Anda di halaman 1dari 18

Informasi Dasar HIV/AIDS

Oleh:

Tim Penyuluh Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Banyumas

Situasi HIV/AIDS Kabupaten Banyumas


Sampai dengan 30 Oktober 2006 di Jawa Tengah tercatat sebanyak 970 kasus HIV/AIDS Kabupaten Banyumas menduduki peringkat kedua di Jawa Tengah dengan jumlah kasus HIV 107 orang dan kasus AIDS 16 orang (data sampai dengan November 2006) Jumlah kasus yang belum ditemukan diperkirakan jauh lebih besar fenomena gunung es

Tingginya kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Kabupaten Banyumas antara lain disebabkan oleh faktor berikut:
Sarana dan prasarana transportasi yang mudah dan lancar memungkinkan mobilitas penduduk yang tinggi baik ke dalam maupun ke luar kabupaten menjadikan Banyumas rentan penyebaran HIV/AIDS Adanya sarana hiburan yang menarik di Banyumas dan sekitarnya yang mengundang kunjungan wisatawan sehingga memberi peluang terjadinya penyalahgunaan berupa transaksi seksual dan narkoba terselubung Adanya fasilitas kesehatan di Banyumas yang tidak dimiliki wilayah di sekitarnya (Rumah Sakit dan Klinik VCT) sehingga ditengarai penderita HIV/AIDS yang terdeteksi bukan hanya berasal dari Kabupaten Banyumas saja
3

HIV
H I V Human Immunodeficiency Virus

Tidak dapat hidup di luar tubuh manusia Merupakan virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia Kerusakan sistem kekebalan tubuh menimbulkan kerentanan terhadap infeksi penyakit

AIDS
A I D S Acquired Immuno Deficiency Syndrome
Sekumpulan gejala, infeksi dan kondisi diakibatkan infeksi HIV pada tubuh Muncul akibat rusaknya sistem kekebalan manusia Infeksi dan penyakit mudah menyerang tubuh Dapat menyebabkan kematian yang tubuh

Perjalanan Penyakit HIV/AIDS


Tertular

Periode jendela

HIV+

AIDS

3 - 6 BULAN

3 - 10 TAHUN

1 - 2 TAHUN

Kapan HIV menjadi AIDS


Orang yang terinfeksi HIV dapat tetap sehat sepanjang hidupnya apabila ia menjaga kesehatan tubuhnya: makan teratur, berolahraga dan tidur secara seimbang. Gaya hidup sehat akan tetap melindungi kebugaran orang dengan HIV dan ia akan tetap produktif dalam berkarya. Bila telah muncul tanda-tanda penyakit infeksi dan tidak kunjung sembuh atau berulang, artinya daya tahan tubuh menjadi buruk, sistim kekebalan tubuh berkurang, maka berkembanglah AIDS
7

Infeksi Oportunistik (IO)


Adalah infeksi yang muncul akibat lemahnya sistem pertahanan tubuh yang telah terinfeksi HIV atau oleh sebab lain. Pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya masih baik infeksi ini mungkin tidak berbahaya, namun pada orang yang kekebalan tubuhnya lemah (HIV/AIDS) bisa menyebabkan kematian.

Infeksi Oportunistik (IO)


AIDS dapat didefinisikan melalui munculnya IO yang umum ditemui pada ODHA: Kandidiasis: infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, vagina Virus sitomegalia (CMV): menimbulkan penyakit mata yang dapat menyebabkan kematian Herpes pada mulut atau alat kelamin Mycobacterium avium complex (MAC): infeksi bakteri yang menyebabkan demam kambuhan Pneumonia pneumocystis (PCP): infeksi jamur yang dapat menyebabkan radang paru Toksoplasmosis: infeksi protozoa otak 9 Tuberkolosis (TB)

Karakteristik HIV + :
Semua orang dapat terinfeksi HIV Orang dengan HIV + terlihat sehat dan merasa sehat Orang dengan HIV + tidak tahu bahwa dirinya sudah terinfeksi HIV Seorang pengidap HIV yang belum menunjukkan gejala dapat menularkan kepada orang lain Tes HIV adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kepastian yaitu DENGAN TES DARAH

10

Gejala dan Tanda HIV/AIDS menurut WHO :

Stadium Klinis I : - Asimtomatik (tanpa gejala) - Limfadenopati Generalisata (pembesaran kelenjar getah bening/limfe seluruh tubuh) - Skala Penampilan 1 : asimtomatik, aktivitas normal.

11

Gejala dan Tanda HIV/AIDS menurut WHO :

Stadium Klinis II : - Berat badan berkurang < 10% - Manifestasi mukokutaneus ringan (kelainan selaput lendir dan kulit) : gatal-gatal, jamur, sariawan pada sudut mulut, Herpes zoster - Infeksi saluran napas bagian atas yang berulang - Skala Penampilan 2 : simtomatik, aktivitas normal.

12

Gejala dan Tanda HIV/AIDS menurut WHO :


Stadium Klinis III : Berat badan turun > 10% Diare berkepanjangan > 1 bulan Jamur pada mulut TB Paru Infeksi bakterial berat Skala Penampilan 3 : < 50% dalam masa 1 bulan terakhir terbaring

13

Gejala dan Tanda HIV/AIDS menurut WHO :


Stadium Klinis IV : - Kelemahan - Jamur pada mulut dan kerongkongan - Radang paru-paru (PCP), TB Ekstra Paru - Radang saluran pencernaan (Diare kriptosporidiosis > 1 bulan) - Kanker kulit (Sarcoma Kaposi) - Radang Otak (Toksoplasmosis, Ensefalopati HIV) - Skala Penampilan 4 : terbaring di tempat tidur > 50% dalam masa 1 bulan terakhir.
14

Prinsip Penularan HIV

E = Exit S = Survive S = Sufficient E = Enter

Ada jalan keluar bagi virus Virus mampu bertahan hidup Virus dalam jumlah yang cukup Ada jalan masuk bagi virus

15

Penularan HIV
HIV ditularkan melalui: Hubungan seks yang tidak terlindungi dengan orang yang telah terinfeksi HIV Penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bersama-sama Ibu hamil penderita HIV kepada bayi yang dikandungnya Dari ibu ke anak melalui air susu ibu Tranfusi darah

16

Penularan HIV
HIV Tidak Ditularkan Melalui: Kontak personal: pelukan, jabat tangan, merawat orang yang terinfeksi HIV Digigit nyamuk/serangga lain Menyentuh benda-benda yang telah digunakan oleh orang yang terinfeksi HIV seperti dudukan toilet, telepon, peralatan makan, baju, dll. Terpapar batuk atau bersin

17

Pencegahan HIV
Belum ada obat untuk menyembuhkan AIDS Belum ada vaksin untuk mencegah infeksi HIV Antiretroviral pengobatan untuk menurunkan jumlah HIV dalam darah, menurunkan aktifitas virus, mengurangi kerusakan dalam sistim kekebalan tubuh hasilnya umur lebih panjang Antiretroviral mahal dan harus digunakan seumur hidup Upaya pencegahan non-medis satu-satunya upaya penangkalan infeksi HIV

18

Prinsip Pencegahan HIV/AIDS


(upaya pencegahan non-medis)

A (Abstinent)
Puasa, jangan melakukan hubungan seksual yang tidak sah

B (Be Faithful)
Setialah pada pasangan, melakukan hubungan seksual hanya dengan pasangan yang sah

(use Condom)
Pergunakan kondom saat melakukan hubungan seksual bila berisiko menularkan/tertular penyakit Hindari penyalahgunaan narkoba

D (Dont use Drugs) E (Education)


Edukasi, sebarkan informasi yang benar tentang HIV/AIDS dalam setiap kesempatan
19

Kapan Tes HIV dilakukan ??


Ada faktor risiko tertular : - Hubungan seks yang tidak aman : dengan pekerja seks, berganti-ganti pasangan - Pemakaian jarum suntik yang tidak steril dan bergantian (IDUs) - Tato, tindik - Bayi dari ibu HIV+ (MTCT) Bersedia dites HIV (informed consent)
20

10

Voluntary Counselling and Testing (VCT)


= Konseling dan Tes Sukarela

Konseling bersifat sukarela dan rahasia, yang dilakukan sebelum dan sesudah tes HIV Tes dilakukan setelah klien memahami dan menandatangani informed consent

21

Klinik VCT di Kabupaten Banyumas


Klinik VCT RS Margono Soekarjo
Jl. Dr. Gumbreg No. 1 Purwokerto Di belakang IGD, jadi satu dengan klinik ketergantungan obat (KO)

Klinik VCT RSUD Banyumas


Jl. Rumah Sakit No. 1 Banyumas

22

11

VCT penting?
1. Pencegahan penularan HIV :
Dari seseorang dengan HIV (+) ke orang lain yang HIV (-) atau yang belum jelas statusnya Dari ibu HIV (+) ke anak. Konseling dan tes sukarela HIV merupakan komponen efektif untuk pencegahan penularan HIV yang mempromosikan perubahan perilaku seksual dan menyuntik yang aman.

23

VCT penting?
2. Merupakan pintu masuk kesemua layanan HIV/AIDS:

Pelayanan medik. ART Terapi dan pencegahan IO Penularan ibu-anak (PMTCT) Keluarga Berencana Pelayanan Psikososial Konseling perilaku hidup sehat Dukungan mental-emosional Bantuan hukum dan perencanaan masa depan
24

12

Tahapan VCT :
Konseling Pre Test Test Konseling Post Test Pembukaan Hasil Konseling Lanjutan

25

PRE TEST CONSELLING -Faktor Risiko penularan -Info Seputar HIV-AIDS -Bersedia di tes

Ambil sampel darah

Ya Evaluasi 3 bl lagi

POST TEST CONSELLING

Periode Jendela? Tidak Hindari risiko Penularan

Negatif

Positif (3 reagent berbeda)

Rujuk ke Tim CST (Care, Support, Treatment)


26

13

Konseling Pre Test


Informasi lengkap tentang HIV / AIDS Informasi tentang Test HIV Tindak lanjut setelah melakukan Test HIV Penggalian faktor resiko Penandatanganan Informed consent

27

Test
Pengambilan sampel darah Identitas sampel darah menggunakan kode (agar kerahasiaan terjaga) Dilakukan pemeriksaan

28

14

Konseling Pasca Test


Menjelaskan kemungkinan hasil test Menjelaskan tindak lanjut sesuai hasil test Mempersiapkan klien untuk membuka hasil

29

Pembukaan Hasil
Klien bersama konselor membuka hasil test Memberikan penjelasan kepada klien tentang hasil test

30

15

Konseling Lanjutan
Konseling lanjutan diberikan sesuai dengan hasil test
> Negatif > Positif Pencegahan Care Support and Treatment

Dirujuk ke layanan lain jika dibutuhkan


Pelayanan medik. ART Terapi dan pencegahan IO Penularan ibu-anak (PMTCT) Keluarga Berencana Pelayanan Psikososial Konseling perilaku hidup sehat Dukungan mental-emosional Bantuan hukum dan perencanaan masa depan
31

Prinsip VCT

Informed consent Kerahasiaan

32

16

Kerahasiaan
Bila klien dirujuk harus ada persetujuan tertulis dari klien, tentang informasi apa yang boleh dan tidak diberikan. Keputusan untuk boleh menyampaikan atau menyertakan orang lain dalam proses VCT ada ditangan klien.

33

PROSEDUR LAYANAN VCT


Klien bisa langsung mendaftar ke Klinik VCT Kontribusi retribusi Karcis Rp. 2500,Biaya Konseling dan Test GRATIS GF ATM Reagen Tes Cuma2

34

17

SEKIAN

Sekretariat Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Banyumas


Jl. Kabupaten No. 1 Purwokerto - telp. (0281) 633130
35

18