau dengan jalur putih waktu muda, dan menjadi merah setelah masak.

grandis

Cara mengembangbiakan tumbuhan ini cukup mudah dengan menstek batang yang sudah tua. Cara seperti ini banyak digunakan oleh pembudidaya karena dianggap sangat efektif menghasilkan buah dibandingkan dengan cara mengembangbiakan dengan biji. Karena sifat keturunan pada buah ada yang jantan dan betina, jadi kemungkinan utuk berbuahnya sangat tipis dibandingkan dengan stek batang. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 2 m x 1.5 m. Sistem tanam seperti menanam timun biasa. Cara termudah menanam timun ini adalah di depan rumah dan biarkan ia merayap di atas pagar. Hama tumbuhan ini biasanya adalah Collectotricum spp, Erysiphe chichoracaeum, dan Peronospora cubensis. Bisa dicegah dengan pestisida -pestisida sayuran. Sementara hewan yang dapat mengganggu tumbuhan ini adalah seperti serangan Aphid (Aphid spp.), kumbang merah labu (Aulacophora sp.) dan juga lalat buah (Dacus spp.). Pencegahan dengan menggunakan racun serangga.

KHASIAT DAN KANDUNGAN GIZI


Dalam pengobatan tradisional , buah I telah ini dipercaya dapat mengobati kusta , demam , asma, bronkitis , dan penyakit kuning. Buah ini dapat menstabilkan sel mati, anti-anafilaksis dan potensi antihistaminic . [ 5 ] Di Bangladesh , akarnya digunakan untuk mengobati osteoarthritis dan nyeri sendi . Krim yang terbuat dari daunnya digunakan pada kulit untuk mengobati kudis . [ 6 ] Ekstrak buah ini dapat dibeli secara online di toko-toko makanan kesehatan. Produk ini dipercaya dapat membantu mengatur kadar gula darah . Ada beberapa penelitian yang mendukung bahwa senyawa dalam tanaman ini dapat menghambat enzim glukosa - 6 - fosfatase . [ 7 ] Glukosa - 6 fosfatase adalah salah satu enzim hati kunci yang terlibat dalam mengatur metabolisme gula . Oleh karena itu , buah ini kadang-kadang dianjurkan untuk pasien diabetes . Meskipun klaim ini belum didukung para ahli, pada saat ini cukup banyak penelitian difokuskan pada sifat obat tanaman ini berfokus pada penggunaannya sebagai antioksidan ,anti - hipoglikemik , modulator sistem kekebalan tubuh , dll. Beberapa negara di Asia seperti Thailand mempersiapkan tonik tradisional seperti minumanekstrak buah ini untuk tujuan pengobatan . Kandungan gizi yang terdapat pada tumbuhan ini adalah seperti : 1. 2. Daun - 3.5% protein, mineral, provitamin A, dan vitamin lain. [1] Buah - 94% air, 3% karbohidr at, 1-2% protein, 0.1% lemak, sedikit zat besi, fosforus, kalium, kalsium, niasin, provitamin A, vitamin B1, B2, dan C.[1]

Ada berbagai resep dari seluruh dunia bahwa timun ini sebagai bahan utama dan sering dibandingkan dengan pare. Buah ini umumnya dimasakan sebagai sayuran di India. Orang-orang Indonesia dan negara-negara Asia tenggara lainnya juga mengkonsumsi buah dan daunnya. Dalam masakan Thailand itu adalah salah satu bahan dari Kaeng Khae kari. Bahkan di Thailand budidaya timun ini di kebun rumah telah didorong pemerintah karena itu menjadi sumber yang baik dari beberapa mikronutrien, termasuk vitamin A dan C. Di India itu dimakan sebagai kari, dengan daging goreng bersama dengan rempahrempah, dijadikan isian masala dan ditumis, atau direbus terlebih dahulu di pressure cooker dan kemudian digoreng . Hal ini juga digunakan dalam sambar, sup sayuran dan berbasis miju-miju.

SUMBER DAN RUJUKAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Michel H. Porcher (2006). Sorting Coccinia names ump up to: a b c Pacific Island Ecosystems at Risk (2003). "Invasive plant species: Coccinia grandis". Retrieved 10 February 2010. Jump up ^ NMC Crees (1997). "Scarlet Gourd in Saipan". Retrieved 10 February 2010. Jump up ^ Linney, G. (1986). "Coccinia grandis (L.) Voight: A new cucurbitaceous weed in Hawai'i". Hawaii Botanical Society Newsletter 25 (1): 35. Jump up ^ Taur D.J., Patil R.Y.,"Mast cell stabilizing, antianaphylactic and antihistaminic activity of Coccinia grandis fruits in asthma". Chinese Journal of Natural Medicines. 9 (5) (pp 359-362), 2011. Jump up ^ http://www.thefreelibrary.com/_/print/PrintArticle.aspx?id=277270997 Jump up ^ Shibib, BA; Khan, LA; Rahman, R (May 15). "Hypoglycemic activity of Coccinia indica and Momordica charantia in diabetic rats: depression of the hepatic gluconeogenic enzymes glucose-6-phosphatase and fructose-1,6bisphosphatase and elevation of both liver and red-cell shunt enzyme glucose-6-phosphate dehydrogenase". Biochem J. 292 (Pt 1): 267270. PMC 113499. Jump up ^ Kaeng Khae Kai (Katurai Chilli Soup with Chicken) Jump up ^ Artemis P. Simopoulos and C. Gopalan, ed. (2003), Plants in Human Health and Nutrition Policy, Karger Publishers, ISBN 3-8055-7554-8

8. 9.