Anda di halaman 1dari 6

FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA (UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA) Jl.

Arjuna Utara No 6, Kebon Jeruk Jakarta Barat KEPANITERAAN KLINIK STATUS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA Hari/ Tanggal Ujian/ Presentasi Kasus : . SMF KULIT KELAMIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN, JAKARTA Nama : Jawahir bin Madeaming Tanda Tangan Nim : 11-2011-150 Dr.pembimbing : _________________________________________________________________________________________________________________________ A. IDENTITAS PASIEN Nama Jenis kelamin Umur Alamat Pekerjaan Status pernikahan B. ANAMNESA Autoanamnesa/ Alloanamnesa (dari ____________________ pasien), dilakukan tanggal 18 Juli 2013 Keluhan utama : Keluar cairan kuning kehijauan kental dari kemaluan sejak 10 hari yang lalu : Tn E : Laki-laki : 28 tahun : Cideng, Jakarta Pusat : Satpam : Belum menikah

Keluhan tambahan : Sakit saat buang air kecil dan saat ereksi, Riwayat perjalanan penyakit :

Pasien datang ke poli kulit dan kelamin RSUD Tarakan dengan keluhan keluar cairan kuning kehijauan yang kental dari kemaluan sejak 10 hari yang lalu. Cairan kental yang keluar awalnya hanya sedikit seperti menetes tapi semakin hari semakin banyak. Cairan yang keluar tampak seperti nanah, kental, tidak berbau, dan tidak disertai darah. Sebelumnya, yaitu 5 hari sebelum keluhan ini dirasakan, pasien mengaku melakukan hubungan badan dengan pekerja seksual (genital-genital) tanpa menggunakan kondom. Empat hari setelah berhubungan, pasien mulai merasakan kemaluannya terasa panas, sakit saat buang air kecil dan saat ereksi, serta kemaluannya terasa bengkak dengan warna kemerahan terutama di bagian ujungnya. Keesokan harinya, mulai keluar cairan kental dari kemaluannya. Keluhan demam menggigil, nyeri perut bagaian bawah, anyanganyangan tidak ada. Luka di kemaluan juga tidak ada. Pasien mengatakan ini pertama kali merasakan seperti ini dan dia belum berobat untuk keluhan ini. Riwayat berganti-ganti pasangan seksual ada. Setelah menderita keluhan ini, pasien belum pernah lagi melakukan hubungan seksual termasuk dengan teman wanitanya.

Riwayat penyakit dahulu -

Tidak pernah menderita keluhan yang sama sebelumnya Riwayat batu saluran kemih tidak ada

Riwayat penyakit keluarga : Riwayat darah tinggi tidak ada Riwayat asma tidak ada :

Riwayat alergi -

Tidak ada riwayat alergi

C. STATUS GENERALIS Keadaan umum Kesadaran Tanda vital Nadi Suhu Pernapasan Berat badan Tinggi badan Kepala dan leher Rambut Mata THT Mulut Leher Thoraks Paru-paru Jantung Abdomen Ekstremitas : tampak sakit ringan : compos mentis : : 74x/menit : 36,6C : 20x/menit : 70 Kg : 165 cm : : lurus, hitam, distribusi merata : conjungtiva anemis (-), sclera ikterik (-) : normotia, normosepta, sekret (-), T1-T1, Faring tidak hiperemis : dalam batas normal : KGB tidak teraba membesar : : suara napas vesikuler murni : BJI-BJII regular murni : dalam batas normal : akral hangat (+), edema (-)

Tekanan darah : 120/80 mmHg

D. STATUS DERMATOLOGIS/ VENEROLOGIS

KETERANGAN Lokasi Distribusi Bentuk Ukuran Batas Effloresensi

: ::::::-

OUE Batang penis Glands penis Kantung zakar KGB inguinal

: ertima (+), edema (+), duh mukopurulen kuning kehijauan (+) : ulkus (-), nyeri palpasi (+) : eritema (+), edema (+), ulkus (-) : eritema (-), nyeri palpasi (-), pembesaran kantung zakar (-) : tidak teraba pembesaran KGB inguinal

E. PEMERIKSAAN LABORATORIUM (PEWARNAAN GRAM) Ditemukan diplococcus gram negative intracellular dan extracellular Leukosit polimorfonuklear meningkat (leukositosis)

F.

PEMERIKSAAN ANJURAN Kultur dan uji sensitivitas

G. RESUME Pasien laki-laki 28 tahun datang ke poli kulit dan kelamin RSUD Tarakan dengan keluhan keluar cairan kuning kehijauan yang kental dari kemaluan sejak 10 hari yang lalu. Cairan kental yang keluar awalnya hanya sedikit seperti menetes tapi semakin hari semakin banyak. Cairan tampak seperti nanah, kental, tidak berbau, dan tidak disertai darah. Sebelumnya, ( 5 hari) sebelum keluhan ini dirasakan, pasien melakukan hubungan badan dengan pekerja seksual (genital-genital) tanpa menggunakan kondom. Empat hari setelah berhubungan, pasien mulai merasakan kemaluannya terasa panas, sakit saat buang air kecil dan saat ereksi, serta kemaluannya terasa bengkak dengan warna kemerahan terutama di bagian ujungnya. Keesokan harinya, mulai keluar cairan kental dari kemaluannya. Keluhan demam menggigil, nyeri perut bagaian bawah, anyang-anyangan tidak ada. Luka di kemaluan juga tidak ada. Pertama kali merasakan seperti ini dan belum berobat. Riwayat berganti-ganti pasangan seksual positif. Pada pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal. Status venereologis didapatkan: Orifisium uretra eksternum ertima (+), edema (+), duh mukopurulen kuning kehijauan (+); Batang penis: ulkus (-), nyeri palpasi (+); Glands penis: eritema (+), edema (+), ulkus (-); Kantung zakar : eritema (-), nyeri palpasi (-), pembesaran kantung zakar (-): dan KGB inguinal tidak teraba membesar. Pada pemeriksaan lab (pewarnaan gram), ditemukan diplococcus gram negative intracellular dan extracellular serta leukosit polimorfonuklear meningkat (leukositosis)

H. DIAGNOSIS Diagnosis kerja : Uretritis gonore tanpa komplikasi

Dasar yang mendukung diagnosis: Anamnesis keluhan keluar cairan kuning kehijauan yang kental tampak seperti nanah, tidak berbau, dan tidak disertai darah dari kemaluan sejak 10 hari yang lalu. Sebelumnya, ( 5 hari) sebelum keluhan ini dirasakan, pasien melakukan hubungan badan dengan pekerja seksual (genital-genital) tanpa menggunakan kondom. Empat hari setelah berhubungan, kemaluan terasa panas, sakit saat buang air kecil dan saat ereksi, kemaluan bengkak dengan warna kemerahan terutama di bagian ujungnya. Orifisium uretra eksternum ertima (+), edema (+), duh mukopurulen kuning kehijauan (+) Batang penis: nyeri palpasi (+) Glands penis: eritema (+), edema (+), ulkus (-) Kantung zakar : eritema (-), nyeri palpasi (-), pembesaran kantung zakar (-) KGB inguinal tidak teraba membesar ditemukan diplococcus gram negative intracellular dan extracellular serta leukosit polimorfonuklear meningkat (leukositosis)

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan laboratorium (pewarnaan gram)

Diagnosis banding

: Uretritis non specific

I.

PENATALAKSANAAN Non medikamentosa : Tidak berhubungan seks untuk sementara atau menggunakan kondom saat berhubungan :

Medikamentosa Sistemik

R/ Ceftriaxone vial 250 mg no I S injeksi im single dose ________________________________________________________________________________________________________ R/ Doksisiklin tab 100 mg no XV S 2 dd I

J.

PENCEGAHAN Menggunakan kondom saat berhubungan seksual Tidak bertukar-tukar pasangan seksual

K. KOMPLIKASI Tysonitis Littritis Cowperitis

L.

PROGNOSIS Ad vitam Ad fungsionam Ad sanationam Ad kosmetikum : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : ad bonam