Anda di halaman 1dari 14

2.1 Sebuah reaksi memiliki persamaan stoikiometri A + B = 2R. Berapakah orde reaksi?

Jawab: Reaksi tidak dikatakan elementer maupun tidak, sehingga tidak dapat ditentukan orde reaksi

2.2 Diberikan suatu reaksi 2NO2 + O2 = N2O5, apakah hubungan dari laju pembentukan dan penghilangan dari ketiga komponen reaksi? Jawab:

2.3 Sebuah reaksi dengan persamaan stoikiometri A + B = R + S memiliki persamaan laju reaksi: -rA= 2CA0,5.CB Apa persmaan laju reaksi ini jika persamaan stoikiometri ditulis sebagai A + 2B = 2R + S? Jawab: -rA=2CA.CB2 2.4 Untuk reaksi enzim substrat pada contoh 2, laju penghilangan dari substrat diberikan sebagai [ ][ Apakah satuan dari kedua konstanta? Jawab: Oleh karena rA memiliki satuan mol/m3.s maka ruas kanan juga memiliki satuan yang sama. Tinjau dahulu penyebut yaitu 6 + CA. Agar dapat ditambahkan konstanta 6 haruslah memiliki satuan sama dengan CA yaitu mol/m3. Satuan akhir ruas kanan adalah mol/m3s. sedangkan pada pembilang memiliki dua besaran konsentrasi apabila satuanya dikalikan adalah (mol/m3s)2, sehingga konstanta 1760 harus memiliki satuan 1/s agar [(1/s)(mol/m3s)2]/(mol/m3s)= mol/m3s ]

2.5 Untuk reaksi kompleks dengan stoikiometri A + 3B 2R + S dan dengan persamaan laju reaksi orde dua -rA = k1[A][B] Apakah laju reaksi memiliki hubungan rA=rB=rR? Jika laju tidak berhubungan demikian bagaimana hubungannya? Tanda + atau dipertimbangkan. Jawab: Tidak, hubungan dari rA , rB dan rR adalah

-rA = -rB/3 = rR/2

2.6 Ada suatu reaksi kimia memiliki laju sebagai berikut -rA =0,005CA2, mol/cm3.menit Jika konsentrasi akan dijadikan menjadi satuan mol/liter dan waktu dalam jam, berapakah nilai dan satuan dari konstanta laju reaksi? Jawab: Konstanta 0,005 memiliki satuan (mol/cm3)-1/menit atau cm3/mol.menit sehingga

2.7 Untuk reaksi gas pada 400 K laju diberikan oleh

(a) apakah satuan dari konstanta laju reaksi? (b) berapa nilai dari konstanta laju reaksi untuk reaksi ini jika persamaan laju reaksi dinyatakan dalam

Jawab: Konstanta 3,66 memiliki satuan atm-1/jam atau 1/atm.jam. Ini dapat dilihat dari

Dari hukum gas ideal, berlaku:

Maka:

Dengan menggunakan nilai R bersatuan l.atm/mol K maka satuan k adalah l/mol.jam. Diasumsikan volume konstan sehingga Konversi: .

2.8 Penguraian dari nitrous oxide diketahui mengikuti persamaan laju berikut: N2O N2 + O2
[ [ ] ]

Berapakah orde dari reaksi ini terhadap N2O dan keseluruhan? Jawab: Orde reaksi terhadap N2O dan keseluruhan adalah sama sebab pada persamaan laju reaksi hanya bergantung pada konsentrasi N2O saja. Untuk konsentrasi rendah, bagian penyebut mendekati nilai satu sehingga orde reaksi adalah dua. Namun untuk konsentrasi tinggi, bagian penyebut mendekati nilai konsentrasi N2O sehingga orde reaksi menjadi satu. 2.9 Pirolisis dari etana berlangsung dengan energy aktivasi sebesar 300 kJ/mol. Seberapa besar cepatkah penguraian pada suhu 650oC dibandingkan dengan 500oC?

2.10 sebuah n-nonana pada suhu 1100 K mengalami cracking 20 kali lebih cepat pada suhu 1000 K. Tentukan energy aktivasi untuk penguraian ini. Jawab: ( ( ) )

2.11 Pada pertengahan abad 19 ahli entomologi Henri Fabre mengamati semut prancis (kebun) bekerja dengan sibuk pada hari-hari panas, tetapi agak malas pada hari-hari dingin. Data-data yang didapatnya adalah Kecepatan lari 150 160 230 295 o Suhu, C 13 16 22 24 Energi aktivasi apa yang menggambarkan perubahan kesibukan? Jawab: T (K) ln 1/T (rs) 286,15 150 5,011 3,495 x 10-3 289,15 160 5,075 3,458 x 10-3 295,15 230 5,438 3,388 x 10-3 297,15 295 5,687 3,365 x 10-3 301,15 370 5,914 3,32 x 10-3 Dilakukan plot ln rs vs 1/T didapatkan: rs 370 28

Regresi Kesibukan Semut


1.2 1 0.8 ln rs 0.6 0.4 0.2 0 0 0.5 1/T 1 1.5 Linear (Regresi Kesibukan Semut) Regresi Kesibukan Semut

Slope yang didapat adalah -5397 maka: -E/R = -5397 E = 5397 x 8,314 = 44870,658 j/mol = 44,87 kJ/mol

2.12 Suhu maksimum yang diperbolehkan pada suatu reaktor adalah 800 K. pada saat sekarang titik operasi berada pada 780 K, sisa suhu 20 K ini dibuat atas pertimbangan umpan yang berfluktuasi, kontrol keliru dll. Sekarang, suatu sistem pengontrolan yang lebih canggih digunakan sehingga titik operasi dapat ditentukan pada suhu 792 K dengan sisa suhu sama yang telah ada. Seberapa besar perubahan laju reaksi, atau laju produksi akibat perubahan ini apabila energi aktivasi pada reaktor adalah 175 kJ/mol? Jawab: Untuk konsentrasi sama maka berlaku hubungan:

Hampir tidak ada perubahan laju reaksi.

2.13 Setiap 22 Mei saya menanam satu bibit semangka. Saya menjaganya dengan baik sampai buahnya matang. Tentu saja ada tahun yang menyedihkan seperti 1980, ketika bibit terbawa oleh burung. Namun, ada 6 musim panas yang enak dan saya telah mentabulasikan jumlah hari yang digunakan untuk pertumbuhan dengan suhu rata-rata yang ada pada masa pertumbuhan. Apakah suhu mempengaruhi laju pertumbuhan? Jika iya, nyatakan sebagai energy aktivasi. Tahun Jumlah hari Suhu rata-rata, o C Jawab: 1976 87 22,0 1977 85 23,4 1982 74 26,3 1984 78 24,3 1985 90 21,1 1988 84 22,7

Jika dianalogikan dengan laju reaksi:

Maka:

T (K)

x 103

hari 87 85 74 78 90 84

ln(rate)=ln( -4,466 -4,443 -4,304 -4,357 -4,500 -4,431

22,0 3,390 23,4 3,374 26,3 3,241 24,3 3,364 21,1 3,400 22,9 3,382 Berikut adalah grafik regresinya:

Regresi Laju Pertumbuhan


-4.25 3.32 -4.3 -4.35 ln (1/t) -4.4 -4.45 -4.5 -4.55 y = -3.4194x + 7.1169 R = 0.9487 (1/T) x 1000 Regresi Laju Pertumbuhan Linear (Regresi Laju Pertumbuhan) 3.34 3.36 3.38 3.4 3.42

Slope = -E/R -3,419 x 1000 = -E/8,314 E = 28425,56 J/mol = 28,4 kJ/mol

2.14 Pada musim panas yang biasanya, jangkrik bergerak, lompan dan bersuara . Akan tetapi pada saat malam hari ketika banyak jangkrik berkumpul, suaranya sepertinya menjadi hal yang serius dan cenderung bergabung menjadi satu. pada tahun 1897, A. E. Dolbear melaporkan bahwa laju bersuara ini tergantung pada suhu diberikan oleh: (jumlah suara pada 15 s) + 40 = (suhu, oF) Asumsi bahwa laju bersuara merupakan tolak ukur langsung dari laju metabolism, tentukan energy aktivasi dalam kJ/mol dari jangkrik ini pada rentang suhu 60-80oF. Jawab:

Dibuat tabulasi data:


suhu (oF) suhu (R) 60 519.67 65 524.67 70 529.67 80 539.67 suara / 15 s 20 25 30 40 suara/menit 1/T ln rs 80 0.001924 4.382027 100 0.001906 4.60517 120 0.001888 4.787492 160 0.001853 5.075174

Dilakukan plot ln rs vs 1/T

Regresi Suara Jangkrik


5.2 5.1 5 4.9 4.8 4.7 4.6 4.5 4.4 4.3 0.00184 0.00186 0.00188 y = -9597.9x + 22.879 R = 0.9909 Regresi Suara Jangkrik Linear (Regresi Suara Jangkrik)

ln rs

0.0019

0.00192 0.00194

1/T

Slope = -9597 -E/R = -9597 E = 9597 x 1,9858 = 19057,7226 Btu/lbmol

2.15 Oleh karena konsentrasi reaktan ditingkatkan dua kali , laju reaksi menjadi tiga kali lebih besar. Tentukan orde reaksi. Jawab: Asumsi persamaan laju reaksi berbentuk rA=k[A]m[B]n Maka: [ ] [ ] [ ] [ ]

Untuk stoikiometri A+B (produk) tentukan orde reaksi terhadap A dan B 2.16 CA 4 CB 1 -rA 2 Jawab: 1 1 1 1 8 4

Disusun kembali tabel CA CB -rA 4 1 2 1 1 1 1 8 4 Asumsi laju reaksi adalah rA=kCAmCBn

m = 0,5 yang satu lagi:

n = 2/3

2.17 CA 2 2 CB 125 64 -rA 50 32 Jawab: 3 64 48

Disusun kembali tabel CA 2 2 3 CB 125 64 64 -rA 50 32 48

Asumsi laju reaksi adalah rA=kCAmCBn

n = 2/3 yang satu lagi:

n=1

2.18 Tunjukkan bahwa skema berikut. N2O5 NO2 + NO3* NO3* NO* + NO2 NO* + NO3* 2NO2 Yang diusulkan oleh R. Ogg J. Chem. Phys., 15, 337 (1947) konsisten dan dapat menggambarkan penguraian orde satu dari N2O5. Jawab: N2O5 NO2 + NO3* NO3* NO* + NO2 NO* + NO3* 2NO2 Maka: [ [ [ ] ] [ [ [ [ [ ][ ] ] [ [ ][ ] ][ ][ ] ] [ ] ] ] [ [ ][ [ [ [ ][ ] ] ][ ] ] ] [ [ ][ ] ] ] [ [ ][ ][ ] ] (laju maju = k1 , laju balik = k2) (laju maju = k3) (laju maju = k4)

Dengan menggunakan pendekatan steady-state untuk NO3* dan NO* maka:

[ [ ][ [ Dimasukkan ke persamaan atas: [ [ ][ ] [ Dimasukkan ke persamaan awal: [ [ ] [ ] ]

] ] ] [ ]

[ [

][ ]

] [ [ ] ] [ ] [ ][

[ ]

[ ] [

] [ ] ]

Dari persamaan ini, dapat dilihat bahwa penyebut suku kanan menyerupai k2[NO2] (2k3 diabaikan) sehingga apabila dijumlahkan seluruhnya akan menyisakan C.k1[N2O5] dimana C ini merupakan angka yang cukup kecil namun tidak dapat diabaikan. 2.19 Penguraian dari reaktan A pada suhu 400oC pada tekanan di antara 1 dan 10 atm mengikuti laju reaksi orde satu. (a) Tunjukkan bahwa sebuah mekanisme mirp dengan dekomposisi azometana (hal. 21) A+A A* + A A* R + S Konsisten pada kinetika yang diamati. Mekanisme yang berbeda dapat diusulkan untuk menjelaskan kinetika orde satu. Untuk menentukan bahwa mekanisme ini benar dibandingkan dengan yang lain memerlukan bukti yang lain. (b) Untuk tujuan, ini percobaan lanjut apa yang akan kamu usulkan untuk dilakukan dan hasil apa yang akan kamu peroleh? Jawab: [ ] [ ] [ ][ [ ] ]

Asumsi steady-state [ ] [ [ Dimasukkan ke persamaan awal: [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] ] ] [ ] [ [ ] ]

Jika k1[A]2 merupakan reaksi yang sangat lambat maka dapat dianggap nol sehingga sisanya mengikuti orde reaksi satu.

2.20 Percobaan menunjukkan bahwa penguraian homogen dari ozon terjadi pada laju -rO2 = k[O3]2[O2]-1 (a) berpakah orde reaksi keseluruhan? (b) usulkan mekanisme 2 langkah untuk menjelaskan laju ini dan jelaskan bagaimana kamu akan menguji mekanisme ini. Jawab: (a) orde keseluruhan adalah satu. (b) O3 O2+O* O* + O* O2 Dengan cara menghitung kadar O2 yang ada dengan cara oksidasi logam. 2.21 Akibat adanya oksidator, hydrophosphorous acid diubah menjadi asam fosfit: H3PO2 H3PO3 Kinetika dari perubahan ini ditunjukkan dari penjelasan berikut. Pada konsentrasi oksidator rendah rH3PO3 = k[oksidator][H3PO2] pada konsentrasi oksidator tinggi rH3PO3 = k[H+][H3PO2] Untuk menjelaskan kinetika teramati, ada postulat bahwa, dengan adanya ion hidrogen sebagai katalis, H3PO2 normal yang tidak reaktif diubah secara reversibel

menjadi suatu bentuk aktif, dimana sifatnya tidak diketahui. Senyawa antara ini kemudian bereaksi dengan oksidator menjadi H3PO3. Tunjukkan bahwa skema ini menggambarkan kinetika teramati. Jawab: 2.22 Tentukan (secara tebak-tebakan dan cek kembali) mekanisme yang konsisten dengan persamaan laju reaksi yang didapat dalam percobaan untuk reaksi berikut ini: 2A + B A2B dengan +rA2B = k[A][B]

2A + B

A2B 2A A2 + B 2A A2 A2 + B A2B

A2 A2B A2 2A A2B A2 + B

= k3 [A2 ][B] - k4 [A2B] = k1[A]2 k2[A2 ] k3 [A2 ][B] + k4 [A2B] =0 [A2 ] = = Jika k2<<<<< Maka = k1[A]2
[ ] [ ] [ ] [ ] [ [ ] [ ] [ ] [ ] [ ][ ] ]

Jika k4 <<<<<< Maka =

2.23 Mekanisme untuk reaktor dikatalisis oleh enzim. Untuk menjelaskan kinetika dari reaksi enzim substrat, Michaelis dan Menten (1913) mendapatkan mekanisme berikut, dengan asumsi kesetimbangan A+EX XR+E Dengan K = [X]/[A][E] dan [E0] = [E]+[X] Dan dimana [E0] menggambarkan total enzim dan [E] menyatakan enzim bebas. G.E. Briggs dan J.B. S. Haldane. Biochem J., 19, 338 (1925) mengusulkan asumsi steady-state daripada asumsi kesetimbangan A+EX XR+E Dengan d[X] /dt = 0 dan [E0] = [E]+[X] Apakah bentuk akhir dari persamaan laju reaksi rA dinyatakan dalam [A], [E0], k1, k2 dan k3 untuk (a) Mekanisme Michaelis-Menten? (b) Mekanisme Briggs-Haldane? Jawab:
k1

A + B X . 1
k2 K3

X R + E ....2 E0 = E + X ..3 a. Berdasarkan mekanisme Michaelis Menten : Menurut asumsi Michaelis Menten berdasarkan reaksi kebalikan dari reaksi 1 keseimbangan berjalan dengan cepat : K= = .. 4

Untuk persamaan Michaelis Menten : Persamaan 2 menjadi : rR = k3 . X 6 K=[ X=


[ ] ][ ] [ ] [ ][ ]

atau

= [E0] = [E] + [X]

[A][E]

dengan

[E] = [E0] [X] X= [A]([E0] [X]) atau [X] =


[ ][ ] [ ]

Subtitusikan Persamaan 7 ke persamaan 6 :


[ ][ ]

rR = k3 .

[ ][ [ ]

[ ]

b. Berdasarkan mekanisme Briggs Haldane : = 0.. 5 Untuk persamaan Briggs Haldane : Persamaan 2 menjadi : rR = k3 . [X] 8 = 0 = k1[A][E] (k2 + k3) [X] k1[A][E] (k2 + k3) [X] = 0 dengan [E0] = [E] + [X] [E] = [E0] [X] k1A([E0] [X]) (k2 + k3) [X] = 0 X=
[ ][ [ ] ]

. 9

Subtitusikan Persamaan 9 ke persamaan 8 : rR =


[ ][ ] [ ] [ ][ [ ] ] [ ] ]

maka menurut persamaan Michaelis Menten adalah rR = menurut persamaan Briggs Haldane adalah rR =
[ ][

sedangkan,