Anda di halaman 1dari 44

CURRICULUM VITAE

Dr. Poernomo Ismoe K, Sp.A MKes


Pekerjaan Pendidikan Formal: : Ka SMF IKA Rumah Sakit Semen Gresik Surabaya 1988-1996 Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga 1999-2001 Program S2 Hospital Management Universitas Gajah Mada 2001-2007 Spesialisasi Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga : 2007-2008 Fellowship Perinatologi RSCM Universitas Indonesia

Pendidikan Lain

Pemberian CPAP dan Surfaktan Dini


Poernomo Ismoe Kartiko

Pendahuluan
Bayi prematur

Penyakit Membran Hyalin

Mortalitas
3

Penyakit Membran Hyalin


sindrom gawat napas yang disebabkan defisiensi surfaktan terutama pada bayi yang lahir dengan masa gestasi kurang.
atelektasis alveoli, edema, dan kerusakan sel dan selanjutnya menyebabkan bocornya serum protein ke dalam alveoli sehingga menghambat fungsi surfaktan.

pendahuluan

Langkah pencegahan terapi maturasi paru

Angka Keberhasilan

Pemberian surfaktan dan CPAP secara dini


5

Definisi CPAP
Continuous positive airway pressure (CPAP) merupakan suatu alat yang mempertahankan tekanan positif pada saluran napas selama pernapasan spontan

CPAP
Penggunaan CPAP dini :
Segera setelah lahir:
Berat < 1000 g (Hany Aly et al; 2004) Umur kehamilan < 32 minggu (Peter Dijk et al) Distres pernafasan ( nafas cepat, merintih, nafas cuping hidung, retraksi) (Gittermann M.K. et al; 1997)

diberikan sejak di ruang bersalin distres pernafasan downes score ?


7

Evaluasi Distress Pernapasan dengan dengan Downes Score

Respiration Penggunaan<CPAP dini : 60x/min


Rate Segera setelah lahir:

1
60-80x/min

2
> 80x/min
Severe Retraction

Retraction Retraction Mild Retraction Berat <No 1000 g (Hany Aly et al; 2004)

Umur kehamilan < 32 minggu (Peter Dijk et al) Cyanosis No Cyanosis Cyanosis relieved Persistent by O2merintih, Cyanotic (with O2) Distres pernafasan ( nafas cepat, nafas cuping
hidung, retraksi) (Gittermann M.K. et al; 1997)
Air entry Good bilateral air entry Decrease in air entry No air entry Audible without stethoscope
8

diberikan No sejak di ruang bersalin Grunting Grunting Audible by stethoscope distres pernafasan downes score

Evaluasi Distress Pernapasan dengan dengan Downes Score

Score < 4

Mild Respiratory distress

Score 4 -7 Severe Respiratory distress


Score > 7 Impending respiratoty failure (Blood gas analysis)

Efek CPAP
Meningkatkan kapasitas paru
Mencegah kolaps alveolar Meningkatkan compliance Mempertahankan surfaktan Mendukung jalan napas dan diafragma Menstimulasi pertumbuhan paru

Infant warmer dengan Neopuff dan blender

Neopuff dengan blender

VS

Head box

CPAP with blender

Keuntungan Nasal CPAP


Mengurangi kebutuhan penggunaan intubasi endotrakeal dan ventilator Mengurangi durasi intubasi dan penggunaan ventilator Mengurangi penggunaan dosis tambahan untuk surfaktan Mengurangi penggunaan suplementasi oksigen Menurunkan risiko BPD Mengurangi biaya
13

14

Kegagalan CPAP
Evaluasi kegagalan CPAP dengan:
Observasi distres pernafasan downe score? Analisa gas darah

Pemberian surfaktan
15

16

Surfaktan
Surfaktan sudah teruji efektifitasnya dalam:
Memperbaiki kebutuhan akan bantuan ventilasi Memperbaiki clinical outcome

Sampai saat ini waktu terbaik untuk pemberian surfaktan masih tetap menjadi pertanyaan :
Profilaksis (prophylactic) vs penyelamatan (rescue) Early rescue vs late rescue
17

Surfaktan
Surfaktan profilaksis (prophylactic surfactant):
Diberikan pada bayi yang berisiko tinggi mengalami Penyakit Membran Hyalin (PMH) Sebelum terjadinya PMH Setelah resusitasi awal, 10-30 menit pasca lahir
18

surfaktan

Rescue Surfactant (terapeutik):


Surfaktan diberikan kepada bayi yang sudah terbukti PMH, lebih sering diberikan dalam 12 jam awal kehidupan.
Early rescue : 1-2 jam setelah lahir Late rescue : 2 jam setelah lahir

19

surfaktan

Berdasarkan clinical trials prophylactic surfactant:


Sangat bermanfaat dan aman Mengurangi insiden PMH sebesar 30% dibanding kontrol Mengurangi angka kematian bayi sebesar 48% Mahal
20

Alasan tidak Memberikan Surfaktan Profilaksis

Sampai saat ini masih belum jelas:


Kriteria untuk menentukan bayi at risk tidak semua bayi dinilai dengan high risk adalah bayi yang kekurangan surfaktan

21

Cara Pemberian surfaktan


Survanta (beractan : natural bovine lung exstract) 100 mg/kg/dose atau 4 ml/kg/dose intratrakeal, tidak kurang dari 6 jam interval pemberian untuk maksimal 2 dosis, surfaktan harus dihangatkan Gunakan alat-alat steril, tangan yang terdekontaminasi, sarung tangan steril Surfaktan diberikan intratrakeal menggunakan kateter 5-Fr (end hole catheter)
22

cara pemberian surfaktan SURVANTA :


Dosis dibuat terbagi 4 Seperempat dosis pertama diberikan 2-3 detik Pindah kateter/selang, hubungkan ke ventilator/ventilasi manual dengan hand bag dengan oksigen yang cukup dan tekanan positif selama 30 detik atau sampai stabil Berikan berangsur-angsur dosis sisa yang lain dengan cara yang sama
23

cara pemberian surfaktan Selama pemberian Dapat terjadi desaturisasi O2 monitoring ketat ventilasi dan oksigenasi Awasi pergerakan dinding dada Jangan suction ETT, setidaknya satu jam setelah pemberian surfaktan, kecuali tidak dapat dihindari secara klinis
24

cara pemberian surfaktan

Setelah pemberian surfaktan


Terjadi perubahan cepat pada mekanik paru dan penyesuaian ventilasi-perfusi Perlu observasi ketat Bayi dapat disapih dengan cepat dan ekstubasi diganti dengan CPAP

25

Risiko pemberian terapi surfaktan


Bradikardia dan hipoksia karena pembuntuan ETT saat memasukkan surfaktan Meningkatkan pulmonary hemorrhage, terutama pada bayi dengan umur kehamilan < 27 minggu

26

27

Pengaturan CPAP
CPAP dimulai pada 5-7 cm dari air, dapat dinaikkan sesuai keadaan klinis. FiO2 40-60% Flow 6-8 L/menit untuk bayi kurang bulan Flow 8-10 L/menit untuk bayi cukup bulan

28

Pemeliharaan CPAP
Pengawasan neonatus dengan CPAP
Neonatus dengan nasal CPAP harus diperiksa setiap 2-4 jam Gastrointestinal:
observasi distensi abdomen, bising usus, visible loops

Pertahankan prong CPAP berada pada septum nasal


29

pemeliharaan CPAP

Hisap lendir dari hidung, mulut, faring,dan lambung setiap 2-4 jam dan atau sesuai kebutuhan jika ditemukan keadaan sebagai berikut:
Meningkatnya upaya nafas, meningkatnya kebutuhan O2, dan insiden apnea/bradikardia Gunakan pipa penghisap no 8; catat jumlah, konsistensi, dan warna sekresi Untuk melunakkan sekresi kental dan kering, gunakan beberapa tetes salin steril 0,9%
30

pemeliharaan CPAP

Periksa seluruh sistem CPAP, apakah:


Alat pencampur oksigen menghasilkan FiO2 yang diharapkan? Flow meter diatur antara 5-7L/menit? Pengatur kelembaban berisi jumlah air yang benar? Suhu gas yang dihirup sudah tepat? Selang kerut tidak terisis air? Ujung distal pipa di botol pada ukuran yang tepat ( 5 cm)? Tampak gelembung udara pada botol outlet?
31

Penanganan Masalah

Tidak terdapat gelembung udara pada botol. Artinya terdapat masalah pada sirkuit. Lepaskan prong dari hidung dan lakukan oklusi.
Jika menimbulkan gelembung di botol, berarti ukuran prong tidak tepat, atau lengkungannya tidak tepat di dalam hidung atau terlalu sempit

32

penanganan masalah
Kadang dengan bayi hanya membuka mulut sistem akan berhenti menimbulkan gelembung. Hal ini dapat dikoreksi dengan menempatkan strip dagu
Jika botol tidak menimbulkan gelembung, hal ini berarti bahwa masalah ada di dalam sirkuit. Periksa setiap komponen di dalam sirkuit

33

penanganan masalah
Prong tidak dapat tetap berada di posisinya, Periksa hal berikut:
Apakah Anda menggunakan prong dengan ukuran yang benar? Apakah bagian tudung berada di posisi yang tepat? Apakah selang korugasi terpasang dengan tepat pada tudung di kedua sisinya pada sudut yang benar terhadap prong ?

34

penanganan masalah Bayi tidak tenang:


Periksa sekresi jalan nafas Berikan pacifier (dot) dan tenangkan BBL. Aspirasi gas berlebihan dari perut bayi jika perlu

35

penanganan masalah
Kerusakan septum nasal. Disebabkan oleh tekanan dan atau friksi terus menerus pada septum nasal. Pencegahan merupakan strategi kunci:
Gunakan prong dengan ukuran yang benar Eratkan prong dengan tudung yang pas dan pin serta tali karet yang diposisikan dengan benar pada selang korugasi Gunakan Velcro moustache
36

penanganan masalah

37

penanganan masalah
Kerusakan nasal septum. Disebabkan oleh tekanan dan/atau friksi terus menerus pada septum nasal. Pencegahan merupakan strategi kunci:
Jangan biarkan bagian bridge dari prong menyentuh septum nasal dalam keadaan apapun Gunakan bantalan hidung (douderm!) Jangan biarkan prong memelintir. Ini dapat menyebabkan tekanan lateral terhadap septum.

38

Menghentikan Pemakaian CPAP


Setelah digunakan CPAP, bayi dapat bernafas dengan mudah dan terlihat penurunan frekuensi nafas dan retraksi FiO2 diturunkan secara bertahap 5% dengan pematauan pulse oxymeter atau Analisa Gas Darah Kebutuhan FiO2 turun sampai sesuai dengan udara ruangan

39

menghentikan pemakaian CPAP


Jika bayi sudah nyaman bernafas dengan CPAP dengan FiO2 21%, dicoba lepas CPAP Bayi dinilai selama percobaan, apakah terdapat takipnea, retraksi, desaturasi O2 atau apnea Jika tanda tersebut timbul percobaan dianggap gagal CPAP harus segera dipasang lagi sedikitnya satu hari sebelum dicoba lagi untuk lepas CPAP

40

menghentikan pemakaian CPAP

Penyapihan CPAP dengan 1-2 cm harus digunakan sampai dengan 4-5 cm H2O, CPAP bisa dihentikan jika kondisi ini dapat ditoleransi selama 12-24 jam Menurunkan tekanan lebih diprioritaskan dibanding menurunkan konsentrasi O2 segera sesudah FiO2<40% Secara umum penurunan O2 bertahap sebesar 5%

41

REKOMENDASI
Rumah sakit yang menyediakan terapi surfaktan harus memastikan tersedianya sarana dan prasana dan personel yang terlatih untuk menangani komplikasi akut dari ventilasi bantuan dan terapi surfaktan itu sendiri

42

TERIMA KASIH

43

Tabel Konsentrasi Oksigen untuk Campuran Udara dan Oksigen


% kons. O2 Udara Bertekanan (liter/menit) 1 2 3 41% 61% 80% 84% 86% 88% 90% 91% 92% 93% 68% 74% 77% 80% 82% 84% 86% 87% 53% 61% 66% 70% 74% 76% 78% 80% 82% 4 37% 47% 55% 61% 65% 68% 71% 74% 76% 77% 5 34% 44% 51% 56% 61% 64% 67% 70% 72% 74% 6 32% 41% 47% 52% 57% 61% 64% 66% 68% 70% 7 31% 38% 45% 50% 54% 57% 61% 63% 65% 67% 8 30% 37% 43% 47% 51% 54% 58% 61% 63% 65% 9 29% 35% 41% 45% 49% 53% 56% 58% 61% 63% 10 28% 34% 39% 44% 47% 51% 54% 56% 58% 61%
44

1 2 3 Oksigen (liter/menit 4 5 6 7 8 9 10