Anda di halaman 1dari 4

DASAR NEGARA DAN KONSTITUSI

A.Pengertian dasar Negara dengan Konstitusi 1. Pengertian Dasar Negara Dasar suatu Negara sering disebut Dasar Falsafah(Philosofische Grondslag) dr negara. Dalam pengertian ini dasar negara merupakan nilai dan norma untuk menga tur pemerintahan negara atau merupakan suatu dasar untuk menyelenggarakan . Negara.Dasar Negara Indonesia adalah pancasila yang mempunyai kedudukan dan fungsi sebagai. 2. Pengertian Konstitusi Konstitusi berasal dari bahasa Inggris yaitu constitution atau bahasa Belanda yaitu constitue yang artinya undang-undang dasar .jadi konstutusi mengandung penger tian pembentukan suatu Negara atau menyusun dan menyatakan suatu Negara. Pengertian konstitusi dalam politik ketatanegaraan umum mempunyai arti : a. Lebih luas dari pada pengertian UUD. Konstitusi dapat mempunyai arti lebih luas dri pada UUD,karena pengertian UUD hanya meliputi konsitusi tertulis saja dan selain itu juga masih terdapat Konsitusi tidak tertulis yang tidak tercakup dalam UUD ,yang disebut dengan konvensi. b. Sama dengan pengertian UUD Dalam praktek ketatanegaraan RI ,pengertian konstitusi adalah sama dengan UUD ,hal ini terbukti dengan disebutnya istilah konstitusi RIS tahun 1949. 1 3. Tujuan dan Nilai Konstitusi Dalam suatu Negara Konstitusi memiliki tujuan antara lain : a. memberikan pembatasan sekaligus pengawasan terhadap kekuasaan politik b. melepaskan control kekuasaan dari penguasa c. memberikan batasan-batasan ketetapan bagi para penguasa dalam menjalankan kekuasaannya. Sedang nilai yang terkandung dalam Konstitusi adalah : a. Nilai Normatif yaitu resmi diterima oleh bangsa, bagi bangsa konstitusi itu tidak hanya berlaku secara hokum melainkan juga berlaku secara nyata dalam masyarakat. b. Nilai Nominal,yaitu sesuai dengan hokum yang berlaku,namun tidak sempurna Ketidak sempurnaan itu bisa disebabkan oleh pasal-pasal tertentu yang tidak berlaku atau tidak seluruh pasal dalam konstitusi tersebut berlaku umum. c. Nilai Semantik, yaitu hanya berlaku untuk kepentingan penguasa dalam menjalankan kekuasaan penguasa dalam menggunakan konstitusi untuk menjalankan kekuasaan politik,penguasa menafsirkan konstitusi dengan keinginannya.

Substansi (isi) konstitusi suatu negara secara umum meliputi : 1. Bentuk negara 2. Bentuk pemerintahan 3. Alat-alat perlengkapan Negara 4. Tugas alat-alat pemerintahan Negara 5. Hak dan kewajiban warga negara 6. Pembagian kekuasaan Negara 7. Sistem Pemerintahan Negara Tujuan dibentuknya Konstitusi antara lain : 1. Untuk membatasi kekuasaan penguasa Negara agar tidak sewenang-wenang. 2. Untuk melindungi hak asasi manusia 3. Sebagai pedoman dalam penyelenggaraan Negara C. Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi pada Negara RI dengan Negara Liberal dan Negara Komunis. 1. Negara RI Dasar Negara RI Pancasila ,termuat dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV Yaitu : a. Melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia b. Memajukan kesejahteraan umum c. Mencerdaskan kehidupan bangsa d. Ikut melaksanakan ketertiban dunia. Sebagai dasar negara ,Pancasila merupakan landasan yuridis Konstitusional dan dapat disebut sebagai Ideologi Negara.Sebagai dasar Negara ,Pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hokum,sehingga semua peraturan hokum/ketatanegaraan yang bertentangan dengan Pancasila harus dicabut . Perwujudan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Negara dalam bentuk peraturan perundang-undangan bersifat imperative (mengikat) bagi : 1. penyelenggara negara 2. lembaga negara 3. lembaga kemasyarakatan 4. warga negara Indonesia dimana berada 5. penduduk di seluruh wilayah Negara kesatuan RI Lembaga lembaga kenegaraan sesuai dengan UUD 1945 hasil amandemen adalah: 1. MPR (pasal 2-3) 2. Presiden ( pasal 4-16 ) 3. DPR ( pasal 19-22B) 4. BPK (Pasal 23 E dan pasal 23 F) 5. Mahkamah Agung ( pasal 24 A )

2. Negara Liberal Paham liberal berakar dari paham individualistis yang menempatkan kepentingan Individu sebagai tujuan hidup. Menurut paham ini fungsi Negara hanya merupakan Sarana/alat belaka bagi usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan individualnya. 3 Liberalisme adalah suatu paham yang mementingkan dan menjunjung tinggi kebeba san perorangan. Pemerintah Negara Inggris telah banyak memberikan sumbangan kepada peradaban dunia,dan konsep-konsep pemikiran yang paling besar dalam sumbangannya terhadap hak asasi manusia dan lembaga-lembaga demokrasi. Oleh sebab itu Inggris dikenal sebagai induk parlementaria ( mother of parliament ). Ciri-ciri pemerintahan parlementer a. kekuatan legislative /DPR lebih kuat dari pada kekuasaan eksekutif b. Program-program kebijakan cabinet harus disesuaikan dengan tujuan politik sebagian besar anggota parlemen. c. Kabinet harus mempertanggungjawabkan semua tindakan kepada DPR. 4. Negara Komunis Komunis merupakan aliran politik yang menganut ajaran Karl Marx dan Friedrich Engels . Karangan Karl Marx yang menjadi landasan komunisme adalah Manifesto komunis yang dibuat di Brassel tahun 1847 . Dalam ajaran komunis untuk mencapai tujuan dapat menghalalkan segala cara bila perlu dengan jalan revolusi.disamping itu tidak mengakui hak milik peroranga Di negara komunis terdapat gaya hidup dengan nilai-nilai tertentu antara lain : a. Gagasan Monisme yaitu menolak adanya golongan dalam masyarakat karena merupakan tanda perpecahan.,persatuan harus dipaksakan dan opini harus ditindas. b. Kekerasan dipandang sebagai alat yang sah guna mencapai komunisme. c. Negara merupakan alat untuk mencapai komunisme. D.Kedudukan Pembukaan UUD 1945 Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai pokok kaedah yang fundamental.Pokok Kaidah yang fundamental menurut hokum tata negara memiliki beberapa unsur mutlak antara lain : 1. Ditentukan oleh pembentuk Negara 2. meuat tujuan Negara 3. ada ketentuan diadakan UUD Negara 4. bentuk negara 5. memuat dasar falsafah Negara Pokok kaedah Negara yang fundamental menurut ilmu hukum mempunyai hakekat dan kedudukan sebagai hukum yang tetap terletak pada kelangsungan hidup negara. Dan oleh karena itu berkedudukan sebagai tertib hokum tertinggi.,maka secara hokum tidak dapat diubah. Karena bila mengubah Pembukaan UUD 1945 sama halnya dengan dengan pembubaran Negara kesatuan RI.