Anda di halaman 1dari 5

Siklus Sulfur

Sebelum membahas tentang siklus sulfur, kita harus tau apa itu sulfur dan karakteristiknya. Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral-mineral sulfida dan sulfat. Berikut adalah gambar tentang bagaimana daur sulfur itu sendiri:

Gambar 1.1 Siklus Sulfur Siklus sulfur didahului oleh pembentukan sulfur dari kerak bumi dan atmosfer. Secara alami, sulfur terkandung di dalam tanah dalam bentuk mineral tanah. Dimana kerak bumi umumnya mengandung sekitar 0,06% belerang. Sulfida-sulfida logam terdapat dalam bebatuan plutonik, yaitu batuan yang membeku di dalam kerak bumi dan tidak mencapai ke permukaan bumi. Bebatuan plutonik ini apabila hancur dan mengalami pelapukan akan membebaskan sulfida ini melalui reaksi oksidasi dan menghasilkan sulfat (SO 42-) yang kemudian mengalami presipitasi (pengendapan) dalam bentuk garam-garam sulfat yang larut atau tidak larut.

Gambar 1.2 Hujan asam

Di atmosfer, terdapat hampir 0,05 ppm belerang dalam bentuk gas belerang dioksida (SO2) yang merupakan hasil perilaku manusia yang berupa hasil emisi pembakaran bahan bakar berbelerang seperti minyak bumi dan batubara yang banyak dihasilkan oleh asap kendaraan dan pabrik atau gas belerang dari gunung berapi. Gas SO2 tersebut akan naik ke atmosfer sehingga menambah jumlah kandungan gas SO2 di atmosfer. Lalu gas SO2 akan berada diawan dan terjadi hidrolisis air membentuk H2SO4, awan akan mengalami kondensasi yang akhirnya menurunkan hujan yang dikenal dengan hujan asam. Air hujan akan jatuh di tanah, sungai, dan lautan. Dari sini dapat kita bedakan sulfur di litosfer dan sulfur di hidrosfer.

1. Sulfur di litosfer

Gambar 1.3 Proses sulfur di litosfer

Air hujan tersebut akan masuk kedalam tanah, masih dalam bentuk sulfur. Tumbuhan hanya dapat menyerap sulfur dalam bentuk sulfat. Oleh sebab itu, diperlukan perantara bakteri agar dapat mengubah sulfur menjadi sulfat. Bakteri yang terlibat dalam proses daur belerang (sulfur) adalah Desulfovibrio dan Desulfomaculum yang nantinya akan berperan mereduksi sulfur menjadi sulfida dalam bentuk (H2S) atau hidrogen sulfida. Sulfida sendiri nantinya akan dimanfaatkan oleh bakteri fotoautotrof anaerob seperti halnya Chromatium dan melepaskan sulfur serta oksigen. Bakteri kemolitotrof seperti halnya Thiobacillus yang akhirnya akan mengoksidasi menjadi bentuk sulfat anorganik. Proses diatas juga dapat ditulis sebagai berikut: 1. H2S S SO42- ; bakteri fotoautotrof tak berwarna, hijau dan ungu. 2. SO42- H2S (reduksi sulfat anaerobik); bakteri Desulfovibrio dan Desulfomaculum. 3. H2S SO42- (Pengoksidasi sulfide aerobik); bakteri kemolitotrof yaitu bakteri Thiobacillus. 4. Senyawa Organik SO42- + H2S, masing-masing mikroorganisme heterotrof aerobik dan anaerobik. Sulfat pun mengendap dalam tanah, sehingga dapat dikatakan hujan asam menambah jumlah sulfat dalam tanah. Sulfat disini adalah sulfat anorganik. Tumbuhan kemudian menyerap sulfat (SO42-) yang mengendap dalam tanah. Di dalam tubuh

tumbuhan, sulfat digunakan sebagai bahan penyusun protein. Dari mekanisme metabolisme ditubuh tumbuhan terbentuklah sulfat organik. Perpindahan sulfat organik ini terjadi melalui proses rantai makanan, hewan dan manusia mendapatkan sulfat organik dengan jalan memakan tumbuhan. Jika makhluk hidup mati, jasad renik (dekomposer) akan menguraikannya menjadi gas berbau busuk yakni H2S dan sulfida (S2). Penguraian tersebut kembali menghasilkan sulfat anorganik. Penguraian makhluk hidup yang mati oleh dekomposer tersebut juga menambah jumlah sulfur di tanah. Sebagian sulfur yang tidak dimanfaatkan tumbuhan kemudian terpendam berjuta-juta tahun menjadi bahan bakar fosil. Ada juga senyawa sulfur yang dilepas kembali ke atmosfer.

2. Sulfur di hidrosfer Hujan asam akan jatuh di daerah perairan seperti sungai, laut, dan lainnya. Sulfat yang turun ke daerah perairan mempengaruhi hewan dan makluk hidup di air. Hal ini

disebabkan karena pH air turun (suasana asam). Salah satu pereduksian sulfur menjadi hidrogen sulfida di litosfer dapat mempengaruhi kehidupan perairan karena hidrogen sulfida ini seringkali mematikan mahluk hidup di perairan dan pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan organik yang mati.

Kegunaan sulfur dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asam sulfat, bahan kimia yang sangat penting. Belerang juga digunakan untuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik. Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit. Belerang cepat menghilangkan bau, digunakan dalam baterai, dipakai pada fungisida dan pembuatan pupuk, digunakan pada korek dan kembang api, digunakan sebagai pelarut dalam berbagai proses. Senyawa organik yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senyawa di antara banyak senyawa belerang yang sangat penting. Pada tanaman, sulfur dapat berfungsi sebagai pembentukan asam amino dan pertumbuhan tunas serta membantu pembentukan bintil akar tanaman, Pertumbuhan anakan pada tanaman, berperan dalam pembentukan klorofil serta meningkatkan ketahanan terhadap jamur. Pada beberapa jenis tanaman antara lain berfungsi membentuk senyawa minyak yang menghasilkan aroma dan juga aktifator enzim membentuk papain. Gejala kekurangan sulfur pada tanaman pada umumnya mirip kekurangan unsur nitrogen. misalnya daun berwarna hijau mudah pucat hingga berwarna kuning, tanaman kurus dan kerdil, perkembangannya lambat. Selain pada tumbuhan, belerang juga sangat dibutuhkan bagi tubuh manusia karena belerang (S) adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam bentuk senyawa asam amino unit kecil dari protein. Protein ini penting pertumbuhan. Pentingnya protein (salah satu penyusunnya adalah sulfur) bagi tubuh agar tidak terkena busung lapar (kiri) dan kwashiorkor (kanan).

Gambar 1.4 Penderita Busung Lapar

Gambar 1.5 Penderita Kwashiorkor

Sedangkan untuk kecantikan, Sulfur bermanfaat untuk merangsang kolagen, serat yang membuat kulit tampak lebih kencang, serta dapat mengurangi kerutan pada wajah. Dengan minum suplemen sulfur setiap hari, maka dalam waktu 6 minggu akan terlihat hasilnya.

Kerugian Sulfur Selain berguna untuk kehidupan, sulfur juga mempunyai dampak yang berbahaya bagi kehidupan misalnya senyawa-senyawa belerang yang bertindak sebagai zat pencemaran udara dan berbahaya seperti SO2 dan SO3. Sulfur dioksida (SO2) adalah gas tidak berwarna. Berbau khas memerihkan mata dan dapat merusak saluran pernapasan, sebab apabila terisap oleh pernapasan secara berlebihan akan bereaksi dengan air dalam saluran pernapasan dan membentuk asam sulfit yang akan merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit. Sulfur dioksida dapat terbentuk pada pembakaran batu bara yang mengandung belerang, dan pemanggangan bijih sulfida. Kerugian utama sulfur yaitu sulfur dalam hujan asam juga dapat mempengaruhi sumber daya alam piramida energi dan rantai makanan yang dapat mengakibatkan

kematian bagi hewan dan hewan air dan tumbuhan dan apabila terjadi tidak adanya keseimbangan komponen penyusun rantai makanan dan piramida energi maka

keseimbangan alam akan rusak serta resiko korosi pada logam oleh asam sulfat yang terbentuk saat terjadi hujan asam.

SUMBER:

http://aichatwins.blogspot.com/2012/05/siklus-sulfur.html

http://05mei1995.blogspot.com/2012/05/siklusdaur-sulfur-biogeokimia.html

http://www.tohib.web.id/2012/05/daur-sulfur-atau-belerang.html

http://www.scribd.com/document_downloads/direct/87568285?extension=pdf&ft=134931118 6&lt=1349314796&uahk=slLEXWdg9tSF5POD6Epd5PQ8D+M

http://asrianinoniblogspotcom.blogspot.com/2012/06/unsur-sulfurbelerang.html