Anda di halaman 1dari 13

1

Adrian Septiago, Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor


ALAT PENDETEKSI EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR

Adrian Septiago (05506134025)
Teknik Elektro-Fakultas Teknik-UNY
Gedong Kuning, Yogyakarta, Indonesia

ABSTRAK
Proyek Akhir ini bertujuan untuk membuat alat pendeteksi emisi gas buang
kendaraan bermotor, pembuatan alat ini juga untuk mengetahui unjuk kerja dan
komponen-komponen terpasang yang digunakan sebagai penyusun utama dari alat
pendeteksi emisi gas buang kendaraan bermotor. Kelebihan alat ini mampu
mendeteksi kadar emisi pada gas buang dengan kendaraan bermesin gasoline
(bensin) dan kendaraan bermesin diesel (solar), sedangkan kekurangan alat ini
tidak menggunakan mini printer sebagai pencetak hasil pengujian.
Metode yang digunakan dalam membangun sistem Alat Pendeteksi Emisi
Gas Buang Kendaraan Bermotor ini menggunakan metode rancang bangun yang
terdiri dari beberapa tahap yaitu, (1) Identifikasi kebutuhan, (2) Analisa
kebutuhan, (3) Perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, (4) Pembuatan
dan (5) Pengujian, Sehingga didapatkan sistem Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang
Kendaraan Bermotor yang terdiri dari sistem minimum ATMEGA8535, Sensor
Gas TGS 2201 yang bisa mendeteksi gas buang mesin gasoline dan gas buang
mesin diesel, 1 Push Button untuk pemilihan gas buang gasoline, 1 Push Button
untuk pemilihan gas buang diesel, 1 Push Button untuk reset, LCD sebagai
display dan 3 buah LED sebagai indikator kondisi kadar emisi kendaraan berupa
LED berwarna merah untuk kondisi buruk, LED berwarna kuning untuk kondisi
sedang dan LED berwarna hijau untuk kondisi baik. Prinsip kerja dari alat ini
adalah adalah mikrokontroler akan membaca Push Button 1-3, kemudian probe
dipasang di knalpot kendaraan bermotor sehingga sensor gas akan mendeteksi
kadar emisi gas buang kendaraan berupa perubahan resistansi, kemudian
mikrokontroler memerintahkan ADC untuk mengubah perubahan resistansi
menjadi angka hexadecimal agar mudah untuk dibaca pengguna, kemudian
mikrokontroler memerintahkan LCD untuk menampilkan hasil output ADC
berupa angka hexadecimal yaitu kadar emisi kendaraan dan memerintahkan LED
menyala sesuai dengan kondisi gas buang kendaraan bermotor.
Hasil dari pengujian menunjukkan alat tersebut dapat mengukur emisi gas
buang kendaraan bermotor bermesin gasoline (bensin) dan kendaraan bermesin
diesel (solar). Ring pengukuran gas CO pada kendaraan mesin gasoline (bensin)
adalah 0 sampai 4,5 %, sedangkan ring pengukuran gas NO2 pada kendaraan
mesin diesel (solar) adalah 0 sampai 100 %. Tingkat kesalahan pengukuran kadar
emisi kendaraan mesin gasoline (bensin) dengan perbandingan alat pendeteksi
emisi kendaraan AHAAS untuk jenis mesin gasoline (bensin) adalah 0,88 %,
sedangkan tingkat kesalahan pengukuran kadar emisi kendaraan mesin diesel
(solar) dengan perbandingan alat pendeteksi emisi kendaraan DLLAJ untuk jenis
mesin diesel (solar) adalah 1,1 %.

2

Adrian Septiago, Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor


1. PENDAHULUAN
Keterkaitan antara teknologi dan
aspek lingkungan menjadi perhatian
serius saat ini.
Kualitas udara merupakan salah
satu faktor yang biasa dipergunakan
untuk penilaian kesehatan
lingkungan, seiring dengan
meningkatnya pemakaian bahan
bakar fosil, mengakibatkan semakin
besarnya pencemaran udara yang
diakibatkan oleh sisa pembakaran
bahan bakar tersebut. Bahan bakar
fosil jika mengalami pembakaran
tidak sempurna akan menghasilkan
emisi gas beracun diantaranya, yaitu
CO, HC, dan NO2. J enis gas beracun
secara umum dapat mengurangi
tingkat kualitas kesehatan manusia,
antara lain bisa menyebabkan
gangguan pernafasan, mengikat
hemoglobin, memblok sistem saraf,
menyebabkan kanker dan merusak
keturunan pada manusia.
Seiring munculnya Peraturan
Pemerintah No. 41 Tahun 1999
mengenai pengendalian pencemaran
udara, dan Peraturan Menteri Negara
Lingkungan Hidup No. 05 Tahun
2006 mengenai ambang batas emisi
gas buang kendaraan bermotor, tanpa
didukung dengan alat ukur yang
memadai, maka peraturan tersebut
sulit terlaksana dengan baik.
Permasalahan yang di
kemukan diatas membuat penulis
ingin mencoba membuat sebuah alat
yang bisa mendeteksi kadar emisi
gas buang pada kendaraan bermotor
yang bersifat ekonomis dan fleksibel.

2. PERANCANGAN SISTEM
Secara garis besar blok diagram
dari rangkaian alat pendeteksi emisi
gas buang kendaraan bermotor
adalah sebagai berikut:

Gambar 1. Blok Diagram Alat


Pendeteksi Emisi Gas Buang
Kendaraan Bermotor

Gambar diatas merupakan blok
diagram rangkaian alat pendeteksi
emisi gas buang kendaraan bermotor,
input nya adalah gas buang
kendaraan bermotor, input
3

Adrian Septiago, Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor


komponen adalah sensor gas TGS
2201 dan push button, bagian yang
memproses adalah mikrokontroler
ATMEGA 8535, output komponen
adalah LCD dan LED, semua sistem
diberi catu daya.

a. Catu Daya
Tegangan catu yang diperlukan
dalam sistem yang dirancang yaitu
5Volt. Tegangan itu akan
disearahkan oleh 4 buah diode,
dimana hanya terjadi pengurangan
tegangan sebesar 0,7 Volt (karena
karakteristik silicon). Tegangan
tersebut difilter oleh kapasitor
dengan meratakan amplitudonya,
kemudian tegangan tersebut
diteruskan ke IC regulator, yang
nantinya akan distabilkan menjadi 5
Volt. Tegangan sebesar inilah yang
nantinya akan dibutuhkan oleh
semua rangkaian yaitu sistem
pengontrol.

Gambar 2. Rangkaian Catu Daya
Tegangan dari transformator
akan disearahkan oleh 4 buah diode,
dimana hanya terjadi pengurangan
tegangan sebesar 0,7 Volt (karena
karakteristik silicon). Tegangan dari
dioda difilter oleh kapasitor dengan
meratakan amplitudonya, kemudian
tegangan tersebut diteruskan ke IC
regulator, yang nantinya akan
distabilkan menjadi 5 Volt.
Tegangan sebesar inilah yang
nantinya akan dibutuhkan oleh
semua rangkaian yaitu sistem
pengontrol.

b. Mikrokontroller ATMEGA
8535
Penggunaan mikrokontroller
ATMEGA 8535 dalam bahasa
pemrogramannya relatif mudah
digunakan, karna dapat di program
menggunakan bahasa C yang
merupakan bahasa pemrograman
tingkat tinggi yang mudah di pahami
manusia serta banyaknya alat yang
dapat digunakan untuk mengisi atau
men-download kedalam memori
mikrokontroller ATMEGA 8535.
Pengoprasian mikokontroler
ATMEGA 8535 membutuhkan
rangkaian pendukung sebagai

Adria
osilator se
yang di
manual.

Gambar
Osilator M
Gamba
reset dan
ATMEGA
berfungsi
proses ke
terdapat
berfungsi
eksekusi
dijalankan

c. Sensor
Penggu
sebagai pe
gas buan
dikarenaka
dari sem
yang dil
Elemen s
an Septiago
erta sebuah
igunakan
r 3. Rangka
Mikrokontro
8535.

ar diatas ad
n osilator
A 8535, r
untuk
embali ke
eror, rang
sebagai pen
program
n oleh mikro
r Gas TGS
unaan senso
endeteksi k
ng kenda
an elemen
mikonduktor
lapisi sub
sensor ini j
o, Alat Pend
rangkaian
sebagai
aian Reset D
oller ATME
.
dalah rangk
mikrokont
rangkaian
mengemba
e awal ap
gkaian os
ngatur kecep
yang
okontroler.
2201
or gas TGS
kadar emisi
araan berm
sensor te
metal ok
bstrat alum
juga dileng
deteksi Emis
reset
reset
Dan
EGA
kaian
troler
reset
alikan
pabila
ilator
patan
akan
2201
pada
motor
erbuat
ksida
mina.
gkapi
si Gas Buan
dengan
tergabung
pada w
konduktiv
berdasark
dengan di
sederhana
dapat diru
merupaka
terhadap k
mempuny
independe
digunakan
buang m
lainnya di
gas buang
dimiliki in
digunakan
buang ken
Gambar

Gamb
rangkaian
gas TGS
ng Kendara
elemen p
g menjadi
waktu me
vitas sen
kan konsentr
ilengkapi se
a konduktiv
ubah menj
an hasil pen
konsentrasi
yai 2 elem
en. Elemen
n untuk m
mesin diese
igunakan un
g mesin be
ni, TGS 22
n untuk m
ndaraan berm
r 4. Rangka
TGS 22
bar diata
n dasar pen
S 2201, s
an Bermoto
pemanas
satu rangk
endeteksi
nsor ber
rasi gas di u
ebuah rang
vitas dari s
adi sinyal
ngukuran s
i gas. TGS
men sensor
n yang per
mendeteksi
el sedang
ntuk mende
ensin. Fitur
201 sangat c
mendeteksi
motor
aian Sensor
201
as merup
ngukuran s
saat mende
4
or
yang
kaian,
gas,
rubah
udara,
gkaian
sensor
yang
sensor
2201
yang
rtama
gas
yang
eteksi
yang
cocok
gas

Gas
pakan
sensor
eteksi
5

Adrian Septiago, Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor


kepekatan gas, nilai resistor gas akan
berubah karena tingkat kepadatan
gas dan panas dari konduktor yang
terhubung ke resistor, semakin tinggi
tingkat kepadatan dan panas gas
maka semakin tinggi nilai resistor
sehingga output sensor berupa
tegangan semakin tinggi karena
IRI =
RL
RL+Ruus
x ICC

d. LCD (Liquid Crystal Display)
LMB162A
Penampilan informasi nilai
kadar emisi kendaraan bermotor
memerlukan sebuah display.
Penampil yang digunakan adalah
LCD dengan tipe LCD LMB162A.


Gambar 5. Antarmuka LCD

Gambar diatas merupakan
antarmuka LCD dengan
mikrokontroler ATMEGA 8535
dimana timing signal adalah waktu
pengiriman data dari ATMEGA
8535 ke LCD, serial data (PB0
PB7 dimana di port tersebut terdapat
RS sebagai penerima data, RW
sebagai pengirim data dan E sebagai
clock) merupakan jalur pengiriman
data dari ATMEGA 8535 ke LCD,
sedangkan common signal (VDD,
VSS, VLC) adalah sumber tegangan
untuk ATMEGA 8535 dan LCD.

e. Rangkaian Push Button
Rangkaian push button dalam
pengatur pemilihan jenis mesin
kendaraan yang akan dideteksi kadar
emisinya oleh sensor terdiri dari :
a. 1 push button untuk pemilihan
jenis mesin diesel (solar)
b. 1 push button untuk pemilihan
jenis mesin gasoline (bensin)
Setelah push button ini tertekan
maka akan mengirimkan logika 0 ke
mikrokontroller untuk mulai
mnjalankan sesuai perintah seperti
yang tertea pada tombol. Berikut
merupakan gambar dari rangkaian
yang digunakan:
6

Adrian Septiago, Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor



Gambar 6. Rangkaian Push Button

Gambar diatas adalah rangkaian
push button yang digunakan untuk
pemilihan jenis mesin kendaraan,
rangkaian tersebut membutuhkan
tegangan 5 volt sebagai sumber,
pemakaian resistor 10K dikarenakan
push button difungsikan aktif low
(push button akan aktif apabila
mendapat arus yang rendah).

3. HASIL PENGUJIAN DAN
PEMBAHASAN
Pengambilan data pada sistem alat
pendeteksi emisi gas buang
kendaraan bermotor dilakukan
dengan pengamatan dengan
menggunakan perbandingan antara
hasil teoritis dan hasil praktek.

a. Catu Daya
Rangkaian catu daya yang
dibuat tersebut secara teori
menghasilkan tegangan +5V karena
IC yang digunakan IC 7805 untuk
menghasilkan tegangan sebesar
+5V.
Tabel 1. Data Hasil Pengujian
Rangkaian Catu Daya
Output Trafo
Output IC LM
7805
12 Volt 4,8 Volt

Penyimpangan IC 7805 keluaran
sebesar :

Penyimpangan yang terjadi cukup
kecil yaitu sebesar 1.25% dan 4%.

b. Push Button
Tegangan pada kaki
mikrokontoler adalah +5V sebelum
tombol tesebut di tekan, namun
setelah tombol tersebut di tekan
maka tegangan pada kaki
mikrokontroler adalah 0,2V.
Tabel 2. Data Hasil Pengujian
Rangkaian Push Button

c. Program Sensor Gas TGS 2201
7

Adrian Septiago, Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor


Output sensor merupakan data
analog, data analog tersebut
dikonversi mikrokontroler menjadi
data desimal sehingga mudah
dipahami pengguna alat
Tabel 3. Data Hasil Pengujian
Program Sensor Gasoline

Tabel data pengujian sensor
gasoline (bensin) sebelum dikalibrasi
menunjukkan hasil yang didapat oleh
alat pendeteksi emisi kendaraan
proyek akhir memiliki perbedaan
pengukuran dengan selisih yang
sangat jauh dengan pengukuran alat
pendeteksi emisi kendaraan AHAAS
sebesar 25452,59% pada udara
bersih dan 25461,17% pada udara
yang sudah terkontaminasi gas buang
kendaraan bermesin gasoline
(bensin).
Penulis memperoleh rumusan
agar hasil pengukuran alat
pendeteksi emisi gas buang
kendaraan bermotor proyek akhir
mendekati hasil pengukuran alat
pendeteksi emisi gas buang
kendaraan bermotor AHAAS yaitu
dengan cara membagi (hasil output
sensor dengan selisih pengukuran
sebesar 25461,17 dibagi 100).
Setelah alat pendeteksi emisi gas
buang kendaraan bermotor proyek
akhir telah diprogram ulang, maka
penulis melakukan pengujian
kembali untuk melihat hasil
perbandingan pengukuran, Setelah
dilakukan pengujian, hasil
pengukuran alat pendeteksi emisi
kendaraan proyek akhir memiliki
perbedaan pengukuran dengan selisih
yang hampir mendekati pengukuran
alat pendeteksi emisi kendaraan
AHAAS sebesar 1,1% pada udara
bersih dan 0,88% pada udara yang
sudah terkontaminasi gas buang
kendaraan bermesin gasoline
(bensin).
Tabel 3. Data Hasil Pengujian
Program Sensor Diesel

8

Adrian Septiago, Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor


Tabel data pengujian sensor
diesel (solar) sebelum dikalibrasi
menunjukkan hasil yang didapat oleh
alat pendeteksi emisi kendaraan
proyek akhir memiliki perbedaan
pengukuran dengan selisih yang
sangat jauh dengan pengukuran alat
pendeteksi emisi kendaraan DLLAJ
sebesar unknown% (dikarenakan 713
tidak bisa dibagi dengan 0) pada
udara bersih dan 358,2928% pada
udara yang sudah terkontaminasi gas
buang kendaraan bermesin diesel
(solar).
Penulis memperoleh rumusan
agar hasil pengukuran alat
pendeteksi emisi gas buang
kendaraan bermotor proyek akhir
mendekati hasil pengukuran alat
pendeteksi emisi gas buang
kendaraan bermotor DLLAJ yaitu
dengan cara membagi hasil output
sensor dengan selisih pengukuran
sebesar 4,5.
Setelah alat pendeteksi emisi gas
buang kendaraan bermotor proyek
akhir telah diprogram ulang, maka
penulis melakukan pengujian
kembali untuk melihat hasil
perbandingan pengukuran, setelah
dilakukan pengujian, hasil
pengukuran alat pendeteksi emisi
kendaraan proyek akhir memiliki
perbedaan pengukuran dengan selisih
yang hampir mendekati pengukuran
alat pendeteksi emisi kendaraan
DLLAJ sebesar unknown
(dikarenakan perbedaan karakteristik
sensor, pada sensor alat pendeteksi
emisi kendaraan proyek akhir
semakin pekat kadar emisi yang
terdeteksi sensor maka output sensor
akan mengecil atau menurun,
sedangkan pada sensor alat
pendeteksi emisi kendaraan DLLAJ
semakin pekat kadar emisi yang
terdeteksi sensor maka output sensor
akan membesar atau naik sehingga
alat pendeteksi emisi kendaraan
proyek akhir memiliki hasil
pengukuran emisi yang tinggi
sebesar 160% pada udara bersih,
akan tetapi ring pengukuran emisi
kendaraan mesin diesel pada proyek
akhir dibatasi dengan nilai sebesar 0
sampai 100% maka apabila nilai
pengukuran kadar emisi melebihi
50% nilai pengukuran kadar emisi
yang ditampilkan adalah unknown)
dan 1,1 % pada udara yang sudah
terkontaminasi gas buang kendaraan
bermesin diesel (solar)
9

Adrian Septiago, Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor


KESIMPULAN
1. Desain perangkat elektronik pada
Alat Pendeteksi Emisi Gas
Buang Kendaraan Bermotor
terdiri dari beberapa bagian yaitu
rangkaian catu daya, sistem
minimum ATMEGA8535,
rangkaian push button, rangkaian
LED dan LCD.
2. Software yang digunakan dalam
pembuatan program Alat
Pendeteksi Emisi Gas Buang
Kendaraan Bermotor adalah
CVAVR (Code Vision AVR) yang
kemudian di-compile menjadi file
heksadesimal (*.hex) dan di-
download.
3. Unjuk kerja dari Alat Pendeteksi
Emisi Gas Buang Kendaraan
Bermotor ini adalah sebagai
beikut:
Hasil dari pengujian menunjukkan
alat tersebut dapat mengukur
emisi gas buang kendaraan
bermotor bermesin gasoline
(bensin) dan kendaraan bermesin
diesel (solar).
a. Ring pengukuran gas CO pada
kendaraan mesin gasoline
(bensin) adalah 0 sampai 4,5%.
b. Ring pengukuran gas NO2
pada kendaraan mesin diesel
(solar) adalah 0 sampai 100%.
4. Kesalahan pengukuran alat
pendeteksi emisi gas buang
kendaraan bermotor proyek akhir
dengan perbandingan alat
pendeteksi emisi gas buang
kendaraan bermotor AHAAS
untuk jenis mesin gasoline
(bensin) adalah 0,88 %,
Sedangkan kesalahan pengukuran
alat pendeteksi emisi gas buang
kendaraan bermotor proyek akhir
dengan perbandingan alat
pendeteksi emisi gas buang
kendaraan bermotor DLLAJ
untuk jenis mesin diesel (solar)
adalah 1,1 %.












10

Adrian Septiago, Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor


Daftar Pustaka
Heryanto, M. Ary dan Adi P, Wisnu.(2008). Pemrograman Bahasa C Untuk
Mikrokontroler ATMega 8535. Yogyakarta: Andi.
Winoto, Ardi.(2008). Mikrokontroler AVR ATMega8/16/32/8535 Dan
Pemogramannya Dengan Bahasa C Pada WinAVR. Bandung: Informatka
Bejo, Agus.(2008). C & AVR Rahasia Kemudahan Bahasa C Dalam
Mikrokontroler ATMega 8535. Yogyakarta: Graha Mulia
Wardhana, Lingga.(2006). Belajar Sendiri Mikrokontroler AVR Seri ATMega
8535. Yogyakarta: Andi.
Aswan. 2008. Power Supply. www.electroniclab.com
Viklund, Andreas. 2004. Flowchart. www.wordpress.com
Figaro. 2009. Data sheet Sensor TGS 2201. www.figarosensor.com
Atmel. 2009. Data sheet ATMEGA8535. www.atmel.com
Fairchildsemi. 2009. Data Sheet LM7805. www.fairchildsemi.com
datasheet4u. 2009. Data Sheet LCD LMB162A. www.datasheet4u.com.
Sigmatronics. 2009. Data sheet Push Button. www.sigmatronics.co.uk/
Metalpass. 2009. Data sheet Push Button. www.metalpass.com/
Delta Electronic. 2009. Online Electronic Shop. www.delta-electronic.com/
Digi Ware. 2009. Online Electronic Shop. www.digi-ware.com
Autocar. 2009. Membenahi Emisi Gas Buang. www.auto-car.com
Tri Tugaswati. 2009. Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Dan Dampaknya
Terhadap Kesehatan. www.kpbb.org
Lampung Post. 2009. Pencemaran Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor.
www.lampungpost.com
Menteri Negara Lingkungan Hidup. 2006. Peraturan Menteri Negara Lingkungan
Hidup No. 05 Tahun 2006, Tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan
Bermotor Lama. www.bplhdjabar.go.id

11

Adrian Septiago, Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor


Ya
Ya Ya Ya Ya
Tidak
Tidak Tidak Tidak Tidak
LAMPIRAN 1. Flowchart (Diagram Alir Program).























START
J ika hasil
sensor >=0
& <=3 maka
kualitas baik
Tampilkan ke LCD
dan LED warna hijau
menyala
Tertekan
Baca sensor gas mesin
gasoline (bensin)
Hasil sensor dibagi
254,6117
J ika hasil
sensor >3 &
<=4 maka
kualitas
sedang
J ika hasil
sensor >4,5
maka
kualitas
unknown
Push Button 1
Tampilkan ke LCD
dan LED warna
kuning menyala
Tampilkan ke LCD
dan LED warna
merah menyala
J ika hasil
sensor >4 &
<=4,5 maka
kualitas
buruk
Tampilkan ke LCD
dan semua LED
menyala
A
B
C
12

Adrian Septiago, Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor


Ya
Tidak Tidak Tidak Tidak
a a a a
Tidak
Ya Ya Ya Ya
































Tertekan
Baca sensor gas mesin
diesel (solar)
Hasil sensor dibagi 4,5
Push Button 2
END
B
A
Tampilkan ke LCD
dan LED warna hijau
menyala
J ika hasil
sensor >20 &
<=40 maka
kualitas sedang
J ika hasil
sensor >50
maka kualitas
unknown
Tampilkan ke LCD
dan LED warna
kuning menyala
Tampilkan ke LCD
dan LED warna
merah menyala
J ika hasil
sensor >40 &
<=50 maka
kualitas buruk
Tampilkan ke LCD
dan semua LED
menyala
J ika hasil
sensor >=0 &
<=20 maka
kualitas baik
C
13

Adrian Septiago, Alat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor




LAMPIRAN 2. Gambar RangkaianAlat Pendeteksi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor.