Anda di halaman 1dari 20

PANCASILA

PANCASILA
Konsep Dasar/Rasional Telah disepakatai sebagai dasar filsafat hidup. Materinya ada/lahir sejak bangsa Indonesia ada, baru dirumuskan pada 1 Juni 1945. Mengandung nilai-nilai dasar, yaitu: ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, yang tata urutannya dimuat dalam alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945, secara resmi disyahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Dirumuskan berdasarkan dari kehidupan sehari-hari yang merupakan jiwa bangsa yang digunakan sbg pandangan/falsafah, ideologi, dan dasar bangsa dan negara Indonesai dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Secara Historis: Disidangkan BPUPKI 29 Mei-1 Juni 1945; 10-17 Juli 1945. (PIAGAM JAKARTA) Tanggal 14 Juli 1945 diterima sbg Pembukaan RUUD 18-8-1945 PPKI mengesahkan RUUD menjadi UUD 1945; alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 terdapat rumusan dasar Pancasila PANCASILA tersusun scr Sistematis-Hierarkis. Pancasila terdiri atas 5 sila dg urutan bertingkat dan bersistem. Hubungan antarsila membentuk segilima dan di tengah berbentuk bintang.

SILA 1

SILA 5

SILA 2

SILA 4

SILA 3

Pengertian Pancasila sebagai:

Jiwa bangsa Ind. Kepribadian bangsa Ind. Sumber sgl sumber hokum Perjanjian Luhur bangsa Ind cita-cita & tujuan bngs Ind Falsafah Hidup bangsa Ind.

PANCASILA

1. Pancasila sebagai Pandangan Hidup


Way of life: pegangan, pedoman, petujuk arah semua aktivitas kehidupan sehari-hari. Konsep dasar ttg dicita-cita, mengandung dasar pemikiran terdalam dan gagasan wujud kehidupan yang baik. Kristalisasi dan institusionalisasi nilai-nilai luhur yang dimiliki dan diyakini kebenarannya, menimbulkan tekat untuk mewujudkannya. Nilai-nila Pancasila mencakup lima aspek kehidupan nasional, yaitu Ipoleksosbud Hankam. Perwujudan dalam kehidupan sehari-hari tercermin dari sikap mental, pola pikir, dan pola tindak yang dijiwai sila-sila Pancasila secara bulat tidak bertentangan dengan norma-norma yang belaku. Artinya, setiap sikap dan perilaku manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari nilai-nilai Pancasila.

PANCASILA

2. Pancasila sebagai Ideologi


Ideologi (idea-logos): idea, gagasan atau cita - cita, pandangan; logos, ilmu atau ratio. Idelogi, merupakan cita - cita atau pandangan rasional sebagai motivasi dan arahan untuk mencapai tujuan. Kesatuan konsep - konsep dasar yang memberikan arah dalam mencapai cita - cita bangsa dan negara. Paham/doktrin atau aliran filsafat, ajaran, pandangan tentang nilai - nilai dan norma cita - cita yang diinginkan oleh bangsa dan negara Indonesia. Dengan demikian Pancasila merupakan keseluruhan pandangan, cita - cita, keyakinan dan nilai - nilai bangsa Indonesia yang secara normatif perlu diwujudkan dalam tata kehidupan berbangsa dan bernegara.

PANCASILA
Makna Pancasila sebagai Ideologi
Hakekat dan fungsi ideologi, dapat kita lihat pada nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila Pancasila, sila pertama bernilai religius. Hakekat Pancasila adalah :
Menggambarkan tujuan negara secara material untuk mencapai tujuan sebagaimana dalam alinea ke4 Pembukaan UUD45. Ideologi tidak hanya teori, tapi hal yang harus dipahami, dihayati dan diamalkan.

Fungsi ideologi antara lain sebagai berikut :


Struktur kognitip, untuk memahami dan menaksir dunia dan kejadian alam. Orientasi dasar, dengan membuka wawasan. Norma, sebagai pedoman hidup. Bekal, untuk menemukan identitas. Kekuatan dengan mendorong untuk mencapai tujuan. Pendidikan untuk memhami, menghayati dan melaksanakan.

3. Pancasila sebagai Dasar Negara


Pancacila sebaga dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Sebagai landasan untuk menyelenggarakan negara, Pancasila ditafsirkan dalam bentuk aturan, yaitu pasal-pasal yang tercantum dalam UUD 1945. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara tercantum secara yuridiskonstitusional dalam alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945, yang merupakan cita-cita dan norma hukum yang menguasai seluruh hukum dasar negara RI dan dituangkan dalam pasal-pasal UUD 1945, kemudian diataur lebih lanjut dalam peraturan perundang-undangan di bawahnya. Dalam pengamalannya bersifaat imperatif (memaksa), artinya mengikat dan memaksa semua warga negara untuk tunduk pada Pancasila, dan siapa yang melanggar ditindak menurut hukum yang berlaku di Indonesia.

PANCASILA

PANCASILA

4. Pancasila sebagai Ideologi terbuka


Sebelumnya, perhatikan dulu apa makna yang terkandung dalam gambar Garuda Pancasila?? Setiap bangsa di dunia pasti mempunyai kepribadian, termasuk kita bangsa Indonesia Pancasila sebagai dasar negara, apa artinya, dan sejak kapan ditetapkan, serta oleh siapa?

5.Pancasila sebagai Ideologi Terbuka


Secara etimologis berasal dari kata: idea dan logos Ideologi terbuka memiliki ciri khas: Nilai-nilai dan Cita-cita Pembangunan Nasional tidak hanya ditentukan oleh faktor dalam tetapi juga faktor luar. Globalisasi ekonomi berdampak cukup luas, baik ancaman ketergantungan maupun pemupukan modal bagi kaum elit. Pancasila harus tampil sebagai Ideologi terbuka, bukan berarti mengubah nilai dasar Pancasila tetapi mengeksplisitkan wawasan secara kongkrit. Ada 3 dimensi yang menunjukkan ciri khas Ideologi Terbuka : 1. Dimensi Toelogis (Religius) 2. Dimensi Integral-Integratif artinya individu dan sosial 3. Dimensi Etis artinya harkat martabat dan derajat manusia

6.Pancasila sebagai Sumber nilai dan paradigma pembangunan 1. Analisis Pancasila sebagai sumber nilai Kedudukan Pancasila sebagai sumber nilai :
Nilai luhur yang dirintis dan dipupuk sejak tahun 1908, kini telah hampir habis, karena kepentingan politik saja. Disadari atau tidak, baik oleh penguasa ORLA, ORBA maupun Orde Reformasi, Pancasila hanya sebagai simbol negara, kurang dimengerti, dihayati dan diamalkan. Pancasila selain sebagai dasar negara juga sebagai Ideologi nasional yang merupakan cita-cita untuk mencapai tujuan negara. Selain itu Pancasila harus diletakkan dalam keutuhannya dengan Pembukaan UUD45 dan dieksplorasikan(dijalankan/dilaksanakan) dalam dimensi yang melekat, yaitu : * Dimensi Realitas : * Dimensi Idealitas : * Dimensi Fleksibilitas :

2. Pengertian Pancasila sebagai sumber nilai a. Pengertian Pancasila :


1. Secara Entimologi

Menurut bahasa Sansekerta, memiliki 2 macam arti yaitu: Panca = Lima, Syla = Sendi, alas atau dasar. Di Indonesia sendiri istilah Pancasila ada sejak zaman Majapahit dalam buku Negarakertagama oleh Mpu Prapanca, dan dalam buku Sutasoma oleh Mpu Tantular, diartikan Lima Perintah Kesusilaan (Pancasila Krama), yaitu : a. Dilarang melakukan kekerasan b. Dilarang mencuri c. Dilarang berjiwa dengki d. Dilarang berbohong e. Dilarang mabuk akibat minuman keras.

2. Secara Terminologi Atas usulan Soekarno dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945, istilah Pancasila digunakan nama dasar ke 5 sila dan disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI. Beberapa pandangan terhadap pengertian Pancasila, yaitu : a. Ir. Soekarno Pancasila adalah jiwa bangsa yag terpendam, sehingga bukan saja sebagai falsafah negara, tetapi juga sebagai falsafah bangsa. b. Panitia Lima Pancasila adalah Ideologi negara yang merupakan satu kesatuan yang utuh, satu sama lainnya saling berangkaian jadi tugas pemerintah adalah sebagaimana tercantum dalam alinea ke 4 Pembukaan UUD45. c. Prof. Drs.Mr. Notonegoro SH Pancasila adalah sebagai falsafah negara Indonesia d. Pada lambang negara RI Pancasila adalah dasar falsafah dan ideologi negara diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa sebgia pemersatu bangsa dan negara.

b. Pancasila sebagai Pandangan Hidup bangsa (way of life) Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan/aktifitas di segala aspek kehidupan bangsa Indonesia. Semua aktifitas bangsa harus dijiwai dan menjiwai ke5 Pancasila. Selain fungsi tersebut diatas, pancasila juga berfungsi sebagai : 1. Jiwa bangsa Indonesia 2. Kepribadian bangsa Indonesia 3. Perjanjian luhur bangsa Indonesia 4. Cita-cita bangs Indonesia, dll c. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan 1. Pengertiannya : Menurut Thomas S. Khun, Paradigma adalah suatu asumsi dasar dan asumsi-asumsi teori umum yang merupakan suatu sumber hukum, metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan : sifat, ciri dan karekter ilmu pengetahuan itu sendiri.

Contoh : Dalam bidang sosial, suatu teori hasil penelitian pada metode kuantitatif mengkaji manusia dan masyarakat berdasarkan sifatnya(satu aspek saja) dari manusia. Atas dasar kajian paradigma, ternyata manusia memiliki sifat ganda. Selain pada metode kuantitatif, juga metode kualitatif. Contoh : Dalam bidang pembangunan Pembangunan masional sebagai bentuk pengalaman Pancasila, masa pembangunan akan memberi kesempatan dan pengaruh yang mendalam dam mendasar. Pembangunan nasional mengandung arti pembaharuan, Pembangunan dan pembaharuan akan membawa perubahan sosial budaya, baik yang dangkal maupun bersifat fundamental

- Perubahan yang dangkal akan cepat berubah, misalnya: mode pakaian, selera arsitektur dan popularitas lagu dll - Perubahan yang fundamental dapat dialami bersama dalam Reformasi, misalnya: masyarakat petani menjadi masyarakat industri, masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. - Semua perubahan sosial itu bila dianalisa prosesnya akan melalui tahap-tahap sbb : 1. Tahap terintegrasi 2. Tahap desintegrasi 3. Tahap reintegrasi.

d. Sikap Positip Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka. Menurut Notonegoro SH nilai terdiri dari 3 macam : 1. Nilai Material, yang berguna bagi unsur manusia. 2. Nilai Vital, untuk dapat mengadakan kegiatan / aktivitas 3. Nilai Kerohanian, terdiri dari 4 macam yaitu : a. Nilai Kebenaran : Bersumber dari akal manusia. b. Nilai Keindahan : Bersumber dari rasa manusia. c. Nilai Kebaikan : Bersumber dari kehendak manusia. d. Nilai Religius : Bersumber dari Agama.

Pancasila memiliki sifat objektif, dapat dijelaskan sbb : 1. Rumusan sila-sila Pancasila bersifat : abstrak, universal 2. Inti sila-sila Pancasila akan tetap ada sepanjang masa. 3. Pancasila sebagai kaidah yang Fundamental (mendasar). 4. Pembukaan UUD 1945 tidak dapat diubah oleh siapapun

Nilai-Nilai Setiap Pancasila Jika dikaji melalui pemahaman Metafisika sbb : a. Sila pertama , menunjukkan bahwa Tuhan YME sebagai causa prima (sebab akibat). b. Sila ke dua , bahwa manusia memiliki hakikat pribadi yang monopluralisme . c. Sila ketiga, bahwa seluruhnya merupakan keseluruhan yang utuh. d. Sila ke empat, bahwa seluruhnya berasal dari , oleh dan untuk raktyat. e. Sila ke lima, mengakui hakikat adil (Keadilan Sosial )