Anda di halaman 1dari 9

STUDIUM GENERALE MATERIAL NANO DAN APLIKASINYA

Disusun oleh : MOCH. REDDY TRI CAHAYA (117100038)

PROGRAM STUDI TEKNIK FISIKA FAKULTAS SAINS INTITUT TEKNOLOGI TELKOM BANDUNG 2013

Sekilas Nanomaterial dan Aplikasinya Nanomaterial merupakan material yang mempunyai ukuran dalam skala nanometer yaitu berkisar antara 1-100 nm. Banyak orang tertarik dengan nanomaterial, karena dengan ukuran nano, sifat material lebih menguntungkan dari pada ukuran besar. Rekayasa material nanopartikel pada dasarnya adalah rekayasa pengendalian ukuran, bentuk, dan morfologi, serta penataan material pada ukuran nanometer, yang akan menentukan karakteristik nanopartikel hasil sintesis. Karakteristik material dapat menjadi berbeda setelah menjadi nanomaterial, dalam hal ini ada dua alasan. Pertama, nanomaterial memiliki surface area yang besar daripada material awalnya. Hal ini dapat meningkatkan reaktifitas kimia dan meningkatkan kekuatan sifat elektronik, yang kedua adalah efek kuantum yang mendominasi bahan dari nanoscale terutama pada pengaruh optikal dan sifat magnetik material. Nanomaterial dapat dibagi menjadi 4 golongan yaitu : a. Nol dimensi Nanopartikel (oksida logam, semikonduktor, fullerenes) b. Satu dimensi Nanotubes, nanorods, nanowires c. Dua dimensi Thin films (multilayer, monolayer, self-assembled, mesoporous) d. Tiga dimensi Nanokomposit, nanograined, mikroporous, mesoporous, interkalasi, organi-anorganik hybrids. Banyak nanoteknologi dan nanoscience yang dilakukan untuk memproduksi nanomaterial. Nanometerial dapat dibuat dengan tekhnik top down dan bottom up, dimana top down merupakan pembuatan struktur yang kecil dari material yang berukuran besar, sedangkan tekhnik bottom up penggabungan atom-atom atau molekul-molekul menjadi partikel yang berukuran lebih besar. Adapun beberapa sifat keunggulan dari material berukuran nano, antara lain : 1) Sifat elektrik Nanomaterial dapat mempunyai energi lebih besar dari pada material ukuran biasa karena memiliki surface area yang besar. Energy band secara bertahap berubah terhadap orbital molekul. Logam ukuran besar mengikuti hokum Ohm. Pada logam ukuran nano harus memiliki masukan elektrostatik (menggambarkan jumlah energi elektron) Eel = e2/2C. Resistivitas elektrik mengalami kenaikan dengan berkurangnya ukuran partikel. Contoh aplikasi : energi densitas yang tinggi dari baterai, nanokristalin merupakan material yang bagus untuk lapisan pemisah pada baterai karena dia dapat menyimpan energi yang lebih banyak. Baterai logam nikel-hidrida terbuat dari nanokristalin nikel dan logam hidrida yang membutuhkan sedikit recharging dan memiliki masa hidupa yang lama. 2) Sifat magnetik Kekuatan magnetik adalah ukuran tingkat kemagnetan. Tingkat kemagnetan akan meningkat dengan penurunan ukuran butiran patikel dan kenaikan spesifik surface area per satuan volume partikel. Sehingga nanopmeterial memiliki sifat yang bagus dalam peningkatan sifat magnet. Contoh aplikasi : magnet nanokristalin yttrium-samarium-cobalt memiliki sifat magnet yang luar biasa dengan luas permukaan yang besar. Aplikasinya pada mesin

kapal, instrumen ultra sensitiv danmagnetic resonance imaging (MRI) pada alat diagnostik. 3) Sifat mekanik Nanomaterial memiliki kekerasan dan tahan gores yang lebih besar bila dibandingkan dengan material dengan ukuran biasa. Contoh aplikasi : automobil dengan efisiensi greater fuel. Nanomaterial diterapkan pada automobil sejak diketahui sifat kuat, keras dan sangat tahan terhadap erosi, diharapkan dapat diterapkan pada busi. 4) Sifat optik Sistem nanokristalin memiliki sifat optikal yang menarik, yang mana berbeda dengan sifat kristal konvensional. Kunci peyumbang faktor masuknya quantum tertutup dari pembawa elektrikal pada nanopartikel, energi yang efisien dan memungkinkan terjadinya pertukaran karena jaraknya dalam skala nano serta memiliki sistem dengan interface yang tinggi. Dengan perkembangan teknologi dari material mendukung perkembangan sifat nanofotonik. Dengan sifat optik linear dan non linear material nano dapat dibuat dengan mengontrol dimensi kristal dan surface kimia, teknologi pembuatan menjadi faktor kunci untuk mengaplikasikan. Contoh aplikasi : pada optoelektronik., electrochromik untuk liquid crystal display (LCD). 5) Sifat kimia Merupakan faktor yang penting untuk aplikasi kimia nanomaterial yaitu penambahan surface area yang mana akan meningkatkan aktivitas kimia dari material tersebut. Contoh aplikasi : teknologi fuel cell merupakan aplikasi yang penting dari penggunaan logam nanopartikel. Dimana dalam fuel cell digunakan logam Pt dan PtRu. Besi oksida nanopartikel merupakan oksida logam yang mendapat perhatian yang besar dalam rekayasa material nanopartikel, mengingat potensi penerapan teknologi yang dimungkinkan. Pemanfaatan oksida logam yang memiliki beberapa spesies oksida berkarakteristik khas ini telah banyak dilaporkan yaitu sebagai : fotokatalis pada fotooksidasi fenol sebagai katalis autooksidasi bahan bakar jet-A, komponen aktif pada media rekam padat informasi, sebagai penghantaran obat paramagnetik dengan mengubahnya menjadi senyawa magnetic-gels, sensor alkohol pada temperatur ruang dan sebagai fotokatalis untuk menguraikan air menjadi hidrogen dan oksigen dlam bentuk elektroda lapis tipis, selain itu besi oksida nanopartikel dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan CaO sebagi sensor gas SO2.

Nanomaterial adalah bidang ilmu material dengan pendekatan berbasis Nanoteknologi. Nanoteknologi adalah pembuatan dan penggunaan materi atau devais pada ukuran sangat kecil. Materi atau devais ini berukuran antara (1 100) nanometer. Satu nm sama dengan satu-per-milyar meter (0.000000001 m), yang berarti 50.000 lebih kecil dari ukuran rambut manusia. Ukuran (1 100) nm ini disebut juga dengan skala nano (nanoscale). Jadi, dapat disimpulkan bahwa nanomaterial itu adalah bahan atau material yg berukuran sangat kecil (skala nano) yaitu 1-100 nm. Setiap Nanotechnologically meningkatkan bahan akan memungkinkan pengurangan berat disertai dengan peningkatan stabilitas dan meningkatkan fungsionalitas. Ada banyak aplikasi teknologi nano, diantaranya sebagai berikut:

1. Kesehatan Komunitas penelitian Biologis dan medis telah mengeksploitasi(memanfaatkan) sifat unik Nanomaterials untuk berbagai aplikasi (misalnya, kontras agen(contrast agent) untuk pencitraan sel dan terapi untuk mengobati kanker). Istilah-istilah seperti nanoteknologi biomedis, bionanotechnology, dan nanomedicine digunakan untuk menggambarkan bidang hibrida ini. Fungsionalitas dapat ditambahkan ke Nanomaterials dengan cara mencampuri mereka dengan molekul atau struktur biologis. Ukuran Nanomaterials ini mirip dengan sebagian besar molekul dan struktur biologis, sehingga Nanomaterials dapat bermanfaat bagi kedua in vivo dan in vitro penelitian biomedis dan aplikasi. Sejauh ini, integrasi Nanomaterials dengan biologi telah menyebabkan pengembangan perangkat diagnostik, kontras agen, alat-alat analisis, aplikasi terapi fisik, dan drug delivery vehicles. Nanoteknologi-on-a-chip adalah satu lagi dimensi lab-on-a-chip technology. Magnetic nanopartikel, diikat ke antibodi yang sesuai, digunakan untuk label molekul spesifik, struktur atau mikroorganisme. Gold Nanopartikel ditagged dengan segmen DNA pendek dapat digunakan untuk mendeteksi urutan genetik dalam sampel. Pengkodean Multicolor optik untuk pengujian biologis telah dicapai odengan menanamkan titik kuantum ukuran-berbeda ke polimer microbeads. Teknologi Nanopore untuk analisis asam nukleat mengkonversi rangkaian nukleotida langsung ke telektronik signatures. 2. Lingkungan Hidup Salahsatu aplikasi nanoteknologi dalam lingkunan hidup yaitu nanopiltration, pengaruh yang kuat nanochemistry pada pengolahan air limbah, pemurnian udara dan perangkat penyimpanan energi yang kita harapkan. Metode Mekanik atau kimia dapat digunakan untuk teknik penyaringan yang efektif. Satu kelas dari teknik penyaringan didasarkan pada penggunaan membran dengan ukuran lubang yang sesuai, dimana cairan ditekan melalui membran. Nanoporous membran yang cocok untuk filtrasi mekanis dengan pori-pori yang sangat kecil lebih kecil dari 10 nm ( "nanofiltration") dan mungkin terdiri dari nanotube. Nanofiltration terutama digunakan untuk menghilangkan ion atau pemisahan fluida yang berbeda. Pada skala yang lebih besar, teknik filtrasi membran bernama ultrafiltrasi, yang bekerja turun ke antara 10 dan 100 nm. Salah satu bidang yang penting ultrafiltrasi adalah aplikasi untuk keperluan medis seperti dapat ditemukan di ginjal dialisis. Nanopartikel magnetik menawarkan metode yang efektif dan dapat diandalkan untuk menghilangkan kontaminan logam berat dari air limbah dengan menggunakan teknik pemisahan magnetik. Menggunakan partikel nano meningkatkan efisiensi untuk menyerap kontaminan dan relatif murah dibandingkan dengan curah hujan tradisional dan metode filtrasi. Beberapa perangkat pengolahan air yang digabungkan dengan nanoteknologi sudah ada di pasar, dengan lebih banyak dalam pengembangan. Murahnya metode pemisahan membran nanostructured telah terbukti efektif dalam memproduksi air minum di suatu studi baru-baru ini.

3. Elektronika proses produksi teknologi tinggi sekarang didasarkan pada strategi tradisional atas ke bawah, di mana nanoteknologi sudah diperkenalkan diam-diam. Skala panjang kritis sirkuit terpadu sudah pada skala nano (50 nm dan di bawah ini) mengenai panjang gerbang transistor di CPU atau perangkat DRAM.

Dan salah satu aplikasi dalam elektronika adalah sebagai Memori Storage. Desain memori elektronik di masa lalu sebagian besar bergantung pada pembentukan transistor. Namun, penelitian crossbar switch based electronics telah menawarkan alternatif menggunakan reconfigurable interconection antara pengkabelan array vertikal dan horisontal untuk menciptakan memori kerapatan sangat tinggi. Dua pemimpin di area ini yaitu Nantero yang telah mengembangkan karbon nanotube berbasis crossbar memory disebut Nanomemori RAM dan Hewlett-Packard yang telah mengusulkan penggunaan bahan Memristor sebagai pengganti masa depan memori Flash.

Nanomaterial Anorganik Istilah material nano anorganik biasanya digunakan untuk menunjukkan struktur nano yang hanya tersusun dari material selain Carbon, atau jika terdapat unsur atom Carbon, maka atom-atom Carbonnya tidak dikombinasikan dengan unsur lain. Material nano yang termasuk dalam kelompok nano anorganik diantaranya adalah fullerene, karbon nanotube, nanowire, nanoporous, semikonduktor nanokristal atau nano partikel. Fullerene merupakan struktur nano yang tersusun dari 60 buah atom Carbon (C60) dan memiliki simetri seperti bola. Fullerene secara formal dikenal sebagaibuckministerfullerene atau disingkat buckeyballs. Penemuan terhadap fullerene ini memberikan harapan baru untuk diterapkan dalam berbagai bidang, terutama untuk bidang elektronika dan kedokteran.

Gambar struktur fullerene Nanotube adalah material berbentuk silinder dengan ketebalan kulit silinder kurang dari 100 nm. Contoh yang terkenal adalah carbon nanotube dengan kulit silinder berupa satu atau beberapa lapis atom carbon. Struktur material nanotube dapat dipandang sebagai jalinan selapis carbon yang bergulung membentuk tabung berukuran nano. Jika lapisannya tunggal maka disebut SWNT (single wall nanotube) dan jika lapisannya lebih dari satu maka disebut MWNT (multi wall nanotube). Baik SNWT maupun MWNT memiliki sifat listrik, mekanik,

dan termal yang unik. Sebagai contoh, sifat listriknya dapat berlaku sebagai penghantar listrik maupun semikonduktor tergantung pada bentuk dan ukuran serta orientasi gulungan carbon. Material nano ini dapat memiliki kapasitas penghantaran listrik hingga satu milyar amps/cm persegi. Sedangkan sifat mekaniknya mencapai 20 kali lebih kuat dari sifat mekanik baja alloy yang berkualitas tinggi. Nanotube lain yang berhasil dibuat adalah boron nitrida (BN) nanotube yang kulitnya terdiri dari beberapa atom boron dan nitrogen.

carbon nanotube jenis SWNT

carbon nanotube jenis MWNT Nanowire atau dikenal juga sebagai nanorods (batang nano) atau nanowhisker(rambut janggut nano) merupakan blok pembangun anorganik yang memiliki potensi aplikasi yang tinggi. Nanowire merupakan material padatan anorganik berbentuk seperti kabel yang dapat dibuat dari silikon, oksida seng (ZnO), dan berbagai logam lain. Meskipun diameternya hanya dalam skala nanometer, namun panjang nanowire dapat mencapai ribuan kali diameternya atau hingga puluhan mikrometer. Nanowire memiliki sifat optik dan listrik yang sebagaimana nanotube. Sebagai contoh, nanowire dapat mengemisikan sinar laser berlaku sebagaimana fiber optik.

SEM image of nanowire Nanoporous, adalah material yang mengandung sejumlah poros (pori) dan ukuran tiap poros kurang dari 100 nm. Contoh material ini adalah zeolite dan MCM-41 (silikon dioksida yang mengandung poros yang tersusun secara heksagonal).

nanoporous pada sebuah magnet Nanokristal semikonduktor (nanopartikel) atau dikenal juga dengan nanodotsatau quantum dots (QDs) merupakan material semikonduktor berukuran nano meter (nm). Biasanya ukuran QDs berkisar antara 3 hingga 25 nm. Bisa dibandingkan dengan jarak antar atom dalam sebuah susunan Kristal adalah 1 2 Amstrong (atau 0,1 0,2 nm). Ini artinya bahwa sebuah quantum dot (QD) hanya terdiri dari kurang lebih 1000 atom. Karena jumlahnya yang sudah bisa terbilang (countable) maka QDs kini dinobatkan sebagai material terkecil buatan manusia yang setara dengan satu atom (artificial atom). Material yang digunakan untuk membuat QDs adalah material semikonduktor, seperti GaN (Gallium Nitride), CdSe (Cadmium Selenide), CdTe, GaAs (Gallium Arsenide) dan lain-lainya. Karena bahan dasarnya adalah semikonduktor, maka QDs bisa diapplikasi untuk alat-alat optic yang berbasis semikonduktor seperti LED (light emitting diode), Laser diode, Solar Cell, dll. Kedua, karena ukurannya yang mendekati Amstrog, maka mudah untuk dilekatkan pada

element-element biologi, seperti protein, DNA, atau sel. Dalam hal ini QDs digunakan sebagai label yang bisa memancarkan cahaya sebagai deteksi keberadaan element bio. Ketiga, karena ukurannya yang kecil dan mendekati sebuah atom, maka akan sangat berpotensi untuk bidang komunikasi dan transfer informasi. Cahaya saat ini sudah bisa menggantikan peran electron sebagai penghantar informasi.

quantum dots bulk

DAFTAR PUSTAKA

http://material-sciences.blogspot.com/2010/03/sekilas-tentang-nanomaterial-dan.html http://nanotech-indonesia.blogspot.com/2012/05/material-nano-anorganik.html http://wwwsweetbanana.blogspot.com/2011/03/normal-0-false-false-false-en-us-xnone.html