Anda di halaman 1dari 22

KEBUTUHAN SPIRITUAL

A. Pengertian Spiritualisasi Spiritualisasi adalah sesuatu yang dipercayai oleh seseorang dalam hubungannya dengan kekuatan yang lebih tinggi (Tuhan), yang menimbulkan suatu kebutuhan serta kecintaan terhadap adanya Tuhan, dan permohonan maaf atas segala sesuatu yang pernah diperbuat. B. Hubungan Spiritual, Sehat dan Sakit Agama merupakan petunjuk perilaku karena di dalam agama terdapat ajaran bak dan larangan yang dampak berdampak pada kehidupan dan kesehatan seseorang. Agama sebagai sumber dukngan bagi seseorang yang mengalami kelemahan untuk

membangkikan semangat untuk sehat. C. Perkembangan Spiritual 1. Usia anak-anak Tahap perkembangan kepercayaan berdasarkan

pengalaman. Anak belum mempunyai pemahaman salah atau benar. Keyakinan yang ada pada masa ini mungkin hanya mengikui ritual orang lain. Pada masa prasekolah kegiatan keagamaan yang dilakukan belum bermakna pada dirinya, perkembangan spiritual mulai mencotoh aktivitas keagamaan orang lain dan biasanya sudah mulai bertanya tentang Penciptanya 2. Usia remaja akhir Tahap perkumpulan kepercayaan yang ditandai dengan adanya partisipasi aktif pada aktivitas keagamaan 3. Usia awal dewasa Masa pencarian kepercayaan diri, diawali dengan proses pertanyaan akan keyakinan yang dikaitkan secara kognitif sebagai bentuk yang tepat untuk mempercayai.

4. Usia pertengahan dewasa Tingkatan kepercayaan dari diri sendiri, diawali dengan semakin kuatnya kepercayaan diri yang dipertahankan

walaupun menghadapi perbedaan keyakinan yang lain dan lebih mengerti akan kepercayaan dirinya.

D.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan spiritual 1. Perkembangan: usia perkembangan dapat menentukan proses pemenuhan kebutuha spiritual, karena setiap tahap

perkembangan memiliki cara menyakini kepercayaan terhadap Tuhan. 2. Keluarga: karena keluarga memiliki ikatan emosional yang kuat dan selalu berinteraksi dalam kehidupan sehari-sehari. 3. Ras / suku: faktor ini berbeda sehingga pemenuhan kebutuhan spiritual pun berbeda sesuai dengan keyakinan yang dimiliki. 4. Agama yang dianut: keyakinan agama yang dimiliki dapat menentukan arti pentingnya kebutuhan spiritual. 5. Kegiatan keagamaan: adanya faktor ini dapat mengingatkan keberadaan dirinya dengan Tuhan dan mendekatkan diri kepada Penciptanya.

E.

Konsep Pengkajian Kebutuhan Spiritual Umum 1. Keluhan Utama a. Apakah saat ini Saudara mempunyai masalah? b. Bagaimana Saudara menanggapi masalah yang sedang Saudara hadapi? c. Apakah Saudara ada keluhan tentang kehidupan beribadah Saudara, jika ada apa keluhan itu?

2. Keyakinan dan makna a. Menurut Saudara, arti hidup Saudara seperti apa?

b. Menurut Saudara, apa yang memberi arti bagi hidup Saudara? Misalnya kejadian, peristiwa atau pengalaman tertentu yang berkesan dan membuat hidup Saudara berubah? c. Bagi Saudara, apa hal yang paling penting dalam kehidupan Saudara?

3. Autoritas dan pembimbing a. Apa yang membuat Saudara kuat menghadapi kehidupan? b. Ketika Saudara memiliki masalah, Siapa yang biasanya menolong Saudara? c. Apakah seseorang yang menolong Saudara mengerti betul tentang kehidupan Saudara sehingga orang itu dapat membantu masalah yang Saudara sedang hadapi?

4. Pengalaman dan emosi a. Adakah suatu masalah yang membuat Saudara berubah dalam menjalani hidup? Misalnya kejadian atau

pengalaman tertentu yang membuat Saudara mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. b. Apa arti suatu masalah bagi Saudara? c. Bagaimana Saudara memecahkan masalah yang sedang Saudara hadapi? d. Menurut Saudara orang yang sehat seperti apa? e. Menurut Saudara orang yang sakit seperti apa? f. Apakah masalah yang pernah Saudara alami mengubah perasaan atau tingkat emosi? g. Bagaimana menjalankan ibadah bila Saudara sakit? h. Apakah Saudara menanamkan perilaku yang baik kepada masyarakat sekitar? i. Bagaimana kiat Saudara untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat di sekitar?

5. Ritual dan ibadah a. Bagaimana kebiasaan beribadah Saudara, baik dalam keluarga maupun masyarakat? b. Bagaimana peran anggota keluarga atau sahabat Saudara dalam menjalankan kebiasaan beribadah? c. Berapa kali Saudara mengikuti kajian keagamaan? d. Ketika Saudara memiliki masalah, apakah masalah tersebut mempengaruhi atau mengganggu kebiasaan Saudara dalam beribadah? e. Bagaimana cara Saudara memecahkan masalah tersebut? f. Dalam keadaan seperti apa Saudara membutuhkan

dukungan spiritual? g. Apakah Saudara pernah membutuhkan kegiatan spiritual? h. Bagaimana toleransi Saudara dengan agama lain? i. Apakah Saudara menyisihkan sebagian rizki Saudara kepada orang yang kurang mampu? j. Apakah Saudara sering pergi ke tempat ibadah?

6. Dorongan dan pertumbuhan a. Apakah ada perubahan tentang pandangan Saudara mengenai keyakinan dalam agamapada saat ini dan masa lalu? b. Bagaimana kebiasaan beribadah Saudara sekarang

dibanding dulu? c. Apakah cita Saudara impikan dulu sudah tercapai?

7. Panggilan dan konsekuensi a. Apakah pekerjaan Saudara mengganggu ibadah Saudara? b. Apakah saat Saudara sakit, akan menganggu ibadah Saudara? c. Apakah kondisi tersebut akan meningkatkan atau

menurunkan keimanan Saudara?

F.

Pengkajian kebutuhan spiritual menurut agama yang dianut 1. Untuk klien beragama Islam a. Apakah masalah atau sakit yang saudara hadapi

mengganggu pelaksanaan ibadah saudara? b. Apakah karena masalah atau sakit tersebut saudara kesulitan menunaikan ibadah salat? c. Apakah saudara berkeinginan untuk melaksanakan ibadah puasa? d. Apakah karena masalah atau sakit tersebut saudara kesulitan menunaikan ibadah puasa?

2. Untuk klien beragama Kristen atau Katholik a. Apakah masalah atau sakit yang saudara hadapi

mengganggu pelaksanaan sembahyang saudara setiap hari? b. Apakah saudara ada masalah untuk menunaikan

sembahyang hari Minggu?. c. Apakah sakit atau masalah yang saudara alami

menghambat keinginan saudara melaksanakan kegiatan di hari Raya Natal atau Paskah?

TINJAUAN KASUS
A. Pengkajian Hari, tanggal Jam Oleh Tempat Metode Sumber data : Rabu, 2 November 2011 : 12.00 : Kartika : RS Sardjito : Wawancara : Klien, keluarga klien dan status klien

1.

Identitas a. Pasien Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Pendidikan Agama Alamat Suku Bangsa : Ny A : 18 tahun : Perempuan : Pelajar : SMA : Islam : Wonosari, Gunungkidul : Jawa : Indonesia : Ny S : 25 tahun : Perempuan : S1 : Islam : Kakak : Wonosari, Gunungkidul

b. Penanggung jawab Nama Umur Jenis kelamin Pendidikan Agama Hubungan Alamat

2.

Hasil Pengkajian a. Klien mengungkapkan bahwa ia tidak menerima keadaan sekarang ini. b. c. Klien tidak bisa mengatakan arti hidupnya. Klien mengatakan tidak kuat dalam menghadapi masalah selama dirawat di rumah sakit d. Klien mengatakan selama dirawat di rumah sakit merasa tingkat emosinya meningkat. e. Klien mengungkapkan bahwa dirinya kurang damai dan tidak berdaya. f. Klien mengungkapkan bahwa klien kurang mempunyai tujuan hidup dalam dirinya. g. Klien mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai motivasi hidup. h. Klien menyatakan bahwa dirinya merasa bersalah karena tidak mengikuti perkataan dari keluarga. i. Klien mengatakan bahwa rasa nyeri telah mengganggu aktivitas beribadah. j. Klien mengatakan bahwa klien kesulitan dalam menjalankan shalat di atas tempat tidur. k. Klien mengatakan semenjak dirawat di rumah sakit ia tidak bisa melaksanakan kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah di masjid. Pemeriksaan fisik: a. b. c. Tekanan darah Nadi Respirasi : 130 / 90 mmHg : 110 x / menit : 25 x / menit

B. Analisa Data DATA MASALAH PENYEBAB DS : Distres spiritual Penyakit kronis Klien mengungkapkan bahwa ia tidak menerima keadaan sekarang ini. Klien tidak bisa mengatakan arti hidupnya. Klien mengatakan tidak kuat dalam menghadapi masalah selama dirawat di rumah sakit Klien mengatakan selama dirawat di rumah sakit merasa tingkat emosinya meningkat. Klien mengungkapkan bahwa dirinya kurang damai dan tidak berdaya. Klien mengungkapkan bahwa klien kurang mempunyai tujuan hidup dalam dirinya. Klien mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai motivasi hidup. Klien menyatakan bahwa dirinya merasa bersalah karena tidak mengikuti perkataan dari keluarga. DO : Klien tampak lesu. Klien tampak tidak bersemangat saat berbicara Nadi : 110 x/menit TD : 130/90 MmHg Respirasi : 25 x/menit DS : Hambatan Klien mengatakan bahwa rasa religiositas nyeri telah mengganggu aktivitas beribadah. Klien mengatakan bahwa klien kesulitan dalam menjalankan shalat di atas tempat tidur. Klien mengatakan semenjak dirawat di rumah sakit ia tidak bisa melaksanakan kegiatan

Penyakit / sakit

keagamaan seperti berjamaah di masjid. DO : Klien tampak lemas.

shalat

C.

Diagnosa Keperawatan 1. Distres spiritual berhubungan dengan sakit kronis ditandai dengan : DS : a. Klien mengungkapkan bahwa ia tidak menerima keadaan sekarang ini. b. Klien tidak bisa mengatakan arti hidupnya. c. Klien mengatakan tidak kuat dalam menghadapi masalah selama dirawat di rumah sakit d. Klien mengatakan selama dirawat di rumah sakit merasa tingkat emosinya meningkat. e. Klien mengungkapkan bahwa dirinya kurang damai dan tidak berdaya. f. Klien mengungkapkan bahwa klien kurang mempunyai tujuan hidup dalam dirinya g. Klien mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai motivasi hidup. h. Klien menyatakan bahwa dirinya merasa bersalah karena tidak mengikuti perkataan dari keluarga. DO : a. Klien tampak lesu. b. Klien tampak tidak bersemangat saat berbicara c. Nadi d. TD e. Respirasi : 110 x/menit : 130/90 MmHg : 25 x / menit

2. Hambatan religiositas berhubungan dengan penyakit/sakit ditandai dengan : DS : a. Klien mengatakan bahwa rasa nyeri telah mengganggu aktivitas beribadah. b. Klien mengatakan bahwa klien kesulitan dalam menjalankan shalat di atas tempat tidur. c. Klien mengatakan semenjak dirawat di rumah sakit ia tidak bisa melaksanakan kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah di masjid. DO : Klien tampak lemas.

D. D. PERENCANAAN KEPERAWATAN Nama Umur NO 1. : Ny. A : 18 tahun Dx medis : Vertigo Pukul : 12.00 WIB

Hari, tanggal : Rabu, 2 November 2011 TUJUAN Rabu, 2 November 2011 Jam : 12.00 WIB RENCANA INTERVERENSI Rabu, 2 November 2011 Jam : 12.00 WIB RASIONAL Rabu, 2 November 2011 Jam : 12.00 WIB 1. Meningkatkan pemahaman tentang penyakit yang diderita klien. 2. Membantu pasien menerima keadaan di sini dan sekarang, menurunkan rasa takut terhadap hal yang tidak diketahui oleh klien. 3. Menceritakan kejadian timbulnya pola yang menggambarkan cara klien menjalani hidup dengan penuh makna.

DIAGNOSA KEPERAWATAN Rabu, 2 November 2011 Jam : 12.00 WIB Distres spiritual berhubungan dengan sakit kronis ditandai dengan : DS : Klien mengungkapkan bahwa ia tidak menerima keadaan sekarang ini. Klien tidak bisa mengatakan arti hidupnya. Klien mengatakan tidak kuat dalam menghadapi masalah selama dirawat di rumah sakit Klien mengatakan selama dirawat di rumah sakit merasa tingkat emosinya meningkat. Klien mengungkapkan bahwa dirinya kurang damai dan tidak

Setelah dilakukan 1. Berikan penjelasan tindakan keperawatan hubungan antara proses selama 4 kali pertemuan penyakit dan gejalanya. selama satu minggu klien tidak mengalami distress 2. Berikan informasi lisan spirirual dengan kriteria : atau tertulis yang tepat DS mengenai apa yang 1. Klien mengungkapkan sedang terjadi dan dapat menerima diskusikan dengan klien keadaannya. atau orang terdekat. 2. Klien mempunyai 3. Minta klien menceritakan motivasi hidup. kejadian tentang 3. Klien dapat keluarganya mengenai mengungkapkan pengalaman keluarga makna hidup. yang positif dan 4. Klien dapat membahagiakan. mengungkapkan tujuan hidup

berdaya. Klien mengungkapkan bahwa klien kurang mempunyai tujuan hidup dalam dirinya. Klien mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai motivasi hidup. Klien menyatakan bahwa dirinya merasa bersalah karena tidak mengikuti perkataan dari keluarga. DO : Klien tampak lesu. Klien tampak tidak bersemangat saat berbicara Nadi : 110 x/menit TD : 130/90 MmHg Respirasi : 25 x/menit

Rabu, 2 November 2011 Jam : 12.00 WIB Hambatan religiositas berhubungan dengan penyakit / sakit ditandai dengan :

DO 4. Mintalah klien untuk 4. Berdoa merupakan 1. TD dalam rentang berdoa kepada Tuhan cara yang efektif untuk normal 100-120 / 70Yang Maha Esa mengatasi nyeri, stres 80 mmHg dan distress. 2. Frekuensi nadi dalam 5. Dengarkan klien dan beri 5. Ekspresi perasaan rentang normal 60dorongan untuk berbagi adalah unik untuk 100 x/menit perasaan emosi, seperti seorang individu. 3. Frekuensi respirasi marah, rasa bersalah Mendengarkan klien dalam rentang normal atau depresi dengan tanpa memberi 12-20 x/menit. cara yang paling nyaman penilaian. 4. Klien terlihat ceria. bagi klien. Meningkatkan perkembangan hubungan terapeutik yang akan meningkatkan rasa percaya dan keterbukaan. 6. Berikan apresiasi 6. Meningkatkan terhadap tanggapan optimisme klieN. 7. Menyembuhkan 7. Kolaborasi dengan penyakit klien dokter Rabu, 2 November 2011 Rabu, 2 November 2011 Rabu, 2 November 2011 Jam : 12.00 WIB Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4 kali pertemuan Jam : 12.00 WIB 1. Menjelaskan kepada klien tentang bagaimana cara menjalankan shalat Jam : 12.00 WIB 1. Dengan menjelaskan bagaimana cara menjalankan shalat di

DS : Klien mengatakan bahwa rasa nyeri telah mengganggu aktivitas beribadah. Klien mengatakan bahwa klien kesulitan dalam menjalankan shalat di atas tempat tidur. Klien mengatakan semenjak dirawat di rumah sakit ia tidak bisa melaksanakan kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah di masjid. DO : Klien tampak lemas.

dalam satu minggu klien di atas tempat tidur dapat menerima dan beradabtasi dengan kondisinya dengan kriteria : Klien tidak mengeluhkan 2. Kolaborasi dengan kegiatan beribadahnya.. dokter untuk memberikan obat analgesik. 3. Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi, intensitas (skala 1-10), frekuensi dan waktu.

atas tempat tidur klien bisa menjalankan shalat di atas tempat tidur tanpa ada kesulitan. 2. Dibutuhkan untuk menghilangkan rasa nyeri atau ketidaknyamanan. 3. Untuk mengetahui berapa berat nyeri yang dialami klien.

E. E. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Dx 1. Pukul Tindakan 12.00 WIB Jumat, 4 November 2012 Minta klien menceritakan kejadian tentang keluarganya mengenai pengalaman keluarga yang positif dan membahagiakan. Evaluasi

SKENARIO ROLE PLAY TENTANG TINDAKAN KEPERAWATAN


Perawat Klien Perawat : Selamat pagi , dek Tika! : Selamat pagi, Sus! (tampak lemas) :Bagaimana Tika, tadi malam tidurnya nyenyak tidak? (menyentuh pundak klien) Klien Perawat Klien Perawat Klien Perawat : Tidak nyenyak , Sus. : lho kenapa? : gak tahu ni sus perasaanku nggak enak. : Oh, kalau begitu saya periksa dulu. : Baiklah, Sus : (sambil memeriksa TD, Suhu, RR, Nadi).Tadi malam kenapa kok tidak bisa tidur dek Tika? Apakah ada yang dipikirkan? Klien : iya sus.. aku merasa sudah melakukan kesalahan yang besar kepada keluarga terutama kepada ibuku. Perawat Klien : memangnya apa yang dilakukan dek tika? : penyebab aku dirawat di rumah sakit itu kan karena kesalahanku sendiri sus. Perawat Klien : lho dek Tika kok bisa berkesimpulan kayak gitu? : begini sus, aku kan dilarang sama dokter untuk melakukan aktivitas yang berlebihan. Apa lagi sampai kecapekan. Tapi saya melanggar itu sus, saat saya merasa sehat saya melakukan apa saja yang saya inginkan. Perawat : Apakah ibunya dek Tika atau keluarga yang lain menegur atau mengingatkan kalau dek Tika itu tidak boleh melakukan aktivitas berlebihan apalagi sampai kecapekan? Klien : Iya , sus. Terutama ibuku, beliau pasti ngomeli aku saat aku melakukan aktivitas yang berlebihan. Tapi aku tidak mendengarkan perkataannya. Pada akhirnya vertigoku kambuh dan harus dirawat di RS.

Kakak

: iya tu sus. Tika tu kalau dibilangin susah. Masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Makanya aku tu dah bosen banget kalau bilangin Tika. Untung aja ibu masih punya perhatian sama kamu dan terus bilangin Tika.

Perawat

: sudah.sudah..yang berlalu biarlah berlalu. Dah mbak April gak usah nyalahin adiknya terus. Dek Tika toh sudah menyadari kalau dia salah. Setiap manusia itu pasti pernah melakukan kesalahan. Tidak ada manusia yang sempurna. Seperti kata pepatah tak ada gading yang tak retak. Yang berlalu biarlah berlalu yang penting dek Tika tidak

melakukan kesalahan yang sama. Kakak : itu dengerin apa yang dikatakan suster..jangan melakukan kesalahan yang sama lagi. Klien Kakak Klien : iya kak.. tapi kakak juga berhenti nyalah-nyalahin aku terus. : iya tapi ingat jangan melakukan kesalahan yang sama lagi : iya kak, tenang aja. Kakak percaya deh sama aku. Tapi suster aku masih merasa bersalah nih sama kedua orangtuaku. Perawat Klien : lho ada apalagi dek Tika? : Suster tahu sendiri kan kalau biaya rawat inap di rumah sakit ini cukup mahal padahal ayahku tu cuma bekerja menjadi buruh bangunan sedangkan ibuku cuma pembantu rumah tangga. Dan selama aku dirawat di rumah sakit ini mereka harus lebih bekerja keras lagi untuk dapat membayar biaya RS ini. Aku kasihan sama orangtuaku sus, mereka harus menanggung beban yang sangat berat garagara kesalahan aku sendiri. Aku merasa aku adalah beban bagi kedua orangtuaku. Aku selalu membuat orangtuaku bekerja keras setiap hari tanpa henti. Aku hanya benalu di keluargaku sendiri, sus. Kakak : Tik, jangan bilang begitu..orangtua kita melakukan semua itu agar kamu sembuh, agar kamu bisa sekolah dan

menggapai cita-citamu. Katanya kamu mau jadi dokter makanya kamu harus sembuh dan raihlah cita-citamu itu. Perawat : benar itu dek Tika yang dikatakan sama kakakmu..dek Tika tidak boleh ngomong kayak gitu. Orangtua dek tika melakukan itu semua karena mereka sayang sama dek tika. Mereka berharap dek Tika itu sembuh dan dapat menggapai cita-cita dek Tika. Masak dek Tika tega membalas kebaikan kedua orangtuanya dek Tika dengan rasa putus asa kayak gitu. Itu malah membuat orangtua dek tika sedih. Apa dek tika seneng liat kedua orang tua dek tika sedih? Klien Perawat : yaw jelas tidaklah sus. : makanya dek Tika harus kuat menghadapi cobaan ini dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT untuk memberi kekuatan dan kemudahan kepada dek Tika agar mampu menghadapi cobaan ini. Klien Perawat : baiklah sus, aku akan mencobanya. : lha gitu dong dek. Mungkin besuk kalau dek Tika dah sembuh dan dek Tika sudah menjadi dokter, dek Tika bisa membalas semua kebaikan orangtuanya dek Tika. Apakah itu tidak menyenangkan dek tika, kita bisa membalas semua kebaikan orangtua kita. Membuat orangtua kita tersenyum itu mendapatkan pahala yang besar lho dek Tika dari Allah SWT. Kakak Klien Perawat Klien Perawat : dengerin tu tik, apa yang dikatakan suster : iya kaksuster terimakasih ya telah membantuku : sama-sama dek Tika..jangan sedih lagi ya : iya sus :baiklah dek Tika, apakah dek Tika sudah merasa lebih tenang? Klien : iya sus. Setelah saya cerita-cerita ini saya merasa lebih tenang.

Perawat

: ya kalau begitu saya akan melanjutkan memeriksa pasien yang lain ya dek Tika..kalau ada masalah lagi jangan sungkan minta tolong kepada saya atau suster yang lain..permisi mbak April dan selamat beristirahat dek Tika. Selamat pagi. !!!

Klien Kakak

: selamat pagi sus. : selamat pagi sus. Terimakasih !!!!!!

SKENARIO ROLE PLAY TENTANG PERAN PERAWAT SEBAGAI KONSELOR


Seorang pasien yang harus operasi pengangkatan amandel Perawat : silakan masuk!!..silakan duduk ibu Ibu : terimakasih suster

Perawat : ini dengan ibu siapa? Ibu : saya ibunya dek tika yang dirawat di bangsal 1. Nama saya sofi.

Perawat : ada yang bisa saya bantu , bu? Ibu : gini sus, anak saya ini kan tiga hari lagi harus operasi amandel, tapi dia nggak mau. Perawat : lho? Lha kenapa kok nggak mau? Ibu : katanya tika dia tuh takut disuntik sus,, padahal kayaknya itu cuma alasan aja biar operasinya gak jadi. Perawat : oo begitu..apakah ibu sudah memberi tahu kepada dek tika kalau disuntik itu tidak sakit? Ibu : saya sudah memberitahu sus. Saya bilang sama tika kalau disuntik tu kayak digigit semut. Perawat : bagus itu bu..ibu sudah memberitahu Ibu : terus apa yang harus kami lakukan sus.. tika tetep aja takut dioperasi, sedangkan operasinya tiga hari lagi? Perawat : ibu bisa terus membujuk dek tika sampai dia mau dioperasi..beri penjelasan pada dek tika kalau operasi amandel ini demi kesehatan dia sendiri..kemudian ibu bilang sama dek tika kalau dia mau dioperasi ibu mau beliin hadiah..atau juga ibu bisa berkonsultasi sama dokter yang akan operasi dek tika, ibu Tanya sama dokter bagusnya gimana..karena dokter lebih mengerti tentang operasi amandel ini Ibu : oh begitu ya sus.. tapi dia tu kalau dibilangin ngeyel.

Perawat : begini saja, ibu dapat menerangkan kepada dek tika tentang prosedur operasinya. Seperti, Tindakan operasi tidak sama dengan yang anak saksikan di televisi, yang bersifat

menakutkan. Setelah operasi terasa sakit, pasti ada obatnya. Setelah operasi selesai, dek tika akan mendapat kesembuhan total, sehingga tidak merasa kesakitan lagi, dan tidak perlu ke dokter lagi untuk penyakit yang sama. Ibu : oh. Misalnya selama operasi tika akan dibuat tertidur dan nyaman , nggak akan sakit. Terus ketika selesai operasi, ibu akan ada disampingnya gitu ya suster? Perawat : iya benar, atau bisa dengan bekerjasama dengan orang yang bisa membuat dek tika nurut. Ibu : kalau nurut, dia cenderung ke tantenya sus. Kalau sama tantenya nurut banget, disuruh ngapa-ngapain mau. Perawat :ibu bisa pilih mana cara yang menurut ibu terbaik buat dek tika Ibu : iya sus, kalau begitu saya akan mengambil cara yang melibatkan tantenya itu. Mungkin dengan diberi penjelasan

dari tantenya itu tika dapat mau dioperasi. Perawat : iya buk, karena jika dilakukan pendekatan yang mendalam pasti dek tika juga akan mau dioperasi. Ibu : ya sus. Terimaksih atas sarannya

Perawat : sama-sama bu. Kalau ada kesulitan silakan ibu datang lagi ke sini. Saya siap membantu ibu. Ibu : baik sus..saya kembali ke kamar dulu ya sus, soalnya tika cuma sendiri..sekali lagi terimakasih. Perawat : iya buk..