Anda di halaman 1dari 2

TUGAS TAMBAHAN PRAKTIKUM TRANSISTOR (D3) Pertanyaan: jelaskan prinsip kerja transistor sebagai penguat dan berikan contohnya?

Transistor sebagai penguat merupakan salah satu dari fungsi transistor selain juga transistor sebagai saklar. Saat ini pemakaian transistor sebagai penguat telah banyak di pakai dalam suatu perangkat elektronik. misalnya yaitu tone control, pre-amp, amplifier ( penguat akhir ) dan rangkaian elektronika lainnya. pemakaian transistor ini benar-benar telah menjadi keharusan didalam komponen elektronika. Transistor adalah sebuah komponen monokristal semi konduktor dimana didalam komponen terdapat dua pertemuan antara p-n. Hingga kita bisa membuat dua rangkaian yakni pn-p dan n-p-n. Transistor adalah suatu komponen elektronik yang bisa memperbesar level sinyal keluaran beberapa kali dari sinyal masukan. Sinyal masukan di sini bisa berupa sinyal ac maupun dc. Prinsip yang di pakai didalam transistor sebagai penguat yaitu arus kecil pada basis dipakai untuk mengontrol arus yang lebih besar yang diberikan ke kolektor melalui transistor tersebut. Dari sini bisa kita lihat bahwa fungsi dari transistor adalah hanya sebagai penguat ketika arus basis akan berubah. Perubahan arus kecil pada basis inilah yang dinamakan dengan perubahan besar pada arus yang mengalir dari kolektor ke emitter. Kelebihan dari transistor penguat bukan sekedar bisa menguatkan sinyal, namun transistor ini juga dapat di pakai sebagai penguat arus, penguat daya dan penguat tegangan. Di bawah ini gambar yang biasa di pakai dalam rangkaian transistor khususnya sebagai penguat yang biasa di pakai dalam rangkaian amplifier sedehana.

Gambar transistor sebagai penguat dalam rangkaian amplifier sederhana

Sedangkan fungsi transistor sebagai saklar memanfaatkan area penjenuhan ( saturasi ) dan area penyumbatan ( cutt-off ). Pada waktu saturasi nilai resistansi penyambungan kolektor emitter secara ideal sama juga 0 atau koklektor terhubung langsung. dan pada waktu cut-off nilai resistansi penyambungan kolektor emitter ideal sama dengan tidak terhingga atau terminal kolektor dan emitter terbuka. Sebuah transistor sebagai penguat dapat bekerja dengan optimal jika titik penguat dengan transistor mesti di tentukan serta juga mesti sama dengan yang di tentukan oleh garis beban ac/dc. misalnya yaitu mempunyai titik kerja di area cut-off, titik kerja berada di tengah-tengah garis beban dan penguat kelas ab adalah merupakan kombinasi antara kelas a dan b yang bekerja dengan cara bergantian dengan jenis transistor pnp dan npn. Transistor dalam pengaplikasian sehari-hari digunakan antara lain untuk: 1.Transistor sebagai saklar Transistor biasanya digunakan sebagai saklar elektronik, baik untuk aplikasi daya tinggi dan daya rendah aplikasi seperti gerbang logika. Dengan memanfaatkan sifat hantar transistor yang tergantung dari tegangan antara elektroda basis dan emitter (Ube), maka kita dapat menggunakan transistor ini sebagai sebuah saklar elektronik, dimana saklar elektronik ini mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan saklar mekanik, seperti : a. Fisik relative jauh lebih kecil, b. Tidak menimbulkan suara dan percikan api saat pengontakan. c. Lebih ekonomis. 2. Transistor sebagai penguat Op-amp dinamakan juga dengan penguat diferensial (differential amplifier). Sesuai dengan istilah ini, op-amp adalah komponen IC yang memiliki 2 input tegangan dan 1 output tegangan, dimana tegangan output-nya adalah proporsional terhadap perbedaan tegangan antara kedua inputnya itu. Penguat diferensial seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut: