Anda di halaman 1dari 1

10.10. Untuk Warna Minuman Cola.

Ketika sirup jagung kental dipanaskan, maka sirup jagung akan terkaramelisasi (berubah menjadi warna coklat gelap). Namun, jika dipanaskan terlalu lama, akan berubah menjadi karbon.

Cairan karamel dikirim oleh mobil tangki ke formulator sirup cola, yang kemudian menguji kualitas larutan. Jika terlalu ringan dalam warna; jika ia memiliki terlalu banyak partikel karbon per satuan volume, maka seluruh mobil tangki ditolak. Jadi ada keseimbangan antara underreacting dan overreacting. Saat ini (a), secara batch sirup jagung dipanaskan pada 154 C dalam tong. Kemudian dengan cepat habis dan didinginkan, tong sepenuhnya dibersihkan dan kemudian diisi ulang. Perusahaan ingin mengurangi biaya dan mengganti operasi batch yang mahal dengan sistem aliran kontinu. Tentu saja akan diusulkan reaktor tubular (b). Apa pendapat Anda tentang ide mereka? Silahkan komentar, karena anda konsumen yang duduk dan minum Coke atau Pepsi. Jawab : Dengan mengganti reaktor batch menjadi reaktor tubular, produk yang dihasilkan akan lebih maksimal dari segi jumlah produk dan waktu, juga menghemat biaya. Cairan karamel adalah produk intermediet, dengan panas yang kurang, warna menjadi terlalu ringan (karamelisasi kurang sempurna), dengan panas yang berlebih maka pembentukan karbon juga semakin banyak (yang akan menyebabkan penolakan seluruh mobil tangki). Tetapi yang harus diperhatikan adalah pembentukan partikel karbon yang tidak bisa dihindari dikarenakan kontak panas antara sirup jagung dan reaktor. Adapun reaktor yang disarankan adalah reaktor plug flow yang dibuat recycle, cairan dikontakkan semuanya didalam reaktor agar pencampuran merata.