Anda di halaman 1dari 11

F i s i k aI n d o n e s i a

K a l o r& P e r p i n d a h a n n y a .
S u bMa t e r i : *P e n g e r t i a nE n e r g i d a l a mF i s i k a *P e r u b a h a nB e n t u kE n e r g i *J e n i s j e n i sE n e r g i *P e n g e r t i a nK a l o rJ e n i s *Hu k u mK e k e k a l a nE n e r g i H t t p : / / f i s i k a i n d o n e s i a . b l o g s p o t . c o m

Fisika Indonesia
Pengertian Energi dalam Fisika Apakah sebenarnya energi itu? Apa pengertian energi dalam fisika? Orang yang kuat dikatakan mempunyai energi karena ia dapat dengan mudah dan ringan menggerakkan mobil yang mogok dan berat. Air terjun dikatakan mempunyai energi karena ia dapat menggerakkan turbin air. Cahaya dikatakan mempunyai energi karena ia dapat memutar baling-baling hitam putih yang terdapat pada suatu radiometer. Buah yang ditancap tembaga dan seng, bilamana kedua bahan itu dihubungkan dengan amperemeter dengan perantaraan kawat dikatakan mempunyai energi karena ia dapat menggerakkan jarum amperemeter tersebut. Listrik dikatakan mempunyai energi karena ia dapat menggerakkan baling-baling kipas angin. Dari contoh-contoh itu dapat dinyatakan bahwa sesuatu bentuk dikatakan mempunyai energi jika sesuatu tersebut dapat menggerakkan suatu benda. Suatu benda yang bergerak pasti pada mulanya terjadi perubahan gerak. Suatu benda terjadi perubahan gerak bilamana pada benda itu dikenai gaya (F). Oleh karena ia melakukan gerak berarti menempuh suatu jarak s. Gaya yang bekerja pada suatu benda sehingga benda tersebut menempuh suatu jarak, dikatakan gaya tersebut telah melakukan usaha. Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa pengertian energi dalam fisika adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Oleh karena itu, energi adalah setara dengan usaha, satuannya pun sarna dengan usaha. Dalam sistem Satuan Internasional, energi diukur dengan satuan joule (J). Satuan energi lainnya adalah erg, kalori, dan kWh (kilowatt hours). Satuan kWh adalah satuan yang lebih besar yang biasanya digunakan untukmenyatakan besar energi listrik, sedangkan satuan kalori biasanya digunakan untuk energi kimia. 1 kalori = 4,2 joule dan 1 joule = 1 watt sekon

Contoh peristiwa konveksi dalam kehidupan sehari-hari


Contoh peristiwa konveksi dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut. 1. Pada lemari es, mesin pendinginnya ditempatkan di bagian atas. Mesin pendingin itu berfungsi mendinginkan udara di sekitarnya. Karena udara yang ding in massa jenisnya besar, udara itu turun dan digantikan oleh udara hangat yang naik dari bagian bawah. Demikian hal itu berlangsung secara terus-menerus. Peredaran (sirkulasi) udara itu membawa kalor (energi panas) dari semua makanan yang ada dalam lemari. ltulah sebabnya, makanan yang ada dalam lemari es menjadi dingin. 2. Udara di sekitar tungku pemanas pada pabrik-pabrik mempunyai suhu yang lebih tinggi daripada suhu udara luar. ltulah sebabnya, asap pabrik dapat naik melalui cerobong-cerobong pabrik. 3. Pada siang hari, suhu udara di darat lebih tinggi daripada di laut. Hal itu karena kalor jenis tanah (daratan) lebih kecil daripada air laut. Dengan kata lain, daratan lebih cepat panas daripada lautan. Oleh karena itu, terjadilah aliran udara (angin) dari laut ke darat yang disebut angin laut. Aliran udara itu berlangsung dengan cara udara di atas daratan naik kemudian tempatnya diisi oleh udara dingin yang berasal dari laut. Sebaliknya, pada mal am hari suhu udara di permukaan laut lebih tinggi daripada suhu udara di darat. Hal itu terjadi karena air laut lebih lama menahan panas daripada

http://fisika-indonesia.blogspot.com

Fisika Indonesia

Fisika Indonesia
daratan. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya aliran udara (angin) dari darat ke laut yang disebut angin darat. 4. Nyala lampu teplok akan lebih terang jika ditutup dengan semprong. Hal ini karena ada aliran udara dari luar masuk ke semprong. Karena udara luar banyak mengandung oksigen, padahal sifat gas oksigen adalah penyelenggara proses pembakaran, terjadilah pembakaran udara di sekitar nyala api. Pembakaran udara luar itulah yang menyebabkan lampu menjadi lebih terang.

Kalor adalah Energi


Apa yang terjadi seandainya orang tidak tahu bahwa kalor adalah salah satu bentuk energi? Seorang pandai besi tentu sangat payah memenuhi pesanan. Sebab ia hanya mengandalkan energi otot untuk menempa baja. Dengan bantuan energi kalor, baja yang sudah berwama kemerahan menjadi cukup lunak untuk dibentuk sesuai dengan pesanan. Tahukah kamu bahwa pisau pramuka, paku baja, dan sendok sangat mudah dibentuk setelah baja melunak (mencair) karena kalor? lstilah kalor (jumlah panas) pertama kali diperkenalkan oleh Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794), seorang ahli kimia berkebangsaan Prancis. Saat itu, kalor dianggap sebagai sejenis zat alir yang tidak dapat dilihat mata. Zat alir itu disebut Kalor. Berdasarkan anggapan itulah satuan kalor ditetapkan, yaitu kalori (kal). Satu kalori didefinisikan sebagai sejumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram air sebesar 1 derajat Celsius. Kalor dapat mengalir dari suatu benda ke benda lain. Jika dua buah benda yang berbeda suhunya dicampur, Kalor akan mengalir dari benda yang bcrsuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Seandainya anggapan bahwa Kalor merupakan suatu zat benar, tentu orang akan dapat mengukur volumnya. Bukankah setiap zat mempunyai volum dan massa? Temyata anggapan itu salah. Para peneliti saat itu berusaha mengetahui volum kalor, namun usaha itu tetap gagal. Pada perkembangan selanjutnya, anggapan bahwa kalor merupakan sejenis zat alir semakin diragukan kebenarannya. Salah satu fakta yang meragukan itu adalah pengalaman Benyamin Thompson (1753-1814). Nama lain dari Benyamin Thompson adalah Count Rumford. Ia adalah seorang pemimpin pengeboran laras-laras meriam di sebuah pabrik senjata di Munich, Jerman. Saat ia melakukan pengeboran, potongan-potongan logam yang diperoleh semua menjadi panas, padahal tidak dilakukan pemanasan (pembakaran). Kejadian ini tidak sesuai dengan anggapan bahwa kalor merupakan zat alir. Hal yang sama juga dialami oleh Robert Mayer (1814 - 1878), seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman. Untuk mengetahui hakikat kalor, ia mengguncang-guncang air yang ada dalam botol. Setelah diguncang-guncang, temyata suhu air naik. Kenaikan suhu air tersebut menunjukkan bahwa jumlah kalor dalam air bertambah. Pertambahan kalor dalam air disebabkan oleh adanya guncangan yang berulang-ulang (energi kinetik). Dari kenyataan itulah selanjutnya disimpulkan bahwa kalor merupakan salah satu bentuk energi.

Perpindahan Kalor Secara Konduksi


Apa itu Konduksi? Konduksi adalah salah satu cara kalor berpindah melalui zat atau medium tertentu tanpa disertai perpindahan molekul-molekul zat tersebut. Konduksi biasanya

http://fisika-indonesia.blogspot.com

Fisika Indonesia

Fisika Indonesia
terjadi pada benda padat. Contoh perpidahan kalor secara konduksi dapat dilihat pada peristiwa naiknya suhu sendok ketika mengaduk air panas dalam gelas. Bagaimana sendok bisa panas? Proses ini berlangsung pada perjalanan kalor dari ujung sendok yang dipanaskan ke ujung lainnya. Ketika ujung sendok dipanaskan, molekul sendok bergetar. Molekul yang bergetar ini memindahkan kalor pada molekul lainnya. Akibatnya, molekul yang menerima kalor bergetar sambil meneruskan aliran kalor ke molekul berikutnya, dan begitu seterusnya sampa pada molekul ujung sendok.

Di alam ini terdapat benda-benda yang berfungsi sebagai penghantar kalor yang baik dan terdapat pula benda-benda penghatar kalor yang kurang baik. Benda-benda yang menghantarkan kalor dengan baik disebut konduktor. Logam seperti besi dan aluminium adalah contoh konduktor yang baik. Sebaliknya, benda yang menghatarkan kalor kurang baik disebut isolator. Umumnya benda yang termasuk sebagai isolator adalah semua benda selain logam, seperti kayu dan plastik. Selain itu, air dan udara juga termasuk isolator. Pada umumnya, zat cair merupakan penghantar yang buruk. Ini merupakan salah satu alasan mengapa air banyak digunakan sebagai pendingin suatu mesin, misalnya mesin mobil menggunakan radiator yang diisi dengan air sebagai pendingin.

Energi : Perubahan Bentuk Energi


Energi dapat berubah bentuk, kira-kira seperti itulah yang dinyatakan dalam Hukum Kekekalan Energi. Energi yang kita gunakan untuk berlari atau berjalan disebut energi kinetik (gerak). Energi tersebut merupakan hasil reaksi kimia dalam tubuh kita. Oleh karena itu, makanan yang kita makan dikatakan memiliki energi kimia. Jadi, dalam hal ini energi kimia berubah menjadi energi kinetik. Demikian pula yang terjadi pada benda jatuh. Benda yang jatuh dari ketinggian tertentu, kecepatan awalnya nol. Semakin mendekati permukaan tanah, kecepatan benda jatuh semakin besar. Kecepatan maksimal benda jatuh adalah saat menyentuh permukaan tanah. Besarnya kecepatan maksimal tersebut tergantung pada ketinggian benda dari permukaan tanah. Dalam hal ini, dapat dianggap bahwa energi

http://fisika-indonesia.blogspot.com

Fisika Indonesia

Fisika Indonesia
potensial benda berubah menjadi energi kinetik. Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh benda berkaitan dengan kedudukannya (tinggi tempat). Dua contoh kasus diatas menunjukkan bahwa energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contoh perubahan bentuk energi lainnya adalah sebagai berikut: 1. Energi listrik berubah bentuk menjadi energi cahaya, contohnya arus listrik dapat digunakan untuk menyediakan lampu penerangan (bohlam atau neon). 2. Energi listrik berubah bentuk menjadi energi kalor (panas), contohnya arus listrik dapat digunakan untuk memasak atau menyetrika. 3. Energi gerak berubah menjadi energi bunyi, contohnya senar yang bergetar (gitar) dapat menghasilkan bunyi. 4. Energi kimia dapat berubah bentuk menjadi energi listrik, contohnya aki atau baterai dapat digunakan untuk menghidupkan tape recorder atau radio.

Biasanya, perubahan bentuk energi yang terjadi tidak berlangsung dari satu bentuk ke satu bentuk lainnya. Akan tetapi, berlangsung dari satu bentuk ke beberapa bentuk lain. Misalnya, pada bohlam yang sedang menyala terjadi perubahan bentuk energi listrik menjadi energi cahaya dan energi panas, pada dua buah logam yang digesekkan terjadi perubahan energi kinetik menjadi energi panas dan energi bunyi, pada tubuh kita terjadi perubahan energi kimia menjadi energi kinetik (aktivitas) dan energi panas.

Jenis-jenis Energi
a. Energi Potensial Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena keadaan atau kedudukannya. Kita mengenal beberapa energi potensial, antara lain energi potensial gravitasi, energi potensial pegas, dan energi potensial listrik. Namun, di sini kita akan fokuskan pada energi potensial gravitasi. Energi potensil gravitasi timbul karena adanya gaya gravitasi. Sebagai contoh, jika kita melepaskan benda dari ketinggian tertentu, benda itu selalu jatuh ke bawah. Hal ini terjadi karena benda itu memiliki potensial untuk jatuh. Dengan kata lain, benda itu memiliki energi potensial gravitasi. b. Energi Kinetik Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda saat bergerak. Energi itu akan dilepaskan (hilang) jika benda berhenti (diam). Besar energi kinetik benda ditentukan oleh massa benda dan kecepatan gerak benda. Semakin besar massa benda dan semakin cepat gerak benda, energi kinetiknya semakin besar. Benda yang bergerak lurus beraturan, bergerak lurus berubah beraturan, dan bergerak melingkar memiliki energi kinetik. Benda yang bergerak dengan kecepatan tetap memiliki energi kinetik konstan. c. Energi Kimia Energi Kimia adalah energi yang tersimpan dalam bahan makanan dan bahan bakar. Energi itu akan dilepaskan jika bahan makanan atau bahan bakar mengalami reaksi kimia. Sebagai contoh, tubuh kita memperoleh energi dari bahan makanan yang kita makan setelah bahan

http://fisika-indonesia.blogspot.com

Fisika Indonesia

Fisika Indonesia
makanan itu mengalami perubahan (bereaksi dengan oksigen) di dalam tubuh. Demikian pula dengan bensin atau solar. Energi kimia dari bensin atau solar dapat diambil (dimanfaatkan) setelah bahan bakar itu dibakar. d. Energi Cahaya dan Energi Panas Energi cahaya dan energi panas adalah dua bentuk energi yang erat sekali hubungannya. Benda yang memancarkan cahaya biasanya disertai dengan panas, contohnya sinar matahari dan api. Sinar matahari sangat penting bagi makhluk hidup di bumi. Sinar matahari diperlukan oleh tumbuhan hijau untuk proses fotosintesis. Keberadaan tumbuhan hijau sangat diperlukan oleh hewan dan manusia. e. Energi Listrik Energi listrik ditimbulkan oleh arus listrik. Energi listrik merupakan energi yang paling banyak digunakan oleh manusia secara langsung. Hal itu karena energi listrik mudah dibangkitkan dan mudah diubah bentuknya menjadi energi bentuk lain, misalnya energi cahaya, panas, dan gerak. Dalam kehidupan sehari-hari, energi listrik banyak digunakan untuk penerangan dan menyalakan mesin-mesin industri. f. Energi Bunyi Energi bunyi terdapat pada segala jenis bunyi: orang bercakap-cakap, suara kicau burung, suara alat musik dan sebagainya. Betulkan bunyi adalah energi? Jika mendengar bunyi yang sangat keras, telinga kita terasa sakit. Hal itu menunjukkan bahwa bunyi memiliki energi. Energi itulah yang merambat dari satu tempat ke tempat yang lain.

Penerapan Prinsip Perpindahan Kalor


Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan prinsip perpindahan kalor dapat dilihat pada termos, setrika, dan pipa penukar kalor. Termos air panas ataupun termos es merupakan salah satu alat yang mampu mencegah hilangnya kalor secara konduksi, konveksi, ataupun radiasi. Termos sebenarnya adalah sebuah botol di dalam botol. Di sisi botol termos sebelah luar biasanya diberi lapisan perak, yang berfungsi mencegah perpindahan kalor secara radiasi. Kalor dari botol sebelah dalam mengkilap berfungsi sebagai pemantul radiasi agar suhu air dalam termos relatif tetap. Di antara botol sebelah dalam dan botol sebelah luar terdapat ruang vakum atau hampa udara sehingga perpindahan kalor secara konveksi dari dinding kaca ke luar tidak terjadi. Kemudian, tutup termos terbuat dari bahan isolator, misalnya gabus untuk mencega proses perpindahan kalor secara konduksi pada permukaan air. Gabus adalah isolator. Prinsip kerja dari alat setrika listrik adalah energi listrik diubah menjadi energi panas yang kemudian dikonduksikan melalui alas besi tebal yang ada di bagian bawah setrika. Penghantaran kalor secara radiasi dan konveksi tidak terjadi pada setrika. Pipa penukar kalor yang banyak digunakan di bidang industri merupakan suatu alat yang digunakan di bidang industri merupakan suatu alat yang digunakan untuk memanaskan zat cair atau udara pada suatu wadah. Di dalam pipa dialirkan air panas atau udara panas hasil

http://fisika-indonesia.blogspot.com

Fisika Indonesia

Fisika Indonesia
proses pemanasan suatu alat yang dinamakan boiler. Pipa penukar kalor dimasukkan pada tempat atau wadah yang berisi air atau udara yang akan dipanaskan sehingga terjadi perpindahan kalor secara konveksi dan konduksi. Proses tersebut berlangsung dengan cara air panas yang mengalir dalam pipa akan menghantarkan kalor secara konveksi ke pipa bagian dalam. Dari bagian dalam dan permukaan pipa kalor dihantarkan secara konveksi pada zat cair atau udara.

Pengertian Energi
Apa itu energi? Kajian kita kali ini akan membahas pengertian energi. Jika kita berlari, beberapa saat kemudian kita merasa lelah. Keadaan seperti ini dikatakan energi (tenaga) kita berkurang. Jika kita terus berlari, suatu saat kita tidak kuat lagi berlari. Keadaan seperti ini, dikatakan kita kehabisan energi Demikian juga dengan aktivitas yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa dalam aktivitas diperlukan energi. Demikian juga dapat disimpulkan bahwa energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja (usaha), pernyataan ini adalah defenisi energi. Dari mana energi tersebut kita peroleh? Tentu saja berasal dari makanan yang kita makan sehari-hari. Jadi, dalam makanan tersimpan energi. Sesuatu yang menyimpan energi disebut sumber energi. Demikian pula halnya yang terjadi pada mobil. Mobil memerlukan sejumlah energi agar dapat melaju (berjalan), maka dari itu diperlukan sumber energi yang berasal dari bahan bakar (solar atau bensin). Jadi, suatu benda hanya akan mampu melakukan kerja (usaha) jika memiliki energi. Di alam terdapat banyak sumber energi. Contoh sumber energi alam adalah cahaya matahari, batu bara, dan minyak bumi. Karena terdapat banyak sumber energi, bentuk energi yang dihasilkan menjadi bermacam-macam, contohnya energi potensial, energi kinetik, energi kimia, energi cahaya, energi panas (kalor), energi listrik, energi buyi, dan energi nuklir.

Kalor dapat Merubah Suhu suatu zat


Pernahkah anda memperhatikan, apakah yang terjadi ketika kita mencelupkan sebuah sendok ke dalam sebuah gelas berisi air panas? Apa yang akan terjadi jika anda menambahkan air dingin ke dalam sebuah mangkuk berisi air panas? Pada kasus pertama, karena suhu sendok lebih rendah dibandingkan suhu air, energi kalor akan mengalir dari air menuju sendok sehingga suhu sendok akan naik. Pada kasus kedua, energi kalor mengalir dari air panas menuju air dingin sehingga pada akhirnya anda akan mendapatkan bahwa suhu air dalam mangkuk berada di antara suhu-suhu air sebelum dicampurkan. Hal ini menunjukkan bahwa kalor dapat mengubah suhu suatu zat. Satuan kalor adalah Joule atau kalori. Setelah melakukan serangkaian percobaan, James P. Joule memperoleh hubungan kalori dengan joule, yaitu: 1 kalori = 4,2 joule 1 joule = 0,24 kalori Satu kalori adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air hingga suhunya naik 10C. Apakah kenaikan suhu dua jenis zat yang berbeda, misalnya air dan minyak kelapa akan sama jika kalor yang diberikan sama? Dari hasil percobaan bahwa kalor

http://fisika-indonesia.blogspot.com

Fisika Indonesia

Fisika Indonesia
(Q) berbanding lurus dengan massa zat (m), kenaikan suhu (T), dan kalor jenis zat (c). Oleh karena itu persamaan tentang kalor dapat dituliskan sebagai berikut: Q = m.c.T

Kalor dapat Merubah Wujud Zat


Pengaruh kalor terhadap zat salah satunya adalah dapat mengubah wujud zat. Jika suatu zat diberi pengaruh kalor ternyata zat tersebut mengalami perubahan keadaan, yaitu perubahan wujud dari satu bentuk ke bentuk lain. Wujud tersebut dapat berupa padat, cair, dan gas. Apakah yang terjadi jika es batu diberi kalor? Pemberian kalor akan meningkatkan suhu es. Jika pemberian kalor secara terus-menerus, akan menyebabkan es yang awalnya berwujud padat berubah wujud menjadi air. Jika pemberian kalor dilanjutkan, air akan menguap. Dengan demikian, kalor dapat mengubah wujud zat dari padat menjadi gas. Pada zat padat, molekul-molekulnya sangat rapat dan mempunyai gaya tarik-menarik antarmolekul yang cukup besar. Itulah sebabnya mengapa es memiliki bentuk tertentu. Ketika sejumlah kalor diberikan pada balok es, energi getaran molekul-molekul bertambah dan mengakibatkan molekul-molekul itu lepas dari ikatannya. Pada akhirnya, es (zat padat) berubah menjadi air (zat cair).

Perubahan wujud zat

Kalor yang diperlukan untuk mencairkan es didapatkan dari lingkungan sekitarnya. Misalnya, kalor diserap es dari air yang berfungsi sebagai lingkungannya ataupun diserap dari gelas kaca yang mendapat pemanasan langsung dari suatu pembakaran. Akibatnya, suhu lingkungannya turun. Suhu suatu zat padat ketika berubah menjadi zat cair disebut titik cair atau titik lebur zat tersebut, sedangkan suhu ketika suatu zat cair berubah menjadi zat padat disebut titik beku. Sebagai contoh, titik beku air adalah 00C, titik lebur raksa adalah 38,87 0C, dan titik lebur besi 1535 0C. Pernahkah anda melihat lilin yang dibakar sumbunya akan meleleh, kemudian membeku kembali? Melelehnya lilin disebabkan oleh adanya sejumlah kalor yang diserap lilin sehingga mengakibatkan suhu lilin bertambah besar. Kenaikan suhu ini akan mengakibatkan energi getar molekul-molekul lilin bertambah sehingga mampu melepaskan diri dari ikatan antarmolekul yang besar. Proses pembekuan kembali lilin cair disebabkan oleh terserapnya sejumlah kalor yang dimiliki oleh lilin cair oleh lingkungan sekitarnya (misalnya tempat lilin

http://fisika-indonesia.blogspot.com

Fisika Indonesia

Fisika Indonesia
dan udara). Akibatnya, suhu lilin cair menjadi turun dan lilin membeku kembali. Perubahan wujud zat yang lain akibat kalor adalah gas ke cair (dan sebaliknya), padat ke gas (dan sebaliknya).

Pengertian Kalor Jenis


Apa itu kalor jenis? Jawaban pertanyaan inilah yang akan kita bahas dalam tulisan ini. Tidak semua materi mempunyai kemampuan yang sama dalam menyerap kalor. Mengapa? Hal ini terjadi karena setiap zat mempunyai kalor jenis yang berbeda. Bandingkan air, besi, dan raksa! Jika air, besi, dan raksa mempunyai massa dan suhu awal yang sama, kemudian diberi kalor hingga mengalami kenaikan suhu yang sama juga, setiap zat akan menyerap jumlah kalor yang berbeda, bergantung pada jenis zat. Untuk setiap kenaikan suhu air 10C dari air bermassa 1 gram diperlukan kalor sebesar 1 kalor jenis air adalah 1 kal/(g0C). Sebenarnya, satuan kalor disesuaikan dengan sifat air. Dapat dikatakan satuan kalori ditetapkan oleh sifat air, jumlah kalor yang diperlukan 1 gram air untuk naik 10C. Untuk setiap kenaikan suhu besi 10C diperlukan kalor sebesar 0,11 kalori karena kalor jenisnya 0,11 kal/(g0C). Untuk setiap kenaikan suhu raksa 10C diperlukan kalor sebesar 0,033 kalori karena kalor jenisnya adalah 0,033 kal/(g0C). Dengan demikian kalor jenis menggambar kemampuan suatu zat untuk menyerap kalor. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kalor jenis adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu setiap 1 kilogram zat dan setiap 10C. Zat yang memiliki kalor jenis terbesar tentunya akan membutuhkan kalor yang lebih banyak untuk menaikkan suhunya. Air banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari karena memiliki kalor jenis yang besar. Sebagai contoh, pada siang hari kita akan merasa segar jika minum air dingin. Hal ini disebabkan kalor jenis air lebih besar daripada kalor jenis udara. Air tidak mudah naik suhunya walaupun suhu udara cukup tinggi. Selain itu, air dapat pula digunakan sebagai pendingin mesin mobil karena kenaikan suhu air lebih lambat dibandingkan suhu mesil mobil. Hal ini disebabkan kalor jenis air lebih kecil daripada kalor jenis logam penyusun mesin mobil.

Pengertian Kalor
Tahu nggak, kalor itu apaan? Jika dua buah benda yang berbeda suhunya disatukan, benda yang memiliki suhu lebih rendah akan naik suhunya. Benda yang memiliki suhu lebih tinggi akan mengalami penurunan suhu. Pada akhirnya, suhu kedua benda akan sama. Apa yang menyebabkan kejadian tersebut? Para ilmuwan meyakini bahwa ada suatu zat yang terkandung dalam setiap benda yang dinamakan kalor. Para ahli fisika pada saat itu seperti Count Rumford, Julius Meyes, James P. Joule, Herman von Helmholtz, serta L.A. Colding dapat membuktikan bahwa kalor bukanlah suatu zat, melainkan suatu bentuk energi.

http://fisika-indonesia.blogspot.com

Fisika Indonesia

Fisika Indonesia

Jadi, kalor adalah salah satu bentuk energi yang dipindahkan oleh benda yang memiliki suhu lebih tinggi ke benda yang memiliki suhu lebih rendah. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa kalor tidaklah harus berhubungan dengan kenaikan suhu benda. Kalor dapat juga mengubah wujud suatu benda pada suhu yang tetap, misalnya pada peristiwa air mendidih.

Hukum Kekekalan Energi

Dalam semua proses alam, terdapat suatu besaran fisika yang selalu tetap, yaitu energi. Hal ini sesuai dengan yang dirumuskan dalam hukum kekekalan energi, yang berbunyi; "Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya, namun jumlah total energi tidak berubah."

source: pendulum.es

http://fisika-indonesia.blogspot.com

Fisika Indonesia

Fisika Indonesia
Jika kita meninjau sebuah sistem secara keseluruhan, baik sebuah sistem sederhana seperti bandul maupun sistem kompleks seperti galaksi yang terdiri atas jutaan bintang, energi total dari sebuah sistem tidak pernah berubah. Energi dapat berubah bentuk atau dapat juga berpindah, namun jika kita jumlahkan semua energi dari berbagai bentuk dan energi yang berpindah, kita akan mendapatkan bahwa jumlah energinya selalu tetap. Energi memiliki banyak bentuk seperti energi gravitasi, energi kinetik, energi panas, energi elastik, energi listrik, energi kimia, energi radiasi, energi nuklir, dan lain-lain. Jika kita tinjau reaksi inti atom hidrogen di matahari. Dalam reaksi inti ini, sejumlah energi dilepaskan. Sebagian dari energi ini diserap oleh tumbuhan, yang nantinya sebagian dari tumbuhan akan menjadi batubara. Sebagaian energi disimpan dalam makanan yang dihasilkan tumbuhan. Sebagian energi matahari akan menyebabkan penguapan air laut, yang kemudian akan menjadi air hujan, yang nantinya dapat ditampung oleh sebuah bendungan. Air di dalam bendungan memiliki energi potensial dan dapat digunakan untuk membangkitkan listrik. Energi listrik kemudian dialirkan ke rumah-rumah atau pabrik, yang digunakan untuk berbagai keperluan seperti untuk menjalankan mesin, untuk penerangan, untuk memasak, dan lain-lain.

http://fisika-indonesia.blogspot.com

Fisika Indonesia