Anda di halaman 1dari 63

Struktur Bumi

Milki Moningka

milkifabian

Proses terjadinya bumi

Proses tidak

terbentuknya dapat

planet

bumi

dipisahkan

dengan

sejarah terbentuknya tata surya.

by milkifabian

Proses terjadinya bumi


Pada awalnya (Sekitar 4500 juta tahun yang lalu) masih merupakan bola

pijar yang sangat panas, suhu permukaannya mencapai 4.000 C.

Dalam jangka waktu jutaan tahun, secara berangsur-angsur bumi kita mendingin. Akibat proses pendinginan, bagian luar membeku membentuk lapisan kerak bumi yang disebut litosfer, sedangkan bagian dalam planet bumi sampai sekarang masih dalam keadaan panas dan berpijar.

by milkifabian

3 tahap proses pembentukan lapisan bumi


1. Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.

by milkifabian

3 tahap proses pembentukan lapisan bumi


2. Pembentukan perlapisan struktur bumi diawali dengan terjadinya

diferensiasi. Material yang berat jenisnya lebih besar akan


tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.

by milkifabian

3 tahap proses pembentukan lapisan bumi


3. Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel

dalam, mantel luar, dan kerak bumi

by milkifabian

Struktur bumi
Kerak bumi (crust)

Lapisan terluar yang tipis Densitas rata-rata bagian ini adalah 2,7 gr/cc Ketebalan tidak merata (daerah pegunungan dapat lebih dari 50 km dan di beberapa samudera kurang dari 5 km) Terbagi menjadi:

Kerak benua: batuan granitik, tebal 30-50 km, kaya Si dan Al


Kerak samudera: batuan basaltik, tebal ~7 km, kaya Si dan Mg

by milkifabian

Struktur bumi
Kerak bumi (crust)

Kerak bumi (crust) mengapung diatas cairan magma. Menurut teori

tektonik lempeng, terjadi arus konveksi dibawah lapisan crust ini


memaksa magma (batuan panas/cair, yang bergerak) untuk bergerak keatas. Pada titik-titik tertentu (biasanya pada mid-ocean) magma membentuk celah/palung dan menerobos ke permukaan. Hal ini akan menyebabkan lempeng saling bergerak menjauh atau saling bertabrakan secara. Jika pergerakan ini terjadi dengan tiba-tiba, terjadilah gempa.

by milkifabian

Struktur bumi
Kerak bumi (crust) kerak bumi masih dikelompokkan menjadi beberapa lapisan yaitu: Lapisan atas, pada lapisan ini merupakan tempat dimana makhluk hidup berkembangbiak. Lapisan atas terdiri atas pelapukan batuan dan sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati. Lapisan ini disebut sebagai tanah humus. Lapisan tengah, lapisan ini merupakan lapisan yang sedikit gersang dan terdiri atas air serta pelapukan batuan. Lapisan tengah disebut dengan nama lapisan tanah liat.

Lapisan bawah, lapisan bawah merupakan lapisan batuan yang


masih belum sempurna pembentukannya. Lapisan batuan induk, pada lapisan ini terdapat bebatuan padat sebagai penyusunnya.
by milkifabian

Struktur bumi
Selimut bumi (mantle)

Merupakan bagian terbesar dari bumi (82,3%.vol atau 67,8%.wt) Ketebalan 2.883 km Densitas 5,7 gr/cc dekat dengan inti dan 3,3 gr/cc di dekat kerak bumi Pada umumnya terbagi tiga: Mesosfer, astenosfer, litosfer mesosfer Mesosfer: P dan T tinggi, kedalaman 350 km hingga 2.883 km Lapisan yang lebih berat dan tebal, kaya dengan silisium dan magnesium.

by milkifabian

Struktur bumi
Inti bumi (core)

Kedalaman < 2.883 km Densitas berkisar dari 9,5 gr/cc dekat selubung dan membesar ke arah pusat sampai 14,5 gr/cc Komposisi kimia: campuran unsur-unsur yang mempunyai densitas besar, yaitu besi (Fe) dan nikel (Ni) Terdiri dari: inti luar setebal 2.000 km dan berfasa cair inti dalam yang berfasa padat

by milkifabian

Litosfer dan astenosfer


Kizra Kapoh

Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer berasal dari kata Yunani, lithos () = berbatu, sphere () = padat. Secara harfiah litosfer adalah lapisan Bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit Bumi.

Pada lapisan ini terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer dinamakan lapisan Litosfer atas (merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3 bagian) Litosfer bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian).

Terdapat dua tipe litosfer


Litosfer samudra, yang berhubungan dengan kerak samudra dan berada di dasar samdura Litosfer benua, yang berhubungan dengan kerak benua

Litosfer samudra memiliki ketebalan 50-100 km, sementara litosfer benua memiliki kedalaman 40-200 km. Kerak benua dibedakan dengan lapisan mantel atas karena keberadaan lapisan Mohorovicic

Material Pembentuk Litosfer


Batuan beku
- Batuan Beku Dalam (Plutonik/Abisik) - Batuan Beku Gang/Korok - Batuan Beku Luar

Batuan Pembentuk Litosfer

Batuan sediimen

- Batuan Sedimen Klastik

- batuan sedimen kimiawi - batuan sedimen organik

Batuan metamorf

Batuan Metamorf Kontak


Batuan Metamorf Dinamo Batuan Metamorf Kontak Pneumatolistis

Batuan penyusun

Karakteristik
Unsusr-unsur kimia lainnya adalah oksigen, silikon, alumunium, besi, kalsium, natrium, kalium, dan magnesium. Lapisan litosfer merupakan lapisan yang sangat tipis, padat, keras, kuat, dan paling rigid, namun bersifat elastis (kenyal) di antara semua lapisan Bumi, karena itu disebut kerak (crust). Selain itu, litosfer juga terdiri atas lapisan Sial dan lapisan Sima. Lapisan Sial yaitu lapisan kulit Bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Pada lapisan sial (silisium dan magnesium) tersusun atas senyawa SiO2 dan MgO Selain sebagai tempat berpijak, beraktivitas, dan media tumbuh tanaman, litosfer adalah wahana bahan tambang dan mineral. Bentuk kerak ini terjadi karena perbedaan suhu (amplitudo suhu) yang besar antara lapisan astenosfer yang bisa mencapai > 10000 C dengan muka Bumi

Teori tektonik lempeng


Menurut teori tektonik lempeng (plate tectonic theory), litosfer terdiri atas lempenganlempengan yang saling berpasangan, sehingga muka Bumi menyerupai permainan bongkarpasang (puzzle). Lempeng-lempeng itu terus menerus bergerak saling menjauh atau saling geser atau saling menumbuk, akibatnya bentuk muka Bumi tidak rata. Lempeng-lempeng litosfer terbagi atas dua macam, yakni lempeng benua dan lempeng samudra.

ASTENOSFER
Astenosfer adalah zona mantel astenosfer atau langsung di bawah litosfer, sekitar100-240 kilometer di bawah permukaan

Karakteristik Astenosfer
Astenosfer ini terdiri dari materi dalam keadaan cair atau semi-cair. Suhu normalnya adalah antara 1.400 sampai 3.000 oC suhu sangat tinggi dalam segala hal menyebabkan lapisan, termasuk batu, mencair terutama terdiri dari silikat besi dan magnesium. Gelombang seismik relatif lambat melalui astenosfer dibandingkan dengan mantel litosfer atasnya, sehingga telah disebut zone kecepatan rendah (LVZ Batas bawah LVZ terletak pada kedalaman 180-220 km, sedangkan dasar astenosfer terletak pada kedalaman sekitar 700 km. Ini adalah pengamatan seismolog yang awalnya waspada pada kehadirannya dan memberikan beberapa informasi tentang sifat fisik, sebagai kecepatan gelombang seismik berkurang dengan penurunan kekakuan.

Arus konveksi pada bagian Astenosfer


Bagian atas astenosfer yaitu litosfer kaku dan rapuh dan pelat. Karena suhu dan tekanan kondisi astenosfer, batu menjadi daktail, bergerak pada tingkat deformasi diukur dalam cm / tahun. Dengan cara ini, mengalir seperti konveksi saat ini, memancarkan panas keluar dari interior bumi. Di atas astenosfer, batu berperilaku elastis dan, menjadi rapuh, dapat mematah, dianggap "mengambang" atau bergerak. Astenosfer perlahan mengalir, menciptakan pergerakan lempeng tektonik.

TEKTONIK LEMPENG
Waranly Roring

UTAMA

Bentuk Muka Bumi

LEMPENG TEKTONIK ( TECTONIC PLATE )

Tektonik lempeng adalah suatu teori yang menerangkan proses dinamika (pergerakan) bumi tentang pembentukan jalur pegunungan, jalur gunung api, jalur gempa bumi, dan cekungan endapan di muka bumi yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng.

Next

UTAMA

Bentuk Muka Bumi

LEMPENG TEKTONIK ( TECTONIC PLATE )

Teori lempeng tektonik dikemukakan oleh Harry Hess pada tahun 1968 Kerak bumi atau litosfer yang mengapung di atas lapisan astenosfer yang bersifat plastis akibat proses naiknya magma ke permukaan Lempeng-lempeng bergerak seperti rakit atau ban berjalan merayap dengan kecepatan orde sentimeter per tahun

Next

UTAMA

Bentuk Muka Bumi

LEMPENG TEKTONIK ( TECTONIC PLATE )

Lempeng ini saling bertemu di tepi garis yang berbeda yaitu : Perluasan lempeng yang terjadi pada pematang samudera ( zona Divergen ) Ditandai adanya parit ( palung ) tempat satu lempeng menghujam di bawah lempeng yang lain ( zona konvergen ) Saling bergesekan pada sisinya ketika saling melewati ( zona sesar mendatar )

Next

UTAMA

Bentuk Muka Bumi

Lempeng tektonik secara umum dibedakan menjadi : Plate benua (lempeng benua) lempeng tektonik bergeser membawa benua Plate lautan (lempeng samudera), bergeser membawa dasar samudera

pola dan bentukan , hasil penyusupan lempeng samudera ke bawah lempeng benua

Next

UTAMA

Bentuk Muka Bumi


LEMPENG TEKTONIK ( TECTONIC PLATE )

Lempeng-lempeng tektonik ada yang bergerak : Menjauh Menggeser Menunjam

terhadap lempeng lainnya

Sehingga menghasilkan lipatan dan patahan yang dalam istilah geologi : Sesar/patahan Pengangkatan
Robekan Penunjaman Gunungapi

Next

UTAMA

Bentuk Muka Bumi

Konvergen lempeng benuasamudra (Oceanic Continental)

Ketika suatu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua, lempeng ini masuk ke lapisan astenosfer yang suhunya lebih tinggi, kemudian meleleh. Pada lapisan litosfer tepat di atasnya, terbentuklah deretan gunung berapi (volcanic mountain range). Sementara di dasar laut tepat di bagian terjadi penunjaman, terbentuklah parit samudra (oceanic trench). Pegunungan Andes di Amerika Selatan adalah salah satu pegunungan yang terbentuk dari proses ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Nazka dan Lempeng Amerika Selatan.
Next

UTAMA

Bentuk Muka Bumi


Konvergen lempeng samudrasamudra (Oceanic Oceanic)

Salah satu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng samudra lainnya, menyebabkan terbentuknya parit di dasar laut, dan deretan gunung berapi yang pararel terhadap parit tersebut, juga di dasar laut.

Puncak sebagian gunung berapi ini ada yang timbul sampai ke permukaan, membentuk gugusan pulau vulkanik (volcanic island chain).
Pulau Aleutian di Alaska adalah salah satu contoh pulau vulkanik dari proses ini. Pulau ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara.

Next

UTAMA

Bentuk Muka Bumi


Konvergen lempeng benuabenua (Continental Continental)

Salah satu lempeng benua menunjam ke bawah lempeng benua lainnya. Karena keduanya adalah lempeng benua, materialnya tidak terlalu padat dan tidak cukup berat untuk tenggelam masuk ke astenosfer dan meleleh. Wilayah di bagian yang bertumbukan mengeras dan menebal, membentuk deretan pegunungan non vulkanik (mountain range). Pegunungan Himalaya dan Plato Tibet adalah salah satu contoh dari proses ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia.

Next

UTAMA

Bentuk Muka Bumi


LEMPENG TEKTONIK ( TECTONIC PLATE )

Ada yang mengatakan bahwa lempeng tektonik terdiri dari 6 lempeng utama : Lempeng Amerika Lempeng LempengAmerika Indiaan Lempeng LempengEurasia Afrika Lempeng Pasifik Selatan Australian Utara Belakang ini ada yang mengatakan terdapat 7 lempeng tektonik yaitu : Lempeng Amerika Lempeng Lempeng Lempeng Antartika Eurasia Afrika Selatan Lempeng Amerika Indiaan Lempeng Pasifik Australian Utara

Next

WILSON CYCLE
Elisabeth Kumowal

J. Tuzo Wilson, seorang ahli geologi Kanada, mengajukan suatu daur tektonik tentang pembukaan dan penutupan lautan pada awal 1970-an (kemudian daurnya itu dikenal sebagai Wilson Cycle). Di dalam daur ini termasuk continental fragmentation (yang didahului rifting), pembukaan dan penutupan ocean basin, dan reassembly kontinen. Satu Daur Wilson ini lamanya ratarata sekitar 500 juta tahun. Mengikuti Daur Wilson, Pangaea mulai pecah selama Trias, dan sampai sekarang masih belum bersatu lagi, terdistribusi menjadi sebaran benua dan lautan seperti sekarang.

Wilson mengemukakan enam tahapan dalam pembentukan lempeng samudera hingga fase destruktifnya sebagai berikut :

Embryonic phase Young/Juvenile phase Mature phase Declining phase Terminal phase Relief scar/suturing phase

Siklus Wilson dan Pembentukan Ocean Basin


Jika lempeng benua mengelami keretakan untuk membentuk Ocean Basin, maka lempeng samudera lainnya harus tertutup. Hal ini dapat terulang beberapa kali dalam sejarah bumi. Contohnya ialah di Lapetus laut antara Inggris dan Skotlandia di bawah Paleozoik tertutup pada Calcedonia dan kemudian mengalami pembukaan Atlantik hampir pada tempat yang sama. Siklus ini dikenal sebagai Wilson Cycle :

1. Rifting Benua oleh Mantel Diaprism. 2. Continental Drift, Penyebaran dan Pembentukan dasar laut samudera. 3. Continental Collision dan penutupan terakhir ocean basin.

1. Rift Valley Tahapan ini melibatkan pembentukan Graben awal sebelum benua terpecahkan. Tahapan ini dapat berasosiasi dengan pengangkatan Domal yang disebabkanoleh peningkatan material hot upper mantle. Contohnya adalah African Rift Valley. 2. Youthful Tahapan ini dikarakteristikan oleh regional subsidence yang cepat dari outer shelf dan slope, namun beberapa pembentukan Graben dapat bertahan. Contoh : Laut Merah. 3. Mature Tahapan ini berlangsung selama daerah tersebut terjadi pengendapan . contohnya ialah kebanyakan dari Continental Atlantic Margin. 4. Fracture Tahapan ini terjadi ketika sejarah continental margin mulai dan berakhir.

Empat tahapan yang ada dalam pembentukan tektonik khas Rifted Passive Margin :

Siklus Wilson dan Pembukaan serta Penutupan cekungan Samudra

Tektonik berkaitan dengan deformasi di bumi dan kekuatan yang menghasilkan deformasi. Lempeng tektonik adalah teori bahwa litosfir bumi (lapisan keras terluar) terdiri dari beberapa lusin "plat", atau potongan, dimana mengapung di sebuah mantel, seperti lembaran es di kolam. Dalam sejarah teori lempeng tektonik bumi, lebih sederhananya, adalah salah satu lempeng bergerak saling menjauhi yang kemudian rifting menjadi potongan-potongan terpisah dan kemudian alhirlah cekungan samudera baru, diikuti oleh pembalikan gerak, dan akhirnya konvergensi kembali bersama, antar plat saling berbenturan, dan terbentuklah gunung. Siklus pembukaan dan penutupan cekungan laut adalah Siklus Wilson.

Lempeng tektonik adalah salah satu teori pemersatu besar di geologi. Hampir setiap bagian dari kerak bumi, dan setiap jenis batuan dan setiap jenis geologi dapat dihubungkan ke dalam plat/ lempeng tektonik yang ada pada saat mereka terbentuk. Tidak ada dalam geologi yang masuk akal kecuali dalam hal teori lempeng tektonik. Salah satu pesan paling penting dari pemahaman modern tentang lempeng tektonik dan siklus Wilson adalah yang diawali dengan batuan beku berkomposisi mafik / semua batuan ultrabasa lainnya yang ada di bumi sekarang ini. Pesan paling penting dari siklus batuan lempeng tektonik adalah bahwa setiap batuan dibentuk hanya di bawah seperangkat kondisi tektonik yang spesifik.

Diketahui ada dua model meringkas proses evolusi bumi :


1. Siklus Wilson 2. Siklus Batuan Tektonik; lebih teoritis dan abstrak sebagai model bagaimana batu dan bumi berevolusi.

KERAK BENUA DAN SAMUDERA


Abi Suyoto

Lempeng Tektonik (Tectonic Plate)

Teori Terbentuknya Benua


Konsep-konsep ini dibagi menjadi tiga menurut perkembangannya (Van Krevelen, 1993) : Konsep yang menerangkan bahwa terpisahnya benua disebabkan oleh peristiwa yang katastrofik dalam sejarah bumi.

1. Pemekaran Lantai Samudra (Sea Floor Spreading)


Hipotesa pemekaran lantai samudra dikemukakan pertama kalinya oleh Harry Hess (1960) dalam tulisannya yang berjudul Essay in geopoetry describing evidence for sea-floor spreading. Hipotesa pemekaran lantai samudra pada dasarnya menganggap bahwa bagian kulit bumi yang ada didasar samudra Atlantik (di Pematang Tengah Samudra) mengalami pemekaran yang diakibatkan oleh gaya tarikan (tensional force) yang digerakan oleh arus konveksi yang berada di astenosfir. Akibatnya, maka magma dari astenosfir kemudian naik dan membeku.

Arus konveksi yang menggerakan lantai samudra (litosfir), pembentukan material baru di Pematang Tengah Samudra (Midoceanic ridge) dan penyusupan lantai samudra kedalam interior bumi (astenosfir) pada zona subduksi.

Kenampakan Pematang Tengah Samudra (Mid Oceanic Ridge) yang berada di Samudra Atlantik

Proses pembentukan material baru dan periode polaritas arah magnet bumi yang terekam pada batuan dasar lantai samudra sejak 3.6 milyar tahun lalu (atas) hingga saat ini (bawah)

2. Continental drift
Konsep apungan benua atau continental drift yang mengemukakan bahwa benua-benua bergerak secara lambat melalui dasar samudera, dikemukakan oleh Alfred Wegener (1912). Akan tetapi teori ini tidak bisa menerangkan adanya dua sabuk gunung api di bumi.

1. Kecocokan / kesamaan Garis Pantai


Kecocokan garis pantai benua Amerika Selatan Bagian Timur dengan garis pantai benua Afrika Bagian Barat Wegener menduga bahwa benua benua tersebut diatas pada awalnya adalah satu atas dasar kesamaan garis pantai. Atas dasar inilah kemudian Wegener mencoba untuk mencocokan semua benua benua yang ada di muka bumi.

Diketemukannya fosil-fosil yang berasal dari binatang dan tumbuhan yang tersebar luas dan terpisah di beberapa benua, seperti (gambar 2.10): Fosil Cynognathus, suatu reptil yang hidup sekitar 240 juta tahun yang lalu dan ditemukan di benua Amerika Selatan dan benua Afrika. Fosil Mesosaurus, suatu reptil yang hidup di danau air tawar dan sungai yang hidup sekitar 260 juta tahun yang lalu, ditemukan di benua Amerika Selatan dan benua Afrika. Fosil Lystrosaurus, suatu reptil yang hidup di daratan sekitar 240 juta tahun yang lalu, ditemukan di benua benua Afrika, India, dan Antartika. Fosil Clossopteris, suatu tanaman yang hidup 260 juta tahun yang lalu, dijumpai di benua benua Afrika, Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika.

2. Persebaran Fosil

3. Kesamaan Jenis Batuan


Jalur pegunungan Appalachian yang berada di bagian timur benua Amerika Utara dengan sebaran berarah timurlaut dan secara tiba-tiba menghilang di pantai Newfoundlands. Pegunungan yang umurnya sama dengan pegunungan Appalachian juga dijumpai di British Isles dan Scandinavia. Kedua pegunungan tersebut apabila diletakkan pada lokasi sebelum terjadinya pemisahan / pengapungan, kedua pegunungan ini akan membentuk suatu jalur pegunungan yang menerus.

4. Bukti Iklim Purba (Paleoclimatic)


Para ahli kebumian juga telah mempelajari mengenai ilklim purba, dimana pada 250 juta tahun yang lalu diketahui bahwa belahan bumi bagian selatan pada zaman itu terjadi iklim dingin, dimana belahan bumi bagian selatan ditutupi oleh lapisan es yang sangat tebal, seperti benua Antartika, Australia, Amerika Selatan, Afrika, dan India

Sebaran lapisan es di belahan bumi bagian selatan pada 250 300 juta tahun yang lalu serta sebaran fosil Lystrosaurus dijumpai di benua-benua Afrika, India, dan Antartika; fosil Glossopteris dijumpai di benua benua Amerika Selatan, Afrika, India, Antartika, dan Australia

5. Pengapungan Benua dan Paleomagnetisme


Kurva dari perpindahan kutub utara magnet bumi berdasarkan hasil analisa arah kemagnetan purba yang terekam dalam batuan lava yang berasal dari hasil analisa batuan-batuan di benua Eropa dan Asia serta batuan-batuan yang berasal dari benua Amerika Utara. Kedua kurva perpindahan kutub utara magnet bumi membentuk sudut 300 dan apabila dianggap arah kutub utara bumi tetap ditempatnya, maka dengan cara mennyatukan ke dua kurva tersebut dapat menjelaskan adanya perpindahan / pemisahan benua-benua seperti posisi saat ini.

3. Teori Tektonik Lempeng.


3. Konsep paling mutakhir yang dianut oleh para ilmuwan sekarang yaitu Teori Tektonik Lempeng. Teori ini lahir pada pertengahan tahun enampuluhan. Teori ini terutama didukung oleh adanya Pemekaran Tengah Samudera (Sea Floor Spreading) dan bermula di Pematang Tengah Samudera (Mid Oceanic Ridge : MOR) yang diajukan oleh Hess (1962).

PERKEMBANGAN TEORI
Teori Tektonik Lempeng berasal dari hipotesis continental drift yang dikemukakan Alfred Wegener tahun 1912 dan dikembangkan lagi dalam bukunya The Origin of Continents and Oceans terbitan tahun 1915. Ia mengemukakan bahwa benua-benua yang sekarang ada dulu adalah satu bentang muka yang bergerak menjauh sehingga melepaskan benua-benua tersebut dari inti bumi seperti 'bongkahan es' dari granit yang bermassa jenis rendah yang mengambang di atas lautan basal yang lebih padat. Namun, tanpa adanya bukti terperinci dan perhitungan gaya-gaya yang dilibatkan, teori ini dipinggirkan. Di kemudian hari, dibuktikanlah teori yang dikemukakan geolog Inggris Arthur Holmes tahun 1920 bahwa tautan bagian-bagian kerak ini kemungkinan ada di bawah laut. Terbukti juga teorinya bahwa arus konveksi di dalam mantel bumi adalah kekuatan penggeraknya.

Bukti pertama bahwa lempeng-lempeng itu memang mengalami pergerakan didapatkan dari penemuan perbedaan arah medan magnet dalam batuan-batuan yang berbeda usianya. Penemuan ini dinyatakan pertama kali pada sebuah simposium di Tasmania tahun 1956. Mula-mula, penemuan ini dimasukkan ke dalam teori ekspansi bumi, namun selanjutnya justeru lebih mengarah ke pengembangan teori tektonik lempeng yang menjelaskan penyebaran (spreading) sebagai konsekuensi pergerakan vertikal (upwelling) batuan, tetapi menghindarkan keharusan adanya bumi yang ukurannya terus membesar atau berekspansi (expanding earth) dengan memasukkan zona subduksi/hunjaman (subduction zone), dan sesar translasi (translation fault). Pada waktu itulah teori tektonik lempeng berubah dari sebuah teori yang radikal menjadi teori yang umum dipakai dan kemudian diterima secara luas di kalangan ilmuwan.

Menurut teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempengan tipis dan keras yang masingmasing saling bergerak relatif terhadap yang lain. Gerakan ini terjadi secara terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga sekarang. Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga tentang bagaimana terbentuknya gunung, benua, dan samudra.

Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra (oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth's mantle). Kerak benua dan kerak samudra, beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding kepadatan pada kerak benua. Demikian pula, elemen-elemen zat pada kerak samudra (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua (felsik).

Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini bergerak mengalir seperti cairan (fluid). Litosfer terpecah ke dalam beberapa lempeng tektonik yang saling bersinggungan satu dengan lainnya.

Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu:


Lempeng Afrika, meliputi Afrika - Lempeng benua

Lempeng Antarktika, meliputi Antarktika - Lempeng benua


Lempeng Australia, meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng India antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu)- Lempeng benua Lempeng Eurasia, meliputi Asia dan Eropa - Lempeng benua Lempeng Amerika Utara, meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut Lempeng benua Lempeng Amerika Selatan, meliputi Amerika Selatan - Lempeng benua Lempeng Pasifik, meliputi Samudera Pasifik - Lempeng samudera Lempeng-lempeng penting lain yang lebih kecil mencakup Lempeng India, Lempeng Arabia, Lempeng Karibia, Lempeng Juan de Fuca, Lempeng Cocos, Lempeng Nazca, Lempeng Filipina, dan Lempeng Scotia.

PERGERAKAN LEMPENG DI DUNIA

Terima kasih