Anda di halaman 1dari 35

TUMBUHAN (BERBIJI) TERBUKA

Pengertian Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae) Secara harfiah Gymnospermae berarti gym = telanjang dan spermae = tumbuhan yang menghasilkan biji. Jadi, Gymnospermae3 adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Tumbuhan kelompok Gymnospermae mempunyai ciri, yaitu : 1.Bakal biji tidak terlindungi oleh daun buah. 2.Berakar tunggang. 3.Umumnya berupa pohon. 4.Mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Para ahli biologi menggolongkan Gymnospermae menjadi beberapa ordo dan divisio, yaitu : 1.Cycadales divisio Cycadophyta, contoh pakis haji (Cycas rumphii) 2.Ginkgoales divisio Ginkgophyta, contoh Ginkgo biloba 3.Coniferales divisio Pinophyta, contoh pinus, cemara, dan dammar 4.Gnetales divisio Gnetophyta, contoh melinjo (Gnetum gnemon)

1.Ordo Cycadales Divisio Cycadophyta Tumbuhan yang termasuk dari Cycadales adalah pakis haji. Pakis haji berbentuk seperti kelapa sawit dan sering digunakan untuk tanaman hias. Jenis ini dapat ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Klasifikasi Pakis Haji

Kingdom Subkingdom Superdivisio Divisio Kelas Ordo Familia Genus Spesies

: Plantae (tumbuhan) : Tracheobionta (berpembuluh) : Spermatophyta (menghasilkan biji) : Cycadophyta (sikad) : Cycadopsida : Cycadales : Cycadaceae : Cycas : Cycas rumphii Miq

Adapun ciri - ciri umum dari ordo Cycadales adalah : 1.Berupa pohon, seperti kelapa sawit dengan pertulangan daun sejajar. 2.Berumah dua, artinya ada tanaman jantan yang menghasilkan strobilus4 jantan dan tanaman betina yang menghasilkan strobilus betina pada tanman yang berbeda.

Anggota ini menghasilkan strobilus yang besar. Meskipun demikian, rata - rata reproduksinya rendah. Dari 15 - 20 strobilus yang dihasilkan tumbuhan Cycas jantan, hanya satu atau dua saja yang siap melepaskan serbuk sarinya. Strobilus jantan ini menghasilkan aroma yang membuat serangga tertarik untuk datang. Setelah datang, serangga tersebut akan memakan strobilus dan berkembang biak. Pada saat yang sama, strobilus betina menghasilkan bau yang dapat mengusir serangga yang datang kepadanya. Setelah beberapa waktu, strobilus betina menghasilkan aroma yang justru menarik serangga yang berasal dari strobilus jantan. Sambil membawa mikrospora dari strobilus jantan, serangga tersebut menuju strobilus betina dan terjadilah polinasi. 2.Ordo Ginkgoales Divisio Ginkgophyta Salah satu tumbuhan dalam ordo Ginggoales adalah Ginkgo biloba. Tanaman ini berasal dari Cina. Selain itu, spesies ini tercatat sebagai spesies pohon tertua di dunia. Selama 80 tahun spesies ini belum pernah berubah.

Klasifikasi Ginkgo biloba Kingdom Divisio Class Ordo Family Genus Spesies : Plantae : Ginkgophyta : Ginkgoopsida : Ginkgoales : Ginkgoaceae : Ginkgo : Ginkgo biloba

Ciri khas tanaman ini adalah mempunyai daun yang berbentuk seperti kapas dengan lebar 5 sampai 10 sentimeter dan tinggi batang mencapai 30 meter. Selain itu, daunnya juga ada yang berbentuk mirip daun paku kelompok suplir. Manfaat dan kegunaan Ginkgo biloba : Berfungsisebagai antioksidan untuk menekan radikal bebas Untuk meremajakan sel-sel otak yaitu dengan cara memulihkan reseptor-reseptor di dalam otak serta meningkatkan serotonin

Mempunyai Dapat memacu

kemampuan produksi

untuk molekul

memperbaiki energi ATP

peredaran (adenosine

darah

triphosphate)

Ketika musim penyerbukan tiba, tanaman ini mengeluarkan bau yang kurang sedap dan dijauhi oleh manusia. Peluang agribisnis tannaman ini adalah di manfaatkan sebagai peneduh atau sebagai tanaman hias. Selain itu, tanaman ini juga di percaya sebagai tanaman obat Bronkhitis dan asma sejak 5000 tahun lalu di Cina.

3.Ordo Coniferales Divisio Pinophyta Tumbuhan yang termasuk ordo Coniferales adalah pinus atau tusam (Pinus merkusii), damar (Agathis alba), dan cemara (Araucaria cunning hamii).

Klasifikasi Pinus Divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis : Coniferophyta : Pinopsida : Pinales : Pinacea : Pinus : Pinus montezumae Lambert.

Adapun ciri umum ordo Coniferales adalah tanaman berupa pohon, daun berbentuk jarum, serta ada yang berumah satu dan berumah dua. Pohon pinus dan cemara banyak hidup di Eropa bagian pegunungan. Di Eropa tanaman pinus dan cemara disebut evergreen, artinya daunnya tetap hijau sepanjang masa. Tumbuhan dari ordo ini banyak dimanfaatkan oleh manusia. Misalnya, batang pinus digunakan untuk bahan industri kertas dan korek api. Sedangkan damar digunakan untuk minyak terpentin dan obat - obatan. Selain itu, cemara juga dapat digunakan sebagai tanaman hias. Manfaat dan kegunaan tanaman tersebut merupakan peluang dalam agribisnis.

4.Ordo Gnetales Divisio Gnetophyta Tumbuhan yang cukup dikenal dari ordo ini adalah melinjo atau tangkil7 (Gnetum gnemon). Melinjo banyak digunakan oleh orang Indonesia untuk sayur - sayuran dan emping.

Klasifikasi ilmiah Gnetum gnemon (Melinjo) Kerajaan Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Gnetophyta : Gnetopsida : Gnetales : Gnetaceae : Gnetum : Gnetum gnemon

Anggota lainnya adalah Ephedra sp. dan Welwitschia sp. Genus Ephedra atau yang di kenal dengan nama Mormon tea atau Ma Huang mengandung zat ephedrin dan pseudoephedrin. Zat ini jika di minum dalam dosis rendah digunakan sebagai obat demam. Zat ini dapat pula mengemulsikan sistem syaraf pusat sehingga tidak jarang digunakan sebagai narkoba yang dikenal dengan herbal ectacy. Ephedra tumbuh di seluruh gurun di dunia. Berbeda dengan Ephedra yang tumbuh di seluruh gurun dunia, Welwitschia hanya tumbuh di gurun Afrika. Pertumbuhan tumbuhan dengan daun berupa helai - helai yang besar dan panjang mirip gurita ini cukup lambat. Kebutuhan airnya sebagian besar dipenuhi melalui kabut. Adapun ciri - ciri umum ordo Gnetales antara lain tanaman berupa pohon, daun lebar, dan mempunyai pertulangan menyirip bentuk daun buah melingkar atau berkarang, serta ada yang berumah satu dan berumah dua. Secara umum Gymnospermae bermanfaat bagi kehidupan manusia. Di antaranya sebagai berikut : 1.Tanaman hias, misalnya cemara dan pakis haji. 2.Bahan industri, cat, dan obat - obatan, misalnya damar. 3.Bahan pembuat kertas dan korek api, misalnya pinus. 4.Sayur - mayur, misalnya melinjo. Tumbuhan Biji Terbuka (Pinophyta atau Gymnospermae) Tumbuhan biji terbuka adalah tumbuhan yang bijinya tidak ditutup oleh bakal buah. Berdasarkan fosil yang ditemukan, tumbuhan ini sudah ada sejak 345 juta tahun lalu. Sebagian besar anggotanya sudah menjadi fosil. Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka adalah:

1. Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar 2. Bentuk perakaran tunggang 3. Daun sempit, tebal dan kaku 4. Tulang daun tidak beraneka ragam 5. Tidak memiliki bunga sejati 6. Alat perkembangbiakannya berbentuk kerucut yang disebut strobilus atau runjung. 7. Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.

Cycadales Ciri khas bangsa atau ordo ini adalah batang tidak bercabang, daunnya majemuk, tersusun sebagai tajuk di puncak pohon. Merupakan tumbuhan berumah dua, artinya memiliki strobilus jantan saja atau strobilus betina saja. Contoh: Zamia furfuracea, Cycas revoluta dan Cycas rumphii (pakis haji) Ginkgoales Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari daratan Cina. Tinggi pohon dapat mencapai 30 meter, daun berbentuk kipas dan mudah gugur. Serbuk sari dan bakal biji dihasilkan oleh individu yang berlainan. Anggota kelompok ini hanya ada satu species yaitu Ginkgo biloba. Coniferales Coniferales berarti tumbuhan pembawa kerucut, karena alat perkembangbiakan jantan dan betina berupa strobilus berbentuk kerucut. Tumbuhan yang termasuk kelompok ini memiliki ciri selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). Contoh: Agathis alba (damar), Pinus merkusii (pinus), Cupressus sp., Araucaria sp., Sequoia sp., Juniperus sp. dan Taxus sp. Gnetales Anggota kelompok ini berupa perdu, liana (tumbuhan pemanjat) dan pohon. Daun berbentuk oval/lonjong dan duduk daun berhadapan dengan bentuk urat daun menyirip. Pada xilem terdapat trakea dan floem tidak memiliki sel pengiring. Strobilus tidak berbentuk kerucut, tetapi sudah dapat disebut bunga. Contoh yang terkenal dari kelompok ini adalah Gnetum gnemon (melinjo).

Peranan Tumbuhan Biji Terbuka Tumbuhan biji terbuka memiliki peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Peranan tumbuhan biji terbuka diantaranya adalah:

Sebagai tanaman hias, misalnya pakis haji Sumber makanan, misalnya melinjo Penghasil minyak cat (terpentin), misalnya pinus/tusam Bahan baku damar, yaitu damar Bahan baku industri kertas dan korek api, misalnya kayu pinus dan kayu tumbuhan melinjo Bahan untuk obat dan kosmetik, yaitu Ginkgo biloba Tumbuhan Biji Terbuka (Pinophyta atau Gymnospermae) Tumbuhan biji terbuka adalah tumbuhan yang bijinya tidak ditutup oleh bakal buah. Berdasarkan fosil yang ditemukan, tumbuhan ini sudah ada sejak 345 juta tahun lalu. Sebagian besar anggotanya sudah menjadi fosil. Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka adalah: 1. Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar 2. Bentuk perakaran tunggang 3. Daun sempit, tebal dan kaku 4. Tulang daun tidak beraneka ragam 5. Tidak memiliki bunga sejati 6. Alat perkembangbiakannya berbentuk kerucut yang disebut strobilus atau runjung. 7. Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.

Reproduksi generative pada gymnospermae


Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus. Di dalam strobilus jantan terdapat banyak anteridium yang mengandung sel-sel induk butir serbuk. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk terbentuk 4 butir serbuk yang bersayap. Pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga terbentuk 4 sel yang haploid. Tiga mati, dan satu sel hidup sebagai sel telur. Arkegonium ini bermuara pada satu ruang arkegonium. Proses Penyerbukan dan Pembuahan Strobilus jantan serbuk sari jatuh pada tetes penyerbukan (ujung putik) buluh serbuk membelah inti tabung dan inti spermatogen inti spermatogen membelah dua inti sperma membuahi sel telur di dalam ruang arkegonium zigot lembaga di dalam biji tumbuhan baru. Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur.

BOTANI TUMBUHAN TINGGI


PINACEAE, CYCADACEAE & GNETACEAE PINACEAE 1. Description and Characteristics Botanical Description Pohon besar, batang lurus, silindris. Tegakan masak dapat mencapai tinggi 30 m dengan diameter 60 80 cm. Tegakan tua mencapai tinggi 45 m dengan diameter 140 cm. Tajuk pohon muda berbentuk pyramid, setelah tua menjadi lebih rata dan tersebar. Kulit pohon muda abu-abu, sesudah tua berwarna gelap, alur dalam. Terdapat 2 jarum dalam satu ikatan, panjang 16 25 cm. Pohon berumah satu, bunga berkelamin tungal. Bunga jantan dan betina dalam satu tunas. Bunga jantan berbentuk strobili, panjang 2 4 cm, terutama di bagian bawah tajuk. Strobili betina banyak terdapat di sepertiga bagian atas tajuk terutama di ujung dahan. Characteristics of Pinaceae are : a) Pohon berkayu (woods), strobilus bentuk conus. b) Daun bentuk jarum dan berkelompok atau serupa sisik.

Pinus rigida leaf c) Daun dan sisik tersusun spiral. d) Buah : berbentuk kerucut, silindris, panjang 5 10 cm, lebar 2 4 cm. Lebar setelah terbuka lebih dari 10 cm. e) Benih : bersayap, dihasilkan dari dasar setiap sisik buah. Setiap sisik menghasilkan 2 benih. Panjang sayap 22 30 mm, lebar 5 8 mm. f) Strobilus jantan dan strobilus betina dalam satu pohon, ukuran strobilus jantan lebih kecil dibandingkan dengan strobilus betina (berkayu), terletak aksilaris.

g) Penyerbukan dan penyebaran biji dengan bantuan angin. h) Serbuk sari dengan dua gelembung udara. i) Cotyledon banyak.

2. Species Salah satu contoh species dari family Pinaceae yang paling umum adalah Pinus merkusii. Local Name Tusam (Indonesia), Uyam (aceh), Son Song Bai (Thai), Merkus Pine (Perdagangan), Mindoro Pine (Philipina), Tenasserim Pine (Inggris). Scientific Classification Kingdom Division Class Order Family Genus Species : : : : : : : Plantae Coniferophyta Pinopsida Pinales Pinaceae Pinus Pinus merkusii

Distribution and Habitat Satu-satunya pinus yang penyebaran alaminya sampai di selatan khatulistiwa. Di Asia Tenggara menyebar di Burma, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Indonesia (Sumatra), dan Filipina (P. Luzon dan Mindoro). Tersebar 23OLU-2OLS. Di Pulau Hainan (China) diperkirakan terdapat hasil penanaman. Di Jawa dan Sulawesi Selatan (Indonesia) juga merupakan hasil penanaman. Tumbuh pada ketinggian 30-1.800 m dpl, pada berbagai tipe tanah dan iklim. 3. Advantages Kayunya untuk berbagai keperluan, konstruksi ringan, mebel, pulp, korek api, dan sumpit. Sering disadap getahnya. Pohon tua dapat menghasilkan 30-60 kg getah, 20-40 kg resin murni dan 7-14 kg terpentin per tahun. Cocok untuk rehabilitasi lahan kritis, tahan kebakaran dan tanah tidak subur. CYCADACEAE 1. Description and Characteristics Botanical Description Batang tegak, bulat dengan bekas pangkal daun yang tetap tinggal, kadang bercabang, kasar, coklat kehitaman. Daun majemuk, menyirip genap, panjang 0,5-1 m, helai daun berbentuk seperti jarum, permukaan mengkilat, ujung runcing, tepi rata, panjang 10-15 cm, hijau. Bunga ajemuk, bentuk tandan, berumah satu, bunga jantan bertangkai pendek, bentuk kerucut, panjang 10-20 cm, kuning, bunga betina dikelilingi bunga jantan, kuning kecoklatan. Buah kotak, bulat telur, diameter +1 cm, hijau. Biji bulat telur, panjang 1-2 cm, coklat oranye. Akar serabut dan hitam. Characteristics of Cycadaceae are : a) Berupa pohon, seperti kelapa sawit dengan pertulangan daun sejajar. Batang tidak bercabang, daunnya majemuk, tersusun sebagai tajuk di puncak pohon. b) Berumah dua, artinya ada tanaman jantan yang menghasilkan strobilus jantan dan tanaman betina yang menghasilkan strobilus betina pada tanaman yang berbeda. Anggota ini menghasilkan strobilus yang besar. Meskipun demikian, rata rata reproduksinya rendah. Dari 15 20 strobilus yang dihasilkan tumbuhan Cycas jantan, hanya satu atau dua saja yang siap melepaskan serbuk sarinya. Strobilus jantan ini menghasilkan aroma yang membuat serangga tertarik untuk datang. Setelah datang, serangga tersebut akan memakan strobilus dan berkembang biak. Pada saat yang sama,

strobilus betina menghasilkan bau yang dapat mengusir serangga yang datang kepadanya. Setelah beberapa waktu, strobilus betina menghasilkan aroma yang justru menarik serangga yang berasal dari strobilus jantan. Sambil membawa mikrospora dari strobilus jantan, serangga tersebut menuju strobilus betina dan terjadilah polinasi. c) Daun berbagi menyirip, tersusun roset batang, daun muda menggulung. d) Mirip palma berkayu berbentuk pohon atau semak. e) Strobilus terminalis, uniseksualis, dioecious.

f)

Strobilus jantan mengandung banyak sekali mikrosporofil yang tersusun spiral dengan mikrosporangia pada permukaan bawah.

g) Gamet jantan (spermatozoid) motil, di lingkungan air, penting untuk penyerbukan. h) Jumlah ovuli dua atau lebih pada tiap megasporofil. i) Megasporofil mirip bulu ayam, tersusun longgar di ujung batang atau tersusun rapat dan kompak. 2. Species Salah satu contoh species dari family Cycadaceae yang paling umum adalah Cycas revolute Thunb.

Cycas revolute Thunb. Local Name Penawar jambe (Indonesia), Cycad, Sago palm (Inggris), Oliba (Filipina). Scientific Classification Kingdom Division Class Order Family Genus Species : : : : : : : Plantae Cycadophyta Cycadopsida Cycadales Cycadaceae Cycas Cycas revolute

Distribution and Habitat Cycas revolute Thunb. menyebar di seluruh Kepulauan Indonesia, mulai dari Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Asalnya diperkirakan dari Maluku. Ia juga dibudidayakan di Indocina, Guam, Fiji, Kaledonia Baru, Kepulauan Solomon, dan Cina. Tumbuh di semak, tinggi 1-2 m. 3. Advantages Daunnya berkhasiat untuk obat sakit perut, batuk dan mencret. Untuk obat mencret dipakai + 15 gram daun segar Cycas revoluta, dicuci, direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak pagi dan sore. Selain itu, daunnya mengandung kandungan kimia seperti saponin, flavonoida, dan tanin.

GNETACEAE 1. Description and characteristics Botanical Description Pohon berumah dua yang selalu hijau dan berbatang lurus, tinggi dapat mencapai 5-10 m. Daun berhadapan, berbentuk jorong, panjang 7.5-20 cm dan lebar 2.5-10 cm; urat daun sekunder saling bersambungan. Perbungaan majemuk soliter dan aksiler, melingkar di tiap nodus, panjang bunga 3-6 cm. Terdapat 5 - 8 bunga betina di tiap nodus, berbentuk bola. Buah seperti buah keras (nutlike), berbentuk jorong , panjang buah 1-3.5 cm, bagian ujungnya runcing pendek, ketika masak warna buah berangsurangsur akan berubah dari kuning, merah hingga keunguan. Satu biji dalam satu buah, buah besar dan kulit tengahnya keras berkayu. Characteristics of Gnetaceae are : a) Liana berkayu, beberapa tegak. b) Percabangan bersendi dan menebal. c) Daun sederhana, berhadapan, menyirip. d) Strobilus uniseksual atau biseksual tidak sempurna, memanjang dan ber-buku-buku. e) Bunga jantan: berkelompok aksilaris, berkarang, tiap bunga dengan brakteola bersatu. f) Bunga betina: berkelompok aksilaris, berkarang, tiap bunga memiliki tiga (3) lapisan pelindung. g) Biji dilindungi perianth yang berdaging. h) Berumah dua (Dioceus). 2. Species Salah satu contoh species dari family Gnetaceae yang paling umum adalah Gnetum gnemon.

Gnetum gnemon

LATI

Local Name Melinjo, belinjo, bagoe (Indonesia), Ki tangkil, Maninjo, Tangkil sake (Sunda), Bagu (Jawa Timur), Batang baguak (Minangkabau). Scientific Classification Kingdom Division Class Order Family Genus Species : : : : : : : Plantae Gnetophyta Gnetopsida Gnetales Gnetaceae Gnetum Gnetum gnemon

Distribution and Habitat Tumbuh liar di hutan-hutan hujan pada ketinggian hingga 1200 m. Tempat-tempat beriklim kering umumnya membudidayakan tanaman ini. Tidak ada syarat tertentu terhadap faktor kualitas dan kedalaman tanah, namun kadar ikat air pada tanah atau irigasi perlu dilakukan selama musim kering. Spesies ini telah direkomendasikan sebagai tanaman penghijauan. Melinjo ditemukan di seluruh kawasan Asia Tenggara (meskipun merupakan tumbuhan asli dari Jawa dan Sumatra) dan tersebar hingga mencapai sebelah utara Assam dan sebelah timur Fiji. 3. Advantages Daun muda, perbungaan, buah muda, dan buah tua melinjo dimasak sebagai sayur (terutama sayur asem). Bijinya merupakan bagian yang terpenting; buahnya tidak lain dari biji yang terbungkus oleh kulit dalam yang kaku (kulit biji) dan kulit luar yang tipis dan dapat dimakan. Suatu macam serat yang berkualitas tinggi dihasilkan dari kulit batang bagian dalam; kulit ini dimanfaatkan sebagai tali panah yang terkenal di pulau Sumba, juga untuk tali pancing atau jaring, berkat ketahanannya terhadap air laut. Kayu melinjo tak ada manfaatnya yang khusus, mungkin alasannya ialah karena kambium sekundernya membentuk struktur batang yang tidak normal.

DAFTAR PUSTAKA

____________. 2001. Pinus merkusii. Bandung : Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan.

rmstrong, Billie. 2008. Cycadaceae. Geneva : Darwin Fails Publisher Incorporated.

raffin, Greg. 2002. Pinaceae, Cycadaceae and Gnetaceae. Geneva : Darwin Fails Publisher Incorporated.

____________. 2012. Melinjo. Downloaded from http://id.wikipedia.org/ , April 1, 2012.

____________. 2011. Tumbuhan Biji. Downloaded from http://e-dukasi.net/ , April 1, 2012.

Ginkgo
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari


?

Ginkgo
[1]

Rentang fosil: Perm - Pliosen

Daun ginkgo

Status konservasi

Terancam (IUCN 2.3)[2] Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Ginkgophyta Ginkgoopsida Ginkgoales Ginkgoaceae Ginkgo Spesies

Ginkgo biloba L. Ginkgo(Gingko Biloba) merupakan spesies tunggal dari salah satu divisio anggota tumbuhan berbiji terbuka yang pernah tersebar luas di dunia. Pada masa kini tumbuhan ini diketahui hanya tumbuh liar di Asia Timur Laut, namun telah tersebar luas di berbagai tempat beriklim

sedang lainnya sebagai pohon penghias taman atau pekarangan. Bentuk tumbuhan modern ini tidak banyak berubah dari fosil-fosilnya yang ditemukan.

Daftar isi

1 Pemerian 2 Paleobiologi dan ekologi 3 Pemanfaatan 4 Referensi

Pemerian
Pohon tahunan, tipe peluruh, dan dapat berumur ratusan tahun. Daun berbentuk kipas, tumbuh dari ujung batang/cabang. Urat-urat daun memanjang dari pangkal. Ia tidak berbunga dan berbuah karena merupakan tumbuhan berbiji terbuka. Biji terlindungi oleh selapis jaringan lunak yang dikenal sebagai salut biji.

Paleobiologi dan ekologi


Petunjuk adanya Ginkgo diperoleh dari fosil-fosil berumur dari kala Perm awal (280 juta tahun yang lalu). Pada masa keemasannya, anggota Ginkgoaceae diperkirakan mencakup 16 marga (genera) dan merupakan bagian penting dari vegetasi dunia[1]. Diperkirakan keragaman ini terakhir menyusut ketika terjadi periode glasial di awal Pleistosen. Akibatnya, pada masa kini hanya tinggal satu jenis yang menjadi representasinya, yaitu pohon yang dikenal sebagai ginkgo. Berdasarkan kajian cpDNA, populasi yang berhasil bertahan adalah yang tumbuh di wilayah barat daya Cina sekarang[3]. Dari sini, para rahib Buddhisme menyebarkannya ke berbagai tempat di Asia Timur Laut. Tumbuhan ini dimasukkan ke dalam Daftar Merah IUCN[4] sejak 1997 karena populasipopulasi alami di pedalaman Cina terancam oleh desakan populasi.

Pemanfaatan
Biji ginkgo dapat dimakan dan diolah menjadi obat. Sejumlah produk makanan suplemen mengandung ekstrak biji ginkgo, karena dianggap berkhasiat mempertahankan daya ingat.

Tanaman Sikas atau nama latinnya Familia Cycadaceae, merupakan tanaman hias yang bentuk daunnya yang menyerupai bulu dan tumbuh mengarah ke luar dari batang. Warna daunnya yang hijau gelap tapi mengkilap membuat tanaman ini mudah dikenali dan digemari oleh pecinta tanaman di seluruh dunia. Tentang Tanaman Sikas.. Tanaman Sikas sudah ada dari zaman Karbon. Tanaman Sikas ternyata sudah ada sejak puluhan juta tahun silam. Tanaman Sikas sendiri berasal dari familia Cycadaceae dan jenisnya ada bermacam - macam. Para ahli mencatat, di seluruh dunia terdapat 90 species dari tanaman Sikas. Tanaman ini tumbuh subur terutama di daerah tropis maupun subtropis. Indonesia memiliki 1 jenis tanaman Sikas yang disebut Cycas rumphii". Tanaman Sikas memiliki daun yang sangat anggun. Hijau gelap yang mengkilap Tanaman Sikas sangat mudah dikenali. Tanaman yang mirip dengan Palem ini memiliki daun seperti bulu dan daunnya tumbuh mengarah menjauhi / keluar dari batang. Warna daunnya hijau tua yang mengkilap. Panjang daun sangat bervariasi, tergantung dari jenis tanaman Sikas. Ada beberapa orang Indonesia menyebut tanaman Sikas sebagai "Pakis Haji". Anggapan ini tentu saja tidak sepenuhnya salah karena tanaman Sikas memang secara morfologis mendekati tanaman Pakis. Bagaimana memperbanyak tanaman Sikas ? Ada dua cara yang biasa digunakan untuk memperbanyak tanaman Sikas atau tanaman hias lainnya, yaitu dengan tehnik vegetatif dan melalui biji.Apa kendala paling besar untuk menumbuhkan tanaman Sikas ? Kendala atau tantangan untuk menanam dan menumbuhkan tanaman Sikas tidak jauh berbeda dengan tanaman hias lainnya. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan didalam hal ini yaitu : Tehnik menanam/vegetasi, Tanah, Cahaya, Pupuk, dan tentu saja, Hama. (tanamanmahal.com; Email : info@tanamanmahal.com)

Cycas rumphii ( Pakis Haji )

Habitus Akar Batang

: Tanaman Pakis Haji (Cycas rumphii) termasuk tanaman berbentuk perdu. : Tanaman Pakis Haji (Cycas rumphii) mempunyai sistem perakaran tunggang. : Tanaman Pakis Haji (Cycas rumphii) tidak bercabang (monopodial) dan berbentuk bulat (teres) dengan permukaan batang kasar. Pangkal tangkai daun tetap ada pada batang. Pada kulit batang terdapat lendir. : Bentuk dan ukuran daun pada Cycas rumphii baik jantan maupun betina sama. Daun berupa daun tunggal. Terdiri dari tangkai daun (petioles) dan helaian daun (lamina) berbentuk pita (ligulatus) dan susunan tulang daun dan torehannya berbagi menyirip (pinnatipartitus), tepi daun integer, warna daun hijau tua, pada tangkai daun terdapat duri. : Tanaman Cycas rumphii merupakan tumbuhan berkelamin satu (uniseksualis) dan berumah dua (dioecus). Bunga terdiri dari dua sporofil yaitu mikrosporofil (jantan) dan megasporofil (betina) yang terkumpul dalam strobilus. Strobilus jantan berbentuk silinder dan tumbuh pada ujung batang. Strobilus betina berbentuk bulat tumbuh dari sela-sela ketiak. Ovulum terdapat pada pinggir carpelum. Strobilus jantan terminalis dengan mikrosporofil

Daun

Bunga

berbentuk seperti mikrosporangium. Biji

sisik

yang

berkayu,

dipermukaannya

terdapat

: Biji Cycas rumphii terdapat pada permukaan carpelum, bentuknya bulat dengan ukuran sebesar telur bebek.

Sejarah Singkat Pakis Haji. Meskipun pertama sah dijelaskan pada tahun 1839 oleh Miquel botani Belanda, keberadaan takson Malesian berbeda pertama kali diakui oleh Roxburgh (1832: 747), atas dasar tanaman dalam budidaya di Calcutta Botanic Gardens. Dia mengakui bahwa dua taksa hadir, memperlakukan satu sebagai C. circinalis dan menggambarkan lainnya sebagai spesies baru C. spherica. Roxburgh telah Namun, keliru menerapkan nama baru C. spherica untuk tanaman milik C.circinalis kelompok. Takson Malesian berbeda ia kemudian dirawat di bawah nama C. circinalis, meskipun ia juga campuran bahan dua taksa dengan perincian masing-masing (Edward dan Robert, 2009). Spesies ini seperti yang diakui oleh Miquel (1839: 45) didasarkan pada bagian dari Olus Calappoides dari Rumphius (1741). Miquel tidak pernah jelas batas-batas tertentu takson ini, pada bahan memisahkan pertama dari Sulawesi sebagai C. celebica (1839: 45), dan kemudian (1868: 232), menggabungkan keduanya. Dia juga memisahkan material dari Timor sebagai C. var. Rumphii timorensis(1841: 28. Selain itu, 125), ia dan pada dari awalnya Jawa diakui

sebagai C. circinalis var). javana (1842:

Roxburgh's C. spherica(1843: 693), tampaknya berdasarkan dipublikasikan rekening Roxburgh dan tanpa menyadari kebingungan dengan C. circinalis. Ia kemudian (1851: 32) mencatat dengan benar kebingungan Roxburgh, masih dan ditempatkan C. spherica di 230), dia lagi

sinonimi C. circinalis, walaupun

kemudian

(1868:

diakui C. spherica pada peringkat tertentu. Pada saat

yang sama (1868: 232), ia tidak

menempatkanC. celebica dan C. circinalis var. javana di C. rumphii, dengan menyebutkan C. rumphii var. timorensis (Edward dan Robert, 2009).

Pengakuan C. Rumphii sebagai spesies yang berbeda telah banyak diperdebatkan, dengan diskusi awal yang sangat cakap dirangkum oleh Stapf (1916). Schuster (1932: 74) memberikan pengobatan pada dasarnya yang benar dari spesies ini (dengan pengecualian dari varietas dan subspesies, dan New materi Caledonian dikutip), berbeda dengan perlakuan bingung sebagian besar spesies lainnya. Nama telah diterima secara umum kemudian, meskipun misapplications dari nama C. circinalis untuk ini dan terkait taksa terus (mis. Jones 1993) (Edward dan Robert, 2009). Warburg juga mengakui adanya takson pantai di New Guinea, menugaskan ke C. rumphii. Hal ini takson pantai di New Guinea juga telah ditugaskan

untuk C. circinalis (White 1922) (Edward dan Robert, 2009).

Deskripsi Singkat Pakis Haji Sikas atau biasa dikenal dengan paki adalag tanaman jurasik yang berumur kurang lebih 240 juta tahundan diperkirakan merupakan tanaman dinosaurus yang herbifora. Sikas bahkan sudah tumbuh sebelum tanaman bunga dan ferm (Wikipedia, 2010). Pakis haji (aji) atau populer juga dengan nama sikas adalah sekelompok tumbuhan berbiji terbuka yang tergabung dalam marga pakishaji atau Cycas dan juga merupakan satusatunya genus dalam suku pakishaji-pakishajian (Cycadaceae). Masyarakat awam di Indonesia mengenal pakis haji dari beberapa spesies yang biasa ditanam di taman-taman menyerupaipalem, yaitu C. rumphii, C. javana, serta C. revoluta (sikas jepang) (Wikipedia, 2010). Pakis haji berhabitus mirip palem, namun

sebenarnya sangat jauh kekerabatannya. Kemiripan ini berasal dari susunan anak daunnya yang tersusun

berpasangan. Semua pakis haji berumah dua (dioecious)

sehingga

terdapat

tumbuhan

jantan yang

dan

betina. dari

Serbuk ujung

sari

dihasilkan Alat

oleh betina

tumbuhan jantan dari runjung besar

tumbuh

batang.

mirip daun dengan biji-biji tumbuh dari samping. Alat betina tumbuh dari sela-sela ketiak daun. Walaupun ia disebut "pakis", dan daun mudanya

juga mlungker sebagaimanapakis sejati, pakis haji sama sekali bukan anggota tumbuhan berspora tersebut (Wikipedia, 2010). Akar beberapa jenis pakis haji dapat diinfeksi oleh sejenis Cyanobacteria, Anabaena cycadeae, yang pada gilirannya menguntungkan kedua pihak (simbiosis mutualistis). Akar yang terinfeksi akan membentuk semacam bintil-bintil yang berisi jasad renik tersebut. Beberapa pakis haji yang besar dapat dimakan bagian teras batangnya, karena mengandung pati dalam jumlah yang lumayan (Wikipedia, 2010).

Distribusi Pakis Haji Cycas rumphii adalah salah satu jenis pakis haji (Cycas) yang umum ditemukan di Nusantara. Tumbuhan ini asli berasal dari kepulauan ini dan apabila orang menyebut "pakis haji", maka yang dimaksud biasanya adalah C. rumphii ini. Tumbuhan ini biasa ditanam orang sebagai penghias pekarangan rumah dan batangnya mengandung pati yang dapat dimakan (Wikipedia, 2010). Nama "rumphii" diambil dari nama seorang peneliti berkebangsaan Jerman dari abad ke-18 yang pernah meneliti tumbuhan di Kepulauan Maluku, Georg Eberhard

Rumpf (Rumphius) (Wikipedia, 2010).

Klasifikasi Pakis Haji Regnum Divisi Class Ordo Familia Genus Spesies Sumber : Plantae : Spermatophyta. : Cycadopsida : Cycadales : Cycadaceae : Cycas : Cycas rumphii : Taksonomi Tumbuhan Tinggi, Gembong Tjirosoepomo.

Ciri-Ciri Pakis Haji Adapun cirri-ciri dari pakis haji, adalah (Memey, 2008) :

1. Berupa pohon, seperti kelapa sawit dengan pertulangan daun sejajar. Batang tidak bercabang, daunnya majemuk, tersusun sebagai tajuk di puncak pohon. 2. Berumah dua, artinya ada tanaman jantan yang menghasilkan strobilus jantan dan tanaman betina yang menghasilkan strobilus betina pada tanaman yang berbeda. Anggota ini menghasilkan strobilus yang besar. Meskipun demikian, rata rata reproduksinya rendah. Dari 15 20 strobilus yang dihasilkan tumbuhan Cycas jantan, hanya satu atau dua saja yang siap melepaskan serbuk sarinya. Strobilus jantan ini menghasilkan aroma yang membuat serangga tertarik untuk datang. Setelah datang, serangga tersebut akan memakan strobilus dan berkembang biak. Pada saat yang sama, strobilus betina menghasilkan bau yang dapat mengusir serangga yang datang kepadanya. Setelah beberapa waktu, strobilus betina menghasilkan aroma yang justru menarik serangga yang berasal dari strobilus jantan. Sambil membawa mikrospora dari strobilus jantan, serangga tersebut menuju strobilus betina dan terjadilah polinasi.

3. Daun berbagi menyirip, tersusun roset batang, daun muda menggulung. 4. Mirip palma berkayu berbentuk pohon atau semak. 5. Strobilus terminalis, uniseksualis, dioecious. 6. Strobilus jantan mengandung banyak sekali mikrosporofil yang tersusun spiral dengan mikrosporangia pada permukaan bawah. 7. Gamet jantan (spermatozoid) motil, di lingkungan air, penting untuk penyerbukan. 8. Jumlah ovuli dua atau lebih pada tiap megasporofil. 9. Megasporofil mirip bulu ayam, tersusun longgar di ujung batang atau tersusun rapat dan kompak.

Perkembangan Pakis Haji Semua Gymnospermae adalah heterostrop, artinya mempunyai dua macam spora, yaitu mikrospora dan megaspore. Mikrospora atau polen menghasilkan gametofit jantan, sedang megaspore yang tunggal menghasilkan gametofit betina, dan pada gametofit ini terbentuk arkegonia. Kedua macam spora yang dihasilkan di dalam sporangia yang terdapat pada sporofil yang tersusun spiral pada aksis strobilus (Kimball, 1987). Tumbuhan berbiji membetuk struktur megasporangia dan mikrosporangia yang berkumpul pada suatu sumbuh pendek. Misalnya struktur seperti konus atau strobilus pada konifer dan bunga pada tumbuhan berbunga. Seperti halnya pada tumbuhan lain, spora pada tumbuhan berbiji dihasilkan melalui meiosis di dalam sporangia. Akan tetapi, pada tumbuhan berbiji, megaspora tidak dilepaskan melainkan dipertahankan. Megasporangia mendukung perkembangan gametofit betina dan menyediakan makanan serta air. Gametofit betina akan tetap berada dalam sporangium, menjadi matang dan memlihara generasi sporofit berikutnya setelah terjadi pembuahan. Pada mikrosporangium, produk meiosis berupa mikrospora. Mikrospora yang mencapai sporofit akan berkecambah membentuk serbuk sari yang tumbuh menuju kearah bakal biji untuk membuahi gametofit betina. Pada tumbuhan berbiji, istilah

mikrospora merupakan serbuk sari, mikrosporangium merupakan kantung serbuk sari, dan mikrosporofil merupakan benagsari. Istilah megaspora merupakan kandung lembaga (kantung embrio), megasporangium merupakan bakal biji, dan megasporofil merupakan daun buah (karpela) (Kimball, 1987). Sporofit yang menghasilkan mikrosporofil dengan mikrospongia disebut

mikrosporangiat atau strobilus jantan (staminate cones), sedangkan yang menghasilkan megasprofil dengan ovulum (bersama mengasporangia) disebut mengasporangiat atau strobili betina (pistillate cones). Mokrospora dan megaspore bersifat haploid, dan berkembang sebagai sebagai hasil pembelahan miosis sel induk spora. Ukuran dan letak strobili pada tanaman bervarasi (Kimball, 1987). Strobilus jantan susun atas mikrosporofil. Setiap mikrosporofil mengandung dua mikrospora yang masing-masing akan mengahasilkan 4 mikrospora haploid (n). mikrospora ini akan menjadi setelah menjantan atau serbuk sari atau pollen (Kimball, 1987). Strobilus betina tersusun atas daun buah (makrosporofil). Setiap makrosporofil tersebut berbentuk sisik dan mengandung dua ovolum. Makrosporofil tersebut dilindungi oleh makrosporangium yang didalamnya mengandung sel induk makrospora. Sel induk membela secara miosis mengahasilkan empat maskropora. Tiga makrospora akakn tereduksi. Akibatnya, hanya satu makrospora yang akan berkembang menjadi sel telur (Kimball, 1987). Reproduksi Pakis Haji Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus. Tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki bunga, sporofil terpisah-pisah atau membentuk srobilus jantan dan betina. Makrosporofil dan makrosporangium yang tampak menempel pada strobilus betina. Letak makrosporofil dan mikrosporofil terpisah. Sel kelamin jantan berupa spermatozoid yang masih bergerak aktif. Di dalam strobilus jantan terdapat banyak anteridium yang

mengandung sel-sel induk butir serbuk. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk terbentuk 4 butir serbuk yang bersayap. Pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga terbentuk 4 sel yang haploid. Tiga mati, dan satu sel hidup sebagai sel telur. Arkegonium ini bermuara pada satu ruang arkegonium (Sukmawati, 2008). Pada Gymnospermae sering terjadi poliembrioni, walaupun hanya ada satu embrio yang terus berkembang karena adanya pembelahan beberapa arkegonia. Air sudah tidak digunakan sebagai media fertilisasi karena adanya pembentukan buluh serbuk pada serbuk sari yang berkecambah (Sukmawati, 2008). Pada Coniferophyta dan Gnetophyta spermanya tidak mempunyai flagel, sehingga buluh serbuk menghantarkannya langsung ke mulut arkegonia. Serta pada Cycas dan Gingko fertilisasinya merupakan bentuk antara kondisi pada paku-pakuan dan tumbuhan tanpa biji lainnya, yaitu spermanya mampu berenang bebas dan bentuk pada tumbuhan berbiji yaitu spermanya tidak mampu bergerak bebas (Sukmawati, 2008).

Gametofi jantan umumnya bersifat haustorial, yaitu menyerap makanan dari ovulum ketika tumbuh, walaupun dibutuhkan buluh serbuk tetapi tidak langsung masuk ke arkegonium. Buluh serbuk tersebut tumbuh dan menetap di dalam nuselus selama berbulanbulan sebelum menuju gametofit betina. Setelah sampai di mulut gametofit betina, buluh serbuk robek dan melepaskan sel sperma yang berflagel banyak. Sperma tersebut kemudian menuju ke arkegonium dan membuahi telur. Dengan adanya buluh sperma tersebut maka tumbuhan berbiji tidak ada lagi yang bergantung pada ketersediaan air pada fertilisasinya (Sukmawati, 2008).

Proses Penyerbukan dan Pembuahan

Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka selalu dengan cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang. Pembuahan yang terjadi pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel telur). Mikropil terdedah ke udara bebas. Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur (Sukmawati, 2008). Strobilus jantan serbuk sari jatuh pada tetes penyerbukan (ujung putik) buluh serbuk membelah inti tabung dan inti spermatogen inti spermatogen membelah dua inti sperma membuahi sel telur di dalam ruang arkegonium zigot lembaga di dalam biji tumbuhan baru Manfaat Pakis Haji Bijinya dapat dimakan, diolah menjadi tepung. Biji mentah beracun. Daun yang paling muda dimakan sebagai sayur. Batangnya dapat menghasilkan semacam sagu. Tapal dari biji dan pepagan dipakai untuk menyembuhkan pegal-pegal dan gangguan kulit. jenis ini juga penting sebagai tanaman hias. Getah Cycas rumphii berkhasiat sebagai obat disentri, rambut batangnya untuk mengobati luka baru dan daunnya untuk pembersih darah sehabis melahirkan (Wikipedia, 2011).

JANTAN

BETINA

Strobilus betina yg telah terfertilisasi

DAFTAR PUSTAKA

Edward, rubbpert dan Robert, pattinson, 2009. The gymnosperm. http://www.thebiologyplant.com. Diakses tanggal 14 April 2011. Kimball, W. John. 1987. Biologi Jilid 2. erlangga. Jakarta. Meymey, 2008. Gymnospermae. www.wordpress.com. Diakses tanggal 14 April 2011. Sukmawati, 2008. Biologi. www.bloger.com. Diakses tanggal 14 April 2011. Wikipedia, 2011. Spermatophyta. www.wikipedia.com. Diakses tanggal 14 April 2011.

Cemara Norfolk (Araucaria heteropylla (Salisb.) Franco.)


Cemara Norfolk atau dalam bahasa Latin dikenal dengan nama Araucaria heteropylla (Salisb.) Franco., termasuk famili Araucariaceae; berasal dari kepulauan Norfolk, New Zealand. Di Indonesia tanaman ini dikenal dengan nama Cemara Norfolk .

Cemara Norfolk (Araucaria heteropylla (Salisb.) Franco.)

Klasifikasi

Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Gymnospermae Kelas : Coniferae Bangsa : Araucariales Famili : Araucariaceae Genus : Araucaria Spesies : Araucaria heteropylla (Salisb.) Franco.

Nama Daerah :
Araucaria heteropylla (Salisb.) Franco (bahasa latin) Cemara Norfolk (Indonesia)

Cemara (Lampung) Cemoro (Jawa) Camara (Sunda, Minangkabau)

Pemanfaatan
Jenis-jenis tanaman Araucaria termasuk spesies Araucaria heterophylla merupakan tanaman yang sering dipergunakan untuk keperluan tanaman hias. Jenis-jenis tanaman Araucaria juga menghasilkan resin (Tjitrosoepomo, 2002). Tanaman yang menghasilkan resin dapat dipergunakan untuk keperluhan bahan-bahan kosmetika. Kayu-kayu tua dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar, tetapi jenis ini sangat cepat terbakar sehingga bara api akan menjadi lebih cepat habis. Beberapa spesies Araucaria relatif umum dalam budidaya karena kebiasaan tumbuhnya yang simetris dan formal. Beberapa spesies penting secara ekonomi untuk produksi kayu dan biji yang dapat dimakan.

Deskripsi Botani
Cemara Norfolk termasuk jenis tanaman pohon besar, ketinggiannya dapat mencapai 60 meter. Pada tanaman yang muda, susunan cabang-cabang dan ranting-rantingnya teratur rapi. Cabang-cabang dan ranting-ranting menyerupai daun, berbentuk helaian, serupa kulit, cukup besar ataupun jarum atau sisik-sisik kecil. Bunganya memiliki benang sari banyak. Buahnya berbentuk runjung, buah yang sudah besar dapat berdiameter 10-13 cm. Bunga berkelamin satu, berumah satu atau dua, telanjang. Bunga jantan mirip untai (amentum); benang sari banyak, tangkai sari dengan ujung berbentuk perisai. Bunga betina, yang diberi nama kerucut, dengan banyak sisi kerucut berjejal rapat dan tersusun spiral; bunga ini dengan perisai di ujung dengan satu bakal biji pada sisi atas dekat pangkal, kadang-kadang mendukung sisik yang kedua (sisik buah), dan ini dari atas dengan bakal biji. Kerucut buah pada waktu masak jatuh bercerai-berai. Biji bersayap atau tidak.

Perbanyakan Tanaman
Perbanyakan tanaman yang biasa dilakukan ialah dengan cara pencangkokan batangnya. Batang yang dicangkok harus dipilih yang tidak terlalu muda atau terlalu muda. Beberapa lama

setelah dilakukan pencangkokan biasanya di sekitar bekas sayatan akan keluar akar-akarnya. Bila jumlah akar-akar cangkokan ini sudah cukup banyak dan diperkirakan sudah dapat hidup untuk ditanam, bibit cangkokan ini sudah dapat dipotong dan ditanam di tempat yang telah disiapkan untuk penanaman (Suryowinoto, 1997).

Pemeliharaan/Perawatan Tanaman
Cemara Norfolk dapat hidup dengan baik di tempat-tempat yang terbuka dan kena sinar matahari secara langsung terutama di daerah-daerah dataran rendah. Perawatan tanaman juga tidak terlalu sulit. Untuk mendapatkan tanaman yang tumbuh baik dan sehat, media tanam atau lahan yang akan ditanami harus subur, gembur dan drainase diatur dengan baik. Pada permulaan tumbuhnya, penyiraman dan pemupukan perlu dilakukan secara teratur sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dari tanaman tersebut (Suryowinoto, 1997). Penyiraman sebaiknya dilakukan setiap hari kecuali pada saat musim penghujan. Penyiraman dapat dilakukan pada pagi hari pada saat cuaca sedang cerah tetapi bila perlu dapat dilakukan pada sore hari. Pada saat tanaman sedang aktif dalam pertumbuhan perlu dipupuk dengan pupuk NPK yang kandungan Nitrogennya tinggi. Sedangkan pada saat tanaman sudah waktunya berbunga, untuk merangsang pembungaan, perlu dipupuk dengan pupuk yang kandungan Fosfornya tinggi. Pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk buatan, pupuk kandang, atau pupuk kompos (Suryowinoto, 1997). Dengan perawatan, penyiraman dan pemupukan secara teratur sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tanaman pada setiap fase pertumbuhannya, tanaman ini akan tumbuh dengan baik, sehat dan tidak mudah terserang penyakit (Suryowinoto, 1997).

Daftar Pustaka
Suryowinoto, S. M., 1997. Flora Eksotika, Tanaman Peneduh. Kanisius : Yogyakarta. Van Steenis, Dr. C.G.G.J, dkk.2008. Flora. PT Percetakan Penebar Swadaya: Jakarta http://id.wikipedia.org/wiki/Araucaria" http:// deslsumatran.files.wordpress.com/2010/03/cemara-norfolk.jpg

Botani Sinonim Klasifikasl Divisi Sub divisi Kelas Bangsa Suku Marga Jenis Nama umum/dagang Nama daerah Jawa Deskripsi Habitus Batang Daun Bunga Buah Biji Akar THUJA ORIENTALIS L. Biota orientalis (L.) Endl.; Platycladus orientalis Franco Spermatophyta. Coniferospermae Coniferinae Cupressales Cupressaceae Thuja Thuja orientalis L Cemara kipas Cemara kipas (Jawa) Perdu, tinggi 3-5 m. Tegak, bulat, bercabang banyak, permukaan kasar, coklat. Majemuk, piplh, berseting, hljautua. Tunggal, di ketiak daun, berumah satu, bunga betina bentuk lonceng, di dasar cabang, bunga jantan bentuk cawan bercangap dua, di ujung cabang, hijau.

Kotak, bulat, keras, garis tengah 5-8 mm, coklat, Bulat, pipih, coklat. Tunggang, putih kekuningan. Kandungan kimia Daun dan akar Thuja orientalis mengandung saponin, di samping itu daunnya juga mengandung polifenol akar dan buahnya mengandung flavonoida, sedang akarnyajuga mengandutig tanin. Khasiat Daun Thuja orientalis berkhasiat sebagai obat demam, batuk dan mencret Untuk obat sakrt demam dipakai 10 gram daun kering Thuja orientalis, direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan saring. Hasil saringan diminum 2 kali sama banyak untuk pagi dan sore. Gambar 91. Thuja orientalis L.

Damar (pohon)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari
?

Damar

Agathis dammara, menurut Koehler

Status konservasi Rentan[1] Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Pinophyta Pinopsida Pinales Araucariaceae Agathis

Spesies: A. dammara Nama binomial Agathis dammara


(Lamb.) Rich., 1826

Sinonim

Agathis loranthifolia Salisb., 1807 Agathis celebica (Koord.) Warb., 1900 Agathis hamii Meijer Drees, 1940 Pohon damar (Agathis dammara (Lamb.) Rich.) adalah sejenis pohon anggota tumbuhan runjung (Gymnospermae) yang merupakan tumbuhan asli Indonesia. Damar menyebar di Maluku, Sulawesi, hingga ke Filipina (Palawan dan Samar). Di Jawa, tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil getah atau hars-nya. Getah damar ini diolah untuk dijadikan kopal.

Daftar isi

1 Pemerian dan habitat 2 Pemanfaatan 3 Keruwetan taksonomi dan penamaan 4 Lihat pula 5 Catatan kaki 6 Pranala luar o 6.1 Galeri foto:

Pemerian dan habitat


Pohon yang besar, tinggi hingga 65m [2]; berbatang bulat silindris dengan diameter yang mencapai lebih dari 1,5 m. Pepagan luar keabu-abuan dengan sedikit kemerahan, mengelupas dalam keping-keping kecil.[3] Daun berbentuk jorong, 68 23 cm, meruncing ke arah ujung yang membundar. Runjung serbuk sari masak 46 1,21,4 cm; runjung biji masak berbentuk bulat telur, 910,5 7,5 9,5 cm.[2] Damar tumbuh secara alami di hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.200 m dpl[2]. Namun di Jawa, tumbuhan ini terutama ditanam di pegunungan.

Pemanfaatan

Resin kopal yang meleleh di lubangnya

Damar teristimewa ditanam untuk diambil resinnya, yang diolah menjadi kopal. Resin ini adalah getah yang keluar tatkala kulit (pepagan) atau kayu damar dilukai. Getah akan mengalir keluar dan membeku setelah kena udara beberapa waktu lamanya. Lama-kelamaan getah ini akan mengeras dan dapat dipanen; yang dikenal sebagai kopal sadapan. Getah juga diperoleh dari deposit damar yang terbentuk dari luka-luka alami, di atas atau di bawah tanah; jenis yang ini disebut kopal galian.[3]

Pada masa lalu resin damar terutama dihasilkan dari tegakan-tegakan alam di Maluku dan Sulawesi[3]. Kini kopal juga dihasilkan dari hutan-hutan tanaman Perhutani di Jawa.

Pohon damar sebagai penghias taman

Kayu damar berwarna keputih-putihan, tidak awet, dan tidak seberapa kuat. Di Bogor dan di Sulawesi Utara, kayu ini hanya dimanfaatkan sebagai papan yang digunakan di bawah atap.[3] Kerapatan kayunya berkisar antara 380660 kg/m.[2] Kayu damar diperdagangkan di Indonesia dengan nama kayu agatis. Pohon damar juga disukai sebagai tumbuhan peneduh taman dan tepi jalan (misalnya di sepanjang Jalan Dago, Bandung). Tajuknya tegak meninggi dengan percabangan yang tidak terlalu lebar.

Keruwetan taksonomi dan penamaan


Taksonomi Agathis masih belum mantap. Sejauh ini A. dammara dianggap sinonim dari A. celebica, dan dipisahkan dari A. alba (sinonim A. borneensis). Di masa lalu, jenis-jenis ini saling tercampur atau dianggap sebagai sinonim. Akan tetapi ada pula pakar yang menganggap taksa-taksa itu sebagai variasi di bawah spesies.[2] Nama damar (lihat pula: Damar (disambiguasi)) digunakan pula untuk menyebut resin yang dihasilkan oleh jenis-jenis Shorea, Hopea, dan beberapa spesies dipterokarpa lainnya. Sementara, resin pohon damar disebut kopal. Nama kayu damar digunakan dalam perdagangan untuk menyebut kayu yang dihasilkan oleh jenis-jenis Araucaria. Sementara kayu pohon damar diperdagangkan sebagai kayu agatis. Nama-nama lokal A. dammara di antaranya adalah damar raja, kisi (Buru), salo (Ternate), dayungon (Samar)[2]. Juga ki damar (Sunda), dama, damaa, damah, damahu, rama, marama puti (aneka bahasa di Sulut), koano, kolano, moleauno (Halmahera), dan lain-lain