Anda di halaman 1dari 2

Kultur bakteri adalah hasil suatu metode untuk menumbukan dan mengembangbiakkan bakteri dengan menggunakan suatu media

yang terdiri atas campuran nutrisi atau zat zat hara (nutrisi) yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme diatas atau didalamnya. Selain itu, media kultur mikroba dapat dipergunakan pula untuk isolasi, perbanyakan, pengujian sifat sifat fisiologis, dan perhitungan jumlah mikroorganisme. Didalam laboratorium, pembiakan bakteri memerlukan media kultur yang komposisinya terdiri dari C, H, O, N, S. P, K, Mg, Fe, Ca, Mn, dan sedikit Zn, Co, Cu, dan Mo. Unsur unsur ini ditemukan dalam bentuk air, ion anorganik, molekul kecil, dan makromolekul. Secara umum kultur media bakteri hares mengandung sumber karbon, nitrogen, sulfur, fosfat, vitamin atau bahan-bahan yang dapat mendorong pertumbuhan bakteri seperti ekstrak daging atau ragi . Ekstrak daging mengandung pepton dan asam asam amino. Pepton dipakai dalam kultur media sebagai sumber nitrogen, banyak senyawa nitrogen sederhana terkandung dalam pepton, sehingga mudah dilepas unsur nitrogennya. Selain itu bakteri juga ada yang membutuhkan penyubur seperti darah, serum serta logam dari garam-garam anorganik sebagai "trace elements"/elemen mikro seperti Ca, Mn, Na, Mg, Zn, Co, Fe, Cu (Sutarma,2000) Kultur bakteri biasanya dimulai dengan inokulasi satu koloni bakteri kedalam suatu media. Setelah itu bakteri akan mengalami fase petumbuhan yang pertama yaitu lag phase. Pada fase ini pertumbuhannya lambat karena bakteri harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Fase kedua adalah log phase atau dikenal dengan fase eksponensial sebab pada fase ini bakteri berkembang secara maksimal, konsumsi nutrisi dengan cepat dan adanya pembelahan diri pada bakteri. Fase berikutnya adalah fase stasioner. Fase ini ditandai dengan habisnya nutrisi pada media, sel mulai menghentikan aktivitas metaboliknya serta menghancurkan protein nonesensial yang mereka miliki. Fase ini merupakan masa transisi dan perkembangan bakteri menuju dormansi lebih cepat. Fase terakhir adalah penurunan yang ditandai dengan hampir semua bakteri dalam koloni mengalami kematian, hanya sebagian kecil saja yang bisa sanggup hidup hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

DAFTAR PUSTAKA Brooks, G.F, Batel, J.S, Morse, S.A, Mikrobiologi Kedokteran (MedicalMicrobiology),Buku 2, Terjemahan,Penerbit Slaemba Medika,Jkarta,2005. Pelczar, M. J. Dan E. C. S. Chan, 1986. Dasar-dasar Mikrobiologi. Universitas Indonesia.Press. Jakarta Sutarma. Kultur Media bakteri. Temu Teknis Fungsional Non Peneliti. Bogor, Indonesia. 2000