Anda di halaman 1dari 22

A.

JUDUL PERCOBAAN

: Redoks dan Eletrokimia

B.

HARI / TANGGAL PERCOBAAN

: Selasa, 16 April 2013

C.

SELESAI PERCOBAAN

: Selasa, 16 April 2013

D.

TUJUAN PERCOBAAN

1. Mengidentifikasi reaksi redoks berdasarkan perubahan warna. 2. Menentukan Daya Gerak Listrik (DGL) selvolta. 3. Menguji elektrolisis larutan KI.

E.

TINJAUAN PUSTAKA Redoks (singkatan dari reaksi reduksi-oksidasi) adalah istilah yang menjelaskan bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida. Atau reduksi karbon dari hydrogen yang menghasilkan metana.Istilah redoks berasal dari dua konsep, yaitu reduksi dan oksidasi.Reduksi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion.Sedangkan oksidasi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion. Redoks merupakan bagian dari elektrokimia yang mempelajari tentang perubahan kimia yang disebabkan oleh energi listrik dan reaksi kimia yang menghasilkan arus listrik. Semua reaksi elektro kimia menyangkut perpindahan elektron yaitu reaksi oksidasi dan reaksi reduksi.Reaksi-reaksi ini berlangsung dalam sel yang disebut sebagai sel elektro kimia.Sel elektro kimia terdiri dari dua elektroda dan elektrolit. Reaksi kimia yang penting dalam elektro kimia adalah reaksi oksidasi dan reaksi reduksi.Berikut ini menjelaskan reaksi reduksi, oksidasi, reduktor,

danoksidator: 1. Oksidasi, yaitu: Jika suatu zat memberikan atau melepas elektron.

Jika suatu unsure mengalami pertambahan bilangan oksidasi. Terjadi di anoda suatu sel elektro kimia.

2. Reduksi, yaitu: Jika suatu zat menerima elektron. Jika suatu unsure mengalami pengurangan bilangan oksidasi / tingkat oksidasi. Terjadi di katoda suatu sel elektro kimia.

3. Reduktor, yaitu: Zat yang mengalami oksidasi. Zat yang melepas elektron. Zat yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi.

4. Oksidator, yaitu: Zat yang mengalami reduksi. Zat yang melepas elektron. Zat yang mengalami penurunan bilangan oksidasi.

Oksidasi dan reduksi merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi. Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi, dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi. Pada suatu reaksi redoks, zat yang mengoksidasi zat lain disebut oksidator atau zat pengoksidasi, sedangkan zat yang mereduksi zat lain disebut reduktor atau zat pereduksi. Pada redoks, oksidator direduksi, sedangkan reduktor dioksidasi. Contoh reaksi redoks: Cr2O72- + 6 Fe2+ 2 Cr3+ + 6 Fe3+ 2 O72- + 6 Fe2+ + 4 H+ 2 Cr3+ + 6 Fe3+ + 7H2O ..(1) ..(2)

Pada reaksi di atas, Cr dalam ion Cr2O72- mengalami penurunan bilangan oksidasi menjadi Cr3+ (tereduksi), sedangkan Fe2+ mengalami penambahan bilangan oksidasi menjadi Fe3+ (teroksidasi) dan hasilnya adalah persamaan (2) yang telah memenuhi hokum kekekalan muatan dan kekekalan massa. Oxidant + e-
ion

Product

(electrons gained; oxidation number decreases) Reductant


o i ion

Product + e-

(electrons lost; oxidation number increases) Ada dua jenis sel elektrokimia, yaitu sel volta atau sel galvani dan sel elektrolisis. Pada sel volta atau sel galvani, energi yang dihasilkan oleh reaksi kimia timbul sebagai energy listrik. Pada sel elektrolisis, energy listrik menyebabkan terjadinya suatu reaksi kimia. Untuk kedua sel ini, elektroda di mana electron meninggalkan sel atau terjadi reaksi oksidasi disebut anoda, sedangkan elektroda di mana electron masuk ke sel atau terjadi reduksi disebut katoda. Sel volta atau sel galvani adalah sel elektrokimia yang terdiri dari dua buah elektroda dan dapat menghasilkan listrik akibat terjadinya reaksi redoks secara spontan pada kedua elektroda tersebut. Energi listrik yang dihasilkan pada sel volta atau sel galvani adalah sama dengan pengurangan energy bebas reaksinya. Energi listrik = -n.FE Dimana: n = adalah jumlah ekivalen zat yang bereaksi F = adalah tetapan Faraday E = adalah daya gerak listrik atau potensial sel Daya Gerak Listrik (DGL) yang diukur adalah E = E+ - EDimana E+ adalah potensial elektroda positif E-adalah potensial elektroda negatif a. Aturan sel volta : Terjadi perubahan dari energi kimia menjadi energi listrik. Pada anoda, electron adalah produk dari reaksi oksidasi; anoda kutub negatif. Pada katoda, electron adalah reaktan dari reaksi reduksi; katoda kutub positif. b. Konsep-konsep sel volta :

Deret volta / Nerst: Li, K, Ba, Ca, Na, Mg, Al, Mn, Zn, Fe, Ni, Sn, Pb, H, Cu, Hg, Ag, Pt, Au

Semakin ke kanan mudah direduksi dan semakin sukar dioksidasi, sedangkan semakin kekiri mudah dioksidasi dan sukar direduksi.

c. Prinsip : Anoda terjadi reaksi oksidasi dan katoda terjadi reaksi reduksi. Arus electron : anoda katoda Arus listrik : katoda anoda Jembatan garam yaitu berfungsi menyeimbangkan ion-ion dalam larutan. Contoh notasi sel: Zn / Zn2+ // Cu2+ / Cu Keterangan: / adalah parsial (2 sel) // adalah parsial sambungan sel Elektrolisis adalah peristiwa berlangsungnya reaksi kimia oleh arus listrik. Elektrolisis terjadi dari sel elektrolit dan dua elektroda logam atau karbon yang berfungsi sebagai katoda dan anoda. Pada anoda terjadi reaksi oksidasi sedangkan di katoda terjadi reaksi reduksi. Dalam peristiwa elektrolisis, reaksi yang tidak spontan dijalankan dengan menambahkan energi (arus listrik) untuk mendorong agar reaksi tersebut dapat berjalan. Oleh karena itu, zat hasil reaksi di kutub positif (anoda) ditentukan oleh zat-zat apa yang ada di sekitar anoda yang paling mudah mengalami oksidasi, bahkan anodanya sendiri dapat mengalami oksidasi. F. RANCANGAN PERCOBAAN 1. Gambar Rangkaian

2. Alat dan Bahan Gelas kimia 100 mL Tabung reaksi dan rak Tabung U Batang karbon Voltmeter Adaptor 6 Volt Kabel (penjepit buaya) Lempeng seng Lempeng tembaga H2O2 3% FeCl3 0,1 M HNO3 pekat Larutan kanji Larutan I2 (NH4)2Fe(SO4)2 KCNS H2SO4 KI K2Cr2O7 CuSO4 ZnSO4 Indikator pp CH3Cl KCl 0,1 M 1 M/2 M 0,1 M 0,1 M 0,1 M 0,1 M jenuh

3. Langkah-langkah Percobaan 3.1 Beberapa Reaksi Redoks

1 mL KI 0,1 M - Dimasukkan masing-masing ke dalam tabung reaksi 1, 2, 3 - Ditambah 5 tetes lart kanji - Ditambah 1mL H2SO4 2M (tb 1); 1mL H2SO4 1M (tb 2); 5 tetes HNO3 pekat - Ditambah 0,5mL H2O2 3% (tb 1); 0,5mL FeCl3 0,1 M (tb 2) - Dicatat yang terjadi Larutan berwarna ungu

Pembuktian : I- teroksidasi menjadi I2


5 tetes lart I2 - Diencerkan - Ditambah 2 tetes larutan kanji Larutan berwarna ungu

Reaksi : 2KI(aq) + H2SO4(aq) + H2O2(aq) 2KI(aq) + H2SO4(aq) + 2FeCl3(aq) 2HCl(aq) 2KI(aq) + 2HNO3(aq) 2IFe3+ + eH2SO4 2M Dimasukkan ke dalam tabung U Ditambah 2mL (NH4)2Fe(SO4)2 j n h k m l b ng k n n Di mb h 5 s KCNS 0,1M k m l b ng k n n Ditambah 2mL K2Cr2O7 0,1M k m l b ng ki i Dicelupkan elektroda pada masing-masing mulut Diamati, dicatat warna sebelum dan sesudah

K2SO4(aq) + I2(s) + 2H2O(l) K2SO4(aq) + I2(s) + 2FeCl3(aq) +

2KNO3(aq) + I2(s) + H2 (g) (oksidasi) (reduksi)

I2 + 2eFe2+

Warna awal : tak berwarna Warna akhir : coklat

Pembuktian :
2mL lart FeCl3 - Ditetesi lart KCNS 0,1M - Dibandingkan dengan hasil perc pada m l b ng k n n Warna coklat

Reaksi : Kanan : H2SO4(aq) + 2(NH4)2Fe(SO4)2(aq) + 6KCNS(aq) 3K2SO4(aq) + 2(NH4)2SO4(aq) + H2(g) Kiri : H2SO4(l) + K2Cr2O7(aq) FeCl3(aq) + 3KCNS(aq) Fe2+ Cr 3.2
6+

2Fe(SCN)3(aq) +

K2SO4(aq) + H2CrO4(aq) 3KCl(aq) + Fe(SCN)3(aq) (oksidasi) (reduksi)

Fe3+ + eCr + 3e
3+ -

Penentuan Daya Gerak Listrik dari Sel Kimia

15mL CuSO4 0,1M - Dimasukkan gelas kimia 1 - Dicelupkan lempeng tembaga - Dihubungkan dengan voltmeter - Dibuatkan jembatan garam dari tissu Zn Zn2+ + 2eCu2+ + 2e- Cu (oksidasi) (reduksi)

25mL ZnSO4 0,1M - Dimasukkan gelas kimia 2 - Dicelupkan lempeng seng

Reaksi :
Zn Cu2+ + 2e2+ 2+

Zn2+ + 2eCu

(oksidasi) (reduksi)

Zn | Zn ||Cu | Cu

3.3 Elektrolisis Larutan KI


Larutan KI 0,1M - Dimasukkan dalam tabung U - Dicelupkan elektroda karbon yang dihunbungkan dengan sumber arus searah - Dielektrolisis selama 5 menit - Diamati perubahan yang terjadi Larutan tak tercampur 2mL lart hasil elektrolisis dari katoda - Dimasukkan tabung reaksi - Ditambah tetesan pp - Ditambah 2mL FeCl3 0,1M Larutan warna merah muda keunguan 2mL lart hasil elektrolisis dari anoda - Dimasukkan tabung reaksi - Ditambah 1mLlart CH3Cl - Dikocok sambil ditutup, diamati Warna kuning; merah muda

Reaksi : Katoda : reduksi Anoda : oksidasi I2(aq) + 2CH3Cl(aq) FeCl3(aq) + 3H2O(l) 2H2O + 2e2I2OH- + H2

I2 + 2e2CH3I(aq) + Cl2(g) Fe(OH)3(s) + 3HCl(aq)

G. No. Perc. 1.

HASIL PENGAMATAN Prosedur Percobaan Beberapa Reaksi Redoks


1 mL KI 0,1 M - Dimasukkan masingmasing ke dalam tabung reaksi 1, 2, 3 - Ditambah 5 tetes lart kanji - Ditambah 1mL H2SO4 2M (tb 1); 1mL H2SO4 1M (tb 2); 5 tetes HNO3 pekat - Ditambah 0,5mL H2O2 3% (tb 1); 0,5mL FeCl3 0,1 M (tb 2) - Dicatat yang terjadi Larutan berwarna ungu

Hasil Pengamatan Tb 1= ungu => ungu + Tb 2= ungu => ungu pekat ++ kebiruan Tb 3= ungu pekat ++ kehitaman Pembanding = ungu pekat ++ kehitaman

Dugaan/ Reaksi 2KI(aq) + H2SO4(aq) + H2O2(aq) K2SO4(aq) + I2(s) + 2H2O(l) 2KI(aq) + H2SO4(aq) + 2FeCl3(aq) K2SO4(aq) + I2(s) + 2FeCl3(aq) + 2HCl(aq) 2KI(aq) + 2HNO3(aq) 2KNO3(aq) + I2(s) + H2 (g) 2I(oksidasi) Fe3+ + e(reduksi) Fe2+ I2 + 2e-

Kesimpulan Reaksi reduksi Fe3+ menjadi Fe2+. Reaksi oksidasi Imenjadi I2, dibuktikan dengan adanya warna ungu setelah ditambah kanji.

Pembuktian :
5 tetes lart I2 - Diencerkan - Ditambah 2 tetes larutan kanji Larutan berwarna ungu
H2SO4 2M - Dimasukkan ke dalam tabung U - Ditambah 2mL (NH4)2Fe(SO4)2 jenuh ke mulut tabung k n n - Ditambah 5 tetes KCNS 0,1M ke mulut tabung k n n - Ditambah 2mL K2Cr2O7 0,1M ke mulut tabung ki i - Dicelupkan elektroda pada masing-masing mulut Warna awal : tak berwarna Warna akhir : coklat

Kiri = kuning tua bening Kanan = coklat bening Pembanding = coklat bening Warna kanan = pembanding

Kanan : H2SO4(aq) + 2(NH4)2Fe(SO4)2(aq) + 6KCNS(aq) 2Fe(SCN)3(aq) + 3K2SO4(aq) + 2(NH4)2SO4(aq) + H2(g) Kiri : H2SO4(l) + K2Cr2O7(aq) K2SO4(aq) + H2CrO4(aq) FeCl3(aq) + 3KCNS(aq) 3KCl(aq) +

Reaksi reduksi Cr6+ menjadi Cr3+. Reaksi oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ dibuktikan dengan adanya warna coklat. Anoda : reaksi oksidasi Katoda : reaksi reduksi

Pembuktian :
2mL lart FeCl3 - Ditetesi lart KCNS 0,1M - Dibandingkan dengan hasil perc pada mulut b ng k n n Warna coklat

Fe(SCN)3(aq) Fe2+ (oksidasi) Cr6+ (reduksi) Cr3+ + 3eFe3+ + e-

2.

Penentuan DGL dari Sel Kimia


15mL CuSO4 0,1M - Dimasukkan gelas kimia 1 - Dicelupkan lempeng tembaga 25mL ZnSO4 0,1M - Dimasukkan gelas kimia2 - Dicelupkan lempeng seng - Dihubungkan dengan voltmeter - Dibuatkan jembatan garam dari tissu Zn Zn2+ + 2e(oksidasi)

Zn (oksidasi)

Zn2+ + 2e-

Cu2+ + 2e(reduksi) Seng = anoda

Cu

Terjadi reaksi redoks. Zn teroksidasi menjadi Zn2+ dan Cu2+ tereduksi menjadi Cu. Arus listrik dihasilkan dari elektron yang dilepas pada saat oksidasi Zn dan ditangkap oleh Cu2+

Tembaga = katoda Zn | Zn2+||Cu2+ | Cu

Cu2+ + 2e- Cu (reduksi)

3.

Elektrolisis Larutan KI
Larutan KI 0,1M
- Dimasukkan dalam tabung U - Dicelupkan elektroda karbon yang dihunbungkan dengan sumber arus searah - Dielektrolisis selama 5 menit - Diamati perubahan yang terjadi

Anoda = kuning ++ Katoda = tak berwarna, ada gelembung Setelah ditambah pp : katoda = merah muda keunguan Setelah ditambah FeCl3: katoda = coklat, seperti gel. Setelah ditambah CH3Cl anoda = lart tak

Katoda : reduksi 2H2O + 2e 2OH- + H2 2I-

Anoda : oksidasi I2 + 2e-

Terjadi reaksi redoks. K+ tereduksi dengan reaksi 2H2O + 2e2OH- + H2 pada katoda. I- teroksidasi menjadi I2 dengan reaksi 2II2 + 2e pada anoda.

I2(aq) + 2CH3Cl(aq) 2CH3I(aq) + Cl2(g) FeCl3(aq) + 3H2O(l) Fe(OH)3(s) + 3HCl(aq)

Larutan tak tercampur

tercampur, kuning + (atas), merah muda - Dimasukkan tabung reaksi (bawah)


2mL lart hasil elektrolisis dari katoda - Ditambah tetesan pp - Ditambah 2mL FeCl3 0,1M Larutan warna merah muda keunguan 2mL lart hasil elektrolisis dari anoda - Dimasukkan tabung reaksi - Ditambah 1mLlart CH3Cl - Dikocok sambil ditutup, diamati Warna kuning; merah muda

H.

ANALIS DATA Dalam percobaan redoks dan sel elektrolisis ini bertujuan untuk

mengidentifikasi reaksi redoks berdasarkan perubahan warna, menentukan Daya Gerak Listrik (DGL) sel volta, menguji elektrolisis larutan KI. Pada percobaan pertama yaitu mengidentifikasi reaksi redoks berdasarkan perubahan warna. 1. 1 mL KI 0.1 M Tabung 1 : 1 mL KI 0.1 M + 5 tetes lart kanji + 1 mL H2SO4 2 M (Ungu) dan
ditambah 0,5 mL H2O2 3% menghasilkan larutan berwarna ungu (+).

Tabung 2 : 1 mL KI 0.1 M + 5 tetes lart kanji + 1 mL H2SO4 2 M (Ungu) dan ditambah 0,5mL FeCl3 0,1 M menghasilkan larutan berwarna ungu pekat (++) kebiruan. Tabung 3 : 1 mL KI 0.1 M + 5 tetes lart kanji (tidak berwarna) dan ditambah 5 tetes HNO3 pekat dan menghasilkan larutan berwarna ungu pekat (++) kehitaman. Pembuktian : 5 tetes larutan I2 yang ditambahkan 2 tetes larutan kanji menghasilkan larutan berwarna ungu pekat (++) kehitaman.

Reaksi-reaksi : 2KI(aq) + H2SO4(aq) + H2O2(aq) 2KI(aq) + H2SO4(aq) + 2FeCl3(aq) 2KI(aq) + 2HNO3(aq) 2IFe3+ + eI2 + 2eFe2+ (oksidasi) (reduksi) 2 cm dimana pada tabung K2SO4(aq) + I2(s) + 2H2O(l) K2SO4(aq) + I2(s) + 2FeCl3(aq) + 2HCl(aq)

2KNO3(aq) + I2(s) + H2 (g)

2. H2SO4 2 M dimasukkan kedalam tabung U setinggi

yang sebelah kanan ditambahkan 2 mL (NH4)2Fe(SO4)2 jenuh dan 5 tetes KCNS 0,1 M, sedangkan pada mulut tabung yang disebelah kiri ditambahkan 2 mL K2Cr2O7 0,1 M yang kemudia pada masing-masing mulut tabung dicelupkan elektroda yang menghasilkan larutan berwarna kuning tua bening pada mulut tabung U sebelah kiri dan larutan yang berwarna cokelet bening pada mulut tabung U sebelah kanan. Pembuktian : 2 mL larutan FeCl3 yang ditetesi dengan larutan KSCN 0.1 M menghasilkan larutan yang berwarna cokelat bening dan kemudian dibandingkan dengan hasil pada mulut tabung U yang sebelah kanan dan hasilnya sama Reaksi-reaksi : Kanan : H2SO4(aq) + 2(NH4)2Fe(SO4)2(aq) + 6KCNS(aq) 2Fe(SCN)3(aq) + 3K2SO4(aq) + 2(NH4)2SO4(aq) + H2(g) Kiri : H2SO4(l) + K2Cr2O7(aq) FeCl3(aq) + 3KCNS(aq) Fe2+ Cr6+ Fe3+ + eCr3+ + 3e(oksidasi) (reduksi) K2SO4(aq) + H2CrO4(aq) 3KCl(aq) + Fe(SCN)3(aq)

Percobaan kedua yaitu penentuan DGL dari sel kimia dimana 15 mL CuSO4 0.1 M (berwarna biru) yang dimasukkan kedalam gelas kimia 1. Lalu, dicelupkan lempengan tembaga dan kedalam gelas kimia lain (gelas kimia 2) dimasukkan 25 mL ZnSO4 0.1 M (tidak berwarna) yang dicelupkan dengan lempengan besi. Kemudian dihubungkan dengan voltmeter setelah voltmeter sudah terhubung maka kita bisa

membuat jembatan garam yang dihubungkan denga kedua larutan tersebut yang menghasilkan Reaksi-reaksi : Zn Cu2+ + 2eZn | Zn2+||Cu2+ | Cu Zn2+ + 2eCu (oksidasi) (reduksi) dan warna larutan CuSO4 semakin pudar.

Percobaan ketiga yaitu Elektrolisis larutan KI dimana larutan KI 0.1 M dimasukkan kedalam tabung U setinggi 2 cm yang kemudian dicelupkan elektroda

karbon yang dihubungkan dengan sumber arah searah dan dielektrolisis selama 5 menit yang menghasilkan : Anoda : larutan berwarna kuning (++) Katoda : larutan tak berwarna dan terdapat gelembung.

Kemudian 2 mL larutan hasil elektrolisis dari katoda kita ambil dan ditambahkan pp (merah muda keunguan) dan FeCl3 warnanya berubah menjadi cokelat seperti gel. Sedangkan 2 mL larutan hasil elektrolisis dari anoda kita tambahkan CH3Cl menghasilkan larutan yang tidak tercampur (tidak menyatu) dimana pada bagian atas berwarna kuning (+) dan pada bagian bawah berwarna merah muda. Reaksi-reaksi : Katoda : reduksi Anoda : oksidasi I2(aq) + 2CH3Cl(aq) FeCl3(aq) + 3H2O(l) I. PEMBAHASAN Dalam percobaan redoks dan sel elektrolisis ini bertujuan untuk 2H2O + 2e2I2OH- + H2

I2 + 2e2CH3I(aq) + Cl2(g) Fe(OH)3(s) + 3HCl(aq)

mengidentifikasi reaksi redoks berdasarkan perubahan warna, menentukan Daya Gerak Listrik (DGL) sel volta, menguji elektrolisis larutan KI. Pada percobaan pertama yaitu mengidentifikasi reaksi redoks berdasarkan perubahan warna. 1. 1 mL KI 0.1 M

Tabung 1 : 1 mL KI 0.1 M + 5 tetes lart kanji + 1 mL H2SO4 2 M (Ungu) dan


ditambah 0,5 mL H2O2 3% menghasilkan larutan berwarna ungu (+).

Tabung 2 : 1 mL KI 0.1 M + 5 tetes lart kanji + 1 mL H2SO4 2 M (Ungu) dan ditambah 0,5mL FeCl3 0,1 M menghasilkan larutan berwarna ungu pekat (++) kebiruan. Tabung 3 : 1 mL KI 0.1 M + 5 tetes lart kanji (tidak berwarna) dan ditambah 5 tetes HNO3 pekat dan menghasilkan larutan berwarna ungu pekat (++) kehitaman. Pembuktian : 5 tetes larutan I2 yang ditambahkan 2 tetes larutan kanji menghasilkan larutan berwarna ungu pekat (++) kehitaman. Dimana pada percobaan ini terjadi Reaksi reduksi Fe3+ menjadi Fe2+,dan Reaksi oksidasi I- menjadi I2, dibuktikan dengan adanya warna ungu setelah ditambah kanji. 2. H2SO4 2 M dimasukkan kedalam tabung U setinggi 2 cm dimana pada tabung

yang sebelah kanan ditambahkan 2 mL (NH4)2Fe(SO4)2 jenuh dan 5 tetes KCNS 0,1 M, sedangkan pada mulut tabung yang disebelah kiri ditambahkan 2 mL K2Cr2O7 0,1 M yang kemudia pada masing-masing mulut tabung dicelupkan elektroda yang menghasilkan larutan berwarna kuning tua bening pada mulut tabung U sebelah kiri dan larutan yang berwarna cokelet bening pada mulut tabung U sebelah kanan. Pembuktian : 2 mL larutan FeCl3 yang ditetesi dengan larutan KSCN 0.1 M menghasilkan larutan yang berwarna cokelat bening dan kemudian dibandingkan dengan hasil pada mulut tabung U yang sebelah kanan dan hasilnya sama Dimana pada percobaan ini terjadi Reaksi reduksi Cr6+ menjadi Cr3+. Reaksi oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ dibuktikan dengan adanya warna coklat. Sehingga Anoda : reaksi oksidasi dan Katoda : reaksi reduksi. Percobaan kedua yaitu penentuan DGL dari sel kimia dimana 15 mL CuSO4 0.1 M (berwarna biru) yang dimasukkan kedalam gelas kimia 1. Lalu, dicelupkan lempengan tembaga dan kedalam gelas kimia lain (gelas kimia 2) dimasukkan 25 mL ZnSO4 0.1 M (tidak berwarna) yang dicelupkan dengan lempengan besi. Kemudian dihubungkan

dengan voltmeter setelah voltmeter sudah terhubung maka kita bisa membuat jembatan garam yang dihubungkan denga kedua larutan tersebut yang menghasilkan dan warna larutan CuSO4 semakin pudar. Pada percobaan ini Terjadi reaksi redoks. Zn teroksidasi menjadi Zn2+ dan Cu2+ tereduksi menjadi Cu. Arus listrik dihasilkan dari elektron yang dilepas pada saat oksidasi Zn dan ditangkap oleh Cu2+. Pada percobaan yang ketiga yaitu tentang elektrolisis KI. Elaktrolisis merupakan kabalikan dari sel volta. Pada sel elektrolisis kutub + adalah anoda dan kutub adalah katoda. Pada elektrolisis KI terjadi reaksi dengan persamaan reaksi : Katoda : reduksi Anoda : oksidasi I2(aq) + 2CH3Cl(aq) FeCl3(aq) + 3H2O(l) 2H2O + 2e2I2OH- + H2

I2 + 2e2CH3I(aq) + Cl2(g) Fe(OH)3(s) + 3HCl(aq)

Pada ion I- mengalami oksidasi menjadi I2 yang mengendap dan perubahan warnanya menjadi cokelat kemerahan disekitar anoda sedangkan pada katoda mengalami reduksi bukanlah kation K+, melainkan air (H2O) yang mengalami reduksi karena air memiliki kemampuan menyerap elektron lebih besar dari pada ion K+, yaitu E0 H2O = 0,83 V, dan E0 K = -2,92 V. Pada katoda terlihat adanya gelembung udara, hal tersebut terjadi karena H2O tereduksi membentuk gas H2 dan ion OH-. Pada larutan di katoda setalah ditambahkan dengan indikator fenolftalein dan larutan FeCl3 akan terjadi reaksi seperti persamaan : FeCl3(aq) + 3H2O(l) Fe(OH)3(s) + 3HCl(aq)

Perubahan wana pada saat penambahan indikator PP dari bening menjadi merah muda kemudian ditambahkan FeCl3 warnanya menjadi cokelat. Pada katoda menunjukkan perubahn warna menjadi merah muda karena aadanya senyawa basa Fe(OH)3. Kemudian hal ini menyebabkan kloroform tidak bersatu karena sifat kepolaran dari larutan tersebut.

J.

SIMPULAN Dari percobaan Redoks dan Elektrokimia dapat disimpulkan : 1. Pada percobaan reaksi redoks (1) terjadi reaksi reduksi Fe3+ menjadi Fe2+ dan Reaksi oksidasi I- menjadi I2, dibuktikan dengan adanya warna ungu setelah ditambah kanji. 2. Sedangkan pada reaksi redoks (2) terjadi reaksi reduksi Cr6+ menjadi Cr3+ dan reaksi oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ dibuktikan dengan adanya warna coklat. Dimana Anoda : reaksi oksidasi dan Katoda : reaksi reduksi. 3. Pada percobaan penentuan DGL dari sel kimia Terjadi reaksi redoks yaitu Zn teroksidasi menjadi Zn2+ dan Cu2+ tereduksi menjadi Cu. Arus listrik dihasilkan dari elektron yang dilepas pada saat oksidasi Zn dan ditangkap oleh Cu2+. 4. Pada percobaan elektrolisis larutan KI Terjadi reaksi redoks. K+ tereduksi dengan reaksi : 2H2O + 2e2I2OH- + H2 (pada katoda).

dan I- teroksidasi menjadi I2 dengan reaksi : I2 + 2e- (pada anoda).

K.

JAWABAN PERTANYAAN

1. Pada percobaan redoks tidak diperlukan sumber arus, sedangkan pada elektrolisis diperlukan arus, mengapa demikian? Dan jelaskan apa sebernarnya fungsi arus tersebut ! JAWAB : Elektrolisis adalah peristiwa penguraian elektrolit dalam sel elektrolisis oleh arus listrik. Dalam sel volta/galvani, reaksi oksidasi reduksi berlangsung dengan spontan, dan energi kimia yang menyertai reaksi kimia diubah menjadi energi listrik. Sedangkan elektrolisis merupakan reaksi kebalikan dari sel volta/galvani yang potensial selnya negatif atau dengan kata lain, dalam keadaan normal tidak akan terjadi reaksi dan reaksi dapat terjadi bila diinduksi dengan energi listrik dari luar 2. Apa yang dimaksud dengan jembatan garam, apa fungsinya dan jelaskan pembuatannya dengan kertas tissue. JAWAB :

Jembatan garam biasanya berupa tabung berbentuk U yang diisi dengan agaragar yang dijenuhkan dengan KCl atau berupa gulungan dari tissu yang dibasahi dengan larutan garam/ elektrolit kuat spt : KCl, NaCl, K2SO4, KNO3. Jembatan garam berfungsi untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan. Karena konsentrasi larutan elektrolit pada jembatan garam lebih tinggi daripada konsentrasi elektrolit di kedua bagian elektroda, maka ion negatif dari jembatan garam masuk ke salah satu setengah sel yang kelebihan muatan positif dan ion positif dari jembatan garam berdifusi ke bagian lain yang kelebihan muatan negatif. cara pembuatan jembatan garam dengan tissu : tissu yang akan digunakan sebaiknya panjang agar dapat menghubungkan kedua larutan dalam sel volta dan tidak hanya 1 lapis agar tidak mudah hancur, tissu digulung sedemikian hingga dan dibasahi dengan larutan garam (mis KCl) sampai benar2 terbasahi secara keseluruhan, kemudian dibentuk U. L. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2012. Redoks dan Sel Elektrokimia. http://www.ilmukimia.org/redoks.html. Diakses pada tanggal 3 April 2013 pukul 10:44 WIB. Atkins, RW., Overton, T., Rourke, J. 2006. Shiver and Atkins Inorganic Chemistry 4th Edition.Oxford University Press. Keenan, W., et al. 1980.General Collage Chemistry 6th Edition. Knoxville: Harper and Row Publisher Inc. Svehla, G. 1979. Textbook of Macro and Semicro Qualitative Inorganic Analysis. London: Longman Group Limited. Syukri, S. 1999. Kimia Dasar. Bandung: ITB. Tim Kimia Dasar. 2010. Kimia Dasar II. Surabaya: UNESA University Press. Tim Kimia Dasar. 2013. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar Lanjut. Surabaya: Jurusan Kimia FMIPA UNESA. Tim Wikipedia. 2012. Redoks. http://id.wikipedia.org/wiki/redoks. Diakses pada tanggal 10 April 2013 pukul 20:25 WIB.

Vogel, A.l. 1990. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semikro.Diterjemahkan oleh Ir. L. Setiono dan Dr. A. Andyana. Jakarta: PT Kalman Media Pusaka.

Lampiran 1 1. Mengidentifikasi reaksi redoks berdasarkan perubahan warna a. 1 mL KI 0.1 M

Tabung 1 : 1 mL KI 0.1 M + 5 tetes lart kanji + 1 mL H2SO4 2 M (Ungu) Tabung 2 : 1 mL KI 0.1 M + 5 tetes lart kanji + 1 mL H2SO4 2 M (Ungu). Tabung 3 : 1 mL KI 0.1 M + 5 tetes lart kanji (tidak berwarna)

Tabung 1 : + 0,5 mL H2O2 3% menghasilkan larutan berwarna ungu (+). Tabung 2 : 0,5mL FeCl3 0,1 M menghasilkan larutan berwarna ungu pekat (++) kebiruan.

Tabung 3 : 5 tetes HNO3 pekat dan menghasilkan larutan berwarna ungu pekat (++) kehitaman.

Pembuktian

5 tetes larutan I2 yang ditambahkan 2 tetes larutan kanji menghasilkan larutan berwarna ungu pekat (++) kehitaman.

b. H2SO4 2 M

H2SO4 2 M dimasukkan kedalam tabung U : - Kanan : + 2mL (NH4)2Fe(SO4)2 jenuh + 5 tetes KCNS 0,1M - Kiri : + 2mL K2Cr2O7 0,1M Dicelupkan elektroda pada masing-masing mulut Warna awal : tak berwarna Warna akhir : coklat

- Kanan : cokelat bening - Kiri : kuning tua bening

Pembuktian
2mL lart FeCl3 ditetesi lart KCNS 0,1M dan dibandingkan dg hasil yg sebelah Kanan Warna kanan pembanding =

2. Menentukan Daya Gerak Listrik (DGL) sel volta

Gelas kimia 1 : 15mL CuSO4 0,1M + lempeng tembaga Gelas kimia 2 : 25mL ZnSO4 0,1M + lempeng seg Dihubungkan dengan voltmeter, dan dibuatkan jembatan garam dari tissu.

Voltmeter menunjuk pada anggka 1 jadi :

3. Menguji elektrolisis larutan KI.

KI 0,1M Dimasukkan dalam tabung U dan dicelupkan elektroda karbon yang dihunbungkan dengan sumber arus searah lalu diielektrolisis selama 5 menit.

Anoda = kuning ++ Katoda = tak berwarna, ada gelembung

Ditambah pp : katoda = merah muda keunguan

ditambah CH3Cl anoda = lart tak tercampur, kuning + (atas), merah muda (bawah)

kuning

Merah muda

ditambah FeCl3: katoda = coklat, seperti gel.