Anda di halaman 1dari 4

MONITORING DAN EVALUASI PELAYANAN KEFARMASIAN DALAM PENGGUNAAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN OLEH INSTALASI FARMASI TAHUN

2007 Dalam rangka meningkatkan mutu dan memperluas cakupan pelayanan farmasi di Rumah Sakit PHC Surabaya dan Instalasi Farmasi berusaha memberikan pelayanan kefarmasian yang dapat menjamin efektifitas, keamanan dan efisiensi penggunaan obat serta meningkatkan kerjasama dengan Pasien dan Profesi kesehatan lain yang terkait dalampelayanan Farmasi Berikut ini adalah hasil monitoring dan evaluasi mengenai Pelayanan Kefarmasian dalam penggunaan obat dan alat kesehatan tahun 2007 1. PENGKAJIAN RESEP Pengkajian resep dilakukan di Instalasi farmasi rawat Jalan dan Rawat inap sudah memenuhi standar administrasi, persyaratan farmasi dan persyaratan klinis Persyaratan administrasi meliputi : Nama dan umur pasien : Resep yang masuk di Instalasi Farmasi sudah memenuhi persyaratan hamper semua sudah terdapat identitas Pasien yang Jelas dalam hal Nama Pasien, walaupun ada kejadian 1 sampai 2 resep dalam sebulannya Dokter terlupa menuliskan Nama Pasien di lembar resep, akan tetapi umur hampir semua lembar resep tidak menunjukkan umur Pasien (Dokter tidak menulis umur Pasien) Nama, Paraf Dokter Penulis resep, tanggal resep,ruangan dan unit asal resep : Nama, Paraf Dokter Penulis resep, tanggal resep, ruangan dan unit asal resep sudah tertera di semua lembar resep yang diterima oleh Instalasi Farmasi rawat inap dan instalasi farmasi Rawat Jalan, dan sudah terlihat konsisten di setiap kitir yang disertakan beserta resep

Persyaratan Farmasi : Persyaratan farmasi yang meliputi bentuk, kekuatan sediaan, dosis dan jumlah obat, aturan pakai sudah tertera jelas disetiap lembar resep, sehingga sudah tercetak / tertulis jelas dietiket obat Ketersediaan dan stabilitas obat sudah diupayakan oleh Farmasi agar Obat yang masuk didalam Formularium selalu tersedia di Instalasi farmasi, walaupun kadang terjadi pembelian obat keluar dari Rumah sakit disebabkan oleh obat tersebut tidak masuk didalam standar Formularium Persyaratan Klinis Duplikasi pengobatan :

Duplikasi pengobatan tidak pernah terjadi, hal ini karena sudah adanya aplikasi computer yang mengatasi hal ini, setiap obat yang masuk ke aplikasi computer selalu ada kelas golongan terapi dan jika Dokter penulis resep menuliskan obat dengan kelompok terapi yang sama maka komputer akan memberitahukan ke petugas akan hal ini, untuk selanjutnya petugas akan konfirmasi lebih lanjut ke Dokter penulis resep, jika dokter menghendaki akan hal tersebut, maka petugas akan memberikan sesuai dengan instruksi dokter tersebut Ketepatan Indikasi, dosis dan waktu penggunaan obat Alergi, interaksi dan efek samping obat

2. DISPENSING Dispensing yang dilakukan oleh Instalasi rawat inap dan Rawat jalan dalam hal ini adalah meracik obat, memberikan etiket/label dan penyerahan obat, telah dilakukan sesuai dengan SOP dan tidak ada kendala dalam pelaksanaannya Dalam hal ini setiap peracikan untuk kapsul dan puyer yang dilakukan oleh petugas peracikan selalu dilakukan kroscek ulang dosis dan adanya evaluasi dosis, jika dosis

yang diterima oleh petugas dirasa meragukan (over/under dose) selalu dikonfirmasi dengan dokter, sehingga dosis yang diterima oleh Pasien tepat dan aman. 3. PEMANTAUAN DAN PELAPORAN EFEK SAMPING OBAT Efek samping obat yang dipantau oleh Instalasi rawat inap dan rawat jalan dengan cara menunggu adanya pelaporan ESO dari Pasien, dalam bulan Januari sampai dengan Desember 2007 tidak ada pelaporan dari Pasien untuk Efek Samping Obat. Pelaporan efek samping obat telah disediakan Formulir Monitoring Efek samping Obat 4. PELAYANAN INFORMASI OBAT Pelayanan Informasi Obat diberikan oleh petugas Farmasi di conter Farmasi saat penyerahan obat, Pelayanan informasi obat telah dilakukan oleh Petugas saat menyerahkan Obat ke Pasien yang telah dibuktikan dengan adanya pengisian paraf di belakang lembar resep. Informasi obat juga telah diberikan oleh petugas farmasi ke petugas yang memerlukan informasi lebih lanjut tentang obat di ruangan 5. KONSELING Konseling telah dilakukan dari bulan Nopember, dan telah ada 17 Pasien yang telah mendapat konseling, yang dilakukan Pasien dengan sukarela dating ke Instalasi farmasi untuk menanyakan lebih lanjut tentang obat yang telah didapat. Hal ini dirasa Pasien cukup membantu Pasien dalam mengatasi obatnya 6. PENGKAJIAN PENGGUNAAN OBAT Pengkajian penggunaan obat dilakukan untuk menjamin obat-obat yang digunakan sudah sesuai dengan indikasi, efektif aman dan terjangkau oleh masyarakat dilakukan dengan adanya (tersedianya) obat generik yang telah mencukupi untuk pasien yang membutuhkan (Askes dan Pasien yang perekonomian yang rendah), serta tersedianya obat-obatan Paten yang telah sesuai dengan Standar Formularium rumah sakit PHC yang telah disepakati oleh Pelanggan. Dan juga telah ditunjukkannya dengan

kooperasinya Dokter untuk bekerjasama dengan Farmasi dalam Pengobatan yang rasional ke Pasien

Surabaya, 28 Desember 2007 Manajer Instalasi Farmasi

(Willy Jatmiko S.Si.,Apt)